
Dewi memberiku telepon yang masih tersambung dengan mamaku. Aku dengan sangat ketakutan menerimanya.
"Ha.. Ha.. Halo miih" Aku terbata-bata, saking takut dibentak oleh mamaku lagi.
"Maafkan mami yang sudah keras padamu nak. Mami sudah memperlakukanmu sangat keras, sampai kamu sangat ketakutan dengan mami. Mami bangga kamu sudah meninggalkan pekerjaan lamamu. Mami yakin kamu bisa hidup mandiri dengan hasilmu."
Aku mendengar suara mamaku, menangis karena terharu aku dibuatnya. Baru kali ini aku merasa mamaku lebih lembut padaku. Dari jaman sekolah hingga kasus terakhir, aku tak pernah mendapat kelembutan dari seorang ibu.
"Aku minta maaf mih, aku salah selama ini. Aku telah jadi anak durhaka" Aku menangis sejadi-jadinya.
"Tidak, sayang. Mami sudah mendengar semua penjelasan dari kawanmu. Tidak seharusnya kamu melakukan hal itu demi pernikahan mami dan papi. Mami merasa bersalah karena tidak mendengar semua penjelasanmu. Hingga kita terpisah bertahun-tahun. Tapi mami bersyukur kamu dipertemukan seorang teman yang baik hatinya seperti Dewi. Mami yakin kamu selalu di kelilingi oleh orang-orang baik karena kelakuan baikmu juga, maaf mami yang tidak memahamimu" Terdengar suara mamaku yang menangis di telepon.
"Mami akan menerimamu kembali di rumah, adikmu sudah sangat merindukanmu. Pulanglah, nak" Ini lah kalimat yang aku tunggu dan ku harapkan dari bertahun\-tahun lalu. Akhirnya terucap juga dari mulutnya.
__ADS_1
"Apakah ketika aku pulang, aku akan tetap di bentak dan di marahin?" Tanyaku masih was-was.
"Tidak sayang. Mami sudah mengetahui juga kehidupanmu yang keras untuk bertahan hidup. Sekarang waktunya kamu untuk pulang, dunia luar terlalu keras untukmu"
Akh sangat senang sekali mendapatkan perlakukan hangat dari mamaku untuk pertama kalinya. Kami pun menyudahi telepon kami.
"Beres kan? Sekarang, tinggal tentukan kapan kamu pulang" Ucap Dewi dengan senyuman leganya.
"Terima kasih banyak. Kamu memang sahabat terbaikku, saudaraku" Aku langsung memeluknya dengan perasaan terharu.
"Tapi aku tak ingin pergi ninggalin kamu," Tiba-tiba saja aku tak ingin meninggalkan orang yang selalu ada untukku, membantuku, dan mensupportku ketika aku jatuh.
"Kamu masih bisa kok main kesini, atau aku juga bisa main ke rumahmu."
__ADS_1
"Baiklah. Aku akan sering-sering juga kemari, usahaku tinggal kamu lanjutin yaa. Hitung-hitung aku memberikan hadiah untukmu"
"Tidak, aku tak bisa jalaninnya. Aku akan menjaga usahamu. Usahamu tetap usahamu."
3 bulan kemudian aku memutuskan untuk pulang ke rumah. Aku berpamitan dengan sahabatku, dan ketika akan pergi aku menangis karena sedih harus pergi jauh lagi darinya. Aku juga tak mungkin menyia\-nyiakan kesempatanku yang kedua ini. Kami pun berpisah dengan bertukaran barang untuk dijadikan kenang\-kenangan bagi persahabatan kami. Aku segera menaiki kereta yang akan berangkat ke kota tempat dimana aku tinggal.
Selama di kereta aku senyum-senyum sendiri membayangkan bagaimana mamaku menyambutku pulang. Dalam pikiranku, ketika aku datang mamaku akan memelukku dengan erat.
5 jam kemudian aku pun sudah tiba di kotaku, segera aku mencari kendaraan yang bisa mengantarkanku ke rumah.
Sesampainya di rumah, aku bahagia karena semuanya sesuai dengan ekspektasiku. Aku disambut dengan senyuman dan kehangatan yang aku harapkan dari dulu. Mamaku bahkan memelukku dengan erat, adikku juga. Kami pun masuk ke rumah , dan makan bersama. Kami terus bercerita banyak hal, aku bercerita bagaimana aku hidup sendiri dari hidupku yang susah hingga saat ini. Orang tuaku bangga padaku karena aku bisa bertahan hidup yang sulit tanpa bekal apapun. Walau saat itu aku pernah depresi, aku tetap bisa mengontrol diri aku untuk tidak melakukan hal yang tak diinginkan.
Keluargaku sudah sangat berubah. Kita menjadi keluarga yang hangat, harmonis, dan bahagia. Aku harap keluargaku akan tetap seperti ini. Dan aku pun berharap, setelah kejadianku kemarin orang tuaku juga bisa menjadi pendengar yang baik untuk anak-anaknya. Karena memang itulah yang dibutuhkan dan diharapkan dari seorang anak kepada keluarganya, terutama orang tuanya. Aku bersyukur sekali bisa mendapat kesempatan untuk kembali ke dalam lingkaran mereka. Semoga akan tetap seperti ini..
__ADS_1
END