Sorry To Goodbye

Sorry To Goodbye
Fakta yang Mengejutkan


__ADS_3

Aku mendengarkan semua cerita mamaku sambil menatap wajahnya. apakah ini benar? aku hanya bisa bergumam dalam hati dan bertanya-tanya mengapa semua ini terjadi.


"Mami akan menceritakan semuanya secara detail padamu tentang masa lalu mami dengan papimu, mantan suami mami." Kata mamaku dengan suara yang serak karena menahan tangisannya.


Fashback Mamanya Anna dgn Mantan Suaminya


Tanggal 20 Desember


Mama dan mantan suaminya dulu merupakan sepasang suami istri yang sudah berjalan 9 tahun, namun belum juga dikaruniai seorang anak. Mantan suaminya itu mengalami kemandulan, sehingga mereka tidak bisa mendapatkan seorang buah hati yang mereka impikan. Namun mereka menjalani hubungan rumah tangga mereka dengan ikhlas dan tetap bahagia. Mereka dikenal orang-orang selalu menyebarkan kebaikan dengan cara beramal setiap sebulan sekali ke sebuah Yayasan.


Hari itu adalah jadwal sepasang suami istri itu untuk melakukan amal mereka. Disana mama melihat seorang wanita dengan perutnya yang besar. Wanita itu menemani mama mengobrol sekalian untuk berterima kasih padanya karena sudah memberikan sebagian rejeki mereka untuk yayasan tersebut.


"Terima kasih banyak bu sudah selalu datang ke yayasan ini, dan banyak membantu orang-orang yang ada disini" Wanita hamil itu terlihat sangat ramah.


"Ahh tidak masalah bu. Semoga orang-orang disini selalu diberikan kesehatan. Oh ya, ngomong-ngomong sudah berapa bulan bu itu"


"Tinggal nunggu lahiran aja bu. Doakan saja semoga anak ini lahir ke dunia dengan selamat."


"Anak ke berapa itu bu, kalau boleh tau?"


"Ahh ini anak ke 7 saya. Dan disana anak-anak saya yg lain"


Wanita hamil itu menunjuk ke arah anak-anak balita yang sedang bermain bersama. Mamaku merasa iri bercampur kasian melihat keluarga wanita hamil ini. Dalam keadaan sulit wanita itu memiliki banyak anak, sedangkan dia yang hidup serba ada sampai saat ini belum dan tidak akan memiliki anak.

__ADS_1


"Maaf bu, jika di perbolehkan dan tidak keberatan saya ingin meminta ijin kepada ibu agar saya bisa merawat anak ibu yang ada dalam kandungan ibu."


Mendengar permohonan dari mamaku. wanita itu terkejut tak percaya. Mamaku meminta ijin secara spontan, tanpa meminta persetujuan dari suaminya terlebih dahulu.


"Kalau boleh tau apa alasan ibu meminta anak saya?"


"Karena saya ingin merasakan yang namanya punya anak tapi saya tidak bisa memiliki seorang anak, karena ada masalah dalam reproduksi antara kami berdua"


Selama obrolan mamaku dengan wanita hamil itu sebenarnya agak sedikit tidak setuju jika anaknya diminta oleh orang lain. Namun pada akhirnya wanita itu dan suaminya menyetujui demi kesuksesan dan kebahagiaan anaknya. Karena mereka yakin jika anak mereka di urus oleh sepasang suami istri ini, anaknya akan sekolah tinggi dan menjadi orang yang sukses.


Hari mulai malam, mama dan papaku memutuskan untuk pulang. Sebelum berpamitan, mamaku juga berpesan akan menghubunginya jika anak dalam kandungan wanita tersebut lahir.


Kedua wanita tersebut sangat tak sabar atas atas kelahiran bayi tersebut. Hari-hari mamaku menunggu kabar tentang berita kelahiran anak dari wanita hamil yang ada di yayasan itu..


Beberapa minggu kemudian, mamaku yang tak sabar lagi menunggu kabar dari pihak yayasan atas kelahiran anak bayi disana mulai gelisah.


"Pih, kita ke yayasan itu lagi yuk" Mamaku mengajak papaku yang saat itu sedang membaca koran.


"Tapi baru minggu lalu kita kesana, kan kita akan kesana jika bayi itu sudah lahir."


"Tidak apa-apa aku hanya ingin main saja kesana."


"Lebih baik tunggu saja kabar dari pihak yayasan, jika bayi itu sudah lahir baru kita kesana"

__ADS_1



"Aku kesana bukan untuk bayi itu, aku hanya ingin main saja. Kalau memang tak mau, ya sudah biar mami pergi sendiri"



Mamaku memang orang yang sangat keras jika menginkan sesuatu hal. Jika dia bilang A ya harus A, tidak mau di ganggu gugat atas keputusannya.


"Ya sudah ya sudah, sebentar papi ganti baju dulu kita pergi bareng-bareng kesana"


Papaku tidak tega juga melihat istrinya harus menyetir mobil ke yayasan yang lumaya. jauh dari rumah. Mereka pun pergi ke yayasan itu lagi.


Sesampainya di Yayasan..


"Selamat ibu, anaknya baru saja lahir"


Mamaku di peluk seorang wanita tua yang bertanggung jawab atas yayasan tersebut. wanita tua itu pun sudah tahu jika anak yang lahir itu akan diasuh oleh sepasang suami istri ini. Dengan perasaan bahagia, mama dan suaminya langsung memasuki ruangan dimana bayi itu berada dalam dekapan ibu kandungnya.


"Sepertinya Allah telah menjodohkan ibu dengan anak saya." Kata ibu itu pada mama.


Mamaku menanggapinya dengan senyuman bahagia. Mereka pun banyak mengobrol kembali, mama juga janji akan menyayangi anak tersebut seperti anak nya sendiri. Dihari itu juga mereka membawa anak tersebut ke rumah merekan dan diberi nama Anna Angelista.


Flashback end

__ADS_1


Aku yang mendengar cerita mamaku menangis dengan sangat keras. Ternyata aku ini bukan anak kandungnya, bahkan dari aku bayi aku tak pernah tahu siapa orang tua kandungku. Yang bikin hatiku terlebih hancur, mamaku mengatakan yayasan tersebut sudah di hancurkan dan entah mereka semua ada dimana. Sakit sekali mendengar pernyataan itu, membuat dadaku sangat sesak dan tak bisa berkata apa-apa selain menangis kencang di pelukan mamaku.


__ADS_2