Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
[Season 2] Eps 27 : Bertahan Bagian 1


__ADS_3


Karena kesulitan untuk memahami bahasa dan


kondisi dirinya, arif memutuskan untuk mengikuti perjalanan Mahaguru.


Sesampai di desa terdekat Arif melihat beberapa


warga di sana sangat menghormati Mahaguru, seperti memberikan beberapa


buah-buahan kepadanya.


Arif pun berpikir bahwa Mahaguru bukanlah orang


biasa, usai bertemu dengan kepala desa, kami pergi melanjutkan perjalanannya,


ia juga memberiku beberapa buah miliknya, aku pun tanpa rasa sungkan menerima


pemberiannya.


“kita mau ke mana” ujar Arif sembari memberikan


aba-aba.


Mahaguru pun menunjuk arah ke sebuah perbukitan.


Sesampai di sana kami menemukan sebuah gua, dan


memasukinya lalu membuat api unggun untuk berteduh, seketika hujan mengguyur


tempat tersebut.


Arif pun sempat berpikir ‘apakah ia mengetahui


bahwa hujan akan turun.’


Arif pun menunjukkan caranya membuat api dengan


menjentikkan jarinya sembari membuat tiupan dari mulutnya untuk menciptakan


sepercik api kecil di tumpukan dahan, namun hal tersebut membuat Arif heran


akan reaksi Mahaguru yang biasa saja, ‘apakah hal yang biasa bagi warga sekitar


mempunyai elemen seperti ini’ ucapnya dalam hati.


Mahaguru memutuskan untuk bermalam di gua


tersebut, esoknya saat Arif terbangun ia tidak melihat keberadaan Mahaguru.


Arif pun mencarinya dengan mengitari sekitar gua


tersebut namun tidak menemukannya hingga ia berputus asa untuk mencarinya dan


kembali ke gua tersebut, ia pun terkejut melihat adanya Mahaguru di dalam gua


tersebut.


“tadi ke mana, saat aku bangun” ujar arif yang


kesulitan mengucap


“mencari makanan” Mahaguru memintaku untuk


menjulurkan tangan, dan memberiku beberapa buah-buahan.


Usai memakan buah-buahan kami melanjutkan perjalanan


ke desa terdekat.


Sebulan telah berlalu, arif telah menguasai tata


bahasa yang digunakan oleh penduduk sekitar.


Sempat ia berpikir saat berada bersama S3 dan


lainnya kenapa ia tidak kesulitan untuk berbicara, walaupun perbedaan zamannya


sangatlah jauh.


Sesampai di desa terdekat kami bermukim di


penginapan dan mendiami desa tersebut selama beberapa hari.


Karena Mahaguru merasa Arif telah memahami tata


bahasa, ia pun bertanya kepada Arif “bagaimana dirinya bisa sampai di sini”


Sepanjang malam Arif bercerita mengenai tibanya


pada era masa lalu dan kesehariannya dengan S3 juga lainnya.


“terdengar mustahilnya ya, ceritaku ini”


“apakah menurutmu itu mustahil”


“tidak sih, tapi mana mungkin ada manusia yang


bisa melakukan hal seperti itu”


“jujur ya, aku percaya apa yang Anda katakan,


sepanjang sejarah yang aku ku tahu sama persis seperti yang Anda ceritakan, dan


Anda waktu juga sudah membuktikan seperti membuat api di gua”


“sebenarnya sejak dulu, aku selalu ingin bertanya


apakah wajar orang disini menggunakan elemen seperti iku”


“jika itu adalah kewajaran pasti kami tidak akan


mempunyai krisis seperti ini”


“begitu ya”


Esoknya kami pergi meninggalkan desa tersebut dan


melanjutkan perjalanan kami.


“aku sempat berpikir Mahaguru bisa mengenal D3

__ADS_1


itu dari mana”


“saat penyerahan buku sakti, apakah kamu tahu


tentang buku sakti”


“tidak, buku apa itu”


“di dunia ada 10 buku terlarang dan itu harus di


lindungi”


“jadi D3 bertugas melindungi salah satu buku itu”


“iya, tapi sekarang buku itu berada di adik


muridnya”


“kenapa buku tersebut di sebut terlarang” arif


pun terjatuh karena tingkahnya saat melompati bebatuan di sungai.


“sini, untuk sekarang aku tidak bisa


menjelaskannya, tapi suatu saat nanti mungkin Anda bakal tahu dengan


sendirinya” sembari menjulur kan tangan untuk membantu arif berdiri.


Karena baju arif basah, Mahaguru menghentikan


perjalanannya sembari beristirahat juga mengeringkan baju Arif.


Mereka berdua saling mengakrabkan diri sembari


menunggu baju Arif kering.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


[ ~ Nama : Mahaguru ~ ]


{ ~ Umur : N/A ~ }


{ ~ Status : berada  ~ }


{ ~ Kekuatan : Bela Diri Marwah dan lain-lain ~ }


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Karena hari semakin petang, mereka berdua


melanjutkan perjalanan, Arif pun merasakan perbedaan, biasanya dikala malam


mereka berdua beristirahat.


Namun kali ini mereka melanjutkan perjalanannya.


Saat mereka melewati hutan-hutan yang gelap


menjulang, Arif merasakan kehadiran sesuatu yang mendekat.


“apakah Mahaguru merasakannya” ia pun berbisik


kepada Arif untuk berhati-hati.


perlahan bulu kuduk Arif mulai berdiri, Arif merasa merinding.


Kesunyian menutupi suasana malam, lalu dengan


cepat lewatlah barakuda yang berjumlah banyak berenang melintasi mereka berdua,


saat itu juga Mahaguru langsung melompat sembari menarik tanganku.


Aku terkejut dan bertanya “makhluk apa itu,


ikan?” ujar Arif yang kebingungan lalu menggunakan elemen anginnya untuk


berpijak, Mahaguru pun melepaskan tangannya, sembari menunggu rombongan


barakuda berlalu lalang.


“itu roh penasaran dan itu hanya sebagian,


sebentar lagi datanglah yang jauh lebih berbahaya” ujar Mahaguru berbicara


serius.


Usai ikan tersebut berlalu lalang, mendaratlah


mereka berdua, Mahaguru pun meminta ku untuk berlari dengan cepat.


“desa terdekat sudah dekat, cepat lari!”


Arif pun mendengar suara roda yang semakin


mendekat, saat itu juga aku di dorong ke samping kiri oleh Mahaguru, lalu berhentilah


Sado tersebut, muncullah puluhan orang bebal dari sado tersebut.


Lalu datanglah sado lain dari belakang dan


berhenti di belakang kami, semua arah kami di hadang oleh sado, dan ribuan


orang bebal mengepung kami.


Arif pun menggunakan elemen apinya ke sado dan


orang bebal tersebut, saat melakukan pembakaran pun mereka tidaklah terbakar.


“kenapa tidak terbakar”


“karena mereka tidaklah hidup”


Perlahan orang bebal ini mendekat lalu menyerang


Arif, Mahaguru pun melempar Arif menjauh lalu menghadapkan kan telapaknya ke


hadapan orang bebal tersebut dan mengalirkan energi marwah ke telapak tangannya


dengan cepat beberapa orang bebal terlempar jauh.


“wiuh, apa itu”

__ADS_1


“tapakkan, aku gunakan energi alam lalu aku buang


melalui telapak tanganku”


Serangan dari belakang berhasil di hindari,


perlahan Mahaguru menghindari lalu membanting orang bebal tersebut, 2 orang


bebal tersebut menyerang balik dengan senjata pedang berkarat lalu Mahaguru


menangkisnya sembari memotong dengan bilah telapak tangannya.


Namun tidak cukup sampai di situ, serangan lain


telah berdatang, semakin menghindar, semakin tersudut kan, Mahaguru pun


kesulitan untuk bergerak ia pun memutuskan untuk melompat dan menggunakan


tapakkan ke bawah, sontak beberapa orang bebal terpental menjauh, ia pun


berlari ke depan membuka jalan sembari menebas orang bebal yang menghalangi


jalan dengan tepiannya.


“ikuti aku, gunakan elemenmu” ujar Mahaguru


sembari menebas dan berlari.


Beberapa orang bebal berusaha mengejarnya tapi


karena cepatnya pergerakan mereka berdua, dan lambatnya orang bebal, kesulitan


untuk mengejar, saat Arif menoleh ke belakang, ia tidak melihat orang bebal


yang mengejar mereka, desa pun terlihat dari kejauhan, mereka pun menghentikan


pelarian, dan memulai jalan kembali, tapi dengan cepat pacuan kuda sembari


membawa sabit berusaha menebas Arif, dengan sigap Arif segera melompat sebelum


tebasan mengenainya, lalu Mahaguru melakukan tarikkan dan membuat orang bebal


tersebut terjatuh dari kuda tersebut, saat tebasan hampir mengenai Mahaguru,


lengan orang bebal tersebut telah terputus, lalu Mahaguru memotong kepala orang


bebal tersebut, perlahan orang bebal tersebut menjadi asap yang melayang dan


menghilang secara perlahan, tapi tidak cukup sampai di sini, datanglah pacuan


lain dengan tebasannya dan melukai Arif, dengan cepat Mahaguru melakukan


tarikkan kepada Arif, sembari melihat luka yang di timpa Arif, lalu melompat


menggunakan pijakan udara, dan menarik orang bebal tersebut ke atas, lalu


memotong menjadi beberapa bagian dan perlahan berubah wujud menjadi asap dan


perlahan menghilang, saat itu juga Mahaguru melihat beberapa pacuan lain yang


mendekat, dengan cepat mengumpulkan marwah di kakinya lalu menjatuhkan pacuan


tersebut dengan menendang kepala pacuan tersebut dan membuatnya terjatuh dari


kuda, Mahaguru pun juga melakukan menghantamkan 2 lengannya di kedua kepala


pacuan tersebut hingga membuatnya terjatuh dari kudanya lalu menjegal 2 kuda


yang berusaha melewatinya, hingga membuat 2 pacuan terjatuh, namun ada 1 pacuan


yang berhasil terlewatkan saat Mahaguru menoleh ke pacuan yang mendekati Arif,


ia pun menggunakan tarikkan dan membuat orang bebal tersebut tertarik menuju


tempat Mahaguru berpijak.


Perlahan Mahaguru menarik nafas lalu menggunakan


tepian untuk memotong 2 kepala orang bebal di depannya dengan 2 tebasan dari


kanan dan  kiri, lalu menjegal 2 orang


bebal yang di sebelahnya dengan  memotong


kepala mereka saat mereka terjatuh, saat 2 orang bebal yang berada di


belakangnya mengarah ke Mahaguru juga orang bebal yang bergerak mundur akibat


tarikkan, di saat bersamaan 2 orang bebal tersebut tertebas dengan cepat sekali


tebasan lalu membuang nafasnya, itu semua di lakukan dalam sekali tarikan nafas.


Arif yang berada dari kejauhan melihat aksi Mahaguru


begitu takjub, Mahaguru pun menghampiri Arif dan melakukan pemunduran pada luka


yang berada di pinggang Arif, saat itu juga luka tersebut tertutup secara


perlahan “apa yang Mahaguru lakukan padaku”


“aku hanya memundurkan siklus waktu yang berada


di pinggang, untuk membuat membatalkan luka yang akan terjadi, dan terjadi di


pohon itu”


“jadi waktu pinggang ku terluka di pindahkan ke


pohon itu” sembari menunjuk pohon tersebut.


“iya, kenapa”


“tolong ajari aku, semua yang Mahaguru kuasai”


“untuk bela diri mungkin bisa tapi kalau waktu


itu...”


“aku menguasai kematian dan waktu”


“bagaimana bisa” kejutnya Mahaguru mendengar

__ADS_1


ucapan arif.


Bersambung....


__ADS_2