Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
[Season 2] Eps 33 : Perubahan Bagian 1


__ADS_3


Dunia pun tampak


jauh lebih buruk dari sebelumnya, suasana ketiadaan tampak jauh lebih nyata,


perlahan Nagisa berjalan mencarinya, namun setiap langkahnya Nagisa, ia


merasakan tekanan yang berat.


Jauh ke dalam


kota, ia melihat tumpukan kendarakan hancur meronta tersebar di mana-mana,


dalam benaknya ia berpikir ‘apakah semua manusia telah tiada’


Perlahan ia


mencari bentuk kehidupan, namun keheningan menutupi dunia, ia pun berlari,


terus berlari mencari sungai terdekat, seusai menemukan sungai, ia pun


merasakan aliran sungai tersebut.


Namun kehidupan


dalam sungai pun telah tiada, “apakah ini akhir” gumam Nagisa.


Ia pun mengikuti


arus sungai sembari memanggil Lapis.


Namun


panggilannya tak terjawab.


Ia pun melakukan


telepati secara bebas, namun tetap tidak ada jawaban.


Kota hancur


membuat kekeringan merata.


Seusai melakukan


kesepakatan Arif pun meminta waktu sendiri dengan Pyli, Sang Waktu pun pergi


meninggalkan mereka, Catly pun datang dengan wujud kucingnya dan berpura-pura


tidur di dekat Pyli.


Mendengar Pesan


dari Lapis, Coenlan pun marah meronta, dan membunuh Manusia Hiu tersebut, ia


pun meminta pasukan bersiap untuk melakukan penyerangan dadakan dengan Lapis


yang berada di permukaan, perebutan laut pun akan segera terjadi.


Setelah mengatasi


laba-laba tersebut, Nagisa memanjat lubang tersebut, dengan berpijak pada


angin, sesampai di atas, Nagisa melanjutkan perjalanannya.


Sementara itu


Lapis menyadari yang di rencanakan oleh Coenlan, ia pun merencanakan sesuatu


untuk melawan puluhan pasukan yang akan menghadangnya.


Perlahan ia


membuat puri di atas pulau air tersebut dengan memanfaatkan sinar matahari,


pembiasan pun terjadi, setiap apa yang di lihat oleh pasukannya, akan menjadi


bayangannya Lapis.


Ia juga


menyiapkan lengan Airnya yang siap menarik Coenlan ke dalam laut.


Dengan kegelapan


penuh, dia akan kesulitan untuk bergerak, berbeda dengan lapis dengan wujud


Rohnya dia bisa melihat apa yang tak bisa dilihat.


Setelah Pyli menyetujui


dengan hal yang Arif rencanakan, Arif pun membuat perjanjian dengannya, setelah


kematian Pyli, The Portal sepenuhnya akan menjadi milik Catly dan Arif harus


membantunya untuk melindungi The Portal ini, ia pun bebas menggunakan The


Portal ini.


Kesepakatan yang


sama-sama saling menguntungkan telah di tetapkan, namun Catly yang sedang


tertidur pun langsung terbangun, mendengar dirinya harus menanggung The portal


sendiri, ia pun berubah wujud menjadi manusia dan berkata


“kenapa aku yang


harus di korban” ucap Catly di depan Arif dan Pyli.


“kamu tidak mau


menjaga The Portal ini” tanya Arif


“bukan masalah


mau tidaknya, tapi aku tidak suka, kau memakai portal ini seenaknya, aku juga

__ADS_1


tidak perlu kau jaga” ucap Catly yang menentang keputusan Pyli, Pyli pun


menghela nafas dan menerima gugatan Catly ia pun berkata


“jauh lebih baik


kita berpihak pada Arif, kelak kamu akan mengerti” dengan rasa jengkel Catly


pergi meninggalkan mereka.


Pyli pun


membukakan portal untuk Arif, lalu mengantar Arif ke Alam Sarpa.


Sontak Skyjin dan


Prejin terkejut melihat kembalinya Arif.


“mungkin ada


kesalahan, bagaimana kalau kita ulangi lagi.”


“apa yang


sebenarnya kamu inginkan”


“maksudnya” tanya


Arif


“aku beri satu


kesempatan, katakanlah”


“bagaimana kalau


siklus reinkarnasiku dengan wujud ini”


“itu saja”


“iya, aku


menyukai wujud ini”


Portal pun


terbuka, Arif pun mengulangi ujian terakhirnya dengan wujud yang ia inginkan,


usai memasuki portal.


Nagisa bertemu


dengan makhluk berkerudung hitam tanpa wajah, Nagisa pun berpura-pura tidak


melihatnya, dan melewatinya.


Namun makhluk


tersebut malah mengikutinya, teman Rohnya pun muncul dan membiarkan Nagisa


lewat.


aku duluan ya” jawab Nagisa meninggalkan teman Rohnya.


Merasa cukup jauh


dari makhluk itu, Nagisa pun menggunakan kemampuannya untuk mendeteksi keadaan


ruangan di depan.


Ia pun menemukan


sebuah celah untuk mendapatkannya.


Dengan penuh


semangat Nagisa berjalan masuk ke dalam untuk mendapatkannya.


Setelah melewati


anak tangga, ia pun mendapatkan kesulitan untuk menyeberang ke seberang ia


harus melompat, namun saat ia perkirakan, jarak lompatan tersebut tidak masuk


akal, saat ia menengok ke bawah, puluhan ikan Bawal telah siap menanti, karena Nagisa


seorang elemental air ia pun membuat air yang berada di bawah sebagai


pijakannya, Nagisa pun melompat dari pijakan air ke air hingga sampailah di


seberang, setelah melewati jebakan tersebut, ia melihat harta yang ia cari,


dengan penuh semangat ia menghampirinya, setelah harta berada di depannya, ia


merasa curiga, karena tidak menemukan jalan keluar, ia pun mengikuti pantulan


Matahari, sesaat ia menemukan sebuah ide untuk kabur.


Setelah


mendapatkan harta tersebut ia pun berubah wujud menjadi air dan pergi membawa


harta tersebut melalui celah cahaya matahari tersebut, sesampai di luar dia


melihat lautan luas membentang, ia pun menghancurkan harta tersebut yang berupa


kristal berwarna-warni, sesuai ucapan teman Rohnya bahwa kristal tersebut


memuat unsur Elemental di antaranya Api, Es, Tanah, Petir dan angin.


Ia pun menemukan


sebuah kristal ungu, usul punya usul Nagisa menghancurkan kristal ungu


tersebut, dan memakannya sebagian, perlahan tubuh Nagisa berubah menjadi ungu,


ia pun tak sadarkan diri.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


[ ~ Nama : Kahfi ~ ]


{ ~ Umur : 9th-? (berkembang seiring cerita) ~ }


{ \~ Status : Hidup | Pribumi | Manusia \~ }


{ ~ Kekuatan : Petir-Kilat-Halilintar-Vulkanik-sprite(tingkatan) ~ }


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Awan hitam


menggumpal besar di atas pulau air, menunggu puncak perang terjadi.


Puluhan pasukan


telah bersiap meluncur ke daratan, Coenlan telah mengenakan baju zirahnya,


beberapa warga berharap peperangan ini tidak berdampak ke pemukiman, Coenlan


pun telah siap “mari kita bergerak ke permukaan, kekekalan!”


Laut pun terlihat


terombang-ambing, dengan penuh persiapan Lapis bersantai di atas pantai air


sembari menunggu kedatangan mereka


“ini akan menjadi


tontonan yang menarik” gumam Lapis dengan percaya diri.


Muncullah Coenlan


beserta pasukannya dari dalam laut


“sepertinya sudah


di mulai” gumam Lapis.


“keluarlah kau


lapis!, jika tidak menyerahkan diri sekarang, akan kupastikan kau lenyap” ucap


Coenlan dengan lantang.


Lapis pun


berjalan keluar pulau dengan berpijak di atas air sembari berkata


“jangan salahkan


aku ya”


Puluhan pasukan


yang terdiri dari manusia Ikan, dan ikan besar telah siap bersiap untuk


menyerang dan berada di belakang Coenlan.


Lapis pun


mengangkat tangannya dan berkata “mari kita mulai” dengan tersenyum berlari


menuju Coenlan, Coenlan pun memerintahkan pasukannya untuk maju menyerang


Lapis, namun, pasukan tersebut telah lenyap.


Puluhan pasukan


yang berada di belakang Coenlan tersapu bersih akibat leedsichthys yang


melewatinya, dengan penuh amarah Coenlan menggunakan trisula dan menusukkan ke


tubuh Lapis, “apa kamu lupa, bahwa aku adalah air”


Dengan mudahnya


Lapis menembus tusukan tersebut, lalu membentuk tangan rakSasa dan menggenggam


Coenlan, “perlu kamu ketahui, Trisula ini, tak layak ada” sembari mempermainkan


trisula tersebut, Lapis pun mematahkan trisula tersebut di hadapan Coenlan.


Lalu ia berenang


ke dalam laut pergi ke bawah laut, sembari menyeret Coenlan lalu melemparnya ke


dasar laut dalam.


Lapis pun membuat


dirinya bernyala, dan terlihatlah beberapa ikan rakSasa berenang di sekitar,


Lapis pun menarik paksa Coenlan hingga ia kesulitan untuk bergerak “kalian apa


tidak lapar” ucap Lapis sembari melirik ikan-ikan rakSasa tersebut, mendengar


ucapan Lapis ikan-ikan tersebut berkerumun memakan Coenlan “cukup sampai di


sini, kekuasaan telah kembali kepada pemilik” lalu pergi ke Atlantis ia pun


berteriak meminta para warga keluar dengan berkata


“telah berakhir


masa Coelancanth, dan mulai sekarang kota ini harus berkembang dengan sendiri,


bila kalian butuh sesuatu pergilah ke Dewan Laut, dia yang akan memberikan


bantuan bagi kalian, dan bila aku mendengar di kota ini ada pemimpin, maka


kalian akan merasakan hal yang sama seperti dia”


Seusai berpidato


panjang Lapis pergi ke permukaan dan kembali ke pulau air, ia pun mendirikan


kota besar di pulau air tersebut, sebagai penghubung Atlantis dengan permukaan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2