
Saat para peserta mengambil pergerakan mengitari aula kota mereka mendengar suara dari permukaan langit “waktu kalian mungkin tidak terbatas, tapi kesempatan kalian terbatas”
Serentak para peserta terdiam, lalu mereka panik dan mencari cara untuk menyelesaikan ujian ini, mereka menjadi brutal dan saling membunuh.
Cahaya mentari mulai pudar malam pun tiba, tapi tidak menghentikan pembantaian yang berlangsung.
Putra yang bergerak ke selatan kota merasakan hal buruk
“angin ini dingin, aku harus segera menyelesaikan ini”
[Sisi utara kota]
Arif sedang mencari sesuatu dari puing-puing kota
“cari apa, mau di bantu”
“lihat saja nanti”
Setelah melempar puing-puing yang tidak berguna, akhirnya Arif menemukan besi berkarat.
“untuk apa itu”
“untuk di lempar lah!”
Arif melempar besi berkarat ke langit-langit.
Lalu langit-langit berkedip siang dan malam.
“wuh, bisa begitu”
“ayo kita pergi ke selatan”
Mereka berdua berjalan mengarah ke selatan.
“eh tunggu, itu bukan arah selatan”
“langit menunjuk jalan ini, selatan atau tidak, pokoknya ke sini”
‘padahal itu barat’ dalam benaknya kage.
Kage berlari menyusul arif “ada apa di selatan”
“jin terakhir ada disana” ujar arif
“jadi bagaimana cara membagi jinnya, bukanya jin nya tinggal satu”
“siapa suruh kita harus membunuh jin”
“lalu ngapain kita arah jinnya”
“ikuti saja, jika kau ingin lolos”
(lain sisi)
“Apa yang dilakukan dia” skyjin kebingungan melihat tindakan arif.
“dia lumayan cerdik sebagai manusia”
“maksudmu apa ?”
“saat dia melempar besi berkarat ke langit, menimbulkan sistem pencahayaan terganggu sesaat, dan ia membaca keberadaan jin tersebut, mari kita lihat bagaimana cara ia lolos”
( lain sisi)
“hei, hei~~ kapan jin itu muncul, aku ingin cepat mati, yu!”
__ADS_1
“ini masih di cari”
(lain sisi)
Putra telah sampai di selatan, namun jin terakhir masih belum muncul, silivan dan ayu pun telah sampai, mereka berdua juga sedang mencari keberadaan jin tersebut.
Arif yang berlari dengan kage menuju arah barat, dan tibalah arif di selatan kota.
“tunggu, bagaimana bisa dia berada selatan” ujar skyjin
“sepertinya dia memanfaatkan putaran rotasi yang rusak karena sistem pencahayaan nya terganggu”
“tapi bagaimana ia mengetahui cara kerja kota ini”
“mungkin kedepan nya kita akan mengetahui”
(lain sisi)
Arif telah sampai di selatan sebelum putra dan silivan sampai, arif pun membuat pancingan di mana jin terakhir berada disini.
Putra yang telah tiba di selatan dan mencari tidak menemukan mendengar kabar tersebut segera mengarah ke arah di mana arif berada, silivan dan ayu pun juga mengarah ke arif berada.
Saat semua peserta berkumpul, kage kembali ke arif
“sudah ku lakukan, sekarang apa”
“kita, tunggu aja” dengan merasa percaya diri, arif menunggu jin terakhir menampakkan diri.
Dari arah utara jin ular dengan cepat melahap apa yang menghadangnya, menuju arah selatan, sesampai di selatan, para peserta bergegas membunuh jin tersebut, namun kecepatan jin tersebut melebihi para peserta, jumlah peserta berkurang drastis, putra yang melihat tindakan jin tersebut mengambil langkah dan berlari mengejar jin tersebut, sembari melempar api ungu mengarah ke padanya.
Jin tersebut tetap menghiraukan serangan dari para peserta, dan tetap melahap para peserta.
“kita tidak membantu” ujar kage, dengan kagum melihat hal luar biasa
“tidak perlu, kita cukup lihat” ujar Arif dengan senyuman
“disuruh diam aja, kok sulit” ujar arif
Jin tersebut tetap bergerak cepat mengarah ke silivan yang sedang berdiri tegap
menunggu jin tersebut
“cepat sini, makan aku”
Saat jin ular tersebut ingin melahap silivan, ayu dengan sigap melempar silivan dan
mencakar jin ular tersebut, tapi ular tersebut melilit ayu dan memakannya.
Silivan yang melihat kejadian tersebut tercengang
“jangan sampai kamu mati sili” ujar ayu di detik kematiannya.
Silivan tidak bisa berkata-kata dan menangis secara tidak sadar, matanya mengeluarkan air mata, sesaat ia menyesali, ia kehilangan seorang yang berharga dan mengingat kebersamaan semasa hidupnya.
Ayu yang selalu melindungi silivan di mana silivan selalu berbuat ceroboh, ayu yang selalu membantu silivan dalam kesehariannya, dan merawatnya.
Dan tiba-tiba kepala silivan tersakiti, putra yang melihat silivan akan di lahap oleh jin ular, dengan cepat mengarah ke silivan
“cepat, pergi dari sini!” dengan tindakannya nya putra membuat bola api raksasa dan menyerang jin ular tersebut, raut wajah tua dari jin ular tersebut membuat putra jengkel dan melemparnya namun tak disangka jin ular tersebut
menangkisnya, kage dengan sigap membawa silivan yang muncul dari bayangan jin ular tersebut
“kita berpencar, pancing dia menjauh”
Putra pun mencaring jin ular dengan menembaki nya.
Dan kage berhasil kabur pergi membawa silivan.
__ADS_1
Dalam benaknya silivan ia mengingat kejadian yang membuatnya mati, orang tuanya berusaha membunuhnya namun silivan pergi melarikan diri, saat orang tua mengejarnya, ia bertemu dengan ayu, dan pergi kerumahnya ayu, namun sesampai disana orang tuanya silivan sedang menunggu, saat mereka berdua berusaha untuk melarikan ayu terjatuh, dan ayu di bunuh oleh ayahnya silivan, silivan yang syok melihat sahabatnya dibunuh, ibunya menangkap silivan dan membunuhnya, Silivan terjatuh, dan meninggalkan mayat mereka berdua tergeletak.
Arif yang melihat silivan menangis dan terdiam, menghampiri dan berkata “hal yang telah menimpamu telah berlalu dan sudah terjadi kau tidak bisa mengubahnya, namun kau masih bisa memperbaikinya”
Mendengar ucapanya, silivan dengan marah dan dendam berdiri dan berlari menuju jin
tersebut
“kage! Mundur, jika kau ingin selamat”
Kage yang mendengar teriakan arif, segera mundur dan mengajak putra mundur “tunggu, kenapa”
“ikut saja, dia tahu apa yang terjadi”
Kage, Arif, dan putra melihat silivan membabi buta menyerang jin ular tersebut dan mengikat pergerakan jin tersebut, para peserta yang tersisa melihat jin tersebut terdiam mengarah ke jin tersebut berkeinginan untuk membunuhnya, namun mereka menginjak benda hijau dan merasa panas secara perlahan, lalu muncullah uap dari tanah menutupi jin tersebut beserta peserta yang menginjak benda hijau tersebut.
“apa yang terjadi” ujar kage dengan kagum sekaligus panik
“benda hijau yang berada di bawah mereka, akan membunuh mereka”
Perlahan asap menghilang dan jin tersebut telah tiada beserta peserta tersebut.
“mangsa ku menghilang”
Suara keras terdengar dari langit “silivan telah di nyatakan telah berhasil lolos menyelesaikan tahap pertama”
Silivan pun di jemput dan di bawa di ruang tamu.
Skyjin menghapiri 3 peserta tersisa dan berkata
“jadi bagaimana masih ingin lanjut atau tidak” ujar skyjin
“tapi jin nya telah habis” ujar kage
“itu masalah kalian, jadi apa jawaban kalian”
(lain sisi)
Surya yang melihat putra gagal merasa bingung dan panik.
Seorang gadis yang asik mengemil makanan berkata
“lumayan itu cewek, hampir melibas semua peserta”
(lain sisi)
“jadi bagaimana masih ingin lanjut atau tidak” ujar skyjin
“kami lanjut!” ujar arif dengan percaya diri.
Skyjin pergi meninggalkan mereka bertiga “semoga berhasil”
“kita bagaimana” ujar kage
Putra pergi meninggalkan arif dan kage
“pergi kemana kau”
“mencari cara untuk lolos”
“jika kau masih mencarinya, kau akan tidak akan lolos, ikuti saja aku”
Mereka bertiga pergi ke runtuhan kota
“apa rencanamu” ujar putra
“menantang mereka yang berada di balik layar”
__ADS_1
Bersambung...