Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
[Season 2] Eps 37 : Undead


__ADS_3


Terpenuhi pikiran


kecewa melihat adiknya termakan oleh monster bermata lima, Malay pun berteriak


terbangun, ia pun berusaha membuka matanya dan melihat keadaan sekitar, dalam


benaknya pun terbesit bahwa dirinya telah terbunuh oleh monster tersebut, namun


Malay tidak mempercayainya karena ia melihat dirinya masih hidup dan berada di


rumah sakit, namun ia menyadari terdapat sesuatu yang aneh kondisi ruang rumah


sakit ini sedikit berbeda dengan apa yang ia ketahui.


Lalu muncullah


sesosok makhluk berwujud setengah manusia setengah hewan berkata “selamat kamu


terpilih menjadi bahan percobaan kami”


Malay pun


berusaha melepaskan diri.


“tunggu jangan


bergerak, nanti rohmu tidak stabil, tubuhmu juga baru berinteraksi secara


perlahan.” Ucap manusia **** tersebut.


“untuk sekarang


beristirahatlah, nanti aku jelaskan selebihnya”


Malay pun di bius


dengan obat tidur untuk menenangkan dirinya.


Beberapa jam


telah berlalu, operasi pun berhasil dilakukan, tubuh Malay pun berhasil di


gunakan, Malay pun di biarkan beristirahat untuk menenangkan pikirannya.


Sementara itu


Putra yang telah berhasil membunuh monster bermata lima ia di panggil kembali


ke Alam Sarpa dan di minta untuk menjadi pengajar untuk calon undead sekarang.


Mendengar


rundingan Putra dengan Skyjin datanglah Netolstill muncul tanpa sebab menghentikan


rundingan tersebut.


“apa maksudmu kau


mempercayai ini semua ke manusia hina tersebut” ucap Netolstill dengan rasa


jengkel.


“aku hanya


menjalankan perintah dari yang mulia Prejin, siapa yang mengizinkan gerangan


berada di sini” ucap Skyjin merasa kesal dengan kehadiran Netolstill.


Melihat ucapan


Netolstill di tolak mentah-mentah, ia pun pergi meninggalkan mereka, namun


setelah kepergian Netolstill, datanglah manusia tanpa raut wajah melewati Putra


dan Skyjin, pergi masuk menuju istana Jin.


Melihat manusia


masuk dengan seenaknya Skyjin pun memerintahkan para pasukan untuk


menghentikannya.


Dengan mudahnya


manusia tersebut menghindari serangan dari setiap serangan hingga ia berhasil


lolos dan menendang gerbang ruang raja.


“siapa kamu!”


tanya Prejin melihat seorang manusia memasuki ruang raja dengan mudahnya.


ia pun membuka


kerudung wajahnya dan memperlihatkan wajahnya.


“bagaimana sudah


mengenalku” ucap manusia tersebut dengan raut wajah mengerikan.


Lalu datanglah


Putra bersama Skjin, dengan rasa kesal Putra langsung menendang manusia


tersebut, namun kakinya putra di hentikan dengan tangannya lalu melempar Putra


ke belakang ruangan.


“ada perlu apa


kau denganku, Dnah” dengan gelisah Prejin tersenyum.


“aku tidak punya


banyak waktu, kakakku akan segera turun”


“tunggu maksudmu


Dkah” tanya Skyjin


“iya, itu saja”


Dnah pun pergi, namun Putra sedang menunggunya di luar ruangan tersebut lalu


mengikatnya dengan api ungunya.


“perlu kau


ketahui, api sangatlah tak terasa panas bagiku” dengan mudahnya melepaskan


ikatan api ungu tersebut lalu memukul wajah Putra hingga terlempar menjauh,


dengan rasa kesal Putra berusaha mengejarnya


“hentikan, kau


tak kan bisa melawannya” ucap Skyjin menarik tangan Putra.


“kenapa kau


bilang begitu, bukanya dia juga undead.”


“apa kau bodoh,


kau adalah undead pertama yang berhasil kami buat, dia manusia biasa, hanya


beda cara lahirnya”


“maksudmu apa”


“bagaimana dengan


tawaran ku sebelumnya”

__ADS_1


“asal aku di


bayar lebih aku ikut saja” ucap Putra menarik tangannya dari genggaman Skyjin


pergi keluar meninggalkan istana.


“bagaimana yang


mulia” tanya Skyjin


“kita biarkan


dulu, jika Dkah memang benar menjadi ancaman bagi kita, baru kita bergerak”


ucap Prejin yang sedang kebingungan.


^```````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````^


Nama : Malay


Umur : 22th


Status : Peserta


Maya : pengendali


^``````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````^


“Apa benar kalau


aku sudah mati” tanya Malay


“iya, kamu bisa


mati lagi kalau kamu gak lulus di ujian undead nanti” ucap seorang dokter yang


sedang memeriksa Malay.


“apa yang harus


aku lakukan untuk bertahan” tanya Malay yang masih tidak mempercayai adanya ini


semua.


“lewati ujian


ini, aku harap kamu bisa lulus, jadi tidak perlu menyia-nyiakan kerja kerasku


merawatmu”


“Begitu ya,


terima kasih sudah merawatku”


“iya sama-sama,


jika sudah merasa kamu bisa temui yang lainnya di ruang tunggu”


Malay pun pergi


keluar dan melihat beberapa manusia lain ‘apa mereka juga peserta’ ucap Malay


dalam benaknya.


Malay pun


menghampiri mereka dan menyapa dengan senyuman.


Namun mereka


semua menghiraukan sapaan Malay.


Malay pun duduk


di sebuah sofa sembari melihat-lihat sekitar.


“luar biasa


ruangan ini” ucap Malay dengan pelan merasa takjub melihat kemegahan ruang


tunggu.


Sania, kamu siapa” datanglah seorang cewek duduk di dekatku dengan tulusnya ia


menanyai namaku.


“eeh, aku Malay”


ia pun menggenggam tanganku dengan penuh riang.


“mulai sekarang,


mari kita berteman kita harus saling membantu untuk hidup”


“iya, kita harus


saling menolong sesama manusia”


Tiba-tiba peserta


lain melihat kami berdua


“jauh lebih baik


jangan sebut nama manusia di sini”


“kenapa”


“kata itu sangat


sensitif disini, ayo ikut aku” ia pun menarik tanganku pergi ke lantai 2


melihat pemandangan cahaya yang sedang menari.


“bagaimana cantik


kan”


Itu apa”


menjulurkan tangannya ke langit-langit.


“kalau boleh tahu


Malay matinya bagaimana, kalau tidak mau cerita juga gak apa-apa kok” ucap


Sania


“aku melihat


adikku di makan oleh monster bermata lima, melihat itu semua tubuhku bergerak


sendiri untuk menyelamatkan adikku, tapi aku terlambat, aku pun di makan


olehnya”


“Begitu ya, maaf


membuatmu cerita”


“tidak apa-apa


kok, itu semua sudah terjadi”


“kematianku


terjadi saat aku n ayahku dan ibuku terbunuh karena jin linta aku berharap


kakakku masih selamat”


“jadi keluargamu


terbunuh semua”


“setelah aku

__ADS_1


kehilangan kesadaran, aku masih melihat kakakku, tapi aku tidak tahu dia


berhasil melarikan diri atau tidak, alasan aku berjuang di sini karena berharap


bisa bertemu dengan kakakku semisal dia hidup ataupun mati.”


“bukanya peserta


di pilih secara acak”


“ya begitulah,


aku hanya bisa berharap”


“aku akan


membantumu jika kita berhasil menyelesaikan ujian undead ini, kita akan pergi


ke dunia manusia untuk mencari kakakmu”


“terima kasih,


maaf aku tidak bisa membantu mencari adikmu, apa mungkin dia juga menjadi


undead”


“aku rasa tidak,


di lihat dari tubuhnya yang telah terpotong-potong gara-gara monster itu, mana


mungkin pihak sini melakukan hal yang merepotkan seperti itu”


“maaf ya tidak


bisa membantu”


“tak apa, asal


aku bisa bertemu dengan orang tuaku nantinya, itu sudah lebih cukup” ucap Malay


dengan senyuman.


Dokter jin pun


menghampiri kami dan meminta kami untuk beristirahat dan bersiap di ujian


besok.


“Putra! Hei dari


mana” tanya Surya.


“beli jajan,


kenapa kamu di sini”


“aku di tugaskan


untuk menjadi pengajar, apa kamu juga”


“iya begitulah”


“sekarang kamu


mau kemana”


“pulang mau


tidur, besok harus bangun pagi soalnya”


Keesokan harinya


para pengajar telah berkumpul di depan Prejin, lalu melakukan penghormatan,


usai itu Skyjin memberi kami sebuah berkas mengenai calon peserta undead


beserta Maya.


“ini, pegangkan,


aku mau beli es krim”


“tidak kamu baca”


“tidak perlu”


“nanti jam 69,00


kalian harus segera temui kelas kalian paham” ucap Skyjin


Putra pun pergi


meninggalkan acara tersebut untuk mencari es krim


“hei Putra dengar


tidak”


“iya.. ya..”


Putra pun


terlambat menuju ruang tunggu untuk menjemput muridnya, karena kelamaan


mengantri saat membeli es krim


“mana ya


ruangannya” setelah melirik setiap ruang tunggu akhirnya ia menemukan.


Karena lelah


menunggu para murid merasa kesal dan membuat jebakan untuk menjebak guru


mereka.


Lalu muncullah


Putra yang sedang membuka pintu, saat pintu terbuka muncullah 3 kursi melayang


menuju Putra, melihat salah satu muridnya tertawa Putra pun menghindarinya lalu


melemparnya ke murid tersebut.


Murid tersebut


pun marah dan berusaha memukul Putra, melihat tingkahnya es krim Putra pun


terjatuh, Putra pun marah lalu mencekik murid tersebut sembari memegang bara


api ungunya “jika kau suka mencari masalah, akan kudatangkan masalah kepadamu”


Para murid pun


terdiam, melihat reaksi Putra yang begitu marah, Malay pun berusaha mengingat


wajah Putra karena ia merasa tak asing melihatnya.


Dengan penuh


tangis Sania memeluk Putra, putra pun tidak mengingatnya lalu membuat melempar


Sania ke depan.


“kenapa kamu


begitu kejam pada dia,  aku pikir kamu


orang baik, karena pernah menyelamatkan aku”


“apa maksudmu,


berhentilah mengoceh yang tidak jelas, cepat ikuti aku”


Dengan rasa takut

__ADS_1


mereka pun mengikuti Putra pergi ke lapangan depan.


Bersambung....


__ADS_2