Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
[Season 2] Eps 39 : Tersisa


__ADS_3


Kebingungan dan


hawa panas mengitari mereka, penuh gelisah mereka berusaha untuk melewati api


tersebut, namun setiap cara mereka tak menembus kobaran api tersebut.


Tak lama kemudian


datanglah Surya bersama dengan muridnya.


“kamu yakin


menguji mereka dengan begitu” tanya surya terheran melihat mereka.


“kenapa mereka


muridku”


“memang sih,


mereka muridmu” surya pun pergi bersama muridnya meninggalkan putra yang sedang


bersantai.


“ayo semuanya


ikuti aku” dengan penuh semangat mereka melakukan pemanasan sembari memandangi


muridnya putra yang sedang panik terbakar.


“ayo cepat-cepat,


kurang 1x putaran” usai melakukan pemanasan para murid surya di beri waktu


untuk beristirahat.


Surya pun pergi


menghampiri putra dan berkata “ini sudah 2 jam lebih kamu yakin ingin


memanggang mereka”


“itu salah


mereka, siapa suruh berlama-lama di sana” ucap putra yang tak peduli.


“aku harap


muridmu segera menyadari maksud darimu”


“ya jika mereka


pintar” ucap putra


^```````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````^


Nama : danil


Umur : 30th


Status : Peserta


Maya : pemecah


^``````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````^


Karena lelah


menunggu putra menghampiri mereka sembari melihat kondisi mereka, beberapa dari


mereka terkapar tak berdaya karena kepanasan.


Putra pun


mematikan apinya dan mengajak mereka ke pohon yang rindang.


“aku kecewa


dengan kalian, tidak bertindak sama sekali, dan jauh lebih rela untuk mati,


asal kalian tahu maya tak akan pernah bisa di gunakan tanpa izin penggunanya,


jika terus begini kalian menyusahkan mereka yang telah menghidupkan kalian.”


“kami tidak tahu


cara menggunakan maya”


“ya itu urusan


kalian, bukan urusanku, skyjin pernah bilang, aku boleh membunuh kalian jika


kalian tidak mau untuk hidup, jadi siapa yang tak ingin hidup, cepat katakan,


dari pada membuang waktuku”


Mereka pun


terdiam dan enggan berkata.


Putra yang mulai


kelelahan melihat tingkah mereka pergi menghampiri surya.


“aku boleh bunuh


mereka kan” ucapnya yang bersungguh-sungguh


“bolehnya sih


boleh, tapi yakin kamu”


“iya, apa kau


juga akan melakukan tindakan yang sama”


“aku pakai caraku


sendiri” ucap surya sembari tersenyum


Putra pun kembali


ke muridnya dan berkata “larilah sejauh yang kalian bisa, atau seranglah selagi


kalian bisa, atau bertahanlah selagi kalian mampu, dalam 5 menit aku akan


melihat tekad kalian, ini hidup kalian, kalian sendiri yang menentukan” yang


bermula dari berjalan putra pun berlari sembari memunculkan apinya dari


tangannya, satu persatu api di lemparkan ke mereka, dengan panik mereka


berlarian secara acak.


dengan cepat

__ADS_1


putra melompat dan menembaki mereka dari atas.


“kalian bisa


lihat ini merupakan contoh yang buruk bila tidak mematuhi seorang guru” ucap


surya kepada muridnya.


Perlahan api


tersebut membuat setengah lapangan terbakar, dengan mudahnya  putra menakuti mereka dengan membuat apinya


mengikuti mereka.


“aaahh!!” teriak


salah satu mereka berlarian


“malay sini


cepat” ucap sania.


Sontak surya dan putra


merasakan ketegangan, putra pun mengeluarkan api dari kakinya bergerak cepat


menuju surya.


“apa itu ulahmu”


tanya putra


“bukan,


sepertinya kita kedatangan tamu”


[lain sisi]


“sepertinya bocah


itu berusaha memancing maya dari para peserta” melihat peluang untuk menjebak,


Netolstill pun melepaskan jin gila ke lapangan tersebut.


Seekor kelelawar


kecil terbang memasuki gerbang lapangan tersebut lalu mengubah bentuknya


menjadi besar.


Terbang dengan


cepat mengejar muridnya putra.


Putra yang hanya


berencana memancing rasa takut mereka, malah mengakibatkan kematian.


Melihat seorang


yang bersembunyi kelelawar tersebut menghampirinya lalu memakannya.


Sania dengan


malay tak berkutik melihat temannya di makan.


Malay pun jatuh


dari pohon mendengar suara tersebut, kelelawar tersebut menghampiri malay


dengan senyuman mengerikannya.


malay terdiam tak berdaya segera turun dari pohonnya.


Malay pun tak


bisa menggerakkan tubuhnya karena mengingat dirinya terbayang akan kesalahan


melihat adiknya termakan.


Sania pun


berusaha menarik malay menjauhi kelelawar tersebut.


Namun kelelawar


tersebut berubah wujud menjadi adiknya dan menghampirinya, begitulah yang di


lihat oleh malay.


Sania pun


berusaha bangun karena lemparan dari kelelawar, dengan cepat putra melewati sania


memukul kelewar tersebut.


Malay pun di bawa


ke sania dan memintanya untuk menahan pendarahan di kakinya


Putra pun kembali


ke kelelawar tersebut lalu membuka mulutnya dan menarik paksa kaki malay lalu


melemparnya, tangan putra pun termakan oleh kelelawar tersebut “suatu kesalahan


karena memakan tanganku” ia pun mengeluarkan apinya dari tangan melalui dalam


mulutnya kelelawar ledakan pun membuat seisi lapangan terpenuhi cairan


menjijikkan.


Surya pun datang


bersama tim medis dan skyjin.


Malay pun segera


di bawa ke rumah sakit untuk menyambungkan kakinya kembali.


“tanganmu tak


apa” ucap surya dengan rasa khawatir


“masih bisa


gerak, itu sudah bagus” ucap skyjin


putra pun ikut


tim medis ke rumah sakit untuk mengobati luka.


“Berapa sisa


muridnya putra” tanya skyjin ke surya.


“dilihat dari

__ADS_1


jumlahnya 2,3 dan 4 sama yang tadi”


“yang kakinya


putus itu”


“iya”


“kamu urus


muridnya kembali”


“siap, serahkan


padaku”


Surya pun


memanggil muridnya putra untuk berkumpul dan mengantarnya kembali ke asrama.


“kalian istirahat


saja, mengenai kondisi putra besok saya kabari” surya pun keluar meninggalkan


mereka, namun sania mengikuti surya.


“ada perlu apa”


ucap surya


Sania pun keluar


dari belakang semak-semak


“aku mohon kak


surya, tolong antar aku ke rumah sakit”


“apa kamu sakit”


“tidak, aku ingin


menemuinya”


“tenang saja,


besok temanmu pasti sudah sembuh, teknologi di sini sangat canggih” dengan


penuh semangat dan senyum.


“aku ingin


menemui kak putra”


“dia tidak suka


kalau ada yang menjenguknya”


“tidak apa, asal


bisa melihatnya”


“bukanya dia  itu buruk dalam mengajar, mengapa kamu harus


peduli”


“dia kakakku,


mungkin”


Melihat sania


yang berlinang air mata surya pun mengantar sania menuju rumah sakit “sebentar


saja ya, agar kamu bisa beristirahat”


“iya kak, terima


kasih”


[lain sisi]


Skyjin sedang


memutar ulang kejadian yang terjadi di  lapangan.


“dari mana


datangnya itu makhluk” sembari menekan tombol backward.


“ini dia.. dia


kan” dengan terkejut melihat sosok netolstill


Skyjin pun segera


melaporkan ke prejin mengenai dalang dari insiden.


“untuk apa dia


melakukan itu”


“mohon maaf


baginda, mungkin saja dia iri dengan program undead”


“perkuat keamanan


dan cari dia” ucap prejin


[lain sisi]


Setelah bertemu


dengan putra, surya mengantar kembali sania ke asrama.


Sesampai di


asrama sania langsung beranjak ke atas ranjangnya, ia pun memikirkan apa yang


di maksud oleh putra.


Keesokan harinya


surya di panggil oleh skyjin


“muridnya putra


aku serahkan padamu”


“siap, apakah


sudah ketemu yang menyebabkan kekacauan kemarin”


“salah satu dari


iblis, sedang di selidiki sekarang” surya pergi ke asramanya sania dan mengajak

__ADS_1


muridnya putra untuk latihan gabungan.


Bersambung...


__ADS_2