
Setelah berdebat dengan Nagisa, Arif segera pergi menemui rekan timnya,
Namu dari atas langit terlihat portal kecil yang tertutupi awan hitam,
suasana mendung tersebut membuat penglihatan tampak kabur, Arif yang tidak
mengetahui itu berjalan dengan santai, di saat itu juga muncullah makhluk aneh
yang sedang terbang dengan cepat mengarah ke Arif, lalu menculiknya dan pergi
membawanya kembali ke portal tersebut tempat ia keluar.
Kahfi yang
sedang mengambil sesuatu melihat Arif terculik dari kejauhan sontak berkata “hei!,
mau dibawa ke mana Arif itu” teriaknya Kahfi ke makhluk tersebut, namun makhluk
tersebut hanya mengejeknya, tak lama kemudian kawan setimnya mendengarnya dan
langsung mendatangi Kahfi, sembari berteriak dan mengejar, namun kahfi telah
terlambat, Silver yang mencoba melempar esnya tidak mengenainya, dengan senyum
makhluk itu berkata “sungguh naif kalian” portal pun tertutup Kahfi dengan
temannya merasa menyesal karena gagal menolongnya.
Faid pun segera
pergi melapor kepada Nagisa, mereka pun menyusul ke Nagisa kami pun menjelaskan
kepada Nagisa mengenai Arif yang di culik, Nagisa pun langsung memerintahkan
para petugas untuk mencari Arif, Kahfi dan temanya pun juga ingin ikut mencari Arif,
namun Nagisa menghentikan kami, karena ia pikir kami nanti juga di culik, kami
pun diminta diam bersamanya, rasa cemas dan kawatir terus menghantui kami, tapi
Kahfi menyemangati kami
“Arif kan kuat, dia jauh lebih hebat dari pada
kita, ia pasti mampu bertahan.”
“ia
betul, dia saja bisa memotong pohon dengan cepat, dia pasti bisa kembali dengan
selamat”
Para
penjaga dari segara penjuru, melapor kepada Nagisa, bahwa Arif masih belum di
temukan, Nagisa pun turun tangan mencarinya sendiri, seharian Nagisa pergi
mengitari dunia, namun tidak di temukan.
keesokan
harinya Nagisa kembali ke rumah dan menjelaskan bahwa Arif tidak di temukan
“mungkin
dia” gumam Nagisa
“dia
pasti kembali, aku sepupunya, aku tahu dia kuat” ujar Kahfi,
Setelah kejadian tersebut...
[ Lain Sisi ]
Sampailah Arif ke arus waktu dan terjatuh ke eranya S3, dengan
bermodal tekad, Arif berusaha bertahan hidup dan berlatih dalam bimbingan S3,
hingga tiba ia menjadi proporsi wali sebagai para Sang.
Ia pun di bawa ke atas langit dan di izinkan menggunakan kemampuan para
sang diantaranya Sang Kehidupan, Sang Waktu, Sang Kematian, setelah proses latihan
mental dan indra nya ia di ujikan oleh Sang Kehidupan di eranya Nagisa, ia pun
__ADS_1
bertemu dengan Mahaguru, dan berlatih aliran beladiri kuno yaitu Tepian,
Tapakkan, Tebasan, dan itu hanya teknik dasarnya, setelah usai latihan Mahaguru
menawarkan cara pintas untuk kembali ke waktu ia berada, ia pun di minta
menjadi peserta undead, dengan kematiannya sebagai persyaratannya, kematian pun
ia terima, dan berhasil menjadi peserta undead, Alam baru pun berhasil ia
kunjungi yaitu Alam Sarpa tempat bangsa Jin berada.
Setelah melewati ujian undead 1 dan 2 Arif mengetahui bahwa Mayanya sumber
energi dari kekuatan undeadnya yaitu null, dengan bermodal elemennya ia memanfaatkan
energi mana beradaptasi dengan maya.
Para penguji pun takjub dengan setiap hasil ujiannya, dan tibalah ujian
3 dan 4 di ujian ke 4 Arif berhasil berpindah ke Alam Fana lebih tepatnya ke
tahun ia terlahir di mana ia berada di
ruangnya milik Sang Hampa, alasan ia bisa berada di sana karena Fana selaku
pemilik Alam Fana berusaha membuktikan siapa bencana sebenarnya, dalam ketakutan
Arif harus bertahan dalam serangan Dkah, karena tidak mengatasinya, Arif memohon
untuk melakukan pengulangan, pengulangan pun terjadi namun tertunda, tapi dalam
benaknya Arif itu telah terjadi, alasan pengulangan di tunda agar Nagisa bisa
mendapatkan muridnya yaitu Arif, usai itu pengulangan ke 1 pun terjadi.
Setelah selesai melakukan ujian undead ke 3nya Arif memasuki portal
dan di jebak oleh Vilan ia menukar arus portal dan tibalah Arif ke Alam Fana
buatan milik Nagisa, yang didapatkan dari Sang Hampa, ruang tersebut pun mirip
dengan Bumi.
Disana kemampuan Arif sudah jauh lebih baik dari sebelum pengulangan pertama,
untuk mengasah kemampuan, saat di ruang tiruan tersebut ia bertemu dengan teman
undeadnya yang juga terjebak dan membantu arif mengalahkan Dkah.
Arif pun lelah merasa kalah dengan Dkah, ia pun memberitahu Nagisa namun
Nagisa tidak mengingat siapa Arif dengan pertarungan singkat mereka pun berhasil
bekerja sama dalam mengalahkan Dkah.
Setelah dunia tiruan menjadi taruhannya, Nagisa di minta untuk tidak
membunuh seorang bayi karena bayi itu adalah Arif.
Arif dengan kage pun menghilang kembali ke Alam Sarpa.
Dalam pengulangan ke 3 setelah melewati ujian ke 3, Arif meminta ke
prejin dan skyjin untuk ujian ke 4nya untuk melawan Dkah, mereka pun menyetujui
karena Arif adalah murid Mahaguru setahunya, alasan Arif percaya diri adalah
karena mengingat kejadian di pengulangan pertama dan ke 2.
Ia pun tampil dengan gagah dan pemberani karena ia telah melewati kejadian
buruk, sesampai di Alam Fana ia melihat pertarungan Nagisa dengan Dkah, Arif
pun menunggu Nagisa di kalahkan usai itu ia pergi menolongnya dan meminta izin
padanya untuk menggantikannya, di sana terdapat Sylph dan Catly yang membantu
Arif untuk menjalankan rencananya.
Setelah bertemu dengan Dkah Arif bertarung dengan santai karena kemampuan
Dkah sangat, sangat, sangatlah jauh dengan kemampuan yang di miliki Arif, tapi
Arif mencoba membuat Dkah merasa kesal agar ia tahu rasa lemah.
Setelah Dkah di kalahkan Arif meminta Nagisa untuk tidak membunuh bayi
__ADS_1
calon bencana, karena Nagisa akan menyesalinya.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
[ Eps 55 : Pembukaan ]
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Alam Naraka...
Shophia sedang tertawa bahagia melihat Dkah tersingkirkan, ia pun meminta
Si penghancur waktu untuk mencarikan cara agar dirinya bisa terbebas.
Alam Swarga...
Malaikat Higiyd menerima laporan bahwa 2 malaikat penghianat sedang bersembunyi
di Naraka bawah.
Alam Sarpa...
Calon undead baru pun berhasil menyelamatkan diri dari serangan Si
penghancur Waktu, Malay bersama yang lainnya, sedang di rawat inap.
Alam Fana...
Setelah menghilang cukup jauh dan berhasil kembali dalam kurung waktu 3
bulan Kahfi dan lainnya merasa senang bisa melihat Arif.
Menghindari masa lalu Arif hanya menceritakan bagian pentingnya ke
Nagisa dan kawannya.
Alam Perhitungan...
Para malaikat Sedang mengepung Malaikat penghianat yang bersembunyi merencanakan
untuk penangkapan.
Alam Lepas...
Fana yang sedang berjalan menggunakan payungnya melompat lompat antar
planet berkata “satu.. dua.. tiga.. 4.. 5.. hmm hal menarik apa lagi yang akan
terjadi bila si bencana di biarkan hidup” ia pun melompat turun dari planet ke
bawah galaksi dengan membuka payungnya.
Naraka...
“sepertinya mereka suka bergerak dengan perlahan ya”
“begitu kah menurutmu”
“iya... aku menantikannya”
Alam Siluman...
Makan saling memakan dengan tidak peduli siapa mereka, asal bukan
keluarga.
Alam Lepas...
“setelah kepunahan ke 3 tiada, siapakah yang akan mengatasi kepunahan
ke 4”
“bukanya si bencana sudah cukup kuat”
“begitu menurutmu, dia sudah terlalu tua nantinya” ucap Dnah
“lalu siapa kalau bukan dia” ucap ....
“lihat saja nanti, pasti ada di generasi mendatang jika memang ada”
ucap Dnah.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
...Bersambung...
__ADS_1
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~