Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
[Season 2] Eps 40 : Tamu tak di undang


__ADS_3


“sudah tidur


belum, aku bawakan es krim nih”


“kenapa kau masuk


seenaknya” ucap putra berbaring terbalut perban.


“sini aku bantu


duduk”


“kenapa kamu ajak


dia”


“dia ingin bicara


denganmu, aku keluar dulu ya, habis kan es krimnya”


“kamu bisa tanya


perawat, aku tidak tahu malay di ruang mana”


“kakak masih


tidak ingat aku” ucap sania dengan percaya diri bahwa putra adalah kakaknya.


“kenapa kamu


berpikir bahwa aku kakakmu” sembari menjilati es krim


[lain sisi]


“permisi ruangnya


peserta bernama malay di mana ya” tanya surya


“oh ke sana tuan


lalu ke kiri”


“oh iya terima


kasih”


Surya pun mengintip malay dari jendela luar


karena dilarang masuk.


“pasti


menyakitkan itu, harus merasakan kematian 2 kali”


“surya kamu ada


disana” ucap skyjin sedang menghubungi surya melalui telepati.


“iya aku disini,


ada apa”


“segera ke rumah


sakit, ada pertanda di sana”


“aku sudah di


rumah sakit”


“cepatnya”


“jenguk putra ada


apa”


“baguslah,


berjaga di sana sampai kuhubungi kembali”


[lain sisi]


“karena kamu


mirip kakakku”


“dengar ya, aku


memang pernah menghadapi ujian undead terakhir dan gagal, kegagalan tersebut


yang membuatku menjadi kakakmu, paham”


“jadi kakak


memang kakakku”


“itu hanya


peranku saat ujian”


“tapi kakak


memang kakakku kan”


“bisa di bilang


begitu”


Usai berbicara


dengan skyjin melalui telepati surya pun segera kembali ke putra.


Saat melewati


belokan surya bertemu dengan naila.


“huh aku siapa”


“kamu mengenalku”


“kita kan punya


indra yang sama”


“sedang apa kamu


di sini”


“jenguk putra


juga muridnya, kamu”


“cari mangsa”


“siapa”


“aku tidak tahu,


berhati-hatilah, dia lumayan mengerikan”


“apa dia jin


gila”


“aku tidak tahu”


berjalan melewati surya


Sesampai di depan


kamar putra saat ia memutar gagang pintu, ledakan besar melontarkannya hingga


ke ujung lorong, dengan cepat ia segera berlari menuju kamar putra, namun asap


menutupi kamar tersebut.


Sania pun


membopong putra dengan perlahan keluar dari kamar tersebut


“apa yang


terjadi”


“aku tidak tahu


kak”


“segera lihat


kamar malay”


Dengan tergesa


surya berlari menuju kamar malay


Tim medis pun


berdatangan mengobati putra.

__ADS_1


Sesampai di kamar


malay surya tidak menemukan malay ia pun kembali menemui putra dan berkata  “aku terlambat dia sudah tidak ada”


“bagaimana bisa”


“aku tidak tahu,


sebenarnya apa yang telah terjadi”


“tolong antar


sania kembali ke asramanya”


“apakah kamu akan


pergi sendiri”


“iya” dengan


napas berat.


“aku ikut” ucap


naila muncul tak terduga


“siapa kamu”


“dia naila”


“tidak perlu dia


muridku”


“tapi yang


menculik muridmu adalah mangsaku”


“awas nanti jadi


beban”


Surya pun pergi


meninggalkan rumah sakit dan mengantar sania kembali ke asrama, sesampai di


asrama sania segera beranjak menuju ranjangnya.


Ia pun mengingat


ucapan putra yang berkata “jangan sampai ada yang tahu bahwa kamu pernah


menjadi adikku”


Namun sania tidak


memahami apa yang di maksud putra.


Keesokan harinya


surya di panggil oleh skyjin


“muridnya putra


aku serahkan padamu”


“siap, apakah


sudah ketemu yang menyebabkan kekacauan kemarin”


“salah satu dari


iblis, sedang di selidiki sekarang” surya pergi ke asramanya sania.


Sesampai disana


surya berkata “karena putra sedang dirawat kalian akan berlatih denganku,


mengerti”


Akibat kekacauan


kemarin lapangan pun perlu di renovasi, surya pun membawa mereka ke ruang


olahraga.


^```````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````^


Nama : bahri


Umur : 28th


Maya : penjinak


^``````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````^


“karena kejadian


kemarin putra harus di rawat di RS jadi aku akan menggantikannya sebagai


pengajar kalian, oh iya hari ini hari akhir mengajar besok waktunya kalian


menghadapi ujian”


“tunggu hari hari


terakhir” tanya bahri


“iya, karena itu


jika ada pertanyaan silahkan bertanya”


“bagaimana


kondisi malay” tanya Lisa


“dia baik-baik


saja” Surya pun terpaksa berbohong terlihat Sania duduk terdiam.


Tak lama kemudian


datanglah skyjin menghampiri Surya sembari berkata


“bagaimana


kemampuan mereka” tanya skyjin


“ada peningkatan”


“baiklah semua,


hari ini akan ku jelaskan aturan tentang ujian undead esok, tolong dengarkan


baik-baik,  terdapat 4 ujian yang pertama


yaitu kalian harus membentuk tim dan berusaha bertahan selama mungkin, yang


kedua kalian harus mengalahkan jin satu lawan satu yang ketiga kalian akan di


uji dalam lingkup manusia dan kalian harus bisa menyelesaikan kasus tentang jin


gila yang berada di dunia untuk yang terakhir kalian lihat saja nanti, kalau


tidak paham tanya surya ok”


“tunggu dulu


ujiannya berbeda dengan yang di uji kan kepadaku”


“ya, oh itu, ada


sedikit kendala karena insiden kemarin, kita harus mencegah berkurangnya


korban”


“bukanya kemarin


tidak ada hubungannya dengan para peserta”


Surya pun


mengantar Skyjin hingga ke pintu keluar.


“apa maksudnya


iblis juga mengincar” gumam surya.


“Kak surya jadi


kami harus bagaimana” tanya bahri


“kita akan


mengembangkan maya kalian, kalian berlatihlah dahulu nanti aku panggil secara


bergantian dan lawanlah aku, bagaimana”


Para peserta pun


setuju surya pun memanggil peserta pertama untuk melawannya.

__ADS_1


“dokter apa kaki


tidak bisa di beri alat penggerak” tanya putra


“Anda sudah bosan


ya di RS, bisa tapi Anda jangan banyak gerak, peduli juga ya dengan para


peserta”


“iya, aku harus


menyelamatkan salah satu peserta yang di culik iblis”


“jadi Anda akan


bertarung”


“ya kenapa”


“kalau itu tidak


bisa kaki Anda akan lumpuh total”


“biarlah cepat


pasang!, jangan banyak bicara!”


“Baa...ik”


Usai pemasangan


kaki penyanggah putra segera keluar RS menuju istana Prejin


“dia bilang iblis


itu yang membuka kunci pembawa bencana ke 3, aku minta izin pergi ke alam naraka”


ucap Naila di hadapan Prejin


“bagaimana dia


bisa tahu kalau iblis tersebut berada di naraka”


“kalau itu aku


kurang tahu”


Tak lama kemudian


datang lah putra membuka pintu dan berkata


“aku ikut, dia


menculik salah satu peserta”


“kondisimu itu”


ucap Skyjin


“biarkan intinya


aku ikut”


“dia hanya


peserta untuk apa kau harus peduli”


“aku tidak tahu,


tapi aku harus bertanggung jawab sebagai pengajarnya”


“silahkan saja,


aku tidak peduli jika kau dalam bahaya”


Naila pun pergi


bersama putra keluar dari istana


“jangan jadi


beban”


“aku tahu”


“jadi portal ini


yang menjadi perantara alam”


“buruan”


Mereka berdua pun


melompat ke dalam portal tersebut.


“luar biasa


atmosfer di sini berubah drastis”


“kita lewat sini”


“tunggu apa kamu


tahu dia ada dimana, naila”


“berhenti”


“kenapa”


“kita kedatangan


tamu tak di undang bersiaplah”


“mengapa ada


manusia di sini, ini bukan waktu kalian disini”


Bebatuan tersebut


menetas secara bersamaan dan mengeluarkan cairan lengket membentuk ular


raksasa.


“sstsepertinya


kelahiran kami disambut dengan hidangan”


Putra pun


melempar bola apinya ke ular tersebut namun api ungu putra pun tidak memberikan


efek apapun ke tubuh ular tersebut.


“mengapa api ku


tidak membakarnya”


“karena panas


naraka tak sama dengan sarpa”


“lalu kita harus


bagaimana”


“kabur” sembari


membuat boneka naila dan putra kabur dari kejaran ular tersebut.


“cepat naik


kesini” ucap naila sembari mengulurkan tangannya dari atas bonekanya yang


raksasa.


Si boneka pun


berlari mundur sedangkan naila terus terusan membuat jahitan untuk menutupi


ikatan yang robek karena serangan dan pijakan si boneka.


Dengan terombang


ambing dan pusing Malay berusaha membuka matanya dengan perlahan, ia pun


terkejut melihat bola api melayang mengintari tubuhnya yang sedang berbaring.


“dia sudah


bangun, bagaimana ini”


“panggil boss”


“Siap”


‘siapa mereka’


gumam di dalam hati malay sembari terengah-engah karena kesulitan bernapas.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2