Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
Eps 26 : Sang kehidupan


__ADS_3


Perebutan tahta, peperangan antar wilayah inilah manusia, berapa kalipun


kalian tetap membela kalian tetaplah kesalahan karena………………………………………………


Kalian sudah berani melakukan kesalahan sejak awal kalian tercipta,


berawal saat manusia pertama secara tidak sadar menentang perintah, dan


berlanjut ke manusia ke dua secara langsung menentang perintah, tapi


mengapa…………………..


Pencipta masih memaafkan kalian dengan memberikan kesempatan


ke sekian kalinya untuk kalian, seharusnya kalian sadar dan


memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menebus kesalahan kalian tetapi mengapa kalian


masih tidak sadar atau mengakui bahwa itu kesalahan kalian sejak 2 manusia


pertama di turunkan hingga sekarang……………………………………………………………….


Setelah terlempar cukup jauh ke atas sang kehidupan menangkap dengan


memegang leher arif, mereka berdua pun berjalan di atas awan hingga ke tepi


awan hitam dan berdiam di depan awan tersebut.


“duduklah sahaya akan menyaksikan segala hal yang telah terjadi secara


berjejang” arif mengikuti perkataannya untuk menghindari kesalahan.


Awan hitam tersebut menggumpal dan membukakan kejadian secara bertahap


dan berikut kejadian tersebut.


Pertama awal terciptanya manusia, dan perlahan mereka berbuat


kesalahan lalu di turunkan ke arda(bumi).


Kedua mereka terpisah di tempat yang berbeda, kondisi arda waktu itu


sangatlah tidak memungkinkan, perjalanan mereka di mulai.


Ketiga terdengar mustahil bagi manusia yang sekarang untuk berjalan


karena adanya lautan yang menghalangi, tapi pada waktu itu seluruh benua


menyatu tanpa ada halangan apapun, dan waktulah yang menjadi halangan mereka.


“bagaimana menurut pakanira setelah melihat ini semua”


“menurut saya ini semua hanyalah kesalahpahaman karena manusia sudah


terbukti pasti akan melakukan kesalahan”


“begitukah menurut pakanira”


“iya, jika saja manusia bukanlah bentuk


kesempurnaan ini pasti tidak akan terjadi”


“bukanya karena sahih, manusia bisa melakukan


banyak hal”


“tidak, karena kesempurnaan itu yang membuat


manusia menjadi tidak sempurna”


Mendengar tutur kata dari arif sang


kehidupan  melempar arif ke atas dan


tebang perlahan mendahului arif.


Lalu menunggu arif, dan menangkap arif sang


kehidupan pun membawa arif berjalan di atas awan mengarah ke awan senja.


Dan meminta arif untuk duduk sembari menatap


cuplikan siklus.


muncullah seorang manusia yang bangun di pagi


hari yang sedang pergi ke hutan lalu memotong batang kayu secara bertahan


hingga potongan 5 ia menghentikannya dan kembali pulang lalu menjual kayu


tersebut.


Keesokan harinya ia melakukan hal yang sama


hingga tersisa beberapa pohon di desa, lalu sang kehidupan memperlihatkan


takdir membuat bencana bagi orang tersebut yang membuatnya tertimbun batang


pohon dan mati.


“menurut pakanira apakah hal yang di lakukan

__ADS_1


takdir itu kesalahan”


“dia membunuh manusia, sudah jelas ia melakukan


kesalahan” ujar arif dengan rasa kesal.


Sang kehidupan pun tersenyum dan memutar


ulang  dengan menghilangkan takdir, saat


seorang tersebut memotong semua pepohonan yang berada di sana.


Hujan pun tiba tanah mulai menjadi kotor dan


berlumpur perlahan tanah mulai gusar dan longsor pun terjadi, luap sungai mulai


naik banjir bandang pun tiba menewaskan satu desa.


Sang kehidupan pun menghentikan tayangan tersebut


dan bertanya kepada arif


“kalau begini siapa yang harus bertanggung jawab,


diakah si pemotong kayu, atau takdir”


Arif pun kebingungan untuk berkata, sang


kehidupan pun berkata


“semua yang dilakukan oleh kami para sang sudah


menjadi pilihan terbaik, jadi jika kalian merasa tidak terima dengan pilihan


yang kami berikan janganlah menuntut buatlah pilihan kalian sendiri”


Sang kehidupan memutar kembali tayangan tersebut,


dengan menewaskan si pemotong kayu, para warga menemukannya dan menguburkannya.


Beberapa hari kemudian saat banjir tiba, air yang


meluap berhasil di serap oleh pepohonan dan perlahan air mulai surut yang hanya


melanda sebagian warga.


Arif yang melihat kejadian tersebut meminta maaf


karena merasa tahu diri, dan menyesali perbuatannya.


Sang kehidupan pun melempar arif ke atas dan


tebang perlahan mendahului arif.


Lalu menunggu arif, untuk menangkapnya, sang


Sembari berjalan sang kehidupannya bertanya “apa


kesanmu melihat ribuan jiwa minta tolong kepadamu saat di alam baka”


Arif terkejut mendengar ucapan sang kehidupan


yang mengetahui bahwa arif telah berada di alam baka.


“takut dan kasihan”


“lalu saat di the portal, apakah pakanira bertemu


dengan sountor”


“iya, aku pikir mau di makan oleh nya”


“jika masih hidup pasti akan di makan oleh nya”


“maksudnya hidup”


“pakanira kan sudah wafat”


Sontak arif mengingat saat S3 menusuk pedang ke


dada arif.


(lain sisi)


“dia pasti kesulitan menghadapi ujian dengan sang


kehidupan”


“kenapa” tanya S3


“masa kamu lupa, dia kan sudah mati, saat kamu tusuk


dengan pedangku”


“bukanya kamu hidupkan”


“mana mungkin bisa aku, aku hanya memberi dia


penahan rasa sakit”


“celaka dia” ujar S3.


(lain sisi)

__ADS_1


“pantas sountor tidak memakanku”


“asal pakanira tahu kawula  tidak akan mengizinkan kepada kematian”


“jadi mengapa aku harus melakukan ujian ini”


“kawula akan wu beri kesempatan yaitu dengan


menghidupkan pakanira sendiri”


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


[ ~ Nama : Sang Kehidupan ~ ]


{ ~ Umur : N\A ~ }


{ ~ Status : berada  ~ }


{ ~ Kekuatan : menghidupkan ~ }


{ ~ tugas : menyeleksi siapa yang tidak layak hidup ~ }


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


berjalan di atas awan mengarah ke awan hitam,


sesampai di sana sang kehidupan meminta arif untuk duduk, cuplikan potongan


kehidupan pun di tayangkan.


Namun yang di lihat oleh arif hanya kekosongan.


“kenapa tidak muncul ya” ujar arif


“karena kamulah yang akan di lihat”


Tempat arif duduk pun perlahan menipis dan arif


pun terjatuh ke bawah.


Aaaaaaarrrghhhhhhh!!!!! Teriak arif di tengah


udara, lalu muncullah sebuah ide untuk menggunakan waktu dan memperlambat jatuh


nya arif namun karena kurangnya pengetahuan tentang waktu, arif pun terjebak ke


arus waktu dan terlempar di era nya vilan jauh lebih tepatnya setelah perang


dunia alam ke 2


saat nagisa sedang berusaha mencari keberadaan


Mahaguru .


Sang kehidupan yang sedang melihat arif terkejut


 “pakanira


bisa menggunakan waktu, atraktif” ujar Sang kehidupan yang kagum akan aksi


arif, yang mempersulit dirinya.


Arif pun terjatuh terombang-ambing dan terikat


dalam dedaunan, arif pun berusaha keluar dari ikatan daun tersebut dan melihat


keadaan sekitar


“apa yang terjadi kenapa tempat ini terlihat


hancur seperti ini”


Arif pun berjalan melewati puing-puing namun


jalan untuk menyeberangi sungai telah tertutup arus sungai lebat, arif pun


memutuskan untuk menggunakan elemen anginnya dan terbang melalui udara.


Dari kejauhan Mahaguru melihat arif yang sedang


terbang melintasi, arif pun melihatnya juga lalu menghampirinya untuk bertanya


mengenai kejadian yang telah terjadi di tempat ini.


Namun arif tidak mengerti bahasa yang digunakan


oleh Mahaguru, tapi Mahaguru menyadari bahwa arif bukan berasal dari masa


sekarang di lihat dari pakaian dan luka dadanya, Mahaguru pun menggunakan


bahasa isyarat gerakan untuk meminta arif pergi dengannya.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan tempat


tersebut, seiring perjalanan mereka, mereka pun saling memahami dan bisa


bercakap dengan bahasa isyarat tersebut, arif pun menjelaskan kejadian yang


menimpanya.


Mahaguru pun kesulitan untuk memahami arif yang berkata


bahwa dirinya berasal dari masa depan dan terbawa arus ke masa lalu lalu berada

__ADS_1


ke masa sekarang.


Bersambung....


__ADS_2