
"Iya, kau benar sekali. Aku pikir juga begitu"...
"...."
Sayup - sayup suara itu masuk ke pendengaran Anita. Dia mencari asal suara itu.
Terlihat lah di sana dekat kolam ikan ibu sedang berbicara dengan seseorang melalui ponsel nya.
Anita menghampiri ibunya.
"Ibu sedang apa di sini?".
Ibu nampak kaget dengan kedatangan Anita "Ah tidak ada, ibu hanya menlfon sebentar dengan bibi mu". Ibu langsung mematikan sambungan telepon lalu mengajak Anita masuk ke dalam rumah.
***
Anita sampai di kampus dengan tampilan yang sudah rapi dan wangi. Dia sengaja datang sendirian walaupun sekarang adalah waktu senggang nya dia tetap datang ke kampus untuk melanjutkan kembali usaha nya mendekati pria incarannya.
Suara bising semakin semarak memenuhi stadion itu karena pertandingan sudah di mulai 2 menit yang lalu. Anita masuk dengan santai nya mengambil tempat duduk yang lebih dekat dengan lapangan dengan tujuan agar lebih bisa melihat Andrew dari dekat.
Sesekali Anita memotret Andrew dengan ponsel nya "Wah, perfect". Dia sibuk dengan ponsel nya hingga sesuatu yang tak terduga terjadi.
"Aaaaaa!!!".
Anita berteriak saat merasakan benturan keras menghantam kepala nya.
Seketika pertandingan dihentikan. Bukan karena pemain yang cidera melainkan penonton yang cidera.
Sontak kedua tim langsung mengerumuni Anita yang tertunduk menahan rasa sakit di kepala nya.
"Kau baik-baik saja?". Tanya seseorang. Namun, Anita masih tertunduk enggan mengeluarkan suaranya.
__ADS_1
"Panggil tim keamanan dan darurat! ".
Anita mengangkat kepala nya dia mengenali suara itu "Andrew!". Panggil nya dengan suara pelan.
Semua orang yang disana menoleh pada Andrew yang nampak kebingungan "Kenapa kau di sini?".
Hening beberapa saat....
"Ahhhha aku tahu, mereka pasti berpacaran. Benar bukan?". Salah seorang dari tim Andrew menerka-nerka kedua insan tersebut.
Semua orang yang berkerumun itu langsung bubar mendengar itu.
"Tidak, tidak kalian salah paham". Andrew mencoba menghentikan orang - orang yang sudah bubar.
Tak lama setelahnya datang lah pihak keamanan dan darurat yang langsung membawa Anita ke ruang khusus. Tak lupa Andrew juga mengkuti.
Itu dilakukan nya bukan karena mengiyakan ucapan salah seorang temannya tadi melainkan bentuk tanggung jawab nya sebagai seorang lead basket. Ya karena bola yang mengenai kepala Anita adalah serangan dari tim nya.
"Maaf telah mengenai kepala mu". Andrew berdiri tepat di depan Anita.
Anita berdiri dengan senyum manis di wajah nya "Yah, tidak apa - apa".
Senyumannya itu seolah-olah mengartikan semua kejadian ini adlah bentuk usahanya untuk dekat dengan Andrew.
"Kau seharusnya juga minta maaf kepada ku dan juga seluruh tim". Ujar nya dingin.
"Hah?".
Andrew menarik nafas dalam "Karena kecerobohan mu itu pertandingan tertunda sesaat, dan sekarang aku tak ikut pertandingan". Setelah mengucapkan itu Andrew keluar dari ruangan itu tanpa basa-basi.
Anita benar-benar tidak mengerti dengan ucapan pria itu dia mengejar Andrew yang kembali masuk dalam stadion. Walaupun tak ikut melanjutkan pertandingan tapi dia tetap menonton tim nya bermain.
__ADS_1
"Hei apa yang kau maksud?". Anita seolah-olah yang disalahkan dlam hal ini padahal dia adalah korban bukan?.
Andrew duduk di salah satu bangku di sana "Kau lihat papan peringatan yang di sana!". Tunjuknya pada sebuah papan peringatan.
Anita mengikuti arah tunjuk nya Anita mengerutkan dahinya "Sejak kapan papan itu ada di sana?".
"Sejak kemarin".
Anita duduk di samping Andrew "tadi aku tak melihat nya".
Andrew mengambil sebotol air mineral lalu meneguk sampai habis "Sebaiknya gunakan mata mu dengan baik".
*
Anita pulang dengan wajah cemberut walaupun semua kejadian tadi adlah kesalahan nya. Tapi, batinnya tak terima dengan kesalahn yang ditumpahkan sepenuhnya pada dia.
"Kenapa dengan wajah mu itu?". Anne duduk di sofa.
Anita menghempaskan tubuh nya di samping Anne "Aku benci hari ini".
"Dan kenapa dengan dahi mu?". Anne semakin bertanya-tanya dengan keadan temannya itu.
"Anne aku sangat lelah sekarang". Anita menutup matanya namun, tidak sampai tertidur.
"Anit kau sudah pulang". Ibu datng dengan segelah susu hangat.
Ibu nampak kaget dengan keadaan putrinya itu "Ada apa dengan mu?".
__ADS_1
Anita semakin frustasi dengan pertanyaan Anne dan ibunya yang begitu histeris "Sudahlah aku tidak apa-ap aku lelah aku mau istirahat". Anita bangkit kemudian langsung masuk ke dalam kamarnya.