Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
Eps 01 : Diperkenalkan


__ADS_3

 


 



(Arda – Cluster)


Sebelumnya telah terjelaskan... tapi mengapa tetap seperti ini, apa ini merupakan yang


seharusnya, atau bukan, kumohon, berilah kami semua penjelasan, agar kami bisa mengerti.


(Altarisk)


“siapa aku ? ... Dimana aku ? . . .” sesaat semua mulai terlihat, namun ini semua ... tiba-tiba cahaya meredup segala sumber cahaya telah menghilang, dia pun gagal untuk ... tapi begitulah. Hadirlah sang waktu menghampirinya dan berkata “ini bukanlah kesalahanmu, tapi ini semua karena mu, mampukah kamu memperbaiki


dirimu, agar kamu tidak perlu menanggung rasa bersalah ini” dia pun menganggukkan kepalanya. Dan sang waktu mengganggap itu adalah iya, sang waktu pun berdikusi dengan sang hampa, dan sesaat sang penentu datang “lakukan pengulangan segera, dan waktu carilah perwujudan dan jadikanlah adikmu” dia pun mengucapkan terima kasih kepada para sang.


Sesaat kegelapan merata, namun cahaya kembali bersinar pengulangan terjadi, karena


permintaan terakhir dari manusia.


“Apa memang harus begini?” ujar manusia. “semoga kau mampu bertahan” ujar sang kehidupan, “berjuanglah, buktikan bahwa pengulangan ini tidak sia-si” ujar sang takdir.


(transisi)


(mempaparkan alam semesta meluncur cepat menuju ke pangea)


..............


(mengelilingi jutaan cahaya)


..........


(menembus antariksa)


......


(membongkar gelap nya alam)


....


(galaksi sabit)


..


(rotasi bumi)


.


(zoom in indonesian)


( 2006 )


....


(Lain sisi)


(2 scene dalam satu scene)


{baca dari mana saja boleh}


Dahulu kala terjadinya perang antara dunia Alam peperangan ini tiada henti hingga sekarang.

__ADS_1


Berawal saat pesan terakhir dari seorang kakak, yang dititipkan kepada adiknya,


dimana si adik harus bertanggung jawab pada hasil yang ia pilih tetapi perjalanannya sangatlah berat.


Setelah


pemicu awal dan ramalan maha guru tentang pembawa kepunahan bagi manusia yaitu DK yang muncul pada tahun 2003, yang bertujuan memunahkan seluruh populasi manusia yang berada di dunia ini, namun yang bisa menghentikan adalah salah satu dari pemicu awal, si adik pun berhasil menempuh hidup yang berat tersebut dengan pilihan yang ia terima, namun hal buruk lain kan hadir sesuai dengan pilihannya,


dan si adik tersebut bernama nagisa.


Untuk menghindari hal buruk yang terjadi lebih lanjut si adik menciptakan sesuai perantara nya karena si adik merupakan star 6 dan si kakak merupakan devil ke 6, ia pun menggunakan nama star dan devil sebagai 3 pondasi di antaranya untuk kebutuhan keberlangsungan, untuk perkembangan, dan perlawanan.


Nama 3 pondasi tersebut adalah stars devils industri, company, dan yang terakhir lah tujuan utamanya yaitu ayoman, karena masalah umur dia yang tidak menentu ia harus mencari perwujudan stars devils pengganti.


Ini pilihan ku, Tapi … si kakak tetap menentang keputusan para sang ia tidak akan membiarkan donya hilang,


aku ingin, bukan, aku berharap, bukan, aku minta tolong padamu sang takdir, berilah suatu yang bisa melindungi donya dan alam aku mohon buatlah, suratan takdir yang telah di pilih oleh nagi manusia yang bisa


mengubah dunia ini.


Dan sang takdir berilah takdir yang menurut mu benar, layak dan mencukupi, itu saja permintaanku.


Sang penentu yang mendengar percakapan sang takdir dengan sang pembeda, menghampirinya.


Lakukanlah itu akan menjadi suatu tontonan yang menarik bagi kita, tapi berhati-hati, bisa jadi kitalah yang akan menjadi tontonan.


Menurutmu begitu, tapi pembeda harus lah bertanggung jawab dan memantau nya dari sekian ia menempuh. Vilan pun mengiyakan.


Sang takdir pun membuat suratan takdir dan memberlakukan pada salah satu muridnya si adik, vilan merasa terbebani, karena nagi harus menanggung siklus dari ini semua.


[Karakter]  { Kahfi }


{ Umur  : 8th }


{ Berat : 14,1 kg }


 


(Bumi – Jember)


Kami bersepeda bersama mengikuti jalur jalan hingga sampai ke ladang sawah, kami pun beristirahat dan bercanda tawa  bersama, siang pun tiba karena merasa panas kami pun memutuskan untuk mandi bersama


di Dam di pinggir sawah.


[Karakter]  { Faid }


{ Umur  : 6th }


{ Tinggi : 88 cm }


{ Berat : 15 kg }


 


Setelah selesai mandi, kami kembali bersepeda menuju tempat nenek kami bekerja di sawah,


sesampai disana kami mengantarkan tenong dan makan bersama dengan nenek kami.


sore pun tiba kami di suruh pulang dulu


[Karakter]  { Arif }


{ Umur  : 7th }

__ADS_1


{ Tinggi : 92cm }


{ Berat : 13 kg }


di tengah perjalanan kami melihat seseorang memanggil kami, kami pun mengarah ke orang tersebut,


sesampai disana orang tersebut menghilang, karena merasa takut kami pun segera pergi dari tempat itu, sudah lumayan jauh, kami menoleh ke belakang dan ternyata itu adalah kuburan, kami pun bertemu dengan seorang penjaga kubur dan menyuruh kami segera pulang karena sudah petang, di perjalanan kami, rantai sepeda arif, terlepas, kami berhenti sejenak, dan memperbaiki sepeda, kafi pun mencarikan daun kering, karena di sekitar daun yang telah gugur basah akibat hujan semalam, daun tersebut di gunakan untuk mengelap rantai yang penuh dengan oli, kafi menemukan peti kecil, dan membawanya “aku nemu harta karun”,


“sampah itu, buang saja!” ujar arif, “buka dulu, cobak” ujar faid.


Kafi pun membuka peti tersebut dan isi dari peti tersebut adalah 3 jam mainan “nyala tidak itu jamnya” ujar arif


“nyala, ambil ta ?” ujar faid, kafi pun langsung memakainya, faid dan arif pun juga memakai nya


Mereka pun segera pulang ke rumah neneknya, sesampai disana nenek mereka memarahi karena pulangnya terlambat. Mereka bertiga segera bergegas mandi, setelah mandi mereka bertiga bermain kartu, faid merasa ada yang mengganjal di celananya, ia pun mengecek kantong belakang celana dan menemukan sebuah kertas,


“kertas apa ini” ujar faid, “baca” ujar arif. mereka pun membacanya “barang siapa yang memakai jam itu akan terkena kutukan. Satu-satunya cara jam itu bisa terlepas dengan menemui tempat jam tersebut di temukan”


mereka tidak mempercayai nya dan mencoba melepaskannya, namun tidak berhasil. “pakai sabun ayo” ujar kafi, tapi juga tidak berhasil.


mereka pun membiarkan, dan sepakat besok pagi kembali ke tempat tersebut. Pagi pun tiba, mereka segera mengambil sepeda dan menuju tempat tersebut, sesampai disana mereka kedinginan, mungkin karena embun pagi, mereka kesana-kemari mencari peti tersebut, namun tidak ditemukan, seorang petani sedang melalui dan


bertanya kepada kami “cari apa le” “kotak pak” ujar kafi, petani pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju sawah.


Karena kelelahan mereka beristirahat di bawah pohon yang rindang, dan tertidur saat mereka terbangun mereka melihat rumah dari kejahuan, dan mereka melihat sekitar terpenuhi kabut dan daun kering berserakan.


Mereka berjalan menghampiri rumah tersebut karena sepeda mereka entah ada dimana, namun suara gemuruh membuat mereka ketakutan dan panik segera berlari menuju rumah tersebut, mereka pun masuk tanpa ragu, setelah suara itu menghilang, mereka langsung mencoba keluar, dan kabut telah hilang mereka melihat gumpalan air besar sedang mengarah ke mereka, namun saat mereka berbalik, rumah tersebut tampak jauh


[Karakter]  { Silver }


{ Umur  : 8th }


{ Tinggi : 90cm }


{ Berat : 15,1 kg }


[Karakter]  { Sasa }


{ Umur  :6th }


{ Tinggi : 88cm }


{ Berat : 15,1 kg }


mereka berlari, dari sisi kiri dan kanan, ada anak lain juga berlari, tanpa pikir panjang mereka berlima berlari dan segera masuk kerumah.


“kalian tidak apa-apa” ujar faid, “benda apaan itu” ujar silver


“kalian datang darimana ? dan siapa kalian” ujar arif


“entahlah aku terbangun, tiba-tiba berada disni” ujar silver


“aku juga” ujar sasa, “kalian datang bersama” ujar kafi


“gak, aku datang sendiri dan ketemu kalian dan dia” ujar sasa.


Kafi, faid, dan arif saling memperkenalkan, tiba-tiba “uust jangan berisik ada yang datang” ujar kafi. “kalian siapa,


kenapa kalian berada di rumahku” , “maaf, kami hanya numpang, sembunyi, tadi ada benda aneh mengejar kami” ujar faid. Si pemilik kebingungan “apa maksud kalian”, “tadi ada gumpalan air besar, mengarah ke kami, ya, kami sepontan berlari” pemilik terheran, bagaimana bisa anak-anak ini berada disini, “kenapa kalian berada disini” mereka bertiga menjelas bahwa mereka ingin melepaskan jam di tangan mereka, sasa pun ingin mengembalikan jam kepada pembeli, silver tidak sengaja membuka tempat terkutuk. Si pemilik memahami penjelasan mereka lalu


mereka terkejut saat gumpalan air, berada dalam rumah mereka,


“benda itu yang mengejar kami”  “oh ini, ini miliku” ujar nagisa.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2