Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
Eps 25 : Kehidupan


__ADS_3


(Sebelumnya di the portal)


setelah kepergian arif dari the portal si kucing ini pun berubah wujud


menjadi manusia dan berkata “mengapa ibu malah menyerahkan diriku kepadanya”


“aku melihat suatu hal yang luar biasa dalam dirinya, dan aku


penasaran”


“tapi mengapa harus aku yang menjadi korban”


“ini demi keberadaanmu, jauh lebih baik kamu di lindungi oleh orang


yang kuat”


“aku jauh lebih kuat dari manusia itu” dengan kesal merasa di anggap


lemah


“iya untuk sekarang, kita tidak tahu untuk kedepannya”


Sesampai di Donya Roh, S3 terus memperhatikan grim yang berada di


dekat arif, Vivien pun membuka jalur sungai untuk memasuki rumahnya vivien.


S3 pun mengajak arif berbicara berdua


“memang nya kenapa” ujar Arif mendengar permintaanya S3


“nantinya kamu yang kesulitan jika dia tampak seperti itu” melirik


grim yang melayang di dekat arif.


Arif pun memikirkan cara untuk menyembunyikan grim, ia pun memanggil


grim dan meminta saran.


“aku tidak bisa di lihat oleh siapapun dengan mudah, tapi jika aku


masih di anggap mengganggu, aku bisa bersembunyi di dalam bayanganmu”


Arif pun menyetujui dan grim pun memasuki bayangannya Arif dan menetap


di sana, Vivien membawakan minuman untuk Arif dan S3 “bagaimana jika kamu tidur


dulu, itu disana sudah aku siapkan kasur untuk mu” menunjuk tempat tidur di


ujung, Arif yang melihatnya langsung menghampirinya dan mencoba kasur tersebut


“lembut banget” ujar arif yang mencoba untuk tidur-tiduran.


“tidurlah dulu, nanti di bangunin kalau sudah siap” mendengar ucapan


itu, Arif pun langsung berbaring di kasur tersebut.


“tinggal satu lagi untuk menyelesaikan tujuan kan” ujar vivien


berbicara serius.


“iya, dan ini akan sedikit bertolak belakang dengan sebelumnya”


“tadi itu benar bukan narka”


“mungkin, aku tidak bisa memahami cara kerja alam”


“setahuku dulu kamu enggan membantu seorang yang membutuhkan


pertolongan, bagaimana bisa kamu membantunya”


“aku juga tidak tahu, entah kenapa aku harus melakukan ini”


“apakah ini takdir, atau suratan takdir”


“bisa jadi kedua, sang takdir itu tidak bisa di ajak bicara”


“aku punya teman dia roh air namanya lapis, dia berada di tempat mu


berasal, dan belum kembali ke alam roh ataupun ke donya roh, jika bertemu


dengannya sampaikan salam dariku”


“akan kusampaikan jika umurku masih sampai hyahahahaha” tertawa lepas


“oh iya, kamu manusia, umur paling singkat, hahahahahah”


(Lain sisi)


Sekitar 300 pasukan yang berhasil selamat dan mundur, D3 dan D5 pun

__ADS_1


telah kembali, jendral yang melihat kedatangan mereka berdua segera melapor


“pasukan tersisa 300, apa langkah selanjutnya”


“terus mundur, dan biarkan kami yang memperlambat” ujar D3 dengan


serius


“biarkan aku ikut membantu” ujar jndral menawarkan bantuan


“tidak perlu.. jika jendral membantu siapa yang menjaga pasukan, kita


juga butuh jendral untuk melaporkan ini semua ke S3, lagi pula lawan kita tidak


kenal mati”


Ujar D5 yang beruaha menahan keinginan jendral untuk membantu.


Dengan cepat jendral menyampaikan pesan ke S4 untuk mundur, S4 pun


membelah diri menjadi 2 untuk saling membantu S4.1 membawa mundur dengan


mempercepat pergerakan pasukan juga mengobati, S4.2 maju ke garis depan


membantu D3 dan D5.


Setelah menyampaikan pengumuman S4.1 beserta jendral segera mundur.


“kenapa kau bisa ada disini” ujar D3


“untuk membantu kisanak”


“biarkan dia, asal tidak menjadi beban bagi kita”


Mereka bertiga menatap langit senja merona sembari memperhatikan


jumlah tiada kira bergerak dengan cepat.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


[ ~ Nama : Sang kematian ~ ]


{ ~ Umur : N\A ~ }


{ ~ Status : berada  ~ }


{ ~ Kekuatan : mematikan ~ }


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Beberapa jam telah bersilih S3 pun membangunkan arif sedangkan vivien


membuka kembali jalur sungai, mereka bertiga kembali kedaratan donya roh.


Vivien pun mengantar ke taman roh, Arif hanya bisa terpukau melihat


segala aktivitas para roh “hiraukan saja, asal tidak mengganggu” ujar S3.


“ini tempatnya” ujar vivien menunjuk ribuan batuan nisan tertata rapi.


S3 pun menggunakan indra nya untuk membuktikan kebenaran tempatnya.


Bagaimana” tanya arif yang sedang melihat reaksi S3.


“iya ini tempatnya” ujar S3, vivien pun pergi membeli sesuatu dan


meminta mereka berdua menunggunya.


Sembari menunggu S3 menasehati arif agar menjaga bicaranya kepada sang


kehidupan “karena sang kehidupan jauh lebih bahaya dari sang kematian dan


jangan tertipu dari sikap atau perwujudannya” tidak lama kemudian vivien


kembali dan menyerahkan obat tetes mata kepada mereka


“teteskan sekali di kedua mata kalian agar kalian bisa melihat hal


luar biasa ini”


Setelah melakukan apa yang diminta oleh vivien kuburan tersebut mulai


mengubah wujudnya dan terlihat seperti pabrik yang sedang mengelola jiwa-jiwa


manusia dari yang sudah hidup sampai awal pemberian.


Mereka bertiga pun menuruni jalanan dan menuju ke lapangan bawah


tempat pabrik itu berada.


Perlahan mereka berjalan melihat cara kerja kehidupan, mereka melihat

__ADS_1


roh yang dipilih sedang di tiupkan ke janin seorang ibu, ada juga roh yang


masih layak di perbarui dan di buat ulang di wadah yang baru lalu di tiupkan ke


janin seorang ibu, “itu untuk benih baru, dan itu untuk benih lama, mungkin


kalian mengenalnya sebagai reinkarnasi, itu siklus kehidupan, ada sangkut


pautnya dengan takdir”


Arif hanya bisa diam melihat kejadian di luar nalar yang di lihatnya


‘ini bukan mimpi, aku sekarang sedang menyaksikan detik-detik kehidupan


bermulai’


Setelah melewati pabrik mereka berdua melewati lorong yang gelap


perlahan cahaya mulai bersinar terang di lorong tersebut dan menjadi penghubung


ke siklus fana.


Mereka bertiga pun telah sampai di orbit pencitraan dan sedang


menunggu di ruang berbintang “disini kita bisa bernafas” tanya arif ke S3.


“lorong tersebut masih terhubung ke donya roh, jadi intera pernafasan


masih berfungsi”  ucap vivien kepada


arif.


Kemudian orbit tersebut berputar dengan cepat namun mereka bertiga


tidak terkena dampaknya lalu muncullah secercah cahaya mendekat ke mereka


bertiga, dan perlahan berwujud sebagai manusia.


“siapa yang mengizinkan kalian kemari” cakap sang kehidupan ke mereka


bertiga


Vivien pun maju perlahan dan berkata “hamba hanyalah mengantarkan


teman hamba yang mungkin sudah di kenal oleh pakanira”


S3 pun membuka kudung jubahnya dan berkata “salam kenal pakanira sang


kehidupan masih kah pakanira mengenal kawula”


“dari mana pakanira berasal”


“kawula berasal dari fana lebih tepatnya kawula dalah manusia nami


kawula ialah S3 kawula salah satu dari SD”


“oh... SD ya, apa yang pakanira inginkan dari kawula”


 “mohon izin pakanira, niki


murid kawula”


Arif yang tidak memahami Bahasa yang di ucapkan oleh S3, menggunakan


Bahasa normal dan sopan


“nama saya arif saya murid nya S3 saya berharap sang kehidupan


memberikan izin saya menggunakan kehidupan”


Sang kehidupan pun menghampiri arif dan menggenggam tangan arif lalu


melempar arif ke atas.


“agihkan kepadaku….” terbang ke atas menyusul arif.


“kita harus apa” ujar S3


“ya di tunggu”


“lama ngak”


“kamu dulu bagaimana”


“lupa”


Di atas langit sang kehidupan melewati arif dengan mendahuluinya.


Arif pun merasakan pusing dengan kecepatan yang begitu cepat.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2