Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
[Season 2] Eps 51 : Pra N Pasca WWA3 di pengulangan 2


__ADS_3

Pengulangan 1 telah terjelaskan kejadian dan sebab akibatnya, tapi itu


tidaklah cukup untuk menjelaskan mengapa pengulangan terjadi kembali hingga ke


3 kalinya, setelah Ribuan cahaya berkumpul para sang mengerahkan segala


energinya ke Sang Waktu untuk mengulangi kejadian tersebut.


[ Lain Sisi ]


Keesokan


harinya peserta regu B di minta untuk menyiapkan keberangkatannya ke Alam Fana


untuk ujian tahap akhir.


“Arif di


panggil Prejin” ujar petugas


Arif pun


segera menemuinya.


Prejin


pun menanyakan banyak hal tentang tanggung jawab yang harus ia tanggung jika ia


menjadi perwakilan Alam Fana.


Arif pun


menyetujuinya


“apakah


kamu kenal dengan manusia yang bernama Nagisa” ujar Prejin


“dia


guruku, ada apa”


“ngak


papa” dalam benaknya Prejin merasa bahwa Arif adalah si bencana.


Hari


esoknya pun tiba


Para


peserta regu B  di bawa ke jalur Alam.


Dan


melakukan pengecekan tubuh dengan aliran mayanya.


“tempat


ini mirip seperti bandara” ucap Kage


“apa yang


terjadi pada kita setelah berpisah” ujar Surya


“kita


tetap akan bersama, walaupun berjauhan” ucap Kage


“kita


masih bisa bertemu di Sarpa” ucap Putra


“apakah


kalian sudah siap” ujar petugas


“perlu


kalian ingat, kalian itu tidak abadi, melainkan kalian tidak bisa mati semudah


manusia biasa, jadi rahasiakan siapa kalian” ujar Skyjin


Kami pun


berjalan memasuki Portal jalur Alam.


Setelah


Arif memasuki Alam ia berada dalam wujud semulanya berbeda dengan peserta


Undead lainnya, yang berganti wadah tubuh manusianya.



  \~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Eps 51 : Pra N Pasca WWA3 di pengulangan 2 \~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Tahun 2003 Nagisa


sudah mempersiapkan kedatangan Dkah si kepunahan ke 3, namun hal mengejutkan


terjadi dalam ingatan Nagisa.


Ia melihat


dirinya gagal menyelamatkan Dunia, Nagisa Pun melanjutkan perjalanannya mencari


bayi calon Bencana.


Setelah seminggu


berjalan mengelilingi Dunia ia teringat tentang kedatangan kakaknya, walaupun


ia tidak mempercayainya.


3 hari yang lalu,


Kepunahan ke 2 telah muncul dan di turunkan, Vilan datang dengan wujud Manusianya


menghampiri Nagisa dan berkata “sekarang Waktunya” lalu pergi menjadi cahaya

__ADS_1


hilang dengan perlahan.


Mengingat ucapan


Sang Takdir dan Sang Waktu, Nagisa pun menggunakan kekuatan Ruangnya yang ia


dapat dari Sang Hampa, ia pun membuat semua manusia tak sadarkan diri, lalu


membuat bayangan Manusia dengan kekuatan Airnya, Para manusia asli yang tak


sadarkan diri, ia pindahkan ke ruang pribadinya.


Manusia tiruan


pun berhasil dibuat dan di letakan layaknya manusia benaran.


Setelah ia


membuat tiruan tersebut, turunlah kembali Vilan menemui Nagisa melalui Mimpinya


berkata “kamu sudah terlambat, sekarang hentikan kepunahan ke 3” ucap Sang


Pembeda.


Nagisa pun


terbangun dengan terkejut melihat Vilan yang berkata begitu, ia pun merasa


kesal karena gagal menghentikan kepunahan ke 3.


(Note : Alur ini


agak rumit, saran saya cukup ikuti, nanti akan terjelas seiring berjalannya


waktu.)


Nagisa pun segera


pergi ke dunia tiruannya yang berada di ruang pribadinya, setelah membuat dunia


tiruan Nagisa Pun memanggil Lapis, untuk mempersiapkan kejadian tersebut.


Selang beberapa


hari Dkah pun berjalan melewati Pulau Socotra dengan mudahnya berjalan menuju


timur dunia di pagi harinya.


dengan perlahan


sinar mentari mulai terbit dari arah kebalikannya bersamaan dengan kekacauan


yang terjadi di setiap Negara.


( Note : di


pengulangan ke 1 kedatangan Dkah tidak anggap di pengulangan ke 2 dan rumor


mengubah kedatangannya sebagai kepunahan ke 2. Untuk penjelasannya ikuti saja


alurnya )


[ Lain Sisi ]


Melihat kejadian


3 muncul dengan secepat itu, ia pun berusaha menghubungi Mahaguru, namun waktu


terputus, siklus Alam pun terpecah.


Sementara itu


Kage yang sedang berkelana mencari Arif, memutuskan kembali ke Alam Sarpa untuk


membeli perlengkapan dan pengisian Maya.


Usai itu ia pergi


ke Alam Fana untuk melanjutkan pencariannya, secara tidak sadar Kage berjalan


memasuki portal jalur ALAM tanpa melihat tanda peringatan yang berisi, Jalur


Alam bermasalah, Kage pun terlempar ke ruang pribadinya Nagisa, atau di kenal


dunia tiruan.


Melihat kejadian


itu Fana selaku pemilik Alam Fana sedang menggunakan wujud Perempuan berdiri di


atas air terjun sembari menumpahkan air yang berada di cangkir yang ia pegang,


ia pun berkata “untuk sekali lagi, dunia kan tersesat”


Para Sang yang


melihat kejadian tersebut merasa pasrah karena di larang ikut campur dalam


urusan Alam, Sang Penentu pun kembali dari Swarga dengan membawa kabar buruk


“kita hanya bisa melihat dan menunggu hasil dari itu semua”


Kage yang melihat


kejadian ketiadaan secara langsung, ia merasa bersalah karena tidak bisa


menyelamatkan Manusia, semua manusia tidak ada yang bisa mendengarnya, saat


meraih tangan manusia tersebut, selalu tertembus seakan ini adalah akhir bagi


manusia.


Kage hanya


termenung melihat kejadian tersebut.


Lalu datanglah


Arif yang melihat Kage termenung sendirian di tengah kehancuran, Arif pun


menghampirinya dan menanyainya.


Karena

__ADS_1


perencanaan Nagisa, Manusia pun berhasil selamat.


Arif dan Kage pun


memutuskan untuk mencari penyebab kehancuran.


Nagisa pun


memutuskan untuk mencari si pembawa kepunahan ke 2 yang sebenarnya ia adalah


Dkah si pembawa kepunahan ke 3.


Hukum rimba pun


berlaku di dunia itu, Arif pun berusaha melacak manusia dengan Mananya ia pun


menemukan dari 300 meter ke belakang, dengan cepat Arif berlari menuju seorang


tersebut, Kage yang merasa bersalah mengikuti Arif dan ingin membantunya.


  \~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Before Pengulangan ke 2 \~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Setelah berjalan cukup jauh, Arif pun melihat dari atas bukit seorang


wanita sedang menumpuk mayat-mayat manusia.


“apa yang harus kita lakukan” ucap Kage


“kita pantau dia” ucap Arif


Setelah berhasil menumpuk beberapa Mayat si wanita tersebut pun telah


berada di belakang Arif, dan bertanya “bagaimana kamu bisa ada di sini”


Saat Arif menoleh ke wanita tersebut, dalam benaknya Nagisa ia seperti


mengingat rupa Arif.


Arif pun segera melompat mundur ke belakang sementara Kage bersembunyi


di bayangan Arif, saat si wanita tersebut hendak berlari Kage mempersiapkan


untuk menyerangnya, namun Nagisa telah berada di belakang Arif, dengan sigap


Arif berubah wujud menjadi Angin dan berlari menjauhinya.


“mengapa kita harus lari, dia kan dalangnya”  ucap Kage


“dia terlalu kuaa..t.. arrh” ucap Arif yang di tarik lengannya oleh


Nagisa, Arif pun berusaha melepaskan cengkeraman Nagisa dengan memutar


lengannya lalu mematahkannya, Namun saat Arif berusaha mematahkannya jarinya


telah terpatah kan oleh Nagisa.


Dengan cepat Kage memegang Kaki Nagisa, namun Nagisa menarik leher


Kage dari bayangannya Arif dan mencekiknya.


“katakan padaku, siapa kalian” ucap Nagisa


Karena tidak ada pilihan lain Arif pun menggunakan kekuatan elemennya


dengan berlari menuju Nagisa, saat tinggal selangkah menujunya ia menghentakkan


kaki belakangnya, alhasil tanah terangkat Arif menendangkan tanah tersebut ke


Nagisa sembari mengguyurnya dengan awan yang ia tarik untuk menghujaninya dan


meniupkan gas di depan wajahnya lalu meludahkan  di depannya, api pun menjalar dengan cepat, membakar Nagisa tidak cukup


sampai di situ, Arif pun memunculkan Angin topan untuk membawanya terbang menjauh,


usai itu ia berlari pergi bersama Kage.


Namun dari sisi Nagisa ia hanya menangkis tanahnya dengan melemparkan


ke samping lalu berjalan selangkah ke belakang dan memutar tangannya ke depan


untuk menghentikan gas mengarah kepadanya dan menghirup api lalu menghisap


angin tersebut.


Dengan ketakutan Arif berlari menjauhinya, Nagisa yang merasa takjub


dengan kemampuan, mulai bertanya-tanya tentang anak itu.


[ Lain Sisi ]


“Sepertinya perubahan siklus membuatnya bertambah kuat” ucap seorang


wanita yang berdiri di atas air terjun.


Jauh di atas Alam Fana merasa senang dengan hasil yang taruhkan.


[ Lain Sisi ]


Dnah yang berada di Naraka menerima Laporan, Dkah telah muncul, namun


Malaikat melarangnya untuk menghentikan Dkah.


“mengapa” tanya Dnah


“itu sudah menjadi urusan para penghuni di sana” ucap Malaikat Alaman


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Bersambung


[ Selanjutnya Eps 52 : Pra N Pasca WWA 3 di


pengulangan 2 bagian 2 ]


[ Dkah telah di turunkan untuk ke dua kalinya


atau pertama kalinya, namun hal buruk masih belum cukup bagi dia yang berada di


atas Air terjun  ]


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


__ADS_2