Sorry To Goodbye

Sorry To Goodbye
Tidak Boleh?!


__ADS_3

Liburan panjang berakhir, dan aku pun mempersiapkan segala urusan pendaftaran kuliahku. Awalnya aku sangat semangat untuk berkuliah, namun setelah semua jurusan yang ku mau selalu tidak diperbolehkan sama mama aku jadi sangat tidak bersemangat.


"Kamu daftar kuliah itu carilah di internet kan banyak. Kamu mau ambil jurusan apa?" Mamaku berkata sambil menyiapkan makanan untuk kami sekeluarga.


"Aku ada 3 pilihan mih.. Psikologi, Seni Tari, dan Bahasa Jepang" Jawabku dengan mantap sekali dengan pilihanku.


"Seni Tari? kamu pikir seni tari bisa kerja apa? banyak yang lulusan seni tari pun yang nganggur. Psikologi? Kamu ingin ngurusin orang gila? Bahasa Jepang? Emang yakin bisa? kalau ga bisa juga percuma" Jawabannya membuat aku jadi down dan tak bersemangat lagi.


"Ya sudah dari ketiga itu, mami bolehin yang mana?"


"Bahasa Jepang saja. Nanti mami minta tolong bantu kamu buat masuk ke universitasnya om-mu"

__ADS_1


Universitas milik om ku? Tandanya aku akan jauh dari keluarga. Universitas om ku berada di kota Padang, berarti aku akan jarang untuk pulang. Ini pertanda kebebasan untukku atau sebaliknya? Dekat saja mamaku bisa larang atau marahin aku, bagaimana jika jauh?


Mamaku pun meminta tolong pada kakaknya untuk membantuku masuk di universitasnya dengan jurusan bahasa Jepang, namun lagi-lagi aku dibuat kecewa. Om ku tidak menepati janjinya untuk membantuku, aku tidak diterima disana hanya karena nilai bahasa Inggrisku yang kurang hanya sedikit, hanya kurang 0.03. Nyesek bukan??


Mulai dari situ, aku tak ingin mendaftar kuliah karena setiap jurusan yang ku mau tak bisa ku capai karena berbagai alasan dari mama. Aku sengaja untuk masa bodo dengan kuliahku, berharap pendaftarannya telah tutup.


"Bu, ada surat datang, untuk Anna" Mbak Nur menyodorkan sepucuk surat yang ada di tangannya.


Mamaku pun membacanya dengan teliti, dan..


"Pembohongan kali, orang aku belum daftar kuliah" Jawabku.

__ADS_1


"Ini, kamu diterima karena nilai-nilaimu yang dikirim oleh sekolah ke beberapa universitas. Cepat daftar sekarang, daftar depan mami. Kalau ga dilihatin pasti tidak akan kamu daftarkan lagi! Kamu tidak pernah ya ada inisiatif ingin melakukan hal yang bikin mami seneng! Cuma bisanya bikin mami marah saja!" Lagi-lagi aku kena semprot.


Aku segera membuka website kampus tersebut dan mendaftarkannya dengan jurusan Akuntansi, aku tak bilang terlebih dahulu ke mamaku biar tidak di tolak lagi.


"Sudah mih" Jawabku setelah mengirimkan formku ke website tersebut.


"Cepat banget, jurusan yang kamu ambil apa?!"


"Akuntasi"


"Astaga, jurusan itu tuh banyak peminatnya peluang untuk kerja jadi susah karena banyak. Di kampus itu kan ada jurusan logistik bisnis. Prospek kerja nya luas dan bagus, kamu tuh harus lihat peluang!"

__ADS_1


Lagi-lagi apa yang kumau selalu di tolak mentah-mentah olehnya. Rasanya kesal sekali. Mamaku mulai menghubungi pihak kampus untuk mengkonfirmasi pergantian jurusanku dari akuntansi ke logistik bisnis.


Apa aku akan menikmati masa kuliahku? Apa aku bisa dengan jurusan itu? Aku bahkan tak mengerti mengenai itu jurusan, bahkan dasarnya pun tak paham. Aku melihat dari internet pun jurusan itu mempelajari tentang kargo, ekspedisi, pengiriman barang. Apa mamaku ingin aku jadi tukang pos?? Menyebalkan, aku tak suka.


__ADS_2