
Selama perjalanan menuju ke Bandung, aku memiliki perasaan yang sebenarnya sangat gelisah. Baru kali ini aku mencoba menentang orang tuaku, tanpa aku tahu apa yang akan terjadi nantinya dihadapanku.
Handphoneku mulai bergetar, banyak sekali pesan yang masuk di handphoneku. Siapa lagi kalau bukan mamaku yang memarahiku, karena aku pergi.
"Kamu anak yang tak tahu berterima kasih ke orang tua. Sudah mami rawat dari kecil tapi balasannya seperti ini? Sudah mami ambil kamu dari orang tuamu, malah begini perlakuanmu?! Mami kecewa!"
Aku membaca pesan itu dengan perasaan sedih sekali. Aku pun mencoba membalas pesan mamaku dengan tangan yang gemetaran sedari tadi dan air mata yang sudah menetes.
"Maaf mih, aku memang anak yang tak pernah bisa membahagiakan mami. Aku memang banyak salah dan sudah mengecewakan mami. Aku pergi karena aku tidak kuat berada di rumah dalam suasana rumah yang memanas, mami selalu mendiamkan aku layaknya aku tak ada di rumah. Aku minta maaf karena aku sudah pergi, suatu saat nanti aku pasti akan pulang kok. Aku hanya butuh ruang berpikir, berkaca diri untuk intropeksi semua kesalahanku. Semoga mami mengerti." Aku mengetik dengan terus menangis, sampai-sampai penumpang lain di bis itu memperhatikan aku dengan ekspresi wajah penasaran mereka.
Sesampainya aku di Bandung, aku segera memesan ojek online untuk menuju kostanku. Di kostan aku tetap memikirkan semua chat dari mamaku dan omelannya selama ini. Aku sangat sakit hati ketika aku di bilang tidak tahu diri sebagai anak adopsi.
__ADS_1
'Memangnya siapa yang mau jadi anak adopsi? Aku aku dulu meminta mami untuk mengambilku dari orang tua kandungku? Kan tidak, tapi kenapa mami selalu menyebutkan hal itu ketika aku dimarahin? Aku juga berhak di perlakukan sama seperti anak kandungnya. Aku butuh kasih sayang, perhatian, dan pelukan hangatnya. Aku tak butuh materinya, materi bisa aku cari'
Aku menangis lama di kamarku hingga sesegukkan.
"Mami akan ke kampusmu hari Senin bersama papimu!" Mamaku mengirim pesan lagi saat aku sedang mencoba menghapus air mataku dan bersiap untuk bekerja.
Ku pikir dengan ku bekerja, aku akan lupa dengan kesedihan yang aku rasakan. Di tempat kerja aku bisa menikmati musik dengan karaoke gratis disana walaupun yaa karaoke bersama para lelaki hidung belang. Itu juga untuk menghilangkan kesedihanku dan sakit hatiku yang ku alami. Bagaimana pun juga mamaku tetap orang tuaku, walau aku sudah sakit hati di bilang anak adopsi olehnya. Namun aku tak ingin sakit hatiku menimbulkan kebencian padanya. Dia tetap orang tuaku yang sudaj merawatku, walau bukan orang tua kandungku.
Aku bekerja seperti biasa, aku terus menghibur tamuku bagaimana pun caranya. Namun aku mengakui diriku saat itu tak professional karena aku memaksakan diriku untuk menenggak minuman alkohol yang ada di hadapanku hingga aku terjatuh karena mabuk alkohol. Tamuku bahkan sampai khawatir melihatku yang seperti orang kehausan minum alkohol.
__ADS_1
Setelah tamuku pulang dengan rekannya, aku mulai di gotong oleh seorang lelaki yang berprofesi sebagai pelayan atau waiters di tempat kerjaku.
"Anna, bangun sayang" Bunda Dessy mulai mencoba menyadarkanku. Ia memberiku banyak minyak kayu putih hangat di seluruh badan, kepala, dan di hidungku.
"Huuuaaaahhhhh....." Aku menangis menjerit seperti orang kesurupan. Setelah bertahun-tahun aku bekerja, baru kali itu aku tidak kontrol dengan minuman setelah aku terbiasa dengan minuman jahat disana.
"Anna ada apa? Tidak biasanya kamu seperti ini" Bunda Dessy terlihat sangat khawatir dengan keadaanku.
"Mami jahaaaaattttt.." Aku yang tak sadarkan diri hanya bisa menangis dan berkata mami jahat sepanjang tangisanku.
"Mami siapa? Bunda disini jahat???" Tanya pak Tomi selaku pemilik karaoke tempat kerjaku, yang kebetulan ia sedang memeriksa keadaan disana.
__ADS_1
"Bukan.. Orang-orang disini mah pada baik sama aku.. Bahkan bundanya baik sekali sama aku, tidak seperti mamiku"
Kala itu aku terus dan terus mengatakan apa yang ada dalam hatiku secara tak sadar. Salahnya aku pun ketika bekerja seperti ini adalah ketika ada masalah malah memaksakan untuk bekerja dan berperang dengan alkohol.