Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
[Season 2] Eps 28 : Bertahan Bagian 2


__ADS_3


“tolong ajari aku, semua yang Mahaguru kuasai”


“untuk bela diri mungkin bisa tapi kalau waktu


itu...”


“aku menguasai kematian dan waktu”


“bagaimana bisa” kejutnya Mahaguru mendengar


ucapan Arif.


“entah, aku hanya mengikuti S3”


Mahaguru pun terdiam sejenak dan berpikir ‘apa


yang di inginkan para pendahulu.’


“baiklah, aku ajarkan semua yang aku kuasai, tapi


aku tidak bertanggung jawab atas yang di peroleh oleh dirimu nantinya.”


Tanpa sadar Arif menyetujui dan tidak mengetahui


apa yang di maksud oleh Mahaguru.


Sang kehidupan yang sedang melihat Arif tersenyum


meringis melihat reaksi dari Mahaguru, ia pun berdiri dan mematikan layar awan


yang memperlihatkan Arif.


Sang kehidupan melihat ke bawah untuk


memperkirakan pendaratannya, ia pun melompat dengan anggun terjun ke bawah


meninggalkan langit ke 3.


Perlahan melewati tumpukkan awan ia pun sampai ke


bawah.


S3 dengan Vivien menghampirinya untuk menanyainya


mengenai ujian yang di hadapi oleh Arif.


Namun sang kehidupan tidak mengucapkan bagaimana


ujian tersebut.


S3 dan Vivien kembali ke rumah Vivien.


“tidak menunggunya”


“tidak perlu, lagi pula sang kehidupan tidak


berkata ia gagal”


“jadi sekarang bagaimana”


“aku harus kembali ke medan perang, untuk


membantu mereka”


“perlu bantuan ku”


“tidak perlu, ini urusan duniaku, nanti jika Arif


kembali, tolong antarkan dia kepadaku”


“tenang saja, akan selalu ku tunggu


kepulangannya”


Usai berkemas S3 pergi kembali dunianya, lalu


keluar dari air terjun tersebut dan berjalan menghampiri jendral dan lainnya.


Usai berjalan selama beberapa jam, ia pun sampai


di medan perang, melewati tumpukan mayat yang merupakan pasukannya.


“apa yang telah terjadi di sini”


S3 terus berjalan menelusuri mayat tersebut.


Ia pun menumpuk beberapa mayat dan berdiri di


atasnya lalu melihat keadaan sekitar, tak disangka S3 berlari cepat menuju


tempat jendral dan lainnya berada.


“bagaimana ini bisa terjadi” ucap S3 melihat


kemustahilan ini, dengan berlari menuju tempat yang lainnya berada.


“itu kan” dengan panik dan gelisah memikirkan


tindakan yang harus ia lakukan, untuk menghentikan perang ini.


Usai menjenguk makam orang tua nya, di kemudian


hari ia berusaha melupakan masa kelamnya dan pergi mengurus Academi kembali.


Pada suatu hari Pak Rex menghampirinya dan


memberitahukan tentang keberadaan Buku sakti yang berada di bawah Academi


tersebut.


Nagisa pun menghiraukan buku tersebut, dan

__ADS_1


membiarkannya.


Namun setelah mendengar perjuangan dari D3 juga


kakaknya D6. Ia pun penasaran pada buku tersebut.


Pada malam hari di kamarnya ia memikirkan tentang


buku tersebut.


“mengapa buku tersebut sangat di jaga ketat, dan


kakak  juga D3 harus bersusah payah


melindungi buku tersebut, apa isi dari buku tersebut.” Ucap S6 yang penasaran


pada buku tersebut.


Ia pun pergi keluar dan meminta tolong kepada


para roh untuk mencuri buku tersebut.


Keesokan harinya tersisa satu roh yang kembali ke


Nagisa lalu melaporkan bahwa teman seperjuangannya telah gagal dan gugur, dalam


pencuriannya.


Sesampai di Academi Pak Rex menghampirinya dan


menanyainya


“apakah para roh tersebut adalah ulahmu” Ujar Pak


Rex.


“iya, aku hanya ingin mengetahui seberapa amankah


pertahanan buku sakti tersebut”


Pak Rex pun berjalan dengan Nagisa sembari


menjelaskan keamanan yang di punyai oleh Academi untuk menjaga Buku tersebut.


Namun Nagisa tidak mendengarkan malah melamun


sendiri, sesampai di ruangannya ia pun memasukinya dan meninggal Pak Rex.


Ia pun duduk sambil memikirkan “oh iya, tadi Pak


Rex bicara apa ya..”


Ia pun mengambil beberapa buku di rak lalu


menemukan buku kecil, ia pun membukanya dan berisi catatan dari D6, dengan


penuh semangat Nagisa membaca catatan kakaknya, karena ruangan tersebut


merupakan ruangan Vilan sebelumnya, ketika membaca halaman berikutnya Nagisa


Sebagian halaman telah ia baca, dan memahami


maksud dari kakaknya yang meninggalkan untuk dirinya.


Ia pun pergi keluar dan mencari Pak Rex meminta


nya untuk menceritakan sejarah buku sakti tersebut hingga alasan buku tersebut


harus di lindungi.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


[ ~ Nama : Pak Rex ~ ]


{ ~ Umur : 45th di masanya ~ }


{ ~ Status : Manusia non pribumi  ~ }


{ ~ Kekuatan : jelmaan ~ }


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Sesampai di desa terdekat untuk berteduh dari


terpaan angin Mahaguru pun menyewa kamar untuk Arif dan dirinya.


“sebelum aku mengajarkan tentang kekuatanku, ada


kala kamu mengetahui asal muasal posisi mu sebagai D7” ucap Mahaguru memancing


ketertarikan Arif.


“tahu dari mana bahwa aku D7” ujar Arif yang


kaget mendengar ucapan Mahaguru


“matamu memperlihatkannya padaku”


“baiklah apa tugas ku sebagai D7”


“di dunia ada 10 buku sakti, namun tidak di


ketahui keberadaannya, dan masih menjadi misteri, namun D3 berhasil mendapatkan


salah satunya dari ke 10 buku tersebut, dan itu bernama Matralis, buku tersebut


berisi tentang kejadian di seluruh dunia ini, sebenarnya di temukan satu pun


adalah sebuah keberuntungan karena ke 10 buku tersebut saling berkaitan.”


“jadi semisal Matralis sudah di dapatkan, untuk


mendapatkan buku lainnya sangat lah mudah begitu”

__ADS_1


“iya, karena di setiap buku saling menunjukkan


keberadaan buku yang lainnya, tapi untuk memahami teka-tekinya lah yang sulit,


tapi dengan adanya Matralis, kita bisa menelusurinya karena sesuai fungsinya


mengetahui segala yang terjadi.”


“berarti tinggal menelusuri buku tersebut


terlahir terlihat di mana, begitu kan”


“betul sekali, namun tidak semua orang bisa memegang


buku tersebut”


“kenapa ?”


“karena buku tersebutlah yang memilih pemiliknya”


“itu kan hanya sebuah buku”


“buku itu hidup, tapi tidak berhidup”


“dan sekarang buku itu ada di mana”


“aku tidak tahu, D3 lah yang mengetahuinya”


“jadi alasan Mahaguru melakukan perjalanan untuk


mencari buku itu ya”


“tidak juga, aku hanya penasaran tentang isine


Donya”


“lalu apa kaitannya dengan posisiku sebagai D7”


Dahulu Kala saat  Pre War menuju Pra War


................................................................


Perebutan tahta, peperangan antar wilayah, begitulah manusia, berapa


kalipun kalian tetap membela kalian tetaplah kesalahan karena………………………….............


Kalian sudah berani melakukan kesalahan sejak awal kalian tercipta,


berawal saat manusia pertama secara tidak sadar menentang perintah, dan


berlanjut ke manusia ke dua secara langsung menentang perintah, tapi


mengapa…………………..


Pencipta masih memaafkan kalian dengan memberikan kesempatan


ke sekian kalinya untuk kalian, seharusnya kalian sadar dan


memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menebus kesalahan kalian tetapi mengapa


kalian masih tidak sadar atau mengakui bahwa itu kesalahan kalian sejak 2


manusia pertama di turunkan hingga sekarang……………………………………………………………….


Lalu bagaimana cara kalian menebusnya, pernahkah kalian memikirkannya,


mengapa kesulitan untuk


mengakuinya.......................................................................


Jika kalian tidak berani untuk mengakuinya mengapa kalian


melakukannya, tidak sengaja, begitukah menurut kalian, lalu mana yang di


sengaja................................


Kalian pikir hanya dengan meminta maaf semua


selesai...........................................


Jika memang begitu kenapa tidak di pergunakan dalam diri kalian,


kalian saja masih banyak yang tidak terima dengan ucapan minta maaf lalu kalian


minta dengan minta maaf akan menyelesaikan


segalanya...................................................


Sungguh hina ya... kalian, pantas saja iblis enggan hormat kepada


kalian, jangan kan iblis, sesama kalian saja enggan saling


menghormati.........................................


Lalu mau kalian apa, menetap dan menerimanya yakin


sanggup...............................


Jika saja kalian menyadari dan berani bertanggung jawab, pasti kalian


tidak akan merasakan hal yang  seperti


ini, lagi pula hukuman bagi kalian hanya di turunkan dan menyadari kesalahan,


sudah begitu saja, apa susahnya jika dari dulu kalian menebus kesalahan kalian,


mungkin saja kalian sudah merasakan kebahagiaan lebih dari yang kalian


bayangkan, ya tapi itu semua tergantung diri kalian sendiri, masih ingin tetap


atau berubah itu pilihan


kalian.......................................................

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2