
Pada hari Senin, aku merasa benar-benar gelisah di kamar kostku karena mamaku akan ke Bandung lebih tepatnya ke kampusku. Hanya saja aku takut mamaku akan makin memarahiku karena tahu aku jarang masuk kelas pagi karena pekerjaanku.
Aku memutuskan untuk tidak bekerja pada hari, segera aku ijin tidak masuk pada bunda Dessy dengan alasan sakit. Padahal aku sehat-sehat saja, hanya saja aku tak ingin kerja takut meluapkan emosiku lagi dengan alkohol.
Jam 5 sore tiba-tiba saja teleponku berdering, mamaku meneleponku. Aku segera memberanikan diri untuk mengangkat teleponnya dengan harapan dia memberikanku kesempatan sekali lagi.
"Halo, mih?" Aku bersuara dengan pelan karena memang sangat takut sekali dengannya.
"Mami benar-benar tidak habis pikir denganmu bisa-bisanya buat keluarga kecewa yang mendalam. Kamu sudah tidak masuk mata kuliah lebih dari 3 kali!" Terdengar mamaku membentakku di telepon, dan membuatku menitikkan air mata lagi.
"Mih, aku minta maaf. Maka dari itu aku membayar cutiku sendiri tanpa minta uang mami, karena aku tahu aku salah. Biar aku menebus kesalahanku. Tapi tolong jangan bentak aku terus" Suaraku makin parau sudah tak kuat rasanya mendengar bentakan mamaku.
__ADS_1
"Gimana mami tidak marah?? Ditambah lagi kamu kerja menjablay di Bandung! Kamu bekerja di karaoke. Kamu bilang ke mami, kamu bekerja part-time di cafe. Mami pikir kamu bisa menjaga kehormatanmu sebagai wanita. Sudah berapa lelaki yang sudah memakaimu? Apa tidak malu bahkan kampusmu sudah mengetahui pekerjaan hinamu itu!"
'Bagaimana mamaku bisa tau dan terparahnya lagi bagaimana bisa pihak kampus mengetahui pekerjaanku ini?' Aku sangat terkejut mendengar ucapan mamaku ketika itu. Bagaimana bisa rahasiaku terbongkar oleh orang-orang di kampusku??
"Temuin mami di tempat X bawa semua barangmu, dan pulang!"
Mamaku menyuruhku untuk menemuinya di salah satu tempat di Bandung, dan langsung mematikan sambungan telepon kami.
Aku segera bersiap-siap dan memesan ojek online untuk segera menyusul mama dan papaku.
"Dasar anak ga benar kamu, jablay, wabita liar, wanita ****** kamu! Balik sekarang dan ga usah pikirkan kuliahmu!"
__ADS_1
Aku membaca chat dari mamaku langsung merasa sangat hina dan terpukul. Aku terus menangis.
"Neng saya sudah sesuai dengan titik lokasi penjemputan" Pesan masuk dari driver ojol yang ku gunakan.
"A, tunggu di depan. Saya tidak jadi pergi, tapi tetap saya bayar ongkosnya sesuai dengan di aplikasi. Maaf ya a mendadak, soalnya dibatalkan mendadak juga"
Aku memutuskan untuk tidak menemui mama dan papaku. aku segera membayar tagihan ojeknya walau aku tidak pergi.
"Mih, maaf. Aku tidak jadi menemui mami dan papi. Aku memang wanita jablay, \*\*\*\*\*\*, wanita tidak benar. Tapi asal mami tahu, aku begini terpaksa untuk mempertahankan hubungan keluarga kalian. Aku tak ingin mami dan papi bercerai, aku sayang keluarga kalian. Tidak apa\-apa semua perkataan dan ucapan mami, aku terima dengan ikhlas. Aku memang bekerja dunia malam, tapi aku masih menjaga kehormatanku. Aku bekerja hanya menemani para lelaki karaoke saja, tidak lebih. Itu hak mami dan papi sekeluarga untuk percaya aku atau tidak, karena memang pekerjaanku memang tidak benar. Aku akui itu. Dan aku memilih untuk tidak kembali ke rumah, karena aku tak ingin membuat kalian berdua makin kecewa lebih dari ini. Maafin anakmu ini yang tidak tahu diri mih. Terima kasih untuk mami dan papi sudah merawat aku dan sudah menyekolahkanku hingga kuliah. Dengan aku pergi, aku yakin kalian akan tetap utuh dan bahagia tanpa rasa kecewa lagi."
__ADS_1
Aku segera mengirim pesan pada mamaku dengan sangat terpukul dan terpaksa. Aku sebenarnya tak ingin melakukan hal ini, hanya aku takut jika mamaku akan semakin kecewa dan memperlakukanku seperti tak ada walau aku di rumah nanti. Aku bertekad untuk hidup sendiri tanpa bantuan dari siapapun.