
Malam hari aku sedang rebahan di atas kasurku yang empuk sambil menulis-nulis tidak jelas ke dalam buku coretanku. Saat itu aku sangat bosan dengan kehidupanku yang tak ada warnanya. Seketika teringat bagaimana bahagianya aku dulu ketika keluargaku belum ada kata pisah. Aku senyum-senyum sendiri mengingat masa lalu itu.
"Kakak...." Mamaku memanggilku lagi dari luar kamar. Ada apa lagi sih di panggil lagi? Apap mamaku tak mengerti aku sudah capek di suruh-suruh seharian? Aku hanya bisa bergumam dalam hati kesal.
"Iya mih, ada apa?" Tanyaku saat menemukan mamaku sudah berada di depan pintu kamarku.
"Ayo ikut mami sama papi jalan-jalan malam" Aku senangnya bukan main mendapat ajakan itu. Akhirnya aku bisa quality time bersama keluargaku, bukan di suruh-suruh.
Aku pun mengiyakan ajakan mamaku dan segera bersiap-siap pergi. Setelah siap, aku pun melaporkan kepada mama dan papaku bahwa aku sudah siap untuk pergi. Kami pun menuju mobil kami.
Tapiii.....
__ADS_1
"Mih, Nindy nggak ikut?" Tanyaku kebingungan. Ada yang tak seperti biasanya. Biasanya kalau kami pergi, pasti adikku selalu di ajak dan aku harus menjaganya dan menggendong dia selama pergi. Itu membuatku semakin tak menikmati perjalanan liburan apapun jika bersama keluargaku.
"Tidak, biarkan saja dia dengan mbak di rumah. Kita pergi bertiga saja, sudah lama kan kita tidak pergi bertiga"
Benar juga kata mamaku, kami sudah sangat lama tidak pergi bertiga seperti ini semenjak kehadiran adikku di rumah.
"Yeeesss.. Akhirnya aku bisa jalan-jalan dengan mami tanpa harus menggendong adikku" Aku berkata dalam hati dengan girang.
Wait, tapi ada yang janggal lagi. Kenapa kursi depan sebelah papaku menyetir tidak di duduki mamaku? Dia malah memilih duduk di kursi belakang tepatnya disebelahku. Ada yang aneh, namun aku tidak mau menanyakan hal itu. Aku tak berani bertanya, karena setiap apapun yang kuucapkan pada mamaku, akan menimbulkan kemarahan lagi dari mamaku. Jadi lebih baik aku diam saja.
Sampai....
__ADS_1
"Ini mau diem-dieman sampai kapan? Mami bilang mau ada yang disampaikan pada Anna?"
Seketika aku merasa deg-degan mendengar perkataan dari papaku. Apa aku berbuat salah lagi? Apa aku akan dimarahi lagi? Perasaan takut telah menyelimuti seluruh tubuhku. Aku tak berani mengeluarkan sepatah kata apapun setelah mendengar perkataan papaku. Aku benar-benar ketakutan.
Sampqi akhirnya mamaku mengeluarkan kata-katanya padaku.
"Sayang lihat mami sekarang. Mami mau bicara sama kamu hal ini, karena kamu perlu tahu mengenai dirimu. Mami rasa hal ini harus disampaikan sekarang karena kamu sudah besar, dan sudah harus mengetahui hal ini" Mamaku berbicara sambil menatap aku yang kebingungan.
"Apa aku berbuat salah lagi?" Tanyaku dengan suara yang pelan karena ketakutanku yang sudah menguasaiku.
"Tidak sayang" Mamaku memeluk tubuhku yang sangat ketakutan dan gugup pada saat itu.
__ADS_1
Aku tak tahu harus bersikap seperti apa ketika aku dipeluk oleh mamaku, sudah lama sekali aku menanti pelukan ini kembali. Ada perasaan senang, takut, dan bingung yang bergejolak dalam hatiku pada saat itu. Aku sangat senang ketika dipeluk dan aku juga takut akan dimarahi mamaku. Ditambah aku bingung dan penasaran tentang apa yang akan mamakusampaikan padaku saat itu, sampai-sampai tidak bisakah membicarakannya di rumah?
Akhirnya mamaku mulai menceritakan sebuah fakta mengenai hal diriku yang tak bisa ku percaya. Aku kehabisan kata-kataku sampai sesak dalam dadaku mendengarkan fakta tersebut. Aku tak percaya mengapa aku hidup begini?? Apa fakta itukah yang membuat mamaku menjadi sering marah-marah padaku sekarang setelah adikku lahir???