Sorry To Goodbye

Sorry To Goodbye
Maju atau Mundur


__ADS_3

Aku tetap mendengar suara kakak seniorku ketika bernyanyi bersama dengan pasangan mereka. Bahkan parahnya aku tak banyak tahu tentang lagu-lagu yang mereka nyanyikan. Aku memang jarang mendengarkan lagu-lagu, aku makin insecure.


"Ayo minum, neng" Tamuku menawarkanku minum alkohol yang sudah disediakan di depan mata kami. Aku pun mengiyakannya.


Cheeerrs..


Aku menenggak minuman itu dengan perlahan.


'Minuman apa ini? Rasanya panas dan pahit. Kenapa mereka suka? Ini minuman yang paling tidak enak yang pernah aku rasakan seumur hidup!' Aku memasang wajah menahan rasa minuman itu yang telah mengalir ke tenggorokkan.


"Kamu baru pertama kali minum?" Tamuku bertanya padaku, karena ia menyadari dari raut wajahku.


Aku hanya menganggukkan kepalaku pelan. Ku pikir dia akan memperbolehkan aku untuk tidak minum, dengan aku mengaku aku baru tahu pertama kali dan aku tak suka minuman ini. Ternyata pikiranku salah, dia malah terus menyuruhku minum terus-terusan. sudah habis 6 gelas aku mulai keliyengan pusing sekali kepalaku.


'Ada apa ini? Kenapa aku pusing sekali? Tidak mungkin kan aku sakit secara tiba-tiba?' Aku kebingungan atas apa yang yang kurasakan.

__ADS_1


"Pusing neng?" Tamuku bertanya kepadaku yang sudah pusing 7 keliling. Aku hanya mengangguk karena tak kuat, kepalaku rasanya seperti berputar-putar.


"Sini, sandarkan kepalanya di sofa" Tamu itu membujukku untuk bersandar.


"Menurutku kalau kerja harus tegak jangan sandaran. Dan orang sandaran, tandanya dia malas" Jawabku dengan memijit-mijit kepalaku sendiri.


"Tidak apa-apa, kan saya yang suruh. Tamu raja loh, jadi kalau di suruh tamu itu nurut"


Aku pun menuruti kata-katanya. Aku menyandarkan kepalaku di sofa, dan tamuku bahkan berusaha memijit kepalaku. Namun makin lama aku merasa sangat mual. Aku segera berlari kearah toilet dan memuntahkan semua yang memaksakan keluar dari mulutku.


"Sini maaf, biar enakan gini saja" Tamuku memindahkan posisi kepalaku berada di pahanya. Aku nurut saja, karena memang tidak kuat juga. Rasa pusingnya terus kurasakan, bahkan aku sampai menahan tangisanku.


Aku menangis tanpa suara dengan kepala di atas paha tamuku.


'Apa ini? Pelecehan!!!' Aku terkejut ketika sebuah tangan masuk kedalam bra-ku.

__ADS_1


Aku memaksakan diriku untuk bangun dan marah sekali dengan lelaki ini.


"Cowok brengsek pegang-pegang cewek! Saya tidak mau! ********!" Teriakanku membuat semua yang ada dalam ruangan menoleh padaku.


Salah satu PL di ruanganku segera memanggil bunda Dessy karena aku yang sudah tidak terkontrol. Tamuku pun komplain pada bunda Dessy atas perlakuanku yang dianggap tak professional olehnya. Bunda Dessy segera minta maaf pada tamuku dan memberikan PL lain untuk gantiin aku. Setelah beres urusan dengan tamu tadi, aku segera di angkut ke ruangan make up, dan segera diberi air hangat. Tanpa ku sadari aku pun tertidur setelah kebanyakan menangis dan berteriak-teriak. Baru kali itu aku merasakan yang namanya mabok.


Setelah beberapa jam aku pun dibangunin bunda Dessy untuk siap-siap balik kerja. Aku pun bangun dengan kepala yang masih terasa sangat pusing.


"Kenapa Anna???" Tanya Jessica PL yang seruangan denganku tadi.


"Mabok sayang??" Lusi menyambungi lagi.


Semua PL yang seruangan denganku langsung menanyakan ku ketika aku sudah terbangun. Aku tak menjawab karena masih lemas sekali badanku serasa habis berkelahi. Aku segera memesan grab untuk pulang ke kostku.


Sesampainya di kamar kost, aku langsung merebahkan badanku sambil memijit-mijit kepalaku. Tiba-tiba saja aku langsung teringat kejadian payudaraku dipegang oleh tamuku.

__ADS_1


'Pekerjaanku ternyata apa seperti itu? Benar-benar seperti seorang jablay. Apa omongan mamaku dulu jadi kenyataan? Aku sudah di pegang-pegang oleh seorang lelaki. Bahkan belum ada lelaki lain yang berani memegangku, dia malah berani. Apa aku akan tetap bekerja di tempat itu dengan para lelaki hidung belang?? Aku bingung untuk terus kerja atau berhenti. Tapi kalau berhenti, kemungkinan mami dan papi akan bercerai. Tapi satu sisi aku takut bekerja seperti ini'


__ADS_2