Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
[Season 2] Eps 54 : Pasca WWA 3 di pengulangan 3 puncak telah terlihat


__ADS_3

Bertempat di the Portal Arif yang sedang menghitung jumlah penghuni


the Portal merasa penasaran, setelah Catly menyuguhkan minuman Arif pun


bertanya dengan berkata “apa aku punya hak untuk menggunakan Sheeva atau Sountor


sebagai pasukanku” ucap Arif lalu meminum minuman yang telah di berikan oleh


Catly, dengan tersenyum Catly berkata “sesuai kehendakmu, Master”


“baiklah kalau begitu sebelum aku berhadapan dengannya, tolong persiapkan


tontonan menarik, bisa ?” ucap Arif lalu meletakan gelas tersebut, dan berdiri


meninggal the Portal menuju ke Alam Fana.


[Lain Sisi]


Dalam perjalanan menuju tempat Dkah berada Arif merasakan keberadaan


sesuatu yang sama dengan Dkah, alhasil Arif menjadi bingung dan bertanya-tanya


‘apa yang terjadi mengapa ada dua’ ucap Arif dalam benaknya.


Sylph yang merasakan tekanan yang tajam, berusaha menahan diri lalu


tidak lama kemudian muncullah sebuah portal kecil lalu seekor kucing melompat


dari dalam portal tersebut lalu berubah wujud menjadi manusia sembari berkata


“senang bertemu denganmu master” ucap Catly


“bagaimana sudah siap” ucap Arif.


“sudah master, silakan dinikmati” ucap Catly


 



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


[ Eps 54 : Pasca WWA 3 di pengulangan 3 puncak


telah terlihat ]


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Dkah yang sedang berjalan melihat kericuhan yang terjadi dimana setiap


manusia berusaha mencuri barang, benda milik orang lain untuk kepentingan diri.


Ia pun tertawa sembari mengetukkan tongkatnya secara berirama.


Dari kejauhan di atas langit Arif, Nagisa, Sylph dan Catly sedang


melihat tindakan yang di lakukan Dkah.


“Apa yang kamu rencanakan” Ucap Nagisa.


“lihat saja, baiklah sekarang turunkan” ucap Arif


“baik master” ucap Catly


Muncullah Portal kecil dan turunlah seorang anak laki jatuh ke atas


atap rumah orang lain, ia pun berusaha turun, dan berjalan menghampiri Dkah.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Nama : Yarn


Jenis : Penghuni portal


Penggambaran : garis tipis berwarna merah bebas berkeliaran.


Wujud : bocah laki umur 8th


Kemampuan : mengambil apa yang bukan miliknya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


“permisi” ucapnya bertanya ke Dkah.


“siapa kamu, mana orang tuamu” ucap Dkah memancarkan aksinya untuk


menyesatkan.


“eh, hebat boleh ku pinjam ini” ucap Yarn sembari memukulkan


tongkatnya Dkah ke setiap mobil.


“tunggu, bagaimana bisa.. hei nak bisa kembalikan”


“untuk apa, lagi pula kamu bisa berjalan” ucap Yarn


[ Lain Sisi ]


“siapa dia” ucap Nagisa


“apa yang akan ia lakukan” ucap Arif


“dia akan menghancurkan tongkat itu untuk membantu master” ucap Catly

__ADS_1


“begitu ya, kita rubah rencananya, boleh,.. kan” ucap Arif


“silakan master”


[ Lain Sisi ]


“ambil saja kalau bisa”


Dkah pun membuka mata kanannya dan mengeluarkan tulisan aneh di dalam


matanya lalu berkata “kembalikan atau kau akan celaka”


“wah gawat nih, bagaimana kalau jawab tidak” ucap Catly


perlahan tulisan tersebut keluar dari matanya dan berpindah ke dahinya.


Arif pun memutuskan melompat sembari mengeluarkan benang dari tangannya


dan menarik tongkat tersebut lalu melemparkannya ke Dkah.


“cukup sampai di sini.. aku sekarang tahu siapa dirimu... dan kamu


kembalilah serahkan padaku” ucap Arif menepuk tangannya lalu menyilangkan


tangannya dan menjentikkan jarinya sembari berkata “dual sword” Dkah yang mendengar


suara tersebut di telinganya lalu menghindarinya sembari berkata “siapa kamu”


“ya... luput, ayolah sekali-kali kena lah” ucap Arif. Yang menghentakkan


kakinya lalu muncullah tanah di belakang kakinya, Arif pun menggunakan tanah


tersebut sebagai pijakan untuk bergerak cepat menuju Dkah.


Dengan cepat Dkah menggunakan tongkat untuk menangkis serangan pedangnya


Arif, namun pedang tersebut telah menghilang, melainkan kaki Ariflah yang tertangkis


oleh tongkat tersebut.


“hoaah... membosankan.. bisa kau jauh lebih serius” ucap Arif


Dkah pun mematahkan tongkatnya untuk menjadikan 2 lalu mengubahnya


menjadi palu dan keris lalu menghantamkan palunya ke kepala mayat manusia


tersebut.


Yarn yang berada di dekatnya Arif merasa berat dalam bernafas, ia pun


segera melompat ke atas langit menemui Catly dan berkata “sepertinya sudah


terlihat siapa pemenangnya”


kerisnya dengan darah tersebut.


“bangkitlah keabadianku” ucap Dkah menusukkan keris tersebut ke tubuhnya


sendiri, dan mengubah kembali palu dan kerisnya menjadi tongkat lalu


menyambungkannya.


“sudah...? sekarang giliranku” ucap Arif, mata Arif berputar berubah


menjadi lebih kecil dengan warna pupil yang semula warna hitam sekarang menjadi


merah pekat.


Arif Pun melompat dengan elemen anginnya lalu memukul kepala Dkah,


dengan cepat Dkah menangkisnya namun kepala Dkah terlanjur berdarah.


Arif pun berputar dengan menggunakan tongkat Dkah melompat menjauhi


Dkah dan melayang dengan perlahan bagaikan daun yang jatuh.


‘sehebat apa dia’ ucap Nagisa dalam benaknya.


Merasa kesal di tindas Dkah langsung mematahkan lehernya untuk memulihkan


tubuhnya.


Dengan rupa datar dan biasa Arif berjalan lalu mengedipkan matanya,


dan berubahlah matanya menjadi lebih besar dengan bergradasi warna merah biru putih


hitam kuning.


Perlahan hempasan Angin muncul di mengitari tubuhnya lalu gelombang


air ikut menyusul bersamaan dengan pecahan kerikil tanah,  dan kobaran api dengan warna biru dan petir


di sampingnya.


“Itu...” ucap Nagisa.


“ya itu diagram to elementary final mode” ucap Sylph


Dengan perlahan arif menjulurkan tangannya sontak angin, air, tanah


api bersamaan menyerang Dkah, dengan sekuat tenaga Dkah menangkisnya dengan


tongkatnya juga memakannya, usai menjulurkan tangan, arif mengangkat tangannya

__ADS_1


lalu menurunkan tangannya bersamaan petir menyambar.


Tapi Dkah menggunakan tongkatnya untuk menangkal petir tersebut.


“mungkin aku harus segera akhiri ini” ucap Arif


Untuk terakhir kalinya mata arif berubah lagi, pupilnya berwarna putih


dengan mata hitam melingkarinya.


Dkah pun mencekik tubuhnya untuk membuatnya terlahir kembali.


Setelah itu ia segera mematahkan tongkatnya kembali dan berlari menuju


Arif dan memukulkannya ke Arif dengan mudah arif menghindarinya lalu melirik


kan matanya ke tongkat Dkah, alhasil tongkat tersebut terlempar jauh ke atas


langit.


Karena tersisa satu arif sekali melirikkan matanya ke tongkat tersebut


lalu melirik ke atas, tongkat tersebut pun terlempar ke atas.


“apa yang kau lakukan”


Entahlah” ucap Arif mengedipkan matanya.


Matanya pun kembali normal, dengan tenang Arif menghilang dan berada


di belakang Dkah lalu memegang tangannya sembari berkata “kembalilah kau bukan


tandinganku, dari tadi kau hanya terjebak dalam permainanku, dan sekarang aku


bosan.” Rantai dari Naraka muncul dari tanah mengikat kedua tangan dan kakinya Dkah,


lalu mencekik leher Dkah.


Usai itu Arif membuatkan sebuah cangkang telur raksasa dari tanah lalu


menepuk tangannya, cangkang tersebut pun menutup dengan sendirinya dengan Dkah


yang berada di dalamnya.


Usai itu Arif menyentuh cangkang tersebut lalu menghilang “kembalilah”


Cangkang telur tersebut pun telah di pindahkan ke pulau socotra,


perlahan badai lebat pun mulai mengitari pulau tersebut, bersamaan dengan


pusaran laut.


“itu akan mencegah manusia ke sana” ucap Vilan dari Altarisk.


Setelah itu Arif memanggil smartcom dan memerintahkannya untuk membuka


prodential Worlds, dengan begitu arif bisa mengembalikan kerusakan akibat Dkah


dan menghapus ingatan para manusia dengan 2 tombol yaitu undo dan backup


memory.


Nagisa pun turun bersama Sylph dan Catly.


“apa yang terjadi” ucap Nagisa melihat ribuan cahaya berbentuk pixel


memperbaiki bangunan, dan manusia yang mati hidup kembali.


“memperbaiki” ucap Arif


“siapa kamu” tanya Nagisa


“entahlah, coba tebak siapa aku” ucap Arif.


Setelah dunia kembali normal, Arif mengucapkan perpisahan dengan


Nagisa


“lupakan aku, dan tolong jangan bunuh bayi itu, karena dia akan


menjadi bahaya”


Setelah mengucapkan itu Nagisa mulai melupakan kejadian yang telah


terjadi dan segera menghubungi Vilan, untuk mempersiapkan kedatangan Dkah.


“sudah selesai, terima kasih karena telah mendidiknya” ucap Vilan


“maksud kakak apa”


“sekarang bayi itu terserah padamu karena dia adalah bencana” ucap Vilan


Menutup telepati dengan Nagisa.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Bersambung


[ Selanjutnya Eps 55 : Pembukaan ]


[ Eps terakhir telah terbuka ]


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


__ADS_2