Stars;Devils The Beginning Book S

Stars;Devils The Beginning Book S
[Season 2] Eps 43 : Reaksi Bagian 1


__ADS_3


Dengan ketakutan


diriku di peluk ibu dengan erat, kami berdua pun melihat ayah terhisap darahnya


dengan jumlah yang banyak hingga tiada.


Saat jin gila lintah


tersebut berusaha mendekati kami datang mas ibuku pun berbisik memintaku untuk


berlari menuju mas, namun mas malah mendorongku menjauh dan berlari menuju jin


gila lintah tersebut aku pun melihat dengan mata kepalaku sendiri ibuku


terbunuh dengan semudah itu, aku juga melihat mas memotong jin gila lintah


tersebut dengan api yang keluar dari tangannya sedang membelah jin gila lintah


tersebut namun jin gila lintah tersebut pun malah menjadi dua, saat mas


menyerang salah satu jin gila lintah tersebut aku telah tiada.


“Aku tahu kamu


baru kembali dan kondisimu tidak menentu, dari pada harus menjadi pengajar


bagaimana jika menjadi pemandu, cukup pandu mereka” ucap Skyjin.


“maksud dari


pemandu apa”


“cukup bawa


mereka ke jalan yang sesat bagaimana”


“bayaranku tetap


kan” bisik Putra, Skyjin pun menganggukkan kepalanya.


“tunggu jadi si


laki tua itu Putra” ucap surya yang sedang menatap monitor.


“iya, hebat dia


kan” jawab Skyjin


“bagaimana


menurutmu” tanya lelaki tua yang sedang duduk melayang.


“dia tidak peduli


pada adik,  dia jahat”


“sebenarnya bukan


salah dia, karena laki itu sedang di kendalikan emosi”


“tapi si adik


mati”


“dia juga mati


mari kita lanjutkan”


Setelah si adik


tiada jin gila lintah menyerang dari kedua sisi membunuh si laki tersebut,


mereka pun mati secara bergantian.


“bagus kan


endingnya” tanya laki tua yang sedang duduk melayang


“jelek, mati


semua, gak seru”


“ingin seru, maka


ubahlah” ucap Putra memukulkan tongkat ke kepala sania.


^```````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````^


Nama : Si


penghancur Waktu


Umur : 00


Status : zat


murni


^``````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````^


Sania pun dengan


kondisi lelah dan berat dirinya kesulitan menggerakkan tubuhnya saat mas


terhisap darahnya dan tiada, Sania pun berusaha memaksakan tubuhnya dan berdiri


dengan perlahan.


“seharusnya kau


sudah tiada” ucap jin gila lintah tersebut


Perlahan sania

__ADS_1


tersadar bahwa ini adalah kematian dirinya.


Ia pun berjalan


menuju ibunya dan meminta maaf bahwa ia tidak membeli kan baju untuk ibunya,


Sania pun mengingat beberapa hari yang lalu ia berjanji saat dewasa ia akan


membelikan baju baru yang mahal dari hasil jerih payah nya.


Dengan marah


Sania berlari menuju jin gila lintah tersebut, ia pun menggunakan mayanya dan


mengeluarkan gunting raksasa lalu memotong jin gila lintah tersebut, namun


setiap potongan tersebut membuat jin gila lintah tersebut menjadi tambah banyak,


Sania pun kesulitan melawan  jumlah jin


gila lintah yang banyak itu ia pun berlari sembari memancing jin gila lintah


tersebut.


“lari pun tak


akan membuatmu selamat” ucap jin gila lintah tersebut.


Sania pun berlari


menuju pesisir pantai terdekat, ia pun memotong gunting raksasa tersebut hingga


menjadi sebuah bilah gunting, ia pun mencelupkan bilah gunting tersebut ke laut


lalu melemparkannya satu persatu ke jin gila lintah tersebut, jin gila lintah


tersebut mati meledak karena air asin yang berada di bilah gunting tersebut,


usai membasmi jin gila lintah tersebut Sania pun merendamkan dirinya ke laut di


malam hari untuk membersihkan cairan menjijikkan akibat ledakan jin gila lintah


tersebut.


Lalu muncullah


portal di bawah dirinya dan menariknya bagaikan pusaran air, ia pun terbangun


di tempat terowongan tersebut.


“mengapa tubuhku


basah” ia pun terkejut melihat kulitnya mengeriput akibat terlalu lama di


genangan air.


“Lisa kenapa kamu


ada disana”


jawab Lisa


Sania pun menaiki


bukit kecil tersebut, saat ia membersihkan tubuhnya ia terkejut melihat peserta


lain.


“selamat menjadi


yang kedua dalam bertahan” ucap Skyjin.


“dari mana itu


suara” tanya Sania


“dari luar


mungkin” jawab Lisa


Lisa pun menjerit


melihat beberapa peserta terkelupas tubuhnya dan mengeluarkan makhluk kecil


seperti lipan dengan jumlah yang banyak pergi keluar melalui terowongan.


“biarkan saja,


itu risiko mayat yang banyak dosanya” ucap Skyjin.


Sania pun hanya


bisa terdiam mendengar suara tersebut.


Sementara itu


Netolstill merangkak keluar dari sungai dengan wujud manusia ia berubah menjadi


serigala berbulu lebat berwarna merah.


Berjalan menuju


narka dalam.


Dari atas atap gubuk


terlihat si penghancur waktu duduk diam melihat, ia pun berdiri melompat ke


depan putaran waktu dan menghilang.


“sepertinya tidak


berjalan mulus” ucap netolsmax dengan tertawa.


“mengapa kamu

__ADS_1


tidak membantuku” bentak netolstill


“sudahlah mari


kita kembali dan menyusun rencana”


Jauh di dalam


naraka lebih tepatnya di naraka tengah bagian belakang tempat makhluk terkeji


dari diri bernaung dalam penjara.


Terlihat sesosok


makhluk keturunan murni dari citra sedang tidur-tiduran sembari menghitung.


“sedang apa kau”


tanya si penghancur waktu


“menghitung kapan


kepunahan ke 3 muncul” ucap sesosok makhluk keturunan murni dari citra.


“apakah dia jauh


lebih hebat darimu” tanya Si penghancur waktu mendekati jeruji sel tempat


sesosok makhluk tersebut.


Makhluk tersebut


pun bangun dari tidurnya mendekati jeruji sel cahaya uap pun menyinari makhluk


tersebut dan memperlihatkan sesosok makhluk tersebut.


“penasaran ya,


dia itu manusia mereka adalah manusia yang sudah hidup bertahan untuk hari yang


akan datang” ucap  sesosok makhluk


tersebut sembari tersenyum.


Si penghancur


waktu pun makin penasaran dan bertanya siapa mereka yang di sebutkan oleh


sesosok makhluk tersebut.


“katakan shop!


Kau menyebut mereka berarti dia tidak sendiri”


“memang tapi


kepunahan ke 2 telah muncul lama sebelum kepunahan ke 3 yang akan membawa


kepunahan secara langsung, hahahahah” dengan lantang shophia tertawa dan


kembali ke tempat tidurnya.


“apa yang kamu


nantikan akan terjadi” ucap shophia kembali menghitung.


“begitu ya, akan


kulihat sebentar reaksi dari para manusia” ucap si penghancur waktu menghilang


tertelan oleh gelap.


Jauh di atas


langit tempat para sang bernaung yaitu altarisk sedang panik mendengar pembawa


kepunahan ke 3 kan hadir.


“menurut


bagaimana apa ini bisa di cegah seperti sebelumnya” tanya sang penentu ke sang


takdir.


“apa kita harus


khawatir” ucap sang kematian.


Terlihat turunnya


malaikat menyampaikan kepunahan ke 3 akan terjadi secara bersamaan.


Mendengar ucapan


tersebut para sang pun mulai tenang.


Namun vilan tetap


khawatir mampukah dirinya mempercayai ini semua ke nagisa.


Mengingat


kepunahan ke 3 hadir dengan bersamaan akan mengakibatkan hal yang dahsyat bagi


seluruh alam.


Kembali  ke ujian undead Surya merasa kasihan ke dua


peserta yang berhasil harus kedinginan menunggu yang lain ia pun menjemput dan


mengantar ke asrama usai mandi sania bersama lisa makan bersama sembari


menunggu peserta lain.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2