
Telah tertulis
jumlah peserta yang lulus dari ujian tersebut di antaranya Lisa, Sania, Malay,
Danil, Bahri dari regu A.
Dan Pisca, xilla,
Xiolin, Nafida, Donal dari regu B.
Juga Rehan dan
Bolu dari regu C.
Hari
rehabilitasi pun di berikan oleh Skyjin
kami pun menikmati hari ini sembari bertukar cerita kematian.
Dan hari ini
telah tiba hari di mana ujian kembali di adakan Putra dan Surya telah tiba
membawa regunya masing-masing, Putra bersama regu A pergi ke selatan kota
tempat ujian 2 di adakan, sedangkan Surya bersama Regu B pergi ke utara kota,
untuk regu C di bina oleh Silivan.
“Eh kamu juga
disini” tanya Surya melihat Silivan.
“iya kenapa”
“jarang ketemu
kita setelah hari itu” ucap Surya
Masing-masing tim
pun bergerak ke pos yang telah di tentukan.
“untuk ujian kali
ini, akan sedikit sulit, karena jika gagal akan gagal semuanya. Kalian cukup
jaga bola di tempat pos kalian berada bila kalian gagal satu regu akan gagal,
mengerti!” ucap Skyjin dari ruang monitor, usai mengantar Putra, Surya dan Silivan
pergi ke ruang monitor.
“gila ya, itu
sama nasib mereka berada di bola itu” ucap Surya
“memangnya
kenapa”
“maksud surya itu
terlalu berlebihan” ucap Putra
“dunia kalian,
tempat manusia berada akan sirna” ucap Skyjin
“bukanya kita
beda waktu” ucap Silivan
“memang, tapi
kita akan tetap terikat pada siklus yang sama”
“apa itu akan
mengenai kita”
“tidak, itu akan
terjadi begitu saja, tanpa sebab akibat, tapi urusanku, tidaklah semudah itu,
sebenarnya yang mulia Prejin memintaku untuk menggagal semua peserta undead,
dengan kata lain mereka harus mati, dari pada nanti aku yang di salahkan, lebih
baik serahkan pad hidup mereka masing-masing”
“apa kami harus
ke dunia manusia”
“jangan, kalian
merusak arus waktu nanti, cukup lakukan tugas kalian”
Ujian pun di
mulai, “seperti yang di katakan oleh Netolsmax di sinilah tempat ujian
tersebut” ucap Syac berbicara dengan Netolstill.
“kita akan
mengacau saat mereka bergerak, ingat cukup hancurkan semua bola itu, dan itu
akan menjadi kematian mereka.”
“baiklah semua,
mari kita mulai ujiannya !!” ucap Skyjin berteriak dengan lantang.
__ADS_1
Para peserta pun
mulai bergerak dan melakukan penyerangan juga penjagaan.
“kalian pergi ke
arena ujian, sepertinya kita kedatangan tamu” ucap Skyjin
Kami bertiga pun
memasuki arena, sesampai di sana semua bola telah hancur.
Skyjin yang
melihat itu, sontak marah dan berkata “jangan biarkan para iblis itu kabur,
tangkap dia, sebagai ganti kelulusan kalian”
“sesuai rencana
semua bola telah hancur” ucap Syac
“waktunya
menyusup ke tempat undead berada, ikuti aku” ucap Netolstill.
Kami bertiga pun
segera memasuki laboratorium undead untuk mencuri resep penciptaan undead.
Para peserta pun
bertarung tiada henti dengan iblis kecil, sedangkan Surya, Putra dan Silivan
mengejar Netolstill.
Di dalam lab
Naila sedang duduk memakan permen sembari menunggu.
“lama banget
kalian” ucap Naila
“Siapa dia” tanya
Syac
“serahkan padaku”
ucap Brand.
Syac bersama
Netolstill masuk ke dalam Lab.
“mau apa
menghentikan aku” ucap Brand
“setelah resep
Brand
“tunggu, kamu
yakin membiarkan mereka” tanya Brand
Naila pun
melambaikan tangan sembari berpura-pura luka berjalan ke luar.
“Naila kamu tidak
apa-apa” tanya Silivan
“aku tidak
apa-apa, mereka kedalam”
Putra bersama
Surya pun masuk ke dalam sedangkan Naila di antar ke rumah sakit bersama Silivan.
Setelah
mendapatkan apa yang di dapatkan Netolstill bersama yang lainnya segera kabur
namun Syac berhasil tertangkap, saat Brand berusaha menyelamatkannya,
Netolstill menarik ekor Brand masuk ke portal.
Syac pun di
interogasi oleh Skyjin, Prejin yang melihat merasa muak karena Syac tidak
berkata apa-apa, ia pun berdiri dari takhtanya berjalan menuju Syac dan
membunuhnya.
Sesuai ucapan
Skyjin meloloskan para peserta dari ujian ke 2 3 dan 4 mereka pun merayakan
pesta kemenangan, makan dan minum di masing-masing asrama, lalu datanglah para
pengajar membawa semua para peserta untuk berkumpul ke aula.
“kenapa lagi”
tanya danil
“ikut saja” ucap Putra.
Saat di aula,
karena meloloskan tanpa syarat Skyjin menurunkan perintah ke semua undead untuk
__ADS_1
mengambil balik resep undead yang di curi netolstill.
Para undead pun
di panggil untuk berkumpul namun cuman Arif dan Kage yang tidak hadir, karena
lintas waktu terputus.
Mereka pun segera
di beri perbekalan untuk menuju ke Naraka.
Jauh di naraka
tengah Netolstill mendapat kabar para undead dari bangsa jin menyerang naraka,
salah satu iblis petinggi di turunkan untuk mengalahkan mereka, di naraka
depan.
Sementara itu di
altarisk Vilan meminta di turunkan ke bumi untuk menghentikan kepunahan ke 3,
namun Sang penentu menolaknya, Vilan memikirkan cara, sampai ia terpikirkan
akan pergi keluar secara paksa, namun Sang Waktu datang berbicara dengan Vilan
dengan wujud Manusianya “aku akan mengantarmu tapi hanya beberapa detik”
ucapnya Sang Waktu.
Vilan memikirkan
cara beberapa detik ini apakah menyelamatkan dunia, ia pun menggunakan kekuatan
Sang nya untuk masuk ke mimpi Nagisa dan menjelaskan mengenai pembawa kepunahan
ke 3.
“dengar Nagisa
pembawa kepunahan ke 3 tersebut adalah manusia, dia tidak bisa mati,
satu-satunya cara adalah kamu harus memenjarakannya kembali, di pulau laut dalam laut” Nagisa pun terbangun, dan
setiap harinya ia bermimpi mimpi yang sama hingga ia mengingat apa isi mimpi tersebut.
Kembali ke
altarisk Sang Takdir meminta waktunya Vilan, agar memikirkan nasib yang harus
di tanggung oleh si bencana.
“pertengahan
tahun 2003 akan terlahir seorang bayi yang akan menjadi bencana dari semua
makhluk, kamu harus menyampaikan kepada adikmu untuk memilih pilihan yang
tepat” begitulah ucapan Sang Takdir tadi, tapi apa maksud dari pilihan yang
tepat, apa aku harus meminta Nagisa membunuh si bayi tersebut atau
membiarkannya hidup, Sang Takdir juga berkata “jika dia hidup kamu tahu dia
akan tersiksa hidupnya, karena terpengaruhi sebagai bencana”
Aku tidak punya
pilihan aku harus meminta Nagisa membunuhnya tapi, ini sama aku menyerah,
baiklah aku harus bertanggung jawab atas hal yang terjadi, saat aku bertemu
Nagisa nanti akan kukatakan untuk membiarkan bayi itu hidup, aku harap Nagisa
mampu menjaganya.
Kembali ke Alam
Sarpa para undead pun sedang bersiaga menunggu Portal terbuka, “aku harap
kalian kembali dengan selamat membawa resep undead tersebut” ucap Skyjin.
Membuka portal menuju Naraka.
Portal pun
terbuka Para peserta pun berlarian memasuki portal tersebut sesampai di Naraka
hal yang mereka lihat adalah penyiksaan setiap makhluk.
Indra mereka pun
mulai terbuka untuk melihat hal mengerikan tersebut.
Putra pun memandu
mereka dan meminta mereka untuk waspada.
“Naila kita
bergerak ke dalam atau...” tanya Putra
“naila tidak ada”
ucap Surya
“kemana dia”
tanya Putra
“di rumah sakit”
ucap Silivan
Iblis kecil pun
__ADS_1
muncul dengan wujud kelabang raksasa mengeluarkan lava.
Bersambung...