
Bertempat di the Portal Arif yang sedang menghitung jumlah penghuni
the Portal merasa penasaran, setelah Catly menyuguhkan minuman Arif pun
bertanya dengan berkata “apa aku punya hak untuk menggunakan Sheeva atau Sountor
sebagai pasukanku” ucap Arif lalu meminum minuman yang telah di berikan oleh
Catly, dengan tersenyum Catly berkata “sesuai kehendakmu, Master”
“baiklah kalau begitu sebelum aku berhadapan dengannya, tolong persiapkan
tontonan menarik, bisa ?” ucap Arif lalu meletakan gelas tersebut, dan berdiri
meninggal the Portal menuju ke Alam Fana.
[Lain Sisi]
Dalam perjalanan menuju tempat Dkah berada Arif merasakan keberadaan
sesuatu yang sama dengan Dkah, alhasil Arif menjadi bingung dan bertanya-tanya
‘apa yang terjadi mengapa ada dua’ ucap Arif dalam benaknya.
Sylph yang merasakan tekanan yang tajam, berusaha menahan diri lalu
tidak lama kemudian muncullah sebuah portal kecil lalu seekor kucing melompat
dari dalam portal tersebut lalu berubah wujud menjadi manusia sembari berkata
“senang bertemu denganmu master” ucap Catly
“bagaimana sudah siap” ucap Arif.
“sudah master, silakan dinikmati” ucap Catly
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
[ Eps 54 : Pasca WWA 3 di pengulangan 3 puncak
telah terlihat ]
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Dkah yang sedang berjalan melihat kericuhan yang terjadi dimana setiap
manusia berusaha mencuri barang, benda milik orang lain untuk kepentingan diri.
Ia pun tertawa sembari mengetukkan tongkatnya secara berirama.
Dari kejauhan di atas langit Arif, Nagisa, Sylph dan Catly sedang
melihat tindakan yang di lakukan Dkah.
“Apa yang kamu rencanakan” Ucap Nagisa.
“lihat saja, baiklah sekarang turunkan” ucap Arif
“baik master” ucap Catly
Muncullah Portal kecil dan turunlah seorang anak laki jatuh ke atas
atap rumah orang lain, ia pun berusaha turun, dan berjalan menghampiri Dkah.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Nama : Yarn
Jenis : Penghuni portal
Penggambaran : garis tipis berwarna merah bebas berkeliaran.
Wujud : bocah laki umur 8th
Kemampuan : mengambil apa yang bukan miliknya.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
“permisi” ucapnya bertanya ke Dkah.
“siapa kamu, mana orang tuamu” ucap Dkah memancarkan aksinya untuk
menyesatkan.
“eh, hebat boleh ku pinjam ini” ucap Yarn sembari memukulkan
tongkatnya Dkah ke setiap mobil.
“tunggu, bagaimana bisa.. hei nak bisa kembalikan”
“untuk apa, lagi pula kamu bisa berjalan” ucap Yarn
[ Lain Sisi ]
“siapa dia” ucap Nagisa
“apa yang akan ia lakukan” ucap Arif
“dia akan menghancurkan tongkat itu untuk membantu master” ucap Catly
__ADS_1
“begitu ya, kita rubah rencananya, boleh,.. kan” ucap Arif
“silakan master”
[ Lain Sisi ]
“ambil saja kalau bisa”
Dkah pun membuka mata kanannya dan mengeluarkan tulisan aneh di dalam
matanya lalu berkata “kembalikan atau kau akan celaka”
“wah gawat nih, bagaimana kalau jawab tidak” ucap Catly
perlahan tulisan tersebut keluar dari matanya dan berpindah ke dahinya.
Arif pun memutuskan melompat sembari mengeluarkan benang dari tangannya
dan menarik tongkat tersebut lalu melemparkannya ke Dkah.
“cukup sampai di sini.. aku sekarang tahu siapa dirimu... dan kamu
kembalilah serahkan padaku” ucap Arif menepuk tangannya lalu menyilangkan
tangannya dan menjentikkan jarinya sembari berkata “dual sword” Dkah yang mendengar
suara tersebut di telinganya lalu menghindarinya sembari berkata “siapa kamu”
“ya... luput, ayolah sekali-kali kena lah” ucap Arif. Yang menghentakkan
kakinya lalu muncullah tanah di belakang kakinya, Arif pun menggunakan tanah
tersebut sebagai pijakan untuk bergerak cepat menuju Dkah.
Dengan cepat Dkah menggunakan tongkat untuk menangkis serangan pedangnya
Arif, namun pedang tersebut telah menghilang, melainkan kaki Ariflah yang tertangkis
oleh tongkat tersebut.
“hoaah... membosankan.. bisa kau jauh lebih serius” ucap Arif
Dkah pun mematahkan tongkatnya untuk menjadikan 2 lalu mengubahnya
menjadi palu dan keris lalu menghantamkan palunya ke kepala mayat manusia
tersebut.
Yarn yang berada di dekatnya Arif merasa berat dalam bernafas, ia pun
segera melompat ke atas langit menemui Catly dan berkata “sepertinya sudah
terlihat siapa pemenangnya”
kerisnya dengan darah tersebut.
“bangkitlah keabadianku” ucap Dkah menusukkan keris tersebut ke tubuhnya
sendiri, dan mengubah kembali palu dan kerisnya menjadi tongkat lalu
menyambungkannya.
“sudah...? sekarang giliranku” ucap Arif, mata Arif berputar berubah
menjadi lebih kecil dengan warna pupil yang semula warna hitam sekarang menjadi
merah pekat.
Arif Pun melompat dengan elemen anginnya lalu memukul kepala Dkah,
dengan cepat Dkah menangkisnya namun kepala Dkah terlanjur berdarah.
Arif pun berputar dengan menggunakan tongkat Dkah melompat menjauhi
Dkah dan melayang dengan perlahan bagaikan daun yang jatuh.
‘sehebat apa dia’ ucap Nagisa dalam benaknya.
Merasa kesal di tindas Dkah langsung mematahkan lehernya untuk memulihkan
tubuhnya.
Dengan rupa datar dan biasa Arif berjalan lalu mengedipkan matanya,
dan berubahlah matanya menjadi lebih besar dengan bergradasi warna merah biru putih
hitam kuning.
Perlahan hempasan Angin muncul di mengitari tubuhnya lalu gelombang
air ikut menyusul bersamaan dengan pecahan kerikil tanah, dan kobaran api dengan warna biru dan petir
di sampingnya.
“Itu...” ucap Nagisa.
“ya itu diagram to elementary final mode” ucap Sylph
Dengan perlahan arif menjulurkan tangannya sontak angin, air, tanah
api bersamaan menyerang Dkah, dengan sekuat tenaga Dkah menangkisnya dengan
tongkatnya juga memakannya, usai menjulurkan tangan, arif mengangkat tangannya
__ADS_1
lalu menurunkan tangannya bersamaan petir menyambar.
Tapi Dkah menggunakan tongkatnya untuk menangkal petir tersebut.
“mungkin aku harus segera akhiri ini” ucap Arif
Untuk terakhir kalinya mata arif berubah lagi, pupilnya berwarna putih
dengan mata hitam melingkarinya.
Dkah pun mencekik tubuhnya untuk membuatnya terlahir kembali.
Setelah itu ia segera mematahkan tongkatnya kembali dan berlari menuju
Arif dan memukulkannya ke Arif dengan mudah arif menghindarinya lalu melirik
kan matanya ke tongkat Dkah, alhasil tongkat tersebut terlempar jauh ke atas
langit.
Karena tersisa satu arif sekali melirikkan matanya ke tongkat tersebut
lalu melirik ke atas, tongkat tersebut pun terlempar ke atas.
“apa yang kau lakukan”
Entahlah” ucap Arif mengedipkan matanya.
Matanya pun kembali normal, dengan tenang Arif menghilang dan berada
di belakang Dkah lalu memegang tangannya sembari berkata “kembalilah kau bukan
tandinganku, dari tadi kau hanya terjebak dalam permainanku, dan sekarang aku
bosan.” Rantai dari Naraka muncul dari tanah mengikat kedua tangan dan kakinya Dkah,
lalu mencekik leher Dkah.
Usai itu Arif membuatkan sebuah cangkang telur raksasa dari tanah lalu
menepuk tangannya, cangkang tersebut pun menutup dengan sendirinya dengan Dkah
yang berada di dalamnya.
Usai itu Arif menyentuh cangkang tersebut lalu menghilang “kembalilah”
Cangkang telur tersebut pun telah di pindahkan ke pulau socotra,
perlahan badai lebat pun mulai mengitari pulau tersebut, bersamaan dengan
pusaran laut.
“itu akan mencegah manusia ke sana” ucap Vilan dari Altarisk.
Setelah itu Arif memanggil smartcom dan memerintahkannya untuk membuka
prodential Worlds, dengan begitu arif bisa mengembalikan kerusakan akibat Dkah
dan menghapus ingatan para manusia dengan 2 tombol yaitu undo dan backup
memory.
Nagisa pun turun bersama Sylph dan Catly.
“apa yang terjadi” ucap Nagisa melihat ribuan cahaya berbentuk pixel
memperbaiki bangunan, dan manusia yang mati hidup kembali.
“memperbaiki” ucap Arif
“siapa kamu” tanya Nagisa
“entahlah, coba tebak siapa aku” ucap Arif.
Setelah dunia kembali normal, Arif mengucapkan perpisahan dengan
Nagisa
“lupakan aku, dan tolong jangan bunuh bayi itu, karena dia akan
menjadi bahaya”
Setelah mengucapkan itu Nagisa mulai melupakan kejadian yang telah
terjadi dan segera menghubungi Vilan, untuk mempersiapkan kedatangan Dkah.
“sudah selesai, terima kasih karena telah mendidiknya” ucap Vilan
“maksud kakak apa”
“sekarang bayi itu terserah padamu karena dia adalah bencana” ucap Vilan
Menutup telepati dengan Nagisa.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Bersambung
[ Selanjutnya Eps 55 : Pembukaan ]
[ Eps terakhir telah terbuka ]
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
__ADS_1