
Di eps sebelumnya
Sania bersama Lisa di bawah ke asrama untuk beristirahat, sementara itu
Netolstill merancang ulang rencananya tak cukup di sini masalah lain muncul
yaitu pembawa kepunahan ke 3 akan segera hadir, namun di selang cerita di
perlihatkan bahwa shophia masih hidup dan di penjara namun masalah tersebut
hanya sebagian di bandingkan nasib para manusia yang di mana sedang di incar
oleh pembawa kepunahan ke 3, vilan pun masih berpegang teguh bahwa dirinya
percaya nagisa mampu menyelamatkan dunia ini walau harus berulang kali.
Sontak aku
terkejut melihat adikku termakan oleh makhluk bermata lima aku pun segera
berlari kembali namun makhluk tersebut melihatku, dan mengejarku, dengan
kencang aku berlari sembari menangis melihat adikku termakan oleh makhluk
tersebut, karena tergesa-gesa aku pun tersandung akar pohon dan terjatuh,
makhluk tersebut menatap dengan mata kosong, lalu menarik rambutku.
Dan menggigit
leherku juga menjilati wajahku, dari kejauhan seorang pria datang menghampiriku
dengan sisa tenagaku, aku memegang kaki makhluk tersebut sembari berkata “lari
lah..” aku pun tak sadarkan diri karena kehilangan banyak darah, pria tersebut
pun meninggalkan mayatku lalu mengejar makhluk tersebut.
“aah~, kau bodoh
ya” ucap lelaki tua yang sedang duduk melayang.
“apa maksudmu”
tanya malay yang sedang duduk menatap kejadian tersebut
“kenapa kamu
begitu bodohnya sudah tahu bisa kabur malah memegang kaki jin itu, kenapa kamu
tidak berpikir bahwa kamu itu dalam bahaya”
“karena pikiranku
lagi bingung, adikku termakan, dan aku tidak ingin melihat pria tersebut juga
termakan” ucap malay dengan marah
“dan sekarang
bagaimana nasib orang tua mu melihat itu”
“itu..aku tidak
tahu” duduk termenung
“mengapa kau
tidak memikirkan nasib orang tuamu di tinggalkan 2 orang anaknya begitu saja,
jadi malas kan aku sekarang, sudah lah !, sekarang kamu mau bagaimana” tanya
lelaki tua yang sedang duduk melayang sembari menghentakkan tongkatnya ke
permukaan.
“aku tidak mana
sekarang”
“ha.. kamu baru
khawatir sekarang, ini ujian mu”
“lalu apa yang
harus aku lakukan”
“biasanya aku
mengembalikanmu ke ilusi ingatan sebelumnya setelah terserah kamu, tapi karena
aku bosan aku tidak tahu”
Jauh di ruang
monitor surya bertanya ke Skyjin “apa yang Putra lakukan”
“kita lihat saja,
ujian ini tergantung pada dia”
Malay pun
terbangun dan bingung melihat beberapa peserta mengelupas tubuhnya surya pun
menjemputnya dan membawanya ke asrama.
Sesampai di
asrama Sania langsung memeluknya.
__ADS_1
Lisa yang bersandar
di pintu bertanya mengenai ujiannya.
“aku di marahi
oleh pria tua yang bisa melayang.”
“kamu tidak di
masukkan ke ingatan kematianmu” tanya Sania
“kenapa kamu
berbeda” ucap Lisa dengan curiga
“aku tidak tahu
tapi kata pria tersebut aku akan menyesal jika berhasil hidup kembali”
Mendengar
ucapannya Lisa pun meminta Malay untuk segera mandi dan beristirahat
“sepertinya Malay
benar-benar tertekan” ucap Sania yang sedang melipat baju.
“dia menyembunyikan
sesuatu” ucap Lisa.
Di malam hari
Malay yang sedang terbaring di atas kasurnya mengingat kembali ucapan lelaki
tua.
“aku sarankan
kamu mati, jangan hidup, kelak kamu akan menyesal, apa maksudnya huah... tidur
saja” Malay pun memeluk gulingnya dan tertidur.
Sementara itu di
naraka depan bagian belakang tempat para warga hidup dengan damai ya begitulah
kata mereka.
Di tengah pusat
perbelanjaan terlihatlah sesosok makhluk sedang membeli sesuatu dari pedagang
di saat pembayaran makhluk tersebut membayarkan harga satu barang dan pergi
beberapa menit kemudian si pedagang menyadari bahwa barang dagangannya
berkurang tidak semestinya.
tersebut tertawa sembari memakan barang yang ia beli sebanyak 5 dengan harga 1
barang.
Ia pun pergi
memasuki tempat bertinggal yang di mana setiap rumah saling berdekatan dan
menumpuk, anggap saja seperti rumah susun.
Saat dia berjalan di jalanan ia melihat
seorang bocah sedang mencuri keranjang dan di kejar oleh pemiliknya, ia pun
melompat dari atap rumah ke atap rumah, tidak sampai di situ keranjang tersebut
di curi oleh bocah lain dan pergi ke lantai dasar dan bersembunyi dan seorang
kakek menabraknya dan mencurinya dan pergi saat si kakek menaiki tangga, kaki
kakek tersebut di tarik dan di curi oleh si wanita muda, bocah awal yang melihatnya melompat ke wanita
tersebut dan mencurinya balik, aku pun hanya bisa tertawa menaiki tangga
tersebut sembari menginjak kakek tersebut yang berbaring di tangga tersebut.
Aku pun pergi
masuk ke dalam salah satu rumah dusun yang kosong dan menaiki lift hingga ke
lantai atas dan melompat ke atap rumah hingga sampailah ke atas menara lonceng
yang di gunakan sebagai penunjuk waktu di atas menara lonceng aku duduk terdiam
sembari menunggu.
“sepertinya tidak
ada habisnya ya aksi mereka” ucap sesosok iblis dengan wujud manusia tertutup
oleh jubah. Ia pun melepaskan jubahnya dengan melemparnya jubah tersebut pun
terbawa angin, manusia tersebut pun berubah ke wujud iblis aslinya dan duduk di
sampingku.
“ya begitulah
inilah naraka” ucapku sembari menawarkan barang yang telah aku beli, kami pun
mengobrol bersama hingga lonceng berbunyi.
“masih bekerja
__ADS_1
dengan mereka kau” tanya brand
“masih kenapa”
tanya aku
“tidak apa-apa,
hanya saja mereka tidak pernah jelas.”
“kemarin saja
kami berhasil mendapatkan manusia namun berhasil di selamatkan”
“manusia asli”
tanya brand
“habis di pakai
oleh bangsa jin”
“Oh, aku pikir
asli, ya sudah aku pergi dulu dah syac” brand pun pergi.
Usai percakapan
syac segera turun dan kembali ke markasnya netolstill.
“dari mana kamu”
tanya netolstill
“beli camilan
lalu ketemu teman”
Terlihat seorang
pria paruh baya sedang menjaga toko hewan peliharaan milik boss nya ia pun melakukan kegiatan biasanya yaitu
memberi makan para hewan juga membersihkan toko.
Keesokan harinya
pada malam hari saat ia di minta untuk menutup toko hewan peliharaan tersebut
terlihatnya seorang pengemis meminta sumbangan ke bahri, bahri pun memberinya
uang kecil lalu meninggalkannya.
Esoknya harinya
di pagi hari ia saat ia membuka toko hewan peliharaan tersebut ia bertemu
dengan tukang pengangkut sampah dan seperti biasa bahri pun menyapanya,
usai itu merapikan tempat para hewan
sembari memberi makan, boss pun tiba dan pergi ke ruangannya, ia pun pergi
keluar untuk mencari makan, karena ia berangkat pagi sebelum sarapan.
Dalam perjalanannya
ia bertemu seorang polisi yang sedang bertugas dan saling menyapa, sesampai di
warung ia pun memesan makanan, namun pemilik warung tersebut sedang sibuk
membersihkan sampah semalam, bahri pun meminta izin untuk memasak sendiri
makanannya, usai makan ia pun pergi ke minimarket untuk membeli minuman sembari
berjalan menuju toko hewan peliharaan tempat ia bekerja, kesibukan harinya pun
menjadi kebiasaan bagi dirinya, sampai 4 bulan kemudian, saat ia menutup toko
tersebut ia tidak melihat pengemis yang meminta tersebut ia pun berpikir
positif dan kembali ke rumah esok harinya ia tidak bertemu dengan tukang sampah
juga polisi, warung pun tertutup saat ia pergi ke minimarket dan membeli
minuman ia tidak melihat si penjaga kasir ia pun menaruh uangnya di depan meja
kasir dan pergi ke toko hewan peliharaan tersebut, hingga siang pun boss
pemilik toko hewan peliharaan tersebut tidak kunjung datang karena merasa
khawatir ia pun menghubunginya, namun tidak ada jawaban, ia pun melanjutkan
pekerjaannya hingga malam.
Saat ia ingin
pulang ia tidak melihat kendaraan satu pun berlalu lalang, dalam benaknya ia
berpikir ini sangatlah mustahil karena tempat ia bekerja merupakan jalan utama,
tidak lah mungkin tidak ada kendaraan sama sekali.
Sesampai di rumah
ia pun tertidur.
Esok harinya saat
ia membuka jendela ia tidak melihat seorang pun berlalu.
Karena panik
bahri pun pergi ke garasi dan mengambil mobil.
__ADS_1
Bersambung....