Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
[Season 2] Eps 44 : Reaksi Bagian 2


__ADS_3


Di eps sebelumnya


Sania bersama Lisa di bawah ke asrama untuk beristirahat, sementara itu


Netolstill merancang ulang rencananya tak cukup di sini masalah lain muncul


yaitu pembawa kepunahan ke 3 akan segera hadir, namun di selang cerita di


perlihatkan bahwa shophia masih hidup dan di penjara namun masalah tersebut


hanya sebagian di bandingkan nasib para manusia yang di mana sedang di incar


oleh pembawa kepunahan ke 3, vilan pun masih berpegang teguh bahwa dirinya


percaya nagisa mampu menyelamatkan dunia ini walau harus berulang kali.


Sontak aku


terkejut melihat adikku termakan oleh makhluk bermata lima aku pun segera


berlari kembali namun makhluk tersebut melihatku, dan mengejarku, dengan


kencang aku berlari sembari menangis melihat adikku termakan oleh makhluk


tersebut, karena tergesa-gesa aku pun tersandung akar pohon dan terjatuh,


makhluk tersebut menatap dengan mata kosong, lalu menarik rambutku.


Dan menggigit


leherku juga menjilati wajahku, dari kejauhan seorang pria datang menghampiriku


dengan sisa tenagaku, aku memegang kaki makhluk tersebut sembari berkata “lari


lah..” aku pun tak sadarkan diri karena kehilangan banyak darah, pria tersebut


pun meninggalkan mayatku lalu mengejar makhluk tersebut.


“aah~, kau bodoh


ya” ucap lelaki tua yang sedang duduk melayang.


“apa maksudmu”


tanya malay yang sedang duduk menatap kejadian tersebut


“kenapa kamu


begitu bodohnya sudah tahu bisa kabur malah memegang kaki jin itu, kenapa kamu


tidak berpikir bahwa kamu itu dalam bahaya”


“karena pikiranku


lagi bingung, adikku termakan, dan aku tidak ingin melihat pria tersebut juga


termakan” ucap malay dengan marah


“dan sekarang


bagaimana nasib orang tua mu melihat itu”


“itu..aku tidak


tahu” duduk termenung


“mengapa kau


tidak memikirkan nasib orang tuamu di tinggalkan 2 orang anaknya begitu saja,


jadi malas kan aku sekarang, sudah lah !, sekarang kamu mau bagaimana” tanya


lelaki tua yang sedang duduk melayang sembari menghentakkan tongkatnya ke


permukaan.


“aku tidak mana


sekarang”


“ha.. kamu baru


khawatir sekarang, ini ujian mu”


“lalu apa yang


harus aku lakukan”


“biasanya aku


mengembalikanmu ke ilusi ingatan sebelumnya setelah terserah kamu, tapi karena


aku bosan aku tidak tahu”


Jauh di ruang


monitor surya bertanya ke Skyjin “apa yang Putra lakukan”


“kita lihat saja,


ujian ini tergantung pada dia”


Malay pun


terbangun dan bingung melihat beberapa peserta mengelupas tubuhnya surya pun


menjemputnya dan membawanya ke asrama.


Sesampai di


asrama Sania langsung memeluknya.

__ADS_1


Lisa yang bersandar


di pintu bertanya mengenai ujiannya.


“aku di marahi


oleh pria tua yang bisa melayang.”


“kamu tidak di


masukkan ke ingatan kematianmu” tanya Sania


“kenapa kamu


berbeda” ucap Lisa dengan curiga


“aku tidak tahu


tapi kata pria tersebut aku akan menyesal jika berhasil hidup kembali”


Mendengar


ucapannya Lisa pun meminta Malay untuk segera mandi dan beristirahat


“sepertinya Malay


benar-benar tertekan” ucap Sania yang sedang melipat baju.


“dia menyembunyikan


sesuatu” ucap Lisa.


Di malam hari


Malay yang sedang terbaring di atas kasurnya mengingat kembali ucapan lelaki


tua.


“aku sarankan


kamu mati, jangan hidup, kelak kamu akan menyesal, apa maksudnya huah... tidur


saja” Malay pun memeluk gulingnya dan tertidur.


Sementara itu di


naraka depan bagian belakang tempat para warga hidup dengan damai ya begitulah


kata mereka.


Di tengah pusat


perbelanjaan terlihatlah sesosok makhluk sedang membeli sesuatu dari pedagang


di saat pembayaran makhluk tersebut membayarkan harga satu barang dan pergi


beberapa menit kemudian si pedagang menyadari bahwa barang dagangannya


berkurang tidak semestinya.


tersebut tertawa sembari memakan barang yang ia beli sebanyak 5 dengan harga 1


barang.


Ia pun pergi


memasuki tempat bertinggal yang di mana setiap rumah saling berdekatan dan


menumpuk, anggap saja seperti rumah susun.


 Saat dia berjalan di jalanan ia melihat


seorang bocah sedang mencuri keranjang dan di kejar oleh pemiliknya, ia pun


melompat dari atap rumah ke atap rumah, tidak sampai di situ keranjang tersebut


di curi oleh bocah lain dan pergi ke lantai dasar dan bersembunyi dan seorang


kakek menabraknya dan mencurinya dan pergi saat si kakek menaiki tangga, kaki


kakek tersebut di tarik dan di curi oleh si wanita muda,  bocah awal yang melihatnya melompat ke wanita


tersebut dan mencurinya balik, aku pun hanya bisa tertawa menaiki tangga


tersebut sembari menginjak kakek tersebut yang berbaring di tangga  tersebut.


Aku pun pergi


masuk ke dalam salah satu rumah dusun yang kosong dan menaiki lift hingga ke


lantai atas dan melompat ke atap rumah hingga sampailah ke atas menara lonceng


yang di gunakan sebagai penunjuk waktu di atas menara lonceng aku duduk terdiam


sembari menunggu.


“sepertinya tidak


ada habisnya ya aksi mereka” ucap sesosok iblis dengan wujud manusia tertutup


oleh jubah. Ia pun melepaskan jubahnya dengan melemparnya jubah tersebut pun


terbawa angin, manusia tersebut pun berubah ke wujud iblis aslinya dan duduk di


sampingku.


“ya begitulah


inilah naraka” ucapku sembari menawarkan barang yang telah aku beli, kami pun


mengobrol bersama hingga lonceng berbunyi.


“masih bekerja

__ADS_1


dengan mereka kau” tanya brand


“masih kenapa”


tanya aku


“tidak apa-apa,


hanya saja mereka tidak pernah jelas.”


“kemarin saja


kami berhasil mendapatkan manusia namun berhasil di selamatkan”


“manusia asli”


tanya brand


“habis di pakai


oleh bangsa jin”


“Oh, aku pikir


asli, ya sudah aku pergi dulu dah syac” brand pun pergi.


Usai percakapan


syac segera turun dan kembali ke markasnya netolstill.


“dari mana kamu”


tanya netolstill


“beli camilan


lalu ketemu teman”


Terlihat seorang


pria paruh baya sedang menjaga toko hewan peliharaan milik boss nya  ia pun melakukan kegiatan biasanya yaitu


memberi makan para hewan juga membersihkan toko.


Keesokan harinya


pada malam hari saat ia di minta untuk menutup toko hewan peliharaan tersebut


terlihatnya seorang pengemis meminta sumbangan ke bahri, bahri pun memberinya


uang kecil lalu meninggalkannya.


Esoknya harinya


di pagi hari ia saat ia membuka toko hewan peliharaan tersebut ia bertemu


dengan tukang pengangkut sampah dan seperti biasa bahri pun menyapanya,


usai  itu merapikan tempat para hewan


sembari memberi makan, boss pun tiba dan pergi ke ruangannya, ia pun pergi


keluar untuk mencari makan, karena ia berangkat pagi sebelum sarapan.


Dalam perjalanannya


ia bertemu seorang polisi yang sedang bertugas dan saling menyapa, sesampai di


warung ia pun memesan makanan, namun pemilik warung tersebut sedang sibuk


membersihkan sampah semalam, bahri pun meminta izin untuk memasak sendiri


makanannya, usai makan ia pun pergi ke minimarket untuk membeli minuman sembari


berjalan menuju toko hewan peliharaan tempat ia bekerja, kesibukan harinya pun


menjadi kebiasaan bagi dirinya, sampai 4 bulan kemudian, saat ia menutup toko


tersebut ia tidak melihat pengemis yang meminta tersebut ia pun berpikir


positif dan kembali ke rumah esok harinya ia tidak bertemu dengan tukang sampah


juga polisi, warung pun tertutup saat ia pergi ke minimarket dan membeli


minuman ia tidak melihat si penjaga kasir ia pun menaruh uangnya di depan meja


kasir dan pergi ke toko hewan peliharaan tersebut, hingga siang pun boss


pemilik toko hewan peliharaan tersebut tidak kunjung datang karena merasa


khawatir ia pun menghubunginya, namun tidak ada jawaban, ia pun melanjutkan


pekerjaannya hingga malam.


Saat ia ingin


pulang ia tidak melihat kendaraan satu pun berlalu lalang, dalam benaknya ia


berpikir ini sangatlah mustahil karena tempat ia bekerja merupakan jalan utama,


tidak lah mungkin tidak ada kendaraan sama sekali.


Sesampai di rumah


ia pun tertidur.


Esok harinya saat


ia membuka jendela ia tidak melihat seorang pun berlalu.


Karena panik


bahri pun pergi ke garasi dan mengambil mobil.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2