Sorry To Goodbye

Sorry To Goodbye
Tak Percaya Diri


__ADS_3

Aku sedang dirias wajahku oleh seorang lelaki yang bergaya gemulai, dia sangat telaten dengan alat-alat make up yang ada di hadapanku.


"Selesai neng, cantik kan?" Kak Doni tersenyum melihat hasil karyanya diwajahku.


Aku berkaca dan memang sangat cantik hasilnya dan aku suka dengan hasil kak Doni. Terlihat natural, namun memiliki kesan yang elegan. Aku segera mengganti pakaian yang telah di pilih oleh stylist disana.


"Anna, kamu pakai ini sekarang ya" Ka Doni memberiku sebuah dress mini.


"Aku pakai ini? Apa tidak ada pakaian yang lain? Ini sangat terbuka untukku, kak" Aku ragu dan tidak berani menggunakan gaun tersebut.


"Sudah pakai saja. Disini pakaiannya kebanyakan memang terbuka"


Aku pun tanpa berkata lagi langsung mengambil pakaian yang ada di tangan kak Doni dan segera menggantinya di ruang ganti.


'Duuhhh pakaian ini seksi sekali, aku tak biasa dengan pakaian ini' Aku memperhatikan badanku yang terbalut dengan dress itu. Aku merasa malu sekali, karena memang aku tak pernah menggunakan pakaian yang minim seperti ini.

__ADS_1


Setelah kelar, aku langsung menghubungi bunda Dessy. Aku pun mulai diberitahu apa saja yang harus dilakukan saat bekerja, apa saja yang tak boleh, dan aku juga menandatangi sebuah kontrak untuk bekerja disana.


"Jadi kalau kerja pemandu lagu disini kamu harus bersikap ramah sama tamu, nemenin dia ngobrol, nyanyi, nari, dan nemenin minum pastinya. Terus kalau lihat ada asbak yang sudah penuh dengan putung rokok, kamu segera buang putungnya. Jaga kebersihan ruangan juga ya sayang" Bunda Dessy menjelaskan jobdesk untukku.


'Apa ini pekerjaan seorang jablay?' Aku bergumam dalam hati, dan teringat ketika mamaku memarahiku dulu saat aku masih SMA.


Flashback


"Kamu ini anak ga tau diri, keluar rumah aja kerjaannya. Mau jadi apa kamu?? Mentang-mentang sudah diperbolehkan malam minggu untuk keluarg, jadinya keluar terus setiap malam minggu. Mau jadi apa kamu malam-malam keluar? Mau jadi jablay kamu??" Mamaku berkata dengan sangat keras padaku.


"Emang kamu yaa mau jadi jablay, cewek ga bener kamu!" Hardik mamaku dengan tatapannya yang tajam padaku.


Flashback end


"Anna, apa kamu mengerti?" Bunda Dessy menepuk bahuku dan membuat lamunanku buyar.

__ADS_1


"Aaah iya bunda, saya paham."


"Bunda, ada tamu di ruangan 304 minta cewek" Seorang captain di karaoke itu memanggil bunda.


"Ayo Anna itu ada tamu, kontes dlu. nanti pas kontes berbaris aja dari ujung ke ujung kemudian sebutin nama panggilannya satu persatu. Nanti tamu itu akan memilih satu-satu juga dari PL yang di kontesin." Ajak Bunda.


Semua cewek PL pun memasuki ruangan 304 dan kami mulai berbaris menyamping dan memperkenalkan nama kami masing-masing. Aku agak kesulitan saat harus menggunakan heels yang tinggi, lagi-lagi karena tak biasa. Empat di antara kami sudah terpilih, karena mereka bertujuh datang ke karaoke, kurang 3 lagi PL nya.


"Saya mau dengan itu bunda" Aku ditunjuk oleh seorang bapak\-bapak berperut buncit, putih, seperti papaku.


"Anna duduk sayang" Bunda menyuruhku untuk duduk disamping tamu yang telah memilihku. Aku segera menghampirinya dan berjabat tangan dengan lelaki itu.


Lengkap sudah semua memiliki pasangan masing-masing. PL yang tak terpilih akhirnya keluar dari ruangan, dan yang terpilih tetap berada dengan tamu masing-masing. satu per satu mulai memilih lagu dan mulai bernyanyi duet mesra layaknya sepasang kekasih.


'Bagaimana ini? aku tak pernah bernyanyi, suaraku juga jelek, disini cewek-cewek itu suaranya merdu sekali' Aku merasa semakin tak percaya diri ketika itu.

__ADS_1


__ADS_2