Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
[Season 2] Eps 38 : Maya


__ADS_3


“Jika memang ini


memang harus terjadi, mengapa kau harus menunjukkan reaksi seperti itu”


“karena yang


terjadi melebihi yang di perkirakan oleh ku”


“sudahlah kalian


berdua, kita cukup melihatnya, 2 pembawa kepunahan akan saling berlawanan”


“mana ya


ruangannya” setelah melirik setiap ruang tunggu akhirnya ia menemukan.


Karena lelah


menunggu para murid merasa kesal dan membuat jebakan untuk menjebak guru


mereka.


Lalu muncullah


Putra yang sedang membuka pintu, saat pintu terbuka muncullah 3 kursi melayang


menuju Putra, melihat salah satu muridnya tertawa Putra pun menghindarinya lalu


melemparnya ke murid tersebut.


Murid tersebut


pun marah dan berusaha memukul Putra, melihat tingkahnya es krim Putra pun


terjatuh, Putra pun marah lalu mencekik murid tersebut sembari memegang bara


api ungunya “jika kau suka mencari masalah, akan kudatangkan masalah kepadamu”


Para murid pun


terdiam, melihat reaksi Putra yang begitu marah, Malay pun berusaha mengingat


wajah Putra karena ia merasa tak asing melihatnya.


Dengan penuh


tangis Sania memeluk Putra, putra pun tidak mengingatnya lalu membuat melempar


Sania ke depan.


“kenapa kamu


begitu kejam pada dia,  aku pikir kamu


orang baik, karena pernah menyelamatkan aku”


“apa maksudmu,


berhentilah mengoceh yang tidak jelas, cepat ikuti aku”


Dengan rasa takut


mereka pun mengikuti Putra pergi ke lapangan depan.


Sesampai di lapangan


Putra meminta mereka semua berlari memutari lapangan hingga Putra berkata


selesai.


Sementara itu


Putra pergi ke luar untuk membeli es krim yang telah terjatuh sebelumnya.


“huh.. kenapa


kamu begitu senangnya melihat pelatih”


“dia mirip


kakakku” ucap Sania


Beberapa menit


kemudian para peserta mulai kelelahan mereka pun mulai melambat dan berjalan


dengan keringat dingin.


“kenapa kalian


mulai melambat, cepat lari!” ucap Putra


“dia seperti


iblis” ucap Malay dengan bergumam.


Perlahan para


peserta mulai pingsan karena kelelahan.


Muncullah Surya


dengan pesertanya menghampiri Putra


“bagaimana kalau


kita berlatih kolaborasi”


“kenapa kamu


sempat berpikir begitu”


“untuk


mempersingkat waktu”


“boleh, lagi pula


aku kesal dengan peserta ini, kalian semua bangun, lihat ini”


Dengan cepat


Putra bergerak maju membawa bola Api ungunya.


Melihat aksi


Putra para murid terkagum

__ADS_1


Surya pun bergerak


mundur sembari menembaki Putra


Namun Putra


menangkis tembakannya dengan Apinya yang berbentuk sebuah tongkat, merasa sudah


cukup dekat, Putra pun melompat sembari mengayunkan tongkatnya untuk


memukulkannya ke Surya.


Dengan tangan


kosong Surya menangkisnya dan terdorong jatuh.


“kenapa kamu


benaran ingin membunuhku”


“apresiasi aja”


Surya pun


menghela nafas sembari meniup luka bakar di lengannya.


“baiklah kalian


dengarkan aku, untuk penjelasan kalian belajar dengannya dulu.”


Sembari menunjuk


Surya “nanti tarung, baru denganku” ucap Putra pergi meninggalkan Pesertanya,


keluar pergi melewati pagar.


“Aku titip


mereka” Ucap Putra melambaikan tangannya.


“tahu gini aku


ngak akan kesini”


^```````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````^


Nama : Sania


Umur : 16th


Status : Peserta


Maya : Pemotong


^``````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````^


“baiklah kalian


semua kesini, duduk dan perhatikan ya” ucap Surya


“seperti yang


kalian lihat, kalian selain mendapatkan umur yang abadi, kalian juga


mendapatkan Maya, dan seperti ini contohnya” Surya pun menembakkan sesuatu ke


sebuah pohon.


aku bisa menembak apapun yang aku pegang dengan tepat sasaran, coba kalian


lakukan sesuatu hal untuk memunculkan Maya kalian”


Sementara mereka


berlatih melakukan gerakan aneh, Surya pergi ke dalam ruangan untuk melihat


berkas tentang para peserta.


Setelah mencoba


banyak gerakan mereka masih tidak menemukan apa maya mereka, namun beberapa


dari mereka ada yang sudah menemukan maya mereka.


Surya pun kembali


dengan membawa beberapa berkas, dalam benaknya saat melihat mereka yang sudah


menemukan mayanya merasa bangga.


“pak pelatih Maya


itu apa ?” tanya Bahri


“Maya itu energi


makhluk yang sudah mati, hampir mirip dengan energi jiwa, namun bedanya Maya


itu di ciptakan oleh bangsa jin” dalam benaknya Surya ‘untuk aku mendengarkan


penjelasan Skyjin waktu itu, tapi bagaimana dengan Putra ya’


Dengan apa yang


surya ketahui ia jelaskan kepada para murid.


Sementara itu


putra yang sedang asyik makan es krim sembari melihat lautan api di atas


jembatan penyeberangan merasakan rasa bersalah saat ia mendorong Sania ia pun


memikirkan apa yang dikatakan oleh sania soal dirinya pernah menjadi kakaknya


“apa saat ujian akhirku ya” sembari berjalan menyeberangi jembatan.


“ah.. dari pada


pusing lebih baik aku ke dia” dengan santainya putra berjalan memasuki istana


kerajaan sembari menghantamkan apinya ke setiap penjaga.


Dengan tergesa


keluarlah skyjin “kenapa kamu menyerang mereka”


“mereka


melarangku masuk”

__ADS_1


“lalu kamu serang


mereka”


“iya kenapa”


Dengan menghela


nafas berat Skyjin menghampiri putra dan berkata


“apa yang kamu


butuhkan”


“ingatan ujian


akhirku”


“bukanya kamu


mengingatnya”


“saat aku gagal,


aku di ujikan ulang kan”


“lalu kamu ingin


mengetahuinya ikut aku” mereka berdua pergi ke ruang bawah kerajaan, dengan


kegelapan yang menyelimuti Skyjin menyebarkan aliran mayanya sebagai penerang


ruangan.


Maya pun


beterbangan bagaikan debu yang tak terlihat.


Usai menggeser


tuas Skyjin menyalakan Perangkat pantauannya dan memberitahu putra bahwa dia


berhasil mendapat kesempatan kedua karena arif, putra pun di tinggalkan sendiri


di ruangan tersebut, Skyjin pun kembali ke singgasana.


Video tersebut


Putra putar hingga 3x putaran tak disangka gadis yang berperan sebagai adiknya


ialah adiknya.


Namun putra


menemukan keanehan “bagaimana tubuh yang sudah termakan bisa utuh kembali”


gumam putra.


“untuk malay


hanya sebagian tubuh tapi Sania”


Dengan rasa lelah


putra pergi keluar dari ruangan tersebut dan kembali ke apartemennya, sesampai


di sana ia pun langsung melompat ke tempat tidur tanpa membuka bajunya sontak


ia teringat sesuatu “oh iya para murid, biar sudah” ia pun kembali tidur dengan


nyenyak hingga esok harinya.


Keesokan harinya


putra pergi ke asrama kelasnya dan membawa para muridnya ke lapangan depan.


“jadi kemarin


kalian di ajar apa”


“penjelas maya”


ucap bahri


“praktiknya


belum” tanya putra


“belum” jawab


Malay


“baiklah kita


akan belajar maya sekarang, maya aku adalah api ungu seperti yang kalian lihat,


aku bisa mengubah bentuk apiku dan ini berada di level lanjutan.”


“apa dari kalian


ada yang sudah mengetahui maya kalian”


“kami sudah mencobanya


beberapa” ucap danil


“bagus lah,


pertama kalian berdiri membentuk lingkaran di sana” setelah mereka membentuk


lingkaran putra membakar daerah sekitar mereka.


“aku tidak akan


membimbing kalian satu-satu, keluar lah dari lingkaran api itu terserah bagaimana


pun caranya, bagi ya sudah aku tunggu disana” sembari menunjuk pohon yang


rindang putra pun duduk disana sembari menunggu.


Dengan panik


mereka terhimpit oleh kobaran api, setiap pergerakan membuat mereka terbakar


api.


“Saranku tenang


dan berpikir” ucap putra dari kejauhan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2