
Setelah drama panjang mereka selesai akhirnya, mereka bisa melanjutkan langkah mereka menuju sebuah tempat yang sudah di reservasi oleh Tom.
Andrew dan tim akan mengadakan rapat di tempat tersebut tentunya Anita ikut dibawanya.
Sesampainya di sana...
"Hei bro!" Tom menyapa anggota tim.
Andrew langsung duduk di tempat nya "Anit kau pulang lah aku akan mengadakan rapat" Ujarnya santai.
Anita tersenyum canggung "Kenapa tak kau antarkan saja aku tadi? Dan sekarang kau mengusir ku" Anita terlihat kesal.
Sontak mereka menertawakan situasi itu. Itu tak berlangsung lama saat Andrew melirik tajam mereka "Diam! ayo kita mulai rapatnya".
Anita hanya berdiri di samping pria itu dengan kesal. Merasa bosan dengan isi pembicaraan para lelaki itu. Anita keldari sana.
Dia berjalan menuju sebuah kulkas dan mengambil minuman untuk di minum nya.
Brakkk....
Pintu kulkas kaca itu tertutup kencang Anita memutar penutup botol itu dan mulai meneguknya.
"Aduh!!!"
Bajunya basah karena minuman yang tumpah ke bajunya. Ternyata seseorang menabraknya.
__ADS_1
"Maaf! Kau baik-baik saja, kan?" Orang itu mengambil tisu dari saku celana nya lalu memberikannya pada Anita.
"Ya, terima kasih" Anita menerima tisu itu kemudian mengelap bajunya yang basah.
Sedangkan di sana Andrew sudah selesai dengan rapat tim nya dia mencari Anita keluar, dan menemukan wanitanya tengah bersama pria lain. Sepertinya pria itu salah paham dengan apa yang dilihatnnya sekarang.
Andrew langsung mengahampiri Anita dia menatap tajam pria yang tenagh berdiri di depan wanita itu sekarang.
"Apa yang kau lakukan di sini?" Dia melihat Anita yang masih mengelap baju nya "Siapa pria ini?" Tanya nya lagi.
Anita menyadari kedatangan Andrew "Ah... tadi aku mengambil minum dan dia tidak sengaja menabrak ku" Jelasnya.
"Ya, kau salah paham kami bahkan tidak mengenal satu sama lain, aku juga minta maaf" Timpal pria itu saat melihat wajah datar dan dingin pria itu.
Andrew tak mengacuhkan nya dia langsung menarik Anita pergi dari sana mereka langsung menuju parkiran. Dia langsung membuka pintu mobil dan masuk dengan membanting kuat pintu mobil yang tak beraslah itu.
Andrew menarik tengkuk wanita itu "Aku tak suka melihat mu dengan pria lain" Dia mulai mencumbu wanita itu.
Anita mengedipkan matanya merasa kan gejolak dalam diri nya. Anita menutup mulutnya saat pria itu menyesap lehernya dan tak lupa tangan berurat itu meremas kuat dua benjolan kenyal itu.
"Andrew ... aakuu" Anita menahan suaranya dia kembali melayang dengan sentuhan pria itu walaupun, Andrew sedang dalam gejolak cemburu tapi, tetap saja Anita terlena dengan sentuhan pria itu.
Andrew menarik wajahnya dia pun menarik tangan nya yang sudah meraba masuk ke dalam baju Anita dia memperbaiki penampilan Anita yang sudah acak-acakan karena ulahnya.
Dia menarik nafas dalam lalu mengehembuskan pelan "Anit, maaf aku kasar pada mu" Dia berucap lembut sembari mengusap pelan bekas di leher wanita itu.
__ADS_1
Anita tersenyum "Aku juga minta maaf" Dia mengecup bibir tebal dan kenyal milik Andrew.
Andrew tersenyum tipis "Kau tidak apa-apa dengan permainan kasar ku tadi?"
"Ummm aku tidak apa-apa, tapi jangan pernah memaksa ku".
Andrew mulai menyetir mobil nya menuju kampus mereka.
"Jadi, kau cemburu tadi?" Anita melirik pria yang nampak fokus itu.
Andrew berdehem dia tak menjawab.
Anita terkikik "Uhh, Kau imut sekali" Ujarnya dia terus memperhatikan pria itu di sepanjang perjalanan.
*
"Jadi, dia sudah memiliki pacar?"
"Ya, tuan" Jawab seorang pria "Ini kejadian tadi saat mereka di dalam mobil" Pria itu meletakkan beberapa lembar foto.
Asap rokok yang memenuhi ruangan itu terus berhembus "Awasi mereka, dan cari tahu tentang gadis itu" Titahnya.
__ADS_1
Pria yang di suruh hanya membungkuk hormat mengiyakan.
"Aku tak ingin pewaris ku, mendapatkan wanita yang salah seperti ibunya".