Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
[Season 2] Eps 45 : Suatu yang harus


__ADS_3

Melihat kejadian


yang seharusnya sama menjadi tidak sama, membuat kebiasaan tersebut pun menjadi


sirna merasa ada kejanggalan bahri pun membiarkan kejadian tersebut, bersikap


seperti biasanya namun dari hari ke hari pun mulai berubah secara bertahap, ia


pun baru menyadari setelah 4 bulan.


Saat ia bangun dari


tidurnya dan menyalakan televisi nya ia pun tidak menemukan satu pun channel


yang mengudara. Karena kesal ia pun pergi mandi lalu berpakaian di kamarnya


sembari membuka jendela, saat ia membuka jendela ia tidak menemukan satu orang


pun berlalu, karena panik bahri pun segera turun ke bawah pergi mengambil


minuman lalu mengambil jaketnya dan kunci mobil menuju ke garasi dan pergi


keluar.


Terik matahari


bersinar menderang dan hanya terlihat mobil tanpa awak, merasa takut ia pun


pergi ke kota sebelah.


Sesampai di kota


sebelah suasana kota terlihat seperti kota mati, tanpa penghuni.


Malam pun tiba,


lampu kota menyala dengan sendirinya namun menjadi sendiri tidaklah mudah bagi


dirinya.


“hei, kalau


begini terus apa yang kamu lakukan” tanya lelaki tua yang sedang duduk


melayang.


“aku tidak tahu,


aku harus bagaimana”  tanya bahri


“mengapa kamu


tanya aku” Putra pun menggunakan tongkatnya dan memukulkannya ke kepalanya.


Usia ku sekarang


telah genap umur 15 tahun dan sekarang waktunya diriku mati seperti yang di


katakan dokter, namun mengapa diriku tidaklah mati.


“sudahlah jangan


murung, lagi pula seharusnya kamu senang tidak jadi mati” ucap sahabatku yang


menyemangatiku.


“tapi aku sudah


mempersiapkan hari ini” ucapku dengan rasa kecewa.


“bagaimana kalau


kita pergi ke rental game, ayolah untuk menghiburmu” ucap sahabatku dengan


senyum tulusnya.


Kami pun


bersenang seharian di rental game usai itu kami pergi ke tempat arkade 2 hari


tanpa pulang.


Karena lelah kami


pun berjalan dengan sempoyongan, saat melewati pertigaan aku dengan sahabatku


berpisah karena beda jalan pulang, saat aku pergi menyeberangi lampu merah aku


melihat anjing berlari dengan cepat mengejar kucing hitam, aku pun terjatuh,


saat aku berusaha untuk berdiri, terlihatlah seorang pengendara mobil melaju


dengan cepat dan menabrakku, itulah kesan pertamaku akan kematianku, mendengar


orang-orang berlari menyelamatkanku, sahabatku segera balik arah dan melihatnya


dan terkejut bahwa itu adalah aku, ia pun segera meminta seorang untuk


menghubungi ambulans saat ambulans datang ia pun ikut dan mengantarku ke rumah


sakit, saat aku di masukan ke ruang UGD ia pun mengambil dompetku dan pergi,


dengan jelas aku melihatnya mengambil dompetku.


2 bulan telah


berlalu aku bisa keluar dengan sehat dari rumah sakit aku pun, sekali aku

__ADS_1


menyesal tidak bisa mati, aku pun kembali ke rumah dan mengecek tabungan dari


mendiang orang tuaku, seiring berjalannya waktu aku bertemu seorang gadis yang


baik hati, 2 bulan kemudian kami pun berpacaran ia pun mengajakku ke rumahnya


dan memperkenal hewan peliharaannya, melihat kelinci miliknya aku pun mempunyai


cita-cita bekerja di toko hewan peliharaan.


Seminggu kemudian


saat kami pergi berbelanja kami menemukan anak kucing yang terlantar aku pun


menunjukkan anak kucing tersebut ke cewekku, tapi bukannya mendapat pujian


malahan ia marah dan meminta putus kepadaku, esoknya aku pun pergi ke rumahnya


bertujuan untuk meminta maaf sembari menunggunya aku bermain dengan kelinci


tersebut.


Saat si kelinci


tersebut pun pergi kabur, dengan rasa risau aku mengejarnya hingga membuatku


terjatuh ke jalanan dan tertabrak mobil, aku pun di larikan ke rumah sakit,


cewekku pun menatapku dengan sinis saat mengantarku.


Saat tubuhku


sudah jauh lebih baik dan esok aku bisa pulang, cewekku pun menjengukku dan


bercerita bahwa kelinci miliknya telah mati, aku pun berusaha menghiburnya ia


pun menyuapiku sepotong apel.


Usai itu aku pun


di beri obat penenang oleh dokter untuk beristirahat, si cewek pun di minta


untuk pulang saat si cewek berusaha membersihkan kulit apel ia dengan sengaja


menyuntikan cairan ke tempat infusku.


Aku yang setengah


sadar melihatnya merasa kesal dan kecewa, esok harinya saat dokter mengecekku


aku dalam kondisi kritis lalu di larikan ke ruang operasi untuk di tindak


lanjut koma pun aku alami.


Dalam koma inilah


peliharaan dan mempunyai kehidupan yang tenang, sampai 4 bula kemudian semua


yang aku alami berubah dan membuatku hidup sendiri.


Terik matahari


bersinar menderang dan hanya terlihat mobil tanpa awak, merasa takut aku pun


pergi ke kota sebelah.


Sesampai di kota


sebelah suasana kota terlihat seperti kota mati, tanpa penghuni.


Malam pun tiba,


lampu kota menyala dengan sendirinya namun menjadi sendiri tidaklah mudah bagi


diriku. Rasa lapar pun melandaku hingga tak sadarkan diri, dan tanpa sadar aku


terbangun di rumah sakit, saat aku melihat kalender menujukan akhir tahun dan


ingatanku kembali mengenai sahabatku yang memanfaatkanku dan cewekku yang


berusaha membunuhku, sebulan kemudian aku pun sudah membaik dan di perbolehkan


pulang.


Saat di rumah aku


menyadari bahwa umurku masih 15 tahun dan sesuai kata dokter di umur 15 aku


akan mati.


Aku pun mencoba


mempercayainya kembali jika memang umurku berakhir di umur 15 aku harus


menyelesaikan urusan balas dendamku dalam kurung waktu 2 bulan.


Saat aku menuju


rumah sahabatku, tetangga bilang bahwa dia sudah pindah, saat pergi ke rumah


mantanku, tetangganya bilang dia sudah bilang.


Aku pun berusaha


melacak keberadaannya dengan menyewa seorang hacker untuk menemukannya dan tak


disangka mereka berada dalam satu rumah dan merupakan adik kakak.

__ADS_1


Merasa di


khianati aku pun mengecek tabunganku kembali dan menyewa seorang untuk


berpura-pura menagih hutang ke rumah, si hacker pun membuat catatan palsu dan


berhasil menemukan video cctv mengenai si cewek yang memasukkan sesuatu ke


infusku 2 masalah akan tiba secara bersamaan, aku pun pergi ke kantor polisi


untuk melaporkan mantanku sembari menyerahkan bukti videonya.


Saat polisi


berusaha menangkapnya sahabatku kepergok sedang melakukan penjual ilegal bukti


pun terkuak seorang penagih hutang pun menyerahkan isi perjanjiannya dan


meminta maaf, ia pun berhasil berpura-pura menjadi korban, saat mereka berdua


di masukan ke kantor polisi dan di tahan sementara aku pun menjenguk mereka,


mereka pun terkejut, dengan tersenyum aku berkata


“memang benar aku


akan mati di umur 15 tapi setelah membalaskan perbuatan kalian” ucapku di depan


penjara jeruji.


Usai itu aku


pergi menemui dokterku dan bertanya “mengapa aku masih hidup”


Si dokter


tersebut pun hanya bisa terdiam sembari berkata “belum waktunya”


Aku pun meminta


untuk di bunuh, mendengar ucapan tersebut si dokter marah karena aku tidak


menghargai hidupku.


Aku pun pergi dan


membeli minuman lalu duduk termenung di taman, terlihat anjing melompat ke


arahku, aku pun menangkapnya tapi ia malahan kabur, seorang pria pun berteriak.


“tolong tangkap dia”


Dengan sok baik


aku mengejar anjing tersebut lalu truk melaju dengan kencang menabrakku hingga


tewas.


Saat si dokter


melihat mayatku ia berkata “mungkin inilah waktunya”


Aku pun kembali


bertemu dengan lelaki tua yang sedang duduk melayang.


“bagus hebat,


selamat sudah berhasil”


“apa yang telah


aku lakukan”


“sebenarnya kamu


belum membalaskan dendammu karena kamu telah mati setelah mantanmu meracunimu”


“jadi tadi


benar-benar sia-sia”


“tidak juga,


anggap saja itu perencanaanmu nanti”


Aku pun terbangun


di terowongan tersebut kak surya pun menyambutku dan mengantarku ke asrama, aku


pun bertanya “kenapa dengan peserta lain”


Kak surya pun


memintaku untuk tidak bertanya, sesampai di asrama aku pun segera mandi dan


menceritakan kematianku ke kawan baruku.


“Sejauh mana ini


akan terjadi” ucap Dnah bertanya ke prejin dengan  mata kirinya yang tertutup.


“mungkin di waktu


yang sekarang itu akan terubah” ucap prejin.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2