
“sudah tidur
belum, aku bawakan es krim nih”
“kenapa kau masuk
seenaknya” ucap putra berbaring terbalut perban.
“sini aku bantu
duduk”
“kenapa kamu ajak
dia”
“dia ingin bicara
denganmu, aku keluar dulu ya, habis kan es krimnya”
“kamu bisa tanya
perawat, aku tidak tahu malay di ruang mana”
“kakak masih
tidak ingat aku” ucap sania dengan percaya diri bahwa putra adalah kakaknya.
“kenapa kamu
berpikir bahwa aku kakakmu” sembari menjilati es krim
[lain sisi]
“permisi ruangnya
peserta bernama malay di mana ya” tanya surya
“oh ke sana tuan
lalu ke kiri”
“oh iya terima
kasih”
Surya pun mengintip malay dari jendela luar
karena dilarang masuk.
“pasti
menyakitkan itu, harus merasakan kematian 2 kali”
“surya kamu ada
disana” ucap skyjin sedang menghubungi surya melalui telepati.
“iya aku disini,
ada apa”
“segera ke rumah
sakit, ada pertanda di sana”
“aku sudah di
rumah sakit”
“cepatnya”
“jenguk putra ada
apa”
“baguslah,
berjaga di sana sampai kuhubungi kembali”
[lain sisi]
“karena kamu
mirip kakakku”
“dengar ya, aku
memang pernah menghadapi ujian undead terakhir dan gagal, kegagalan tersebut
yang membuatku menjadi kakakmu, paham”
“jadi kakak
memang kakakku”
“itu hanya
peranku saat ujian”
“tapi kakak
memang kakakku kan”
“bisa di bilang
begitu”
Usai berbicara
dengan skyjin melalui telepati surya pun segera kembali ke putra.
Saat melewati
belokan surya bertemu dengan naila.
“huh aku siapa”
“kamu mengenalku”
“kita kan punya
indra yang sama”
“sedang apa kamu
di sini”
“jenguk putra
juga muridnya, kamu”
“cari mangsa”
“siapa”
“aku tidak tahu,
berhati-hatilah, dia lumayan mengerikan”
“apa dia jin
gila”
“aku tidak tahu”
berjalan melewati surya
Sesampai di depan
kamar putra saat ia memutar gagang pintu, ledakan besar melontarkannya hingga
ke ujung lorong, dengan cepat ia segera berlari menuju kamar putra, namun asap
menutupi kamar tersebut.
Sania pun
membopong putra dengan perlahan keluar dari kamar tersebut
“apa yang
terjadi”
“aku tidak tahu
kak”
“segera lihat
kamar malay”
Dengan tergesa
surya berlari menuju kamar malay
Tim medis pun
berdatangan mengobati putra.
__ADS_1
Sesampai di kamar
malay surya tidak menemukan malay ia pun kembali menemui putra dan berkata “aku terlambat dia sudah tidak ada”
“bagaimana bisa”
“aku tidak tahu,
sebenarnya apa yang telah terjadi”
“tolong antar
sania kembali ke asramanya”
“apakah kamu akan
pergi sendiri”
“iya” dengan
napas berat.
“aku ikut” ucap
naila muncul tak terduga
“siapa kamu”
“dia naila”
“tidak perlu dia
muridku”
“tapi yang
menculik muridmu adalah mangsaku”
“awas nanti jadi
beban”
Surya pun pergi
meninggalkan rumah sakit dan mengantar sania kembali ke asrama, sesampai di
asrama sania segera beranjak menuju ranjangnya.
Ia pun mengingat
ucapan putra yang berkata “jangan sampai ada yang tahu bahwa kamu pernah
menjadi adikku”
Namun sania tidak
memahami apa yang di maksud putra.
Keesokan harinya
surya di panggil oleh skyjin
“muridnya putra
aku serahkan padamu”
“siap, apakah
sudah ketemu yang menyebabkan kekacauan kemarin”
“salah satu dari
iblis, sedang di selidiki sekarang” surya pergi ke asramanya sania.
Sesampai disana
surya berkata “karena putra sedang dirawat kalian akan berlatih denganku,
mengerti”
Akibat kekacauan
kemarin lapangan pun perlu di renovasi, surya pun membawa mereka ke ruang
olahraga.
^```````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````^
Nama : bahri
Umur : 28th
Maya : penjinak
^``````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````^
“karena kejadian
kemarin putra harus di rawat di RS jadi aku akan menggantikannya sebagai
pengajar kalian, oh iya hari ini hari akhir mengajar besok waktunya kalian
menghadapi ujian”
“tunggu hari hari
terakhir” tanya bahri
“iya, karena itu
jika ada pertanyaan silahkan bertanya”
“bagaimana
kondisi malay” tanya Lisa
“dia baik-baik
saja” Surya pun terpaksa berbohong terlihat Sania duduk terdiam.
Tak lama kemudian
datanglah skyjin menghampiri Surya sembari berkata
“bagaimana
kemampuan mereka” tanya skyjin
“ada peningkatan”
“baiklah semua,
hari ini akan ku jelaskan aturan tentang ujian undead esok, tolong dengarkan
baik-baik, terdapat 4 ujian yang pertama
yaitu kalian harus membentuk tim dan berusaha bertahan selama mungkin, yang
kedua kalian harus mengalahkan jin satu lawan satu yang ketiga kalian akan di
uji dalam lingkup manusia dan kalian harus bisa menyelesaikan kasus tentang jin
gila yang berada di dunia untuk yang terakhir kalian lihat saja nanti, kalau
tidak paham tanya surya ok”
“tunggu dulu
ujiannya berbeda dengan yang di uji kan kepadaku”
“ya, oh itu, ada
sedikit kendala karena insiden kemarin, kita harus mencegah berkurangnya
korban”
“bukanya kemarin
tidak ada hubungannya dengan para peserta”
Surya pun
mengantar Skyjin hingga ke pintu keluar.
“apa maksudnya
iblis juga mengincar” gumam surya.
“Kak surya jadi
kami harus bagaimana” tanya bahri
“kita akan
mengembangkan maya kalian, kalian berlatihlah dahulu nanti aku panggil secara
bergantian dan lawanlah aku, bagaimana”
Para peserta pun
setuju surya pun memanggil peserta pertama untuk melawannya.
__ADS_1
“dokter apa kaki
tidak bisa di beri alat penggerak” tanya putra
“Anda sudah bosan
ya di RS, bisa tapi Anda jangan banyak gerak, peduli juga ya dengan para
peserta”
“iya, aku harus
menyelamatkan salah satu peserta yang di culik iblis”
“jadi Anda akan
bertarung”
“ya kenapa”
“kalau itu tidak
bisa kaki Anda akan lumpuh total”
“biarlah cepat
pasang!, jangan banyak bicara!”
“Baa...ik”
Usai pemasangan
kaki penyanggah putra segera keluar RS menuju istana Prejin
“dia bilang iblis
itu yang membuka kunci pembawa bencana ke 3, aku minta izin pergi ke alam naraka”
ucap Naila di hadapan Prejin
“bagaimana dia
bisa tahu kalau iblis tersebut berada di naraka”
“kalau itu aku
kurang tahu”
Tak lama kemudian
datang lah putra membuka pintu dan berkata
“aku ikut, dia
menculik salah satu peserta”
“kondisimu itu”
ucap Skyjin
“biarkan intinya
aku ikut”
“dia hanya
peserta untuk apa kau harus peduli”
“aku tidak tahu,
tapi aku harus bertanggung jawab sebagai pengajarnya”
“silahkan saja,
aku tidak peduli jika kau dalam bahaya”
Naila pun pergi
bersama putra keluar dari istana
“jangan jadi
beban”
“aku tahu”
“jadi portal ini
yang menjadi perantara alam”
“buruan”
Mereka berdua pun
melompat ke dalam portal tersebut.
“luar biasa
atmosfer di sini berubah drastis”
“kita lewat sini”
“tunggu apa kamu
tahu dia ada dimana, naila”
“berhenti”
“kenapa”
“kita kedatangan
tamu tak di undang bersiaplah”
“mengapa ada
manusia di sini, ini bukan waktu kalian disini”
Bebatuan tersebut
menetas secara bersamaan dan mengeluarkan cairan lengket membentuk ular
raksasa.
“sstsepertinya
kelahiran kami disambut dengan hidangan”
Putra pun
melempar bola apinya ke ular tersebut namun api ungu putra pun tidak memberikan
efek apapun ke tubuh ular tersebut.
“mengapa api ku
tidak membakarnya”
“karena panas
naraka tak sama dengan sarpa”
“lalu kita harus
bagaimana”
“kabur” sembari
membuat boneka naila dan putra kabur dari kejaran ular tersebut.
“cepat naik
kesini” ucap naila sembari mengulurkan tangannya dari atas bonekanya yang
raksasa.
Si boneka pun
berlari mundur sedangkan naila terus terusan membuat jahitan untuk menutupi
ikatan yang robek karena serangan dan pijakan si boneka.
Dengan terombang
ambing dan pusing Malay berusaha membuka matanya dengan perlahan, ia pun
terkejut melihat bola api melayang mengintari tubuhnya yang sedang berbaring.
“dia sudah
bangun, bagaimana ini”
“panggil boss”
“Siap”
‘siapa mereka’
gumam di dalam hati malay sembari terengah-engah karena kesulitan bernapas.
Bersambung...
__ADS_1