Sorry To Goodbye

Sorry To Goodbye
Semoga


__ADS_3

Aku merebahkan badanku diatas kasur yang ada di kosanku untuk sejenak. Rasanya lelah sekali setelah kuliah full hari itu. Tapi semua tak pernah aku rasain, apalagi aku senang aku bisa kuliah sambil kerja.


"Orang-orang interview berpakaian seperti apa?" Aku berbicara sendiri memikirkan pakaian apa yang akan kugunakan saat nanti malam interview kerja.


Aku berjalan kearah lemariku dan mulai memilih tumpukan bajuku.


"Setengah jam lagi aku akan pergi interview, semoga saja aku keterima kerja." Aku penuh dengan harapan sekali saat itu. Dalam pikiranku dengan aku membantu keuangan keluarga, mama dan papaku tidak akan cerai dan adikku tetap memiliki keluarga yang utuh.


Aku segera mandi karena badanku yang sudah lengket dari pagi hingga sore aku kuliah benar-benar sangat padat. Setelah mandi aku segera mengenakan kemeja putihku dan celana jeansku.


"Ahhh aku tak punya rok hitam yang biasa orang-orang interview, terpaksa deh pakai celana jeans semoga saja atasan bisa mengerti jika nanti ku jelaskan mengapa pakai celana" Aku berkaca depan cermin memperhatikan penampilanku, dan segera memoles sedikit wajahku dengan bedak dan lipstik.


"Waktunya berangkat" Aku terlihat sangat semangat sekali untuk interview. Segera aku memesan ojek online dan segera berangkat.


Sesampainya di tempat yang sudah dijanjikan aku melihat-lihat halaman parkir yang luas.


"Luasnya, ini akan jadi tempat kerjaku nanti. Berpihaklah padaku" Aku terus memohon.


Aku segera mengabari orang yang sudah janjian denganku disana. Tak lama kemudian, aku pun di suruh masuk dan langsung ke lantai 3 tempat dia berada.


"Selamat malam" Aku tersenyum dengan seorang wanita yang cantik akan make up di wajahnya.

__ADS_1


"Selamat malam, silahkan duduk" Terlihat sangat ramah sekali wanita yang akan menginterviewku.


Aku pun segera duduk di tempat yang sudah disediakan setelah kami berjabat tangan.


"Baik, perkenalkan nama saya Dessy. Bunda dari tempat ini. Sebelumnya apakah mbak Anna sudah memiliki pengalaman kerja?" Bunda Dessy memperkenalkan dirinya dengan senyumnya yang manis.


"Belum bu. Saya masih kuliah, dan belum ada pengalaman kerja apapun." Jawabku dengan membalas senyumnya.


"Panggil saya Bunda ya sayang. Tapi sebelumnya apa sudah paham mengenai pekerjaan disini? dan mengapa kerja kalau masih kuliah? Apa tidak akan mengganggu kuliahmu?"


"Belum, bunda. Dan saya ingin kuliah sambil kerja untuk bisa membantu mama saya dalam biaya kuliah saya".


"Baiklah, kamu sepertinya memang anak baik-baik. Pernah minum alkohol sebelumnya dan apakah kamu perokok?"


"Tapi disini kamu harus minum alkohol dan menemani para tamu yang berkaraoke disini. Apa kamu siap?? Tenang kami bisa training kamu kok."


'Alkohol? Bukankah itu minuman yang tak diperbolehkan sebenarnya? Apa pekerjaan ini cocok denganku? Bahkan aku takut jika aku harus menyentuh minuman haram itu' Aku bergumam dalam hati. Banyak keraguanku dalam pekerjaanku, namun aku berusaha untuk yakin dengan jalan yang telah ku ambil ini demi tetap bersatunya keluargaku.


"Saya siap, bunda" Jawabku dengan yakin.


"Baiklah, kalau mulai hari ini mulai bekerja apakah bisa?"

__ADS_1


"Bisa, bunda." Jawabku dengan senang hati bisa langsung bekerja.


"Baiklah, mari ikut saya"


Aku pun mengikuti bunda Dessy dari belakang. Dia mengarahkanku ke sebuah tempat yang isinya beberapa wanita cantik berpakaian seksi dan sedang sibuk merias wajah mereka. Ada 2 laki-laki yang sedang mencatok rambut wanita lain.


"Anak-anak disini kenalin ada keluarga baru disini. Namanya Anna, dia akan bergabung dengan kita. Ajarin dan temanin dia ya" Bunda Dessy berkata kepada orang-orang disana.


"Baiiikkk Bunda" Mereka menjawab dengan serentak.


Sepertinya mereka kelihatan baik semua dan ramah semua. Tidak seperti wanita yang biasa ku kenal yang baru kenal saja sudah sinis, sedangkan disini mereka sangat friendly dan humble kepadaku.


"Don, dandanin dia secantik mungkin terus catok rambutnya yang sesuai dengan dia." Bunda menyuruh salah satu lelaki disana yang bernama Doni.


"Siaaaap, bunda. Itu mah gampil" Doni menjawab dengan gerakan lekongnya.


"Ya sudah, bunda tinggal sebentar ya Anna. Nanti kalau sudah beres kasih tahu saya" Bunda menepuk pundakku.


"Iya, bunda. Terima kasih sudah memberi kesempatan saya bekerja disini" Jawabku dengan wajah bahagia.


"Sama-sama, sayang" Bunda itu langsung meninggalkanku di ruangan itu.

__ADS_1


Aku berharap benar-benar bisa membantu mamaku. Gajiku akan ku gunakan untuk membayar kosanku dan keperluanku, dengan seperti itu pengeluaran mamaku akan berkurang. Semoga keluargaku juga tidak akan hancur.


__ADS_2