
Portal pun
terbuka Para peserta pun berlarian memasuki Portal tersebut sesampai di Naraka
hal yang mereka lihat adalah penyiksaan setiap makhluk.
Indra mereka pun
mulai terbuka untuk melihat hal mengerikan tersebut.
Putra pun memandu
mereka dan meminta mereka untuk waspada.
Iblis kecil pun
muncul dengan wujud kelabang raksasa mengeluarkan lava dari mulutnya.
Putra pun
melemparkan bola api miliknya ke kelabang tersebut namun seperti sebelumnya api
milik Putra tidak menimbul efek apa pun ke kelabang tersebut, ia pun menyuruh
Lisa mengeluarkan Chainnya untuk melemparkannya ke sungai api di sebelah
mereka.
Mereka pun
bergerak sembari menyerang kelabang tersebut
“apimu kenapa”
tanya Surya
“apiku kalah suhu
dengan tempat ini” ucap Putra
Usai berlari
menghindari iblis kecil berwujud kelabang, Kami pun berdiam sejenak di bangunan
tua dengan letupan api kecil menyembur.
Sementara itu di Alam
Sarpa Skyjin sedang menghadap Prejin.
“mengapa kau
menggunakan para Undead !” bentak Prejin sembari mematahkan tanduk Skyjin, dan
berjalan pergi ke luar Istana, sesampai di luar ia pun membuka Portal menuju Alam
Fana untuk menemui Mahaguru.
Mahaguru pun
hanya bisa tersenyum mendengar kejadian yang di ceritakan oleh Prejin, “jadi
aku harus bagaimana untuk menebus kesalahan bangsaku” tanya Prejin merasa
bersalah aku memanfaatkan Manusia.
“kenapa kamu
tidak tanya dia” ucap Mahaguru melirik ke bawah pohon rindang di tengah hujan
yang deras.
Prejin pun
menghampiri seorang lelaki yang sedang berteduh dan bersantai.
Setelah melihat
rupa dari lelaki tersebut Prejin pun terkejut.
“serahkan padaku,
selebihnya kamu yang urus” ucap Dnah
Mendengar ucapan
tersebut Prejin segera membuka Portal dan mempersiapkan kepulangan para Undead.
Dnah pun berdiri
menatap pelangi sembari berkata “semoga berhasil” lalu lenyap memudar bagaikan
tersapu angin.
Terlihat keluar
sesosok manusia berwujud lelaki berjalan menghampiri Surya dan Putra, “kalian
bisa melihatku” ucap Dnah berjalan menghampiri mereka.
“tetap waspada”
ucap Putra sembari curiga.
Dnah pun
menggerakkan jarinya dan alhasil muncullah sebuah trisula dari letupan tersebut
ia pun memotong jari tengah tangan kirinya dan berkata
“mari kita lihat
__ADS_1
sejauh mana kalian, Hades keluarlah”
Jari Dnah pun
berubah wujud menjadi Hades lalu berlari menusuk salah satu Undead, ia pun
terus berlari hingga 3 Undead tertusuk, ia pun mengetukkan trisulanya dengan 3
manusia Undead terkapar di atas trisula tersebut, Putra yang tak tega melihat
kejadian tersebut melompat ke Dnah sembari menurunkan 3 meteor tertutupi api
ungunya. Namun dengan mudahnya Hades menangkis Meteor tersebut.
Surya yang
melihat kesempatan tersebut berencana untuk membawa para Undead kabur dari
tempat tersebut namun Dnah telah berada di belakang mereka, ia pun memanggil
jarinya kembali, Hades pun berubah wujud menjadi jari tengahnya dan kembali ke
tangannya, para Undead hanya bisa terdiam melihat jarinya kembali menyatu,
Trisula tersebut pun di lempar ke sungai naraka tersebut bersama ke 3 Undead
tersebut “sepertinya cukup sampai disini” ucap Dnah sembari memunculkan Raut
dari tempat mereka berpijak tanah pun membelah bagaikan mulut yang terbuka,
para peserta pun jatuh ke dalam mulut tersebut Putra dan Surya yang hanya bisa
melihat ia pun meminta pertanggung jawaban dari Dnah.
Tapi Dnah menolak
“3 manusia tersebut kalian bisa anggap sebagai tumbal, kembalilah” tanah pun
kembali terbuka melahap Putra dan Surya, Raut pun membersihkan jejak mereka
dengan lidahnya lalu tanah tempat tersebut kembali ke wujud semula, Raut pun menghilang.
“apa yang kau
lakukan disini” ucap Si Penghancur Waktu terbang di atas Dnah.
“Berkunjung,
memangnya kenapa” ucap Dnah.
“enyalah dari
sini” ucap Si penghancur Waktu.
“siap, sudah”
ucap Dnah pergi terjun bebas ke sungai naraka.
Waktu pun pergi ke Naraka tengah ke dalam Penjara menemui Shophia melaporkan
kejadian “Dnah barusan ada disini” Ucap Si penghancur Waktu
“apa tujuan dia
kesini” ucap Shophia
“membawa kembali
para Undead yang telah di paksa ke sini”
“begitu ya,
pantau terus” ucap Shophia
Si Penghancur
Waktu pun pergi meninggal shophia sendiri di dalam penjara.
Shophia yang
sedang menghitung di dinding berkata
“sepertinya akan
ada perubahan yang jauh lebih besar di bandingkan sebelumnya”
[Lain Sisi] { Alam
Fana – Bumi – 2003 – Maret }
Beberapa makhluk
tak kasat mata sedang menari riang melihat awan di langit petang berubah-ubah.
Seorang manusia
yang sedang keluar dari minimarket berjalan membawa belanjaannya melihat
makhluk tak kasat mata sedang berbincang-bincang, manusia ini pun melambaikan
tangannya untuk menghentikan Lin, dari kejauhan, Lin pun terhenti dan si
manusia tersebut pun menaikinya sembari menyapa beberapa penumpang di dalam Lin
tersebut.
Para penumpang
pun menjawabnya, terlihat di belakang Nagisa sedang duduk termenung melihat
kendaraan lain berlalu lalang.
(Note : Lin =
__ADS_1
kendaraan Angkutan umum)
Setelah melewati
beberapa pertigaan dan persimpangan manusia ini pun mengetuk atap kendaraan Lin
tersebut sebagai penanda berhenti “kiri pak”
Manusia ini pun
turun dan berjalan memasuki gang sembari menatap langit
“sepertinya yang
di katakan makhluk tersebut benar, aku harap tidak terjadi apa-apa pada kota
ini” ucap manusia tersebut membuka pintu rumahnya dan masuk.
[Lain sisi] { Alam
Fana – Bumi – 2003 – April – Kota jember }
Terlihat beberapa
ibu-ibu yang sedang berbincang bincang memamerkan perhiasannya, tak lama
kemudian lewatlah seorang pria bertopi sedang bertanya
“permisi bu,
apakah ibu tahu Alamat ini” ucap si pria menunjukkan Alamat tersebut yang tertera
di sebuah kertas.
“oh itu, ya saya
tahu, mas dari jalan terus dari belok kiri, nanti ada belok kiri lalu terus
ikuti jalan lalu belok kanan” ucap salah ibu yang berada di sana
“terima kasih ya
bu, mari” pria tersebut pun pergi mengantarkan barang milik seseorang, sesampai
di depan rumah orang tersebut, si pria tersebut pun mengetuk pintu dan si
pemilik pun keluar, si pria tersebut pun meminta tanda tangan sebagai bukti
telah menerima, dan kembali mengantarkan barang lainnya.
Saat si pria
tersebut pergi terlihat Nagisa sedang berpapasan dengan pria tersebut.
[Lain Sisi] {
2003 – 31 - Mei – kota Jember – Bumi – Alam
Fana }
“hoah.... Aku
sudah berputar-putar di kota ini tapi belum terjadi apa-apa” ucap Nagisa duduk
di bawah pohon beringin di alun-alun kota.
(sebelumnya)
Lapis menemui
Nagisa dan mengatakan kejadian tersebut terjadi di kota jember.
Mendengar ucapan Lapis,
Nagisa pun segera menuju tempat tersebut
Dan sesampai di
sana.
Nagisa
berkeliling kota jember menaiki Lin dan bus namun tak menemukan kejadian
tersebut sampai beberapa bulan telah
berlalu ia pun bersinggah di Alun-alun kota jember, sembari meminum es kelapa.
“hoah.... Aku
sudah berputar-putar di kota ini tapi belum terjadi apa-apa” ucap Nagisa duduk
di bawah pohon beringin di alun-alun kota.
Karena lelah ia
pun tertidur di bawah terik matahari dan bermimpi seseorang lelaki yang berkata
“jangan ragu dalam memilih, kelak yang kamu pilih akan menjadi nasibmu.” Ucap
lelaki tersebut dengan wujud merupai Arif.
Nagisa terbangun
dan melanjutkan berkelilingnya mencari si bencana.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Pengulangan ke 1 - 2 akan terjadi di tahun 2003
Bersambung
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
__ADS_1