
Di eps sebelumnya
Vilan telah berhasil mengubah takdir milik adiknya yaitu Nagisa, yang
seharusnya Nagisa berhadapan langsung dengan Dkah, namun apakah tindakan yang
di perbuat oleh Vilan benar-benar mampu menjadi kesalahan ataukah malah menjadi
kebenaran....
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Eps 49 : Pra N Pasca WWA 3
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Jauh di atas bumi
di luar semesta lepas terlihat butiran-butiran kecil bergerak serentak menuju
wadah yang telah di sediakan.
Ribuan komet
tiamat telah bergerak secara bersamaan tertarik paksa oleh medan yang kuat,
menuju wadah tersebut.
Perlahan kita di
giring menuju ke wadah tersebut bergerak dengan kecepatan cahaya memasuki salah
satu dari ribuan butiran tersebut dan terlihatlah dengan jelas galaksi
bimasakti... 3.3 adalah format di mana
manusia berada.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Before Pengulangan 1
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
“sekali lagi aku
tanya, yakin ini maumu” ucap Sang Takdir dengan ragu mendengar ucapan Vilan.
“hanya ini yang
menurutku jauh lebih baik dari 3 pilihan itu” ucap Vilan
“Selamat satu
dari 3 kesempatan telah terpakai” ucap Sang Waktu memunculkan jam raksasa di
belakangnya dengan beberapa jam kecil dan jatuhnya beberapa butir planet dan
lempengan ALAM.
“Pengulangan akan
segera terjadi, ikuti perkataanku ‘saya menyatakan dengan mutlak bahwa saya
telah mengubah takdir milik Nagisa juga siklus waktu yang berlaku” ucap Sang
Waktu
Saat Vilan mulai
berbicara... datanglah Sang Penentu berteriak menghentikan Vilan
“hentikkan!! ....
aku sarankan kamu tidak melakukan itu” Ucap Sang Penentu
“kenapa kamu
menghentikannya” ucap Sang Takdir
“seharusnya
kalian sadar, itu hanya akan memperburuk” ucap Sang Penentu
“kalau begitu
mengapa dia tidak membedakannya, bukanya dia adalah Sang Pembeda, jika setiap
tindakannya salah seharusnya dia tahu, itulah tugasnya” ucap Sang Waktu.
“tapi dia dulunya
manusia, kalian tidak bisa berharap banyak pada manusia”
“itu dulu, dan
sekarang dia adalah Sang Pembeda” ucap Sang Waktu
“jadi apa kamu
mau mengganti takdirnya Nagisa dengan yang lain” tanya Sang Takdir.
“aku sarankan
kamu membiarkan itu semua terjadi, karena itu adalah yang terbaik” ucap Sang
Penentu.
“tapi Dkah
bagaimana” tanya Vilan
“serahkan pada
takdir” ucap Sang Penentu
“kenapa ke aku”
“bukanya kamu
juga berhak mengubah takdir Dkah”
__ADS_1
“lalu apa yang
harus aku lakukan”
“apakah Dkah bisa
di hilangkan” tanya Vilan
“sangat tidak
bisa, karena pencipta telah menciptakannya untuk menjadi kepunahan” ucap Sang
Penentu
Para sang lainnya
pun menatap dengan bosan melihat pertikaian mereka.
“sejak kapan
kalian berada di sini” tanya Vilan
“mengapa kamu
melarangku” ucap Sang Kematian
“hoaaah...
membosankan, bagaimana jika kamu gunakan ruang mu untuk menipu dia selama
sekali” ucap Sang Hampa
“maksudmu apa”
tanya Vilan
“kau kan dapat
jatah ruang dariku, manfaatkanlah” ucap Sang Hampa
“bagaimana kalau
kita buat dunia palsu dan memasukkan Dkah ke dunia palsu”
“bentar aku
lihat.. ... ... ............. baiklah aku rasa itu jauh lebih baik dari
sebelumnya setelah buat perhitungan lebih” ucap Sang Takdir.
“lalu bagaimana
dengan Nagisa” tanya Sang Waktu
“tolong antarkan
aku menemuinya” ucap Vilan.
Saat dia keluar dari minimarket ia di kejutkan dengan kemunculan
kakaknya duduk diam menunggu Nagisa melewatinya.
Nagisa pun tidak mempercayai bahwa itu kakaknya, Vilan pun berusaha
meyakinkan Nagisa bahwa dia benar-benar Vilan.
“tapi mengapa kakak kembali”
“sebenarnya sih aku ragu mampukah kamu menyelamatkan dunia, tapi aku
akan mencoba percaya, begitulah tujuan pertamaku”
“pertama, lalu yang kedua” tanya Nagisa dengan kebingungan
“jangan bunuh bayi itu” ucap Vilan membujuk Nagisa
“tapi dia sumber bencana di masa depan.”
Angin pun bertiup kencang dan tempat sampah pun beterbangan dan
muncullah Sang Waktu sembari berkata “kamu akan menyesal jika membunuh bayi
itu”
“siapa dia ?” tanya Nagisa dengan terkejut
“oh dia salah satu dari para Sang, mungkin itu saja”
Vilan pun pergi mengikuti Sang Waktu.
[Lain Sisi]
Setelah Nagisa
menyesali bahwa dirinya telah salah dalam perhitungan dan gagal ia pun membuat
Sanpan untuk berlayar kabur, namun setelah ke 13 kalinya Nagisa hampir
kehilangan harapan
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
22 Agustus
2003
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Setelah pembuatan dunia tiruan, Vilan pun menggunakan milyaran mayat
manusia untuk hidup sementara di dunia tiruan tersebut, sementara itu ALAM FANA
di tutup rapat dari siklus keberadaan, dengan bantuan para sang lainnya.
[Lain Sisi]
Jauh di atas para Alam terlihat seorang wanita duduk tertawa sembari
menarik apel dari pohonnya lalu menggigit apel tersebut, ia pun terjun dari
pohon tersebut ke bawah sebelum terlihat batas permukaan tersebut si wanita
tersebut pun berjalan di atas ruang yang gelap menuju portal yang di penuhi
oleh akar-akar yang mengikat di lubang portal tersebut ia pun berjalan menuju
__ADS_1
portal tersebut dan memasukinya setelah berada di dalam ia tak sengaja terjatuh
ke bawah, kegelapan pun menyelimuti tempat tersebut namun titik cahaya terlihat
dari kejauhan.
Di Altarisk beberapa Sang terkejut melihat ada makhluk berhasil
melewati penutupan siklus tersebut,
“Siapa dia” tanya Sang penentu
kepada para Sang.
Sang Waktu pun menjawab dengan senyum “dia pemilik Alam Fana”
Fana pun perlahan menunjukkan wujudnya di tengah kegelapan rupa
wajahnya mulai terlihat dan rambut panjangnya yang berwarna putih menerangi
langit-langit semesta. Sesaat penglihatan para Sang mulai memudar, perlahan
Fana menghilang.
“dia hilang” ucap Vilan
“begitulah dia” ucap Sang Waktu
“ouh... sepertinya ada hal menarik yang akan terjadi, setelah lenyap
tanpa sebab”
[Lain Sisi]
“Hei, mau minum” ucap Fana memegang secangkir Air berwarna merah.
“Dimana ini” tanyaku ke Wanita tersebut
“kamu berada di ruangku, walau kamu sering tinggal di ALAMku” ucap
Fana tersenyum bahagia melihatku.
“apakah kamu yang menjadi pengujiku” tanyaku ke wanita tersebut
“penguji... hem.. buat apa aku mengujimu... (Fana pun melompat turun
dari atas pohon di ruang gelap dan hampa, berjalan membuka tanganku dan
menyerahkan sebuah kunci) itu aku pinjamkan kepadamu” ucap Fana
“apa ini” tanyaku
“itu kunci”
“ya, tapi kunci apa”
“ALAM ini sepenuhnya aku pinjamkan padamu, kamu berhak mengubahnya
tanpa seizinku, senang bertemu denganmu” ucap Fana yang menghilang berubah
menjadi bunga yang beterbangan, gelas yang ia pegang pun terjatuh.
Sontak beberapa Alam besar seperti Swarga dan Naraka menjadi ricuh
mendengar Fana menampakkan diri untuk menemui manusia.
Kabar tersebut pun menyebar hingga para sang mendengarnya.
“apa kamu tahu siapa manusia itu” tanya Sang Takdir ke Sang Penentu
“aku tidak tahu, bagaimana denganmu” ucap Sang Penentu.
“mana mungkin aku tahu” ucap Sang Pembeda.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
13 mei 2004
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Nagisa pun telah menghabiskan harinya di pulau tak berpenghuni, saat
Lapis menghampirinya ia melihat kondisi Nagisa sekarat.
Ia pun langsung membawa Nagisa ke ALAM roh untuk mengobatinya.
Usai Nagisa sadar Lapis pun langsung memeluknya sembari berkata
“selamat kau berhasil menyelamatkan dunia”
“apa maksudmu, aku hanya menangis dan menyesal di pulau tersebut.” Ucap
Nagisa dengan menundukkan kepalanya
“tapi kamu bertemu dengannya”
“tidak sama sekali, aku terlambat”
“dunia baik-baik saja, bayi itu pun tumbuh dengan sehat” ucap Lapis
“baguslah satu-satunya kesempatanku adalah menyelamatkan bayi itu”
[ Lain Sisi ]
Dkah pun mengamuk tanpa sebab dan menyesatkan, malapetaka bagi manusia
pun terjadi, saat itupun Arif hanya bisa melihatnya dan terdiam membisu,
tubunya pun mulai kaku dan susah gerak, ia pun meminta tolong kepada siapapun
namun tidak ada yang mendengarnya, banyak manusia terbunuh dengan sia-sia, saat
itu pun Arif kehilangan kesadarannya. Dan melihat itu semua adalah mimpi, ia
pun terbangun di dari bangku duduk di taman kota surabaya.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Bersambung
[ Selanjutnya Eps 50 : Before N After Pengulangan
1 ]
( membongkar siapakah Dkah dan Dnah dengan
__ADS_1
pengulangan 1 ]
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~