Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
[Season 2] Eps 31 : Lapis Lazuli


__ADS_3


Dahulu kala, saat


penentuan posisi dan tugasnya Tetua Roh hadir dalam pencitraan makhluk para


uns, saat roh pertama yaitu tetua roh tercipta, tetua roh pun sangat


menghormati para makhluk lainnya, tugas yang di berikan oleh pencipta kepada


tetua roh adalah untuk menjaga semua siklus roh yang berangsur, dari ruth –


rukh dan rouh, tetua roh pun bertanggung jawab pada tugasnya, seiring


berjalannya waktu, dan semakin banyaknya para uns, tetua roh kesulitan


mengelola tugas tersebut, dan meminta roh pilihan untuk menjadi bantuan dalam


mengelola roh-roh,


Sebenarnya kisah


awalnya sih sangat mirip Roh Angin, namun perjalanan yang di tempuh oleh Roh


Air sedikit berbeda, dan inilah kisah sebenarnya.


Petang pun tiba


kembalilah Mahaguru ke pulau tersebut, ia pun menarik lapisan lentur  di langit, sontak pulau tersebut bergetar


sesaat.


Dan sampailah


pulau tersebut di perbatasan lautan gaib dengan lautan Donya.


Sebenarnya ini


sangatlah mustahil, melakukan teleportasi satu pulau dengan mudahnya, walau


Mahaguru mempunyai kehebatan yang luar biasa namun itu tetaplah mustahil, tapi


bagaimana bisa perpindahan itu bisa di lakukan.


Sebelumnya saat


Mahaguru memperingati Raja lautan tentang salah satu muridnya yang  akan membuat masalah di lautan, Mahaguru


bekerja sama dengan Raja lautan untuk memperdekat posisi atlantis dengan pulau


tersebut, alasan Raja Lautan mau bekerja sama ialah untuk menangkap si pembuat


masalah tersebut, namun mengapa Mahaguru malah membiarkan Nagisa tertangkap,


karena itulah rencananya untuk membebaskan sesosok Roh yang terpenjara, harus


membuat dirinya berada di penjara yang sama dengan Roh tersebut.


Ombak dahsyat


menerpa Nagisa akibat guncangan tersebut, Nagisa pun terlelap dalam Air ia pun


berusaha meraih ketepian.


“bagaimana kalau


sekarang saja” ucap Mahaguru, menarik Nagisa ke pesisir pantai


“apanya” ujar Nagisa.


“pergi


menyelamatkan Roh tersebut”


“aku tidak di


beri istirahat”


“makan ini”


memberikan sebutir mutiara.


“untuk apa”


“agar bisa


bertahan di bawah laut” tiba-tiba Nagisa terjatuh dan tak sadarkan diri,


Mahaguru pun melempar Nagisa  ke tengah


laut, lalu melakukan tarikan bawah, hingga membuat Nagisa tenggelam ke dasar


laut.


Perlahan Nagisa


berusaha membuka matanya, ia pun melihat sesosok duyung menyelamatkannya dan


mengobatinya, di rumahnya.


Tiba-tiba ada


gedoran pintu dari rumah kakek duyung tersebut.


Pasukan manusia


ikan tersebut masuk dengan paksa lalu mengambil Nagisa, dan menyerahkan ke Raja


Lautan.


“langsung masukan


penjara dia!” ujar Raja Lautan,  dengan


menyeret paksa Nagisa di lempar di penjara bawah laut, di bawa area sekitar di


kelilingi hewan buas seperti hiu dan beruang laut.


Nagisa pun


tersadar dan terkejut bahwa dirinya berada dalam penjara.


“kenapa aku harus


begini” dengan letih bersandar di jeruji besi berlumut.


“mengapa ada


manusia seperti mu disini” ujar sebuah secercah cahaya yang di terkurung hingga


berlapis-lapis.


“siapa, halo, ada


yang bicara denganku”


“apakah memang seperti


itu ya, makhluk yang paling hina”

__ADS_1


“keluar kalau


berani, jangan bersembunyi”


“apakah kau


memang buta, atau benaran buta” cahaya tersebut pun berkedip-kedip


“kamu yang


bicara”


“sadar juga kau”


“makhluk apa


kamu”


“jawab dulu


pertanyaanku sebelumnya”


“aku juga tidak


tahu bagaimana bisa di sini, setahuku aku dilempar ke laut untuk mencari Roh


Air.


“aku yang sedang


kau cari”


“namamu siapa”


“lapis.. lapis


lazuli”


“bagus dong,


misiku selesai sekarang”


“untuk apa kau


mencariku”


“aku tidak tahu,


nanti di pantai aku jelaskan.”


“bagaimana kita


luar”


“oh iya,


bagaimana ya”


“aku akan diam


menunggu, kau cari cara”


2 hari telah


berlalu tanpa makanan, Nagisa mulai kesal menunggu.


“sampai kapan


kita menunggu”


“aku yang


menunggu, kau yang cari cara untuk kabur, apa memang manusia itu bodoh semua


“kenapa tidak


bilang” dengan mudahnya Nagisa berjalan melewati jeruji besi berlumut tersebut.


“bagaimana kau


bisa”


“aku elemental


air”


Saat Nagisa


kesulitan untuk menghancurkan penghalang yang di ikatkan ke Lapis, ia pun


menghancurkannya dengan mudah, alarm pun berbunyi puluhan pasukan bergerak


menuju ke tempat bunyi berasal.


Kamera siput pun


terus mengintai mereka “kenapa pun kalian kabur, pasti akan tertemukan kembali


olehku” ujar Raja Lautan memandangi monitor.


Datanglah pasukan


membawa tombak yang di lumuri racun, lalu menyerang kami, Nagisa pun


menggunakan tapakkan untuk menjauhi pasukan tersebut, mereka pun berlari


mengitari bangkai kapal tersebut.


Namun regu


pasukan berhasil menemukan mereka berdua pun terkepung, saat mereka mengayunkan


tombak tersebut Nagisa menunduk dan mendorong manusia ikan tersebut, lalu


mengambil tombak tersebut, dan menusuk kan ke petugas tersebut, namun ayunan


lain datang dari belakang, Lapis pun berubah wujud menjadi manusia lalu


membentuk gelembung untuk melindungi Nagisa, ia pun maju dengan mengubah arus


air menjadi sayapnya, lalu memisahkan bulu sayap air nya dan menyerangnya,


mereka berdua pun saling menahan satu sama lain.


“bagaimana kalau


kita terobos” ujar Lapis


“boleh juga”


lapis pun mengubah wujud sayapnya menjadi cambuk air, lalu menebas lawan yang


menghalanginya sembari bergerak maju, Nagisa pun meniru teknik Lapis dan


berhasil membuat cambuk, ia pun melipatkan cambuknya menjadi 2 bergerak maju


sembari mencambuk kiri kanan dan belakang, untuk pertahanan mereka, sesampai di


luar kapal, Raja Lautan telah menunggu mereka.

__ADS_1


Lapis pun


terjatuh melihat trisula tersebut, ia pun seakan mengingat sesuatu dari trisula


tersebut.


Nagisa pun


membuat badai laut dan membawa lapis melompat ke dalam badai tersebut, pelarian


tersebut berhasil di lakukan, namun Raja Lautan pasti akan menemukan mereka,


saat badai tersebut reda.


Setelah berjarak


cukup jauh badai tersebut pun menghilang Nagisa pun berenang kedalam laut untuk


menghindari penelusuran Raja Lautan.


Hingga kedalaman


yang mustahil bagi manusia, Nagisa pun membaringkan Lapis di bawah tumpukkan


alga.


 Sembari mengitari sekitar dengan kegelapan


yang curam membuat penglihatan Nagisa terganggu, ia pun melihat kilauan cahaya,


saat ia menangkap cahaya tersebut, Nagisa terkejut dan melempar ikan tersebut.


Lapis pun


terbangun dan kesulitan untuk melihat, ia pun membuat tubuhnya bercahaya, Nagisa


pun terkejut saat memegang tangan manusia ikan laut bawah.


Mereka berdua pun


berbaring di bawah alga, namun Nagisa merasa curiga, karena alga yang mereka


duduki terus-terusan bergetar.


Lapis pun


memancarkan cahaya dirinya jauh lebih terang, dan kedipan mata dari monster


laut, membuat Nagisa panik, namun Lapis menenangkan nya dengan membuat kan


gelombang anti bahaya.


Beberapa hari


kemudian tanpa makanan mereka pun kesulitan untuk bergerak, cahaya yang


dimiliki Lapis mulai meredup secara perlahan.


Tanpa muncullah


cahaya yang menyilaukan lalu berubah wujud menjadi manusia dan bertanya “kenapa


ada manusia di sini”


“memangnya tidak


boleh”


“apa hubunganmu


dengan Mahaguru”


“aku muridnya”


dia pun tersenyum lalu mengantar kami ke pesisir pantai.


Kami pun bertemu


dengan Mahaguru, dengan cerianya Mahaguru mengobrol bersama makhluk itu


pikirku.


Setelah cahaya


tersebut pergi, Mahaguru mengantar kami ke sebuah gubuk dan menyajikan


buah-buahan, dengan lahap Nagisa memakannya.


Mahaguru pun


berbicara berdua dengan Lapis, tanpa sepengetahuanku.


Malam harinya aku


bertanya pada lapis tentang dirinya yang bisa terpenjara di bangkai kapal


tersebut.


Saat ribuan Roh


Air tercipta kami di minta untuk menjaga dan membantu para dewan, namun banyak


Dewan menganggap kami tidak berguna, kami pun di pindahkan untuk mendiami hal yang


menjadi unsur Arda yaitu Air.


Kami pun tersebar


di segala penjuru Lautan, aku pun di tunjuk menjadi pimpinan Roh Air, namun


Dewan Laut memindahkan posisi seorang manusia ikan untuk menjaga lautan, posisi


ku pun tergantikan, namun di cukup di situ, manusia ikan tersebut, pun mencuri


harta berharga Kota Atlantis yang megah dan menawan lalu menggunakannya untuk


mengancam kami, para warga pun banyak yang tidak setuju dan berusaha


memberontak, aku pun di tunjuk sebagai pemimpin pemberontakan, peperangan tersebut


berlangsung selama berabad-abad, hingga membuat Kota Atlantis tenggelam akibat


peperangan tersebut tidak sampai di situ manusia ikan tersebut memakan harta


kota tersebut lalu mencuri simbol kota kami yaitu trisula, kami pun kesulitan


untuk bertahan dan terpaksa untuk tunduk di bawah kekuasaannya, aku pun di


penjarakan dengan ikatan pemakan uns, perlahan energi ku berkurang, dan


membuatku berubah wujud ke bentuk asliku, dan terpenjaralah aku hingga


sekarang.


“berapa lama kamu


terpenjara”


“3344 tahun, mungkin”

__ADS_1


datanglah Mahaguru menyuruh kami untuk tidur terlebih dahulu.


Bersambung


__ADS_2