Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
[Season 2] Eps 35 : Copas Advanced


__ADS_3


Setelah


berbulan-bulan tak sadarkan diri, Vivien pun mendatanginya sembari berkata


“jika kau terus berbaring seperti ini, dunia ini tak akan bertahan lama”


Mendengar bisikan


dari Vivien Nagisa pun terbangun, sontak pikiran nya terpenuhi oleh banyak


ingatan tak ia kenali.


Nagisa pun


berusaha untuk berdiri mencari harta yang ia cari.


Lapis pun datang


membawa beberapa buah-buahan untuk Nagisa


“apa kamu tahu,


kristal berwarna miliku”


Lapis pun


mengambil tas milik Nagisa dan memberikan Kristal tersebut.


“berapa lama aku


tak sadarkan diri”


“4 bulan” ucap


Vivien.


Dengan banyak


bayangan di dalam pikiran Nagisa, ia pun memutuskan untuk memakan semua


buah-buahan tersebut, dan berdiri mengambil bajunya lalu meminta Lapis


membantunya


“apa yang bisa


aku bantu”


“kristal ini


tolong jaga hingga aku kembali”


“mau ke mana” tanya


Vivien


“menguasai Donya”


jawab Nagisa.


Vivien pun hanya


bisa tersenyum mendengar ucapan Nagisa.


Nagisa pun pergi


ke pasar Donya Roh, Lapis pun menghampirinya


“biarkan aku ikut


denganmu”


“jangan, bisa


kamu bantu aku kembali ke Donya Manusia”


Lapis pun menggunakan


sungai terdekat lalu terjun ke dalam sungai tersebut, dan muncullah mereka


berdua di pulau air milik Lapis.


“apa tidak ada


hal yang bisa aku bantu”


“pikirkan cara


menggunakan kristal tersebut sebagai alat.”


“kamu mau ke


mana”


“bukanya aku


sudah bilang, aku akan menguasai Donya”


Nagisa pun pergi


ke pelabuhan terdekat, dan memulai aksinya.


Setelah 20 tahun


berlalu dengan tubuh yang masih terlihat muda karena keabadiannya.


(untuk perjalanan


Nagisa menguasai Donya terdapat dalam cerita yang berjudul Star the Book S of


the Copas yang mengisahkan sisi mengerikan Nagisa yang menjadi penjahat bagi


dunia.)


Ia pergi


mendirikan sebuah organisasi besar yang bernama Stars Devils untuk memancing


beberapa pihak lawan yang sudah mengenal nama tersebut.


Nagisa pun


kembali ke Academi sesampai di sana ia tidak melihat Pak Rex, ia pun menanyai

__ADS_1


seorang yang bertanggung jawab di academi tersebut.


Sekilas Academi


tersebut mengalami banyak perubahan.


Ia pun bertemu


dengan para tetua dan wakil kepala Academi yang bernama


Rahmalia, Nagisa


pun menemuinya setelah mendengar dia yang bertanggung jawab, setelah memasuki


ruangan Aux Rahmalia dengan beberapa dewan guru baru menyambutnya “selamat


datang wahai kepala Academi” Ucap Rahma.


“kamu siapa”


tanya Nagisa


“aku putri dari


Pak Rex”


“Pak Rex di mana”


“dia telah wafat


4 tahun yang lalu”


“begitu ya, jadi


kamu yang selama ini mengurus Academi ini”


“iya, maafkan


saya bila lancang membuat perubahan”


“tidak apa,


malahan jauh lebih bagus, kalau begitu di mana letak ruanganku”


Rahma pun


mengantar Nagisa berkeliling Academi sembari menjelaskan perubahan yang ia


lakukan, sesampai di ruangannya Nagisa, ia tampak terkejut melihat ruangan


tampak sama dengan sebelumnya.


“saya tidak


berani mengubah susunan ruangan ini, karena ayah saya bilang ruangan ini penuh


dengan kenangan”


Setelah


berkemas-kemas Nagisa pergi ke kuburan orang tuanya, susunan kuburan pun tampak


jauh lebih baik.


keluar Academi lalu mengukur luas Academi tersebut dengan sihirnya lalu


memindahkan poros di Ruangnya, untuk berjaga-jaga Academi tersebut terancam


bahaya.


Satu tahun telah


berlalu kabar mengenai penyebab ketakutan telah memudar, namun setiap


pemerintah berusaha mencari informasi tentang keberadaan Nagisa. Setelah teror


yang di sebabkan Nagisa bagi dunia, ia pun harus bersembunyi untuk menghindari


dirinya di tangkap.


Sebenarnya walau


ia di tangkap pun dengan mudahnya dia untuk kabur, namun alasan Nagisa mundur


dari kejahatannya karena ia berusaha mencari calon muridnya yang di ramalkan


akan menjadi bencana di kala ia terlahir.


Terlahirnya


seorang bayi pada tahun 2003, setelah bayi tersebut berumur beberapa bulan,


muncullah si pembawa kepunahan ke 2 yang bernama DK, bertujuan membuat


kepunahan bagi semua makhluk, namun yang paling ia incar adalah Manusia, karena


dirinya tercipta sebagai Manusia dan membenci Manusia.


Prejin yang


merasakan kehadirannya menghubungi Mahaguru untuk bersiap, namun respon dari


Mahaguru ialah “tidak perlu, kita biarkan saja”


“bukankah itu


planetmu”


“iya, ada manusia


yang bisa mengatasinya”


“yakin”


“serahkan pada


dia”


Bantuan pun di


buat mundur karena ucapan Mahaguru.


Dunia pun tampak


jauh lebih buruk dari sebelumnya, suasana ketiadaan tampak jauh lebih nyata,

__ADS_1


perlahan Nagisa berjalan mencarinya, namun setiap langkahnya Nagisa, ia


merasakan tekanan yang berat.


Jauh ke dalam


kota, ia melihat tumpukan kendarakan hancur meronta tersebar di mana-mana,


dalam benaknya ia berpikir ‘apakah semua manusia telah tiada’


Perlahan ia


mencari bentuk kehidupan, namun keheningan menutupi dunia, ia pun berlari,


terus berlari mencari sungai terdekat, seusai menemukan sungai, ia pun


merasakan aliran sungai tersebut.


Namun kehidupan


dalam sungai pun telah tiada, “apakah ini akhir” gumam Nagisa.


Ia pun mengikuti


arus sungai sembari memanggil Lapis.


Namun


panggilannya tak terjawab.


Ia pun melakukan


telepati secara bebas, namun tetap tidak ada jawaban.


Kota hancur


membuat kekeringan merata.


Nagisa pun


berjalan mengikuti deru angin dan menemukan seekor hewan yang sedang dalam


kondisi kritis, ia pun membantunya dengan mengobatinya, setelah hewan tersebut


tampak jauh lebih baik, Nagisa pun memintanya untuk mengantarnya ke tempat


kehidupan berada, karena selama ini Nagisa tidak menemukan kehidupan sama


sekali.


Setelah mengikuti


burung tersebut ia menemukan beberapa wilayah yang masih bertahan, namun yang


ia lihat tidak layak di sebut sebagai kehidupan karena para manusia berusaha


membunuh, dan saling membunuh, kanibalisme terjadi di mana-mana, saat Nagisa


menghampiri salah satu manusia tersebut, Nagisa pun di serang, merasa dirinya


terancam Nagisa membunuh Manusia tersebut.


Lalu muncullah


Sang Waktu dengan Sang Takdir berwujud manusia


3 hari yang lalu,


Kepunahan ke 2 telah muncul dan di turunkan


Nagisa pun


menggunakan kekuatan Ruangnya lalu membuat semua manusia tak sadarkan diri, dan


membuat bayangan Manusia dengan kekuatan Airnya, Para manusia asli yang tak


sadarkan diri itu ia pindahkan ke ruang pribadinya.


Manusia tiruan


pun berhasil di dibuat dan di letakan layaknya manusia benaran.


Nagisa pun


memutuskan untuk mencari si pembawa kepunahan ke dua.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


[ ~ Nama : Nagisa ~ ]


{ ~ Umur : 90th-? (berkembang seiring cerita) ~ }


{ \~ Status : Hidup | Non Pribumi | Manusia \~ }


{ \~ Kekuatan : Air-?-?-? | Copas | Ruang \~ }


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Setelah berjalan


cukup jauh Nagisa pun memutuskan berdiam diri di atas bangunan tua, dan


menghancur leburkan tiruan Manusia tersebut dengan tepukannya.


DK pun yang


merasakan penyebaran isunya gagal ia pun memutuskan untuk memakan para manusia


tersebut.


Namun Manusia


tersebut menghilang berubah menjadi cair.


Dengan kesal ia


menggunakan indranya dan merasakan kehadiran Manusia terdekat, ia pun mengarah


ke manusia tersebut.


Nagisa pun juga


merasakan kehadiran DK.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2