Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
[Season 2] Eps 47 : Kekalahan telak


__ADS_3


    Portal pun


terbuka Para peserta pun berlarian memasuki Portal tersebut sesampai di Naraka


hal yang mereka lihat adalah penyiksaan setiap makhluk.


Indra mereka pun


mulai terbuka untuk melihat hal mengerikan tersebut.


Putra pun memandu


mereka dan meminta mereka untuk waspada.


Iblis kecil pun


muncul dengan wujud kelabang raksasa mengeluarkan lava dari mulutnya.


Putra pun


melemparkan bola api miliknya ke kelabang tersebut namun seperti sebelumnya api


milik Putra tidak menimbul efek apa pun ke kelabang tersebut, ia pun menyuruh


Lisa mengeluarkan Chainnya untuk melemparkannya ke sungai api di sebelah


mereka.


Mereka pun


bergerak sembari menyerang kelabang tersebut


“apimu kenapa”


tanya Surya


“apiku kalah suhu


dengan tempat ini” ucap Putra


Usai berlari


menghindari iblis kecil berwujud kelabang, Kami pun berdiam sejenak di bangunan


tua dengan letupan api kecil menyembur.


Sementara itu di Alam


Sarpa Skyjin sedang menghadap Prejin.


“mengapa kau


menggunakan para Undead !” bentak Prejin sembari mematahkan tanduk Skyjin, dan


berjalan pergi ke luar Istana, sesampai di luar ia pun membuka Portal menuju Alam


Fana untuk menemui Mahaguru.


Mahaguru pun


hanya bisa tersenyum mendengar kejadian yang di ceritakan oleh Prejin, “jadi


aku harus bagaimana untuk menebus kesalahan bangsaku” tanya Prejin merasa


bersalah aku memanfaatkan Manusia.


“kenapa kamu


tidak tanya dia” ucap Mahaguru melirik ke bawah pohon rindang di tengah hujan


yang deras.


Prejin pun


menghampiri seorang lelaki yang sedang berteduh dan bersantai.


Setelah melihat


rupa dari lelaki tersebut Prejin pun terkejut.


“serahkan padaku,


selebihnya kamu yang urus” ucap Dnah


Mendengar ucapan


tersebut Prejin segera membuka Portal dan mempersiapkan kepulangan para Undead.


Dnah pun berdiri


menatap pelangi sembari berkata “semoga berhasil” lalu lenyap memudar bagaikan


tersapu angin.


Terlihat keluar


sesosok manusia berwujud lelaki berjalan menghampiri Surya dan Putra, “kalian


bisa melihatku” ucap Dnah berjalan menghampiri mereka.


“tetap waspada”


ucap Putra sembari curiga.


Dnah pun


menggerakkan jarinya dan alhasil muncullah sebuah trisula dari letupan tersebut


ia pun memotong jari tengah tangan kirinya dan berkata


“mari kita lihat

__ADS_1


sejauh mana kalian, Hades keluarlah”


Jari Dnah pun


berubah wujud menjadi Hades lalu berlari menusuk salah satu Undead, ia pun


terus berlari hingga 3 Undead tertusuk, ia pun mengetukkan trisulanya dengan 3


manusia Undead terkapar di atas trisula tersebut, Putra yang tak tega melihat


kejadian tersebut melompat ke Dnah sembari menurunkan 3 meteor tertutupi api


ungunya. Namun dengan mudahnya Hades menangkis Meteor tersebut.


Surya yang


melihat kesempatan tersebut berencana untuk membawa para Undead kabur dari


tempat tersebut namun Dnah telah berada di belakang mereka, ia pun memanggil


jarinya kembali, Hades pun berubah wujud menjadi jari tengahnya dan kembali ke


tangannya, para Undead hanya bisa terdiam melihat jarinya kembali menyatu,


Trisula tersebut pun di lempar ke sungai naraka tersebut bersama ke 3 Undead


tersebut “sepertinya cukup sampai disini” ucap Dnah sembari memunculkan Raut


dari tempat mereka berpijak tanah pun membelah bagaikan mulut yang terbuka,


para peserta pun jatuh ke dalam mulut tersebut Putra dan Surya yang hanya bisa


melihat ia pun meminta pertanggung jawaban dari Dnah.


Tapi Dnah menolak


“3 manusia tersebut kalian bisa anggap sebagai tumbal, kembalilah” tanah pun


kembali terbuka melahap Putra dan Surya, Raut pun membersihkan jejak mereka


dengan lidahnya lalu tanah tempat tersebut kembali ke wujud semula, Raut pun menghilang.


“apa yang kau


lakukan disini” ucap Si Penghancur Waktu terbang di atas Dnah.


“Berkunjung,


memangnya kenapa” ucap Dnah.


“enyalah dari


sini” ucap Si penghancur Waktu.


“siap, sudah”


ucap Dnah pergi terjun bebas ke sungai naraka.


Waktu pun pergi ke Naraka tengah ke dalam Penjara menemui Shophia melaporkan


kejadian “Dnah barusan ada disini” Ucap Si penghancur Waktu


“apa tujuan dia


kesini” ucap Shophia


“membawa kembali


para Undead yang telah di paksa ke sini”


“begitu ya,


pantau terus” ucap Shophia


Si Penghancur


Waktu pun pergi meninggal shophia sendiri di dalam penjara.


Shophia yang


sedang menghitung di dinding berkata


“sepertinya akan


ada perubahan yang jauh lebih besar di bandingkan sebelumnya”


[Lain Sisi] { Alam


Fana – Bumi – 2003 – Maret }


Beberapa makhluk


tak kasat mata sedang menari riang melihat awan di langit petang berubah-ubah.


Seorang manusia


yang sedang keluar dari minimarket berjalan membawa belanjaannya melihat


makhluk tak kasat mata sedang berbincang-bincang, manusia ini pun melambaikan


tangannya untuk menghentikan Lin, dari kejauhan, Lin pun terhenti dan si


manusia tersebut pun menaikinya sembari menyapa beberapa penumpang di dalam Lin


tersebut.


Para penumpang


pun menjawabnya, terlihat di belakang Nagisa sedang duduk termenung melihat


kendaraan lain berlalu lalang.


(Note : Lin =

__ADS_1


kendaraan Angkutan umum)


Setelah melewati


beberapa pertigaan dan persimpangan manusia ini pun mengetuk atap kendaraan Lin


tersebut sebagai penanda berhenti “kiri pak”


Manusia ini pun


turun dan berjalan memasuki gang sembari menatap langit


“sepertinya yang


di katakan makhluk tersebut benar, aku harap tidak terjadi apa-apa pada kota


ini” ucap manusia tersebut membuka pintu rumahnya dan masuk.


[Lain sisi] { Alam


Fana – Bumi – 2003 – April – Kota jember }


Terlihat beberapa


ibu-ibu yang sedang berbincang bincang memamerkan perhiasannya, tak lama


kemudian lewatlah seorang pria bertopi sedang bertanya


“permisi bu,


apakah ibu tahu Alamat ini” ucap si pria menunjukkan Alamat tersebut yang tertera


di sebuah kertas.


“oh itu, ya saya


tahu, mas dari jalan terus dari belok kiri, nanti ada belok kiri lalu terus


ikuti jalan lalu belok kanan” ucap salah ibu yang berada di sana


“terima kasih ya


bu, mari” pria tersebut pun pergi mengantarkan barang milik seseorang, sesampai


di depan rumah orang tersebut, si pria tersebut pun mengetuk pintu dan si


pemilik pun keluar, si pria tersebut pun meminta tanda tangan sebagai bukti


telah menerima, dan kembali mengantarkan barang lainnya.


Saat si pria


tersebut pergi terlihat Nagisa sedang berpapasan dengan pria tersebut.


[Lain Sisi] {


2003 – 31 - Mei –  kota Jember – Bumi – Alam


Fana }


“hoah.... Aku


sudah berputar-putar di kota ini tapi belum terjadi apa-apa” ucap Nagisa duduk


di bawah pohon beringin di alun-alun kota.


(sebelumnya)


Lapis menemui


Nagisa dan mengatakan kejadian tersebut terjadi di kota jember.


Mendengar ucapan Lapis,


Nagisa pun segera menuju tempat tersebut


Dan sesampai di


sana.


Nagisa


berkeliling kota jember menaiki Lin dan bus namun tak menemukan kejadian


tersebut sampai  beberapa bulan telah


berlalu ia pun bersinggah di Alun-alun kota jember, sembari meminum es kelapa.


“hoah.... Aku


sudah berputar-putar di kota ini tapi belum terjadi apa-apa” ucap Nagisa duduk


di bawah pohon beringin di alun-alun kota.


Karena lelah ia


pun tertidur di bawah terik matahari dan bermimpi seseorang lelaki yang berkata


“jangan ragu dalam memilih, kelak yang kamu pilih akan menjadi nasibmu.” Ucap


lelaki tersebut dengan wujud merupai Arif.


Nagisa terbangun


dan melanjutkan berkelilingnya mencari si bencana.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Pengulangan ke 1 - 2  akan terjadi di tahun 2003


Bersambung


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


__ADS_2