
Kali ini aku sudah memasuki jenjang pendidikan yang semakin naik. SMP, apa aku bisa menjalani hari-hariku? By the way, adikku sudah masuk TK, dia satu sekolah denganku. Aku dengannya berbeda 7 tahun persis. Aku ingin merubah semuanya lagi, menjadi lebih baik. Aku tak ingin selalu terpuruk. Aku bersekolah masih di sekolah swastaku yang sama, yaa sekolahku terbilang cukup besar. Tingkatan di sekolahku ini dari tingkatan TK bisa sampai SMA. Awalnya mamaku memaksaku untuk pindah sekolah, namun aku tak mau pindah sekolah. Karena aku malas jika harus beradaptasi lagi dengan orang-orang baru. Jika aku bersekolah di sekolahku yg lama, setidaknya aku masih mengenal beberapa temanku yang alumni SD dari sekolah ini. Sekolahku terbilang sangat besar, dan dikenal hanya untuk kaum elite, karena biayanya saja sangat mahal. Jika kita bayar nunggak 2 bulan saja sudah di maki-maki.
Ini hari pertamaku merasakan namanya MOS (Masa Orientasi Siswa). Selama liburan sekolah kemarin aku sempat searching di internet mengenai MOS. Aku search karena aku sedang iseng dan memang aku anaknya penasaran sekali. Aku sangat gugup pada hari pertamaku, karena di internet mengatakan MOS itu kita akan dibentak-bentak oleh kakak kelas kita. Mereka akan mencari-cari kesalahan mereka.
Disekolah
__ADS_1
"BARIS DENGAN RAPIIIHH!!"
Kakak kelas yang merupakan bagian dari kedisplinan berteriak dengan suaranya yang lantang da wajahnya yang sepertinya tak bisa diajak bercanda. Semua peserta MOS langsung mengikuti arahan dari kakak kelas kami.
'Malu sekali aku berpenampilan seperti orang gila begini.' Aku bergumam dalam hati karena rambutku yang seperti orang gila. Bayangin aja rambut harus d kuncir dengan jumlah yang sesuai dengan tanggal lahir. Aku lahir tanggal 26, otomatis rambutku harus diikat berjumlah dengan 26. Enaknya jika lahir tanggal 1, cukup ikat 1 saja dan ga akan ada malunya.
__ADS_1
Saat itu juga aku mulai berkenalan dengan peserta MOS lainnya. You know lah, mereka duluan yang mengajakku berkenalan dan aku hanya meresponnya dengan ramah. Aku memang jadi pribadi yang tertutup mulai saat sejak itu. Aku menjadi tak berani untuk membuka diri untuk beradaptasi atau berkomunikasi dengan orang-orang baru.
Akhirnya jam menunjukkan pukul 12 siang, MOS dinyatakan selesai. Kami pun di perbolehkan untuk pulang. Sesampainya di runah, aku langsung merebahkan badanku yang sangat pegal-pegal dan lelah ini.
'Kamu ini mau jadi apa? beginikah balasan kamu ke mami?' Seketika aku mengingat perkataan mamaku saat ia marah besar karena nilaiku yang turun drastis.
__ADS_1
'Padahal aku turun nilaiku bahkan aku sampai menangis dan melamun tiap hari karena mamaku memberitahukan info seperti itu padaku.' Aku terus memikirkan saat pertama kali aku drop disebabkan karena aku, aku kesal bisa-bisanya mamaku menyalahkanku terus-terusan kemarin karena nilaiku banyak yang merah.
Kalau saja saat itu mamaku tidak memberitahu hal tersebut, aku kemungkinan akan tetap berprestasi periang, dan mudah beradaptasi. Tidak seperti sekarang, aku bahkan memiliki teman hanya sedikit. Banyak yang menganggapku sombong dan judes sekarang.