
Lalu lalang orang di persimpangan jalan itu membuat mobilnya terpaksa berhenti di tepi jalan sana. Dia harus berjalan kaki menuju halte kampus itu. Kenan menghembuskan nafas lega ternyata orang yang ditunggu nya datang menghampiri jadi dia tak perlu menunggu lama.
"Ken kenapa kau berjalan kaki?" Anita merasa aneh dengan Kenan yang tak biasa berjalan kaki di tempat ramai seperti ini.
Kenan tersenyum "Yah, sangat banyak sekali mahasiswa kampus ini bahkan mobilku tak bisa masuk" Kenan melihat mobilnya yang terparkir di persimpangan jalan.
Anita terkikik "Iya, maaf seharusnya kau tak perlu menjemput ku"
Kenan mulai melangkah diikuti oleh Anita di belakang nya "Yah, aku ingin berbicara dengan mu".
Sampai mereka masuk dalam mobil....
Anita langsung memulai pembicaraan.
"Ya, apa yang ingin kau bicarakan?" Dia merasa was-was karena dia yakin Ken pasti sudah mengetahui hari nya kemarin bersama Andrew.
Dan benar saja Kenan menanyakan hal itu.
"Kelihatan nya kalian sudah mulai dekat" Ken berucap dengan masih menampilkan senyuman nya seperti biasanya.
Anita tersenyum simpul "Ya, Maaf telah membuat mu kecewa"
Ken masih tersenyum "Its okay, jika itu yang kau inginkan aku bisa menerimanya" Ken menoleh melihat ekspresi wajah Anita "Tapi, jika pria itu berbuat semena-mena dengan mu aku tidak akan tinggal diam" Ujar Ken sembari mengusap pelan surai lembut Anita.
__ADS_1
Anita menoleh dengan ekspresi yang tak terbaca dia tak menyangka jika pria itu akan berlapang dada dengan semua ini "Ken, aku menyayangi mu" Dia langsung memeluk Ken dari samping.
Ken tergelak "Jangan terlalu lama memeluk ku atau pria itu akan mengamuk" Ujar nya menunjuk ke arah seorang pria yang memandangi mereka.
Dia adlah Andrew rupanya pria itu melihat mereka tadi. Wajah Andrew nampak dingin dengan tatapan tajam.
Anita keluar dari mobil dan langsung menghampiri Andrew.
"Hei! sejak kapan kau ada di sini?"
Andrew menatap Anita sekilas lalu kembali menatap pria di dalam mobil itu tajam "Sedang apa kalian?" Tanya nya dingin.
Anita yang merasa bingung harus menjelaskan bagaimana dia melihat Andrew dan Kenan yang juga balik menatap mereka bergantian "Kami hanya berbicara sebentar tadi, jangan salah paham" Anita langsung menggandeng tangan Andrew pergi dari sana.
Sontak orang-orang yang melihat adegan itu menjadi berisik-bisik. Dalam pikiran mereka pria seperti Andrew laki-laki yang cuek dan datar itu tidak akan mempunyai wanita.
Ken menghentikan langkah nya itu juga membuat Anita mengehentikan langkahnya.
"Kenapa kau membawa ku kembali masuk?" Andrew menatap Anita masih dengan wajah datar nya.
Anita mengerutkan dahinya "Bukankah kau ada rapat sekarang dengan tim mu?".
"Rapat nya ditunda" Andrew membalikkan badan dia berjalan menuju parkiran. Anita mengikuti di belakang nya.
__ADS_1
Di parkiran...
Sekelompok orang sudah menanti mereka.
Kenan mengernyitkan dahinya mereka adalah teman-temannya. Kenan melangkah cepat menghampiri mereka.
"Kenapa kalian di sini?" Dia menatap satu per satu temannya.
Mereka tertawa bersama Ken semakin bingung.
"Kau tak ingin merayakan dan memperkenalkan nya pada kami?" Pertanyaan Tom tertuju pada Anita yang baru saja sampai di tempat itu.
"Aku?" Anita menunjuk dirinya sendiri bingung.
Satu per satu dari mereka yang berjumlah 5 orang itu menghempiri mereka dan memperkenalkan diri. Ken hanya melihat saja.
"Jadi ini alasan kalian untuk menunda rapat hari ini?" Ken memasukkan tangan nya ke dalam saku.
Salah satu dari mereka berucap "Andrew kau tenang saja, Manajer kita sudah mengatur waktu yang pas" Ujarnya tertuju pada Tom yang langsung di angguki oleh pria itu.
"Sejak kapan dia menjadi manajer kita?" Tanya Ken lagi.
"Tentu saja di saat kau sudah berpacaran, hanya aku yang tahu bagaimana hubungan kalian bukan? jadi sedikit banyak nya aku tahu strategi apa yang akan di lakukan jika kau kehilangan semangat saat kalian bertengkar" Ujar nya asal.
__ADS_1
Mendengar itu semua orang tertawa termasuk Anita yang terkiki mendengar nya. Namun, dengan cepat pula mereka terdiam saat tatapan tajam itu menatap mereka.
"Minggir kalian aku ingin pulang" Ken mengusir teman-teman nya dan langsung menarik Anita masuk ke dalam mobilnya.