Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
Eps 02 : Melatih


__ADS_3


[Karakter] { Nagisa }


{ Umur : ? th |


{ Tinggi : 185 cm |


{ Berat : 30 kg }


Mereka saling memperkenalkan kepada nagisa,


nagisa menjelaskan “bahwa jam tersebut memilih tuannya dengan sendirinya, dan kalian lah yang terpilih.”


Mereka terkejut, dan bingung, apa yang dibicarakan oleh nagisa


Jadi bagaimana caranya memunculkan benda bergumpal itu” ujar kafi.


“mudah lah, tinggal begini” ujar nagisa, mereka berlima tercengang melihat keajaiban tersebut. “sebenarnya kalian juga bisa, bahkan melebihi punyaku” “tunggu-tunggu!, apa maksudnya kami bisa, kami bukan experiment mu kan” kata sasa, “tadikan sudah aku jelaskan jam tesebut memilih kalian, jadi kalian bisa gunakan jam tersebut, keren lo kekuatannya” mereka kebingungan, dan nagisa pun memegang gagang pintu, “kembalilah terlebih dahulu, besok kalian akan ku ajari” “cara kami datang bagaimana” ujar silver, “lihat saja besok” pintu terbuka dan kami keluar dari rumah itu, tanpa sadar kami berada di tempat kami menghilang. Kafi faid dan arif segera mengambil sepeda dan kembali pulang ke rumah nenek.


Sedangkan silver segera berlari kembali ke rumah orang tuanya, sasa pun kembali berada di depan mall, dan segera pergi pulang ke rumah karena rumah dekat dari mall tersebut.


Ke esokan harinya ...


Di pagi hari mereka terbangun dan melakukan aktivitas seperti biasa.


Kafi, faid dan arif bangun di pagi hari lalu segera mandi di sungai yang berada di belakang rumah neneknya, setelah mereka mandi mereka pun sarapan di depan tv Silver bangun di pagi hari berolahraga lalu sarapan dan bergegas mandi Sasa bangun di pagi dan membantu ibu menyiapkan sarapan, lalu makan bersama dan bergegas mandi. Karena hari libur sekolah, mereka pun bersantai – santai


 


dan melupakan kejadian kemarin. Nagisa yang melihatnya menjadi geram, dan mengerjai mereka, di kala mereka terlelap tertidur karena sringingi angin, nagisa pun memindahkan mereka ke tengah hutan. Malam pun tiba, mereka terbangun dan kebingungan, mereka sadar bahwa mereka telah bertemu kemarin dan berjanji akan kembali kepada nagisa, mereka berjalan ke sana kemari, namun mereka merasa pusing karena jalan tampak sama.


“sebenarnya, kita tidak bergerak sama sekali, dan ini pasti ulahnya” ujar arif, “berarti kita memang sengaja, di permainkan oleh dia” ujar sasa dengan kesal. Mereka pun terus melanjutkan perjalanan mereka,


tiba-tiba tanah bergerak vertikal, mereka terjatuh ke sungai, lalu nagisa menyapanya, mereka pun meminta maaf dan nagisa menyuruh mereka untuk segera mandi karena mereka tampak kedinginan, usai mandi mereka di minta menginap di rumah nya nagisa, dan nagisa menjelaskan sejarah alam “dulu terdapat 3 alam terbesar yaitu : fana, narka, sorga, 3 mahluk tersebut menjadi pemimpin sekaligus pemilik dari alam fana, naraka dan swarga, namun si fana pergi entah kemana dan meninggalkan tanggung jawabnya, dan terjadilah hal mengerikan pada alam fana, kalian pernah mendengar sejarah disambiguasi!” “kejadian dasyat di semesta” ujar silver “ya mungkin jauh lebih di kenal dengan big bang, kejadian itu terjadi karena si fana, tapi itu masih berupa mitos, bahkan para astronomi sudah membuktikan secara nalar mengenai kejadian itu.”


Nagisa bercerita hingga tengah malam, dan meminta mereka untuk menginap di rumah nya, “besok pagi, akan ku ajari cara mengontrol kekuatan kalian”


Ke esokan harinya ...


“Mengapa harus aku”  “Huh… (menghela nafas)” “lanjutkan terus, kurang 5 putaran lagi”  mereka berlima di


paksa berlari di pagi hari, keluh kesal di keluarkan oleh mereka, namun mereka tetap menjalaninya.


‘Seakan aku tersesat di dalamnya apakah aku mampu bertahan di sini.’ “Setidak nya ku cobak dulu huh..” ujar arif setelah lari selesai kami diminta untuk pemanasan, padahal kami sudah kepanasan. “hai kalian semuanya bangun cepat makan sana dan mandi terus latihan. “


“seperti ibuku nyuruh-nyuruh di pagi hari” ujar sasa “lebih baik kita turuti aja” ujar kafi “Dingin amat airnya, tapi enak seger” ujar silver usai makan dan mandi nagisa mengajak ke tepi sungai dan menyuruh kami duduk di tengah sungai “duduk saja disana dan jangan bergerak, itu sebagai latihan ketenangan” ujar nagisa  “luas juga tempat ini” ujar silver “ya, benar” ujar kafi, “hanya duduk saja” ujar arif. Mereka pun duduk dan berdiam.


5 menit kemudian “dingin, udahan yuk” ujar sasa, “nanti nagisa bagaimana?” ujar faid, “ah biarlah” ujar kafi, “itu arif dari tadi sana” ujar silver, duduk santai di bawah pohon rindang sambil minum air kelapa.


“enak banget kamu” ujar kafi, dengan kesal, arif pun ber diri menghampirinya “mau kalian, itu ada banyak, ambil sudah” ujar arif, mereka pun segera mengambil kelapa tersebut dan melubunginya untuk di minum, arif pun kembali duduk ke sungai, “segar juga” tidak lama kemudian nagisa kembali, ia tercengang melihat muridnya minum dengan nikmat, dan kagum melihat arif yang bersungguh-sungguh latihannya


“enak kalian ya, di tinggal sebentar sudah minum-minum, liat itu teman kalian,


kenapa kalian tidak mau menyontoh dia”


Mereka berlima kesal dan geram melihat tingkah arif.

__ADS_1


Mereka pun di hukum berlari 5 putaran halaman, arif pun ikut dengan nagisa pergi kedalam rumah untuk mempersiapkan materi yang akan di ajarkan “kamu pergi ke ruang ku ambil tumpukan buku, dan bawa ke sini”


Arif pun mengambil buku tersebut dan menemukan buku unik, arif pun membukanya dan tidak paham dengan bahasa buku tersebut, ia pun mencari buku terjemahan, dan mencari kata yang cocok dari buku terjemahan,


“tidak  ada yang cocok, lalu bahasa apa ini” dengan rasa penasaran, arif membuka setiap lembaran buku “ketemu belum bukunya!” ujar nagisa, arif terkejut lalu segera membawa tumpukan buku tersebut, dan memberikannya kepada nagisa, “guru, ini buku apa, bahasa nya tidak ada dalam kamus” “dapat dari mana kamu!, serahkan kepada ku, ini bukan mainan, ini buku penting, cepat panggil teman kamu” arif pun segera memanggil mereka berlima” “hai kalian cepat, dipanggil nagisa” “larinya kurang, bentar lagi” “biar sudah, cepat disuruh kumpul” mereka pun segera masuk kedalam rumah


“duduk disana” ujar nagisa


Kafi “kita ngapain disini”


“diam semuanya,  sekarang akan ku jelaskan tentang jam kalian,


Jam mu rif berwarna putih dan abu  itu artinya kau punya kekuatan angin.


Kau fi berwarna biru tua dan merah artinya kekuatanmu petir.


Dan faid warna nya merah dan hitam artinya api.


Kalian berdua warnanya coklat berarti tanah tanah dan silver warnanya putih biru artinya es.


Sekarang kalian mengertikan.”


 


 


“jadi kita punya kekuatan elemen ya” ujar kafi


“sekarang kita latihan elemen” ujar arif


“iya, tapi ingat kekuatan kalian digunakan untuk menolong” ujar nagisa


Arif pun bergegas ke lapangan, dan melihat tingkah temannya yang kegirangan.


“seperti apa ya latihanya” ujar faid, “iya ini, aku penasaran” ujar silver


Nagisa pun memberikan contoh kekuatannya, langit mulai menggelap udara berhembus dengan kencang, air mulai menetes dari langit, satu demi satu, sedikit demi sedikit hujan pun turun dengan deras namun air hujan tersebut tidak terjatuh ke tanah dan menggumpal saat arif mencoba menyentuh air tersebut, air tersebut meletus bagaikan gelembung, para murid pun terpukau, lalu nagisa mengayunkan tangannya, langit mulai cerah kembali,


gumpalan air ia panggil dengan gerakan tangan, lalu kedua tangan nagisa memusatkan air tersebut dan membentuk sebatang air, dan menggenggam batang air tersebut dan melemparnya ke sebuah pohon, pohon terbelah, sejenak para murid terdiam, tak mampu untuk berkata, nagisa pun meghampiri pohon tersebut dan


menyerap air yang berada di dalam pohon, alhasil pohonpun layu dengan cepat karena kekurangan air.


“air adalah kekuatanku, bagaimana menurut kalian” para murid pun memuji kehebatan nagisa, “apakah air tersebut harus di ciptakan terlebih dahulu atau di ambil dari sesuatu, bagaimana jika air tersebut berasal dari diri” tanya nya arif dengan rasa penasan, karena nagisa merasa tertantang ia pun menunjukkannya.


Tiba-tiba nagisa merasa pusing, tapi dia tetap tegak, dan mulai menyampaikan materinya “kalian sekarang meluruskan tangan kalian seperti ini, jangan bergerak kaki kalian di perlebar, latihan ini untuk memperkuat otot dan pondasi kalian, aku tinggal sebentar ya”


“baik” ujar mereka.


Nagisa kembali ke ruangan nya, dan mulai berbicara sendiri.


“pegal juga, lama-lama begini” ujar sasa, kafi mencoba memanggil arif berkali-kali, namun ia tidak mendengar, temanya pun mencoba memanggilnya, ia tetap melamun.


“apa yang ia pikirkan” ujar silver, “mungkin dia ingin membuat ulah lagi” ujar faid, teman nya kembali memanggilnya, “apa!” “ngapain kamu ngelamun” “nanti malam ikut aku, ngambil buku” “buku apa” “ada, dan unik bahasanya tidak ada di kamus” “oh, karena itu kamu ngelamun”


Para murid mendengar Nagisa berbicara sendiri


dengan marah-marah, mereka pun pergi melihatnya dan mendengarkan pembicaraannya

__ADS_1


“apa yang kamu maksud .... bukanya pihak reso


sudah di konfirmasi, ada kekurangan apa lagi sih, kamu urus saja, masalah biaya


apa kata nanti, aku sedang mengajar disini” nagisa membuka pintu, para murid terjatuh


“sedang apa kalian” para murid kebingungan untuk menjelaskan, “tadi kami mendengar mu marah-marah, makanya kami kemari, kami lelah latihan begitu terus, pegal tangan dan kaki kami” “kita lanjutkan latihanya ayo keluar halaman”


Di luar halaman nagisa meminta para murid untuk


mengikuti gerakannya kedua kaki berjinjit pusatkan beban di jari kaki, dan


biasakan berjalan dengan jari kaki, lalu nagisa memanggil sasa dan mengajarkan teknik dasar.


“pertama kamu, harus memusatkan beban di telapak tanganmu lalu kamu putar ke dua tangan mu dan hantam telapak tangan ini ke tanah, coba lakukan” sasa pun mempraktikan alhasil tanah tempat ia  berdiri bergerak menurun, nagisa memanggil nya dari atas “lakukan seperti tadi hantam ke atas, itu akan membuat tanah naik


keatas” alhasil sasa berhasil melakukannya, “kamu kembangkan sendirinya” para murid terkagum akan kekuatan sasa, nagisa pun melanjutkan mengajak mereka ke tepi sungai, silver pun di panggil dan meminta silver untuk menekuk jari manis dan kelingking, dan memusatkan tatapan ke air sungai, alhasil sungai menjadi


dingin dan membeku perlahan, kafi dan faid kagum dan memuji silver.


“kamu kembangkan sendiri” kalian bertiga ikut sesampai di hutan faid diminta untuk memutar tangannya lalu membuat gerakan menabur dan melempar alhasil daun kering mulai terbakar “berhati-hati jangan sampai membakar hutan, kamu kembangkan sendiri” nagisa mengajak kafi dan arif keluar hutan dan menatap langit, langit pun mulai gelap awan hitam menghadang mentari, angkat tanganmu buat bagaikan menggengam lalu turunkan, petirpun menyambar “kamu kembangkan sendiri, dan juga hati-hati dalam menggunakanya” nagisa membawa arif ke pohon rindang “cobak kamu buat gerakan meniup” arif pun melakukannya namun tidak terjadi apa-apa “kenapa tidak muncul” “bukanya sudah muncul, kamu meniup kan sudah keluar angin” “


tapi mengapa tidak sehebat yang lain”


“karena kekuatan mereka berwujud, sedangkan angin tidak berwujud, angin mana ada bisa di lihat, jika kamu ingin melihat angin, yabelajarlah melihat, nanti kamu bisa melihat” arif tidak mengerti apa yang di maksud oleh nagisa, nagisa kembali ke rumah dan memantau mereka dengan orb,


Petang pun tiba, mereka pun di minta kembali ke rumah oleh nagisa, usai latihan panjang, mereka segera mandi dan makan lalu beristirahat.


“gimana sudah membuat teknik spesial” ujar silver “aku mencoba membuat gerakan” ujar kafi, “enak ya, sudah menguasai” ujar arif, dengan kesal, dan iri “memangnya kamu belum membuat teknik baru”


“jangankan teknik, seharian ini aku hanya meniup, dan tidak ada hasilnya”


“berisik!! Cepat tidur sana!” ujar nagisa, “baik”


Ke esokan harinya “bangun kalian semua, Sekarang kalian latihan lagi.”


Mereka pun kembali berlatih selama seharian, siang pun tiba mereka di panggil oleh nagisa kembai ke rumah. “cepat kalian berkemas, kalian besok kan sudah kembali masuk sekolah, bagaimana sudah punya


berapa skil” “tidak ada sama sekali” ujar arif. Mereka semua menatap arif dengan kasihan, mereka pun segera bersiap, usai bersiap mereka di minta duduk oleh nagisa “kalian kan satu tim jadi kalian harus membuat nama tim kalian” “itu terserah guru saja” ujar silver. Nagisa pun mengiyakan lalu membuka portal


ke tempat mereka sebelumnya berada.


Mereka berlima pun memasukinya dan berhasil kembali, mereka pun menjelaskan kepada orang tua mereka, namun tidak ada yang mempercayai, mereka pun menunjukkan kekuatan mereka, namun tidak juga muncul, mereka di marahi karena menghilang selama 2 hari.


Arif pun kembali pulang dari rumah neneknya karena arif tinggal di kota, sesampai di rumah arif di pukul dengan sapu hingga  patah, karena pergi menghilang 2 hari, dan membuat nenek risau, arif pun kesal dan jengkel masuk ke kamar dan tidur, ia mengingat bahwa  ia lupa mencuri buku unik itu, iyapun menatap    jam kekuatannya, dan  berharap “bagaimana  aku tidak bisa seperti yang lain, dan melihat itu maksudnya bagaimana”


“tidur cepat besok sekolah” arif pun langsung segera tidur.


Ke esokan harinya arif terlambat ke sekolah karena ketiduran, ia pun di hukum oleh gurunya untuk membersihkan lapangan    hitam tempat upacara di hari senin, ia pun membersikan selama satu pelajaran, sasa melihat arif menyapu dan menghapirinya, “kamu sekolah di sini juga” “iya, aku juga tidak tahu kita satu sekolah” “kenapa dihukum?” “telat” sasa kembali ke kelas karena dari toilet, guru pun mencatat dan menyuruh kembali ke kelas,


sesampai di kelas, arif langsung mengerjakan tugas tiba-tiba nagisa muncul dan bilang ada perlu dengan arif, usai pelajaran arif dan sasa di panggil ke ruang tamu sekolah nagisa berkata “kalian akan tetap mendapat nilai sesuai standard di sekolah ini, selama kalian belajar dengan ku di luar, kalian akan belajar selama kurang lebih satu tahun, dan itu kalian tidak boleh pulang, masalah ortu, aku yang urus, ini penting, bagi kalian, dan dunia ini, karena dunia ini dalam bahaya”


“guru, kau hanya mendramatiskan nya kan”  “ya intinya kalian harus menjawab iya” “apa ini paksaan”


“terserah dah aku”


Usai negoisasi, nagisa pergi ke sekolahnya silver, lalu kafi, dan faid.

__ADS_1


Setelah sepakat mereka pun di ajari tata krama, lalu di buat pingsan oleh nagisa, karena jalur tempat mereka belajar sangat rahasia.


Bersambung ...


__ADS_2