Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
[Season 2] Eps 41 : Ujian Bertahan


__ADS_3


Tahun 1923 yang


menjadi awal perjalanan dia menunjukkan siapa dirinya pada dunia, tapi dia


terpenuhi oleh hal yang tak di sangka, sempat berpikir bahwa segala aksi dia


adalah perencanaannya untuk menghancur dunia, namun itu sebaliknya dan dia


tidak mengatakan apakah itu yang menjadi awal atau akhir bagi dunia.


Sebelumnya di eps


40 yang berjudul tamu tak di undang Putra bersama Naila telah menerima izin


memasuki alam Naraka dan tiba di narka depan, sementara itu kedatangan mereka


di sambut dengan menetasnya bayi bangsa serpent yang sedang kelaparan dan


berusaha memakan Naila dan putra, jauh di neraka depan bagian tengah Malay


telah tersadarkan namun indra matanya masih belum bisa melihat wujud sebenarnya


dari iblis, maka dari itu ia hanya melihat bola api yang melayang, sementara di


alam sarpa Skyjin sudah mengumumkan bahwa esok menjadi awal ujian para peserta


akankah Malay bisa kembali dengan selamat dan mengikuti ujian.


“sekarang


gilirannya Sania”


“baik kak”


Dengan cepat


Sania berlari menuju ke putra sembari mengeluarkan gunting besarnya lalu


menodongkan ke Surya, dengan lihai surya memegang bilah gunting tersebut dan


menghentikannya.


“sebenarnya tadi


bisa membunuhku jika kamu bersungguh, apa yang sedang kamu pikirkan” tanya


surya sembari membersihkan darah di tangannya.


“kakakku dan


malay” ucap Sania dengan berbisik.


“mengapa kamu


cemas, kamu meragukan kekuatan putra”


Surya pun


membantingkan gunting tersebut Sania pun terjatuh karena ikut terbanting,


gunting tersebut pun menghilang menyusut ke tangan Sania.


“baiklah


selanjutnya Lisa”


“si..ap kak”


“jangan terlalu


gugup, karena nyawamu yang menjadi taruhannya.”


Lisa pun menarik


nafas dengan perlahan lalu menghilangkan keberadaannya


“bagaimana Naila


bisa percaya bahwa iblis yang melakukan itu paduka”


“aku tidak tahu,


tapi sepertinya dia bukan manusia biasa”


“apa perlu aku


pantau gerak-geriknya yang mulia”


“tidak perlu,


asal dia tidak mencari masalah dengan kita, mahaguru lah yang menjadi


membawanya pasti dia mempercayainya”


“sudah aman argh”


“Kaki mu masih


sakit”


“tidak apa, kita


harus segera menemukan Malay”


“iya tujuanmu,


tapi tidak denganku”


“perlihatkan


kakimu”


“untuk apa”


“perlihatkanlah


akan segera ku jahit agar kamu bergerak untuk sementara”


“aduh...du,,,aduh..arrgh”


“coba gerakan


kakimu”


“jauh lebih baik”


“diam sini aku


akan membuat jebakan di sekitar”


“aku ikut”


“api mu tidak ada


gunanya disini”


“biar aku yang


pancing para ular itu”


“terserah kamu


sudah”


“boss dia sudah


bangun”

__ADS_1


Netolstill pun


segera menuju tempat Malay berada.


“jadi kamu ya”


sembari memegang dagu malay.


Akan tetapi malay


hanya merasa tubuhnya semakin memanas.


“kemana sih dia”


“aku dapat ini


mereka”


“bagus” ucap


Naila sembari tersenyum


“menunduk!”


Dengan cepat


Putra langsung menunduk.


Naila pun menarik


benang boneka secara gantian benang pun tertarik menarik bebatuan di ujung kiri


dan mengikat bebatuan di lautan api beberapa serpent pun terpotong kepalanya


namun ada yang terlempar ke lautan api.


Dengan cepat


Naila segera menaiki bonekanya dan berlari ke depan sembari mengambil putra.


“jadi kita


kemana”


“pergi naraka


depan bagian tengah”


“sepertinya kami


kedatangan tamu akhir ya”


Dengan cepat


naila bersama putra melompat dari boneka dan melempar boneka ke lautan api.


“tanggap juga”


Siapa kamu” tanya


putra


“aku penghuni


sini, santai saja, aku tidak ada hubungannya dengan kalian, akan kuberitahu


tempat yang akan kalian tuju”


“untuk apa kami


percaya padamu”


“dari pada kalian


terjebak dengan makhluk seperti serpent tadi”


“boleh”


kita”


“jauh lebih cepat


jauh lebih baik”


“ikuti aku”


Kami pun pergi


melalui sela dinding api narka.


Dan melihat


beberapa makhluk di siksa dengan begitu kejamnya.


“aku harap kalian


tidak bertanya”


“santai saja kamu


tahu apa itu narka”


“apakah malay


baik-baik sja”


“untuk itu aku


tidak tahu kalian bisa lihat sendiri nanti”


^```````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````^


Nama : Lisa


Umur : 34th


Status : Peserta


Maya : chain


^``````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````^


Serangan dari dua


arah membuat surya kesulitan, namun surya berhasil menghindari dengan


mengikatkan kedua rantai tersebut lalu menariknya tapi Lisa balik menarik dan


memutarkan rantai tersebut hingga membuat tangan surya memerah, ia pun menebas


kan rantai tersebut ke surya sembari menangkis surya menembakkan peluru


anginnya ke Lisa tapi Lisa melihatnya gerakan jari Surya, ia pun segera


membentuk pelindung dengan rantainya.


“bagus, lumayan


tanganku sampai memerah, lebih baik kalian istirahat awal, agar besok kalian


bisa memenangkan ujian tersebut.”


“jangan berisik,


apakah dia orang yang bernama malay”


“mengapa kau bisa


tahu”

__ADS_1


“karena dia salah


satu dari kami”


“sialan kalian


menjebak kami”


“kita ikuti dulu”


“Pelatih”


“setelah mengikat


Sania dengan putra di bukakan lah penglihatan lanjutan milik malay agar bisa


melihat siapa mereka.


“jadi kalian


berdua yang menggangu para bayi ya” ucap netolstill


“kalau ia


kenapa!”


“memangnya kau


siapa itu bayi” ucap sania dengan berbisik.


Netolstill pun


berdiri dan menumpahkan nanah panas ke atas kepala putra.


“aaaarrrrrrrrhhhh”


teriak putra menjerit kesakitan


“bagaimana


menurutmu”


“tiadakan saja


dia”


“baik boss”


Netolstill pun


meninggalkan mereka sembari berkata “bawa itu cewek” melirikkan matanya ke


malay.


Saat malay di


tarik paksa, terjadi kegaduhan besar di luar di mana para pasukan di bantai


habis dengan seorang gadis kecil.


“lapor boss


sepertinya itu si penghancur waktu”


“sialan di saat


begini, cepat bawa manusia cewek itu, dan biarkan dia”


“sekarang”


keluarlah sania dari tubuh nya sembari merobek perutnya.


“tadi boneka”


Ia pun menarik


seutas benang tubuh bonekanya untuk membuat burung raksasa.


Putra pun


berusaha melepaskan diri dengan apinya, dengan tubuh berluka mereka berdua memanfaatkan


kejadian tersebut untuk kabur.


“cepat cari


muridmu, aku akan sibukkan mereka”


Sania pun keluar


dari tubuhnya hingga 3x dan membuat tubuhnya bergerak menyerang para iblis


kecil.


Dengan


menggunakan energi mayanya Putra membuat pijakan api dan melompat melewati


uapan api narka untuk mengejar Malay.


Penghancur waktu


pun mengepung putra bersama dengan netolstill dan malay.


“cepat raih


muridmu” teriak sania dari atas.


Putra pun


membakar tubuhnya untuk menembus iblis kecil dan meraih tangan malay, dengan


cepat Sania menarik benang yang mengikat di jari kaki putra ke atas lalu


terbang menjauh dari mereka.


Si penghancur


waktu pun hanya melirik mereka dan membiarkan, Netolstill yang kesal meronta


dan menyerang Penghancur waktu, namun dengan mudahnya penghancur waktu membuat


gerakan netolstill menjadi lambat dan melempar jauh, ia pun kembali berjalan,


netolstill pun terjatuh di sungai narka dan tenggelam.


Sania pun terdiam


melihat pertarungan tersebut dari kejauhan tapi tak disangka si penghancur


waktu menghadang mereka jatuh dari langit dengan cepat sania melompat dan


membuat tumpuan dari benangnya sembari menarik paksa putra dengan malay, tapi


si penghancur waktu sudah berada di bawah dan berjalan menuju sania untuk


meremas wajahnya tapi yang ter remas ialah boneka berwujud sania, dengan cepat


sania membuat portal dan segera pergi dari naraka.


Si penghancur


waktu pun hanya bisa terdiam melihat mereka pergi.


Dalam hati sania


berpikir dirinya tak kan selamat.


“terima kasih”

__ADS_1


ucap putra


__ADS_2