
Dengan ketakutan
diriku di peluk ibu dengan erat, kami berdua pun melihat ayah terhisap darahnya
dengan jumlah yang banyak hingga tiada.
Saat jin gila lintah
tersebut berusaha mendekati kami datang mas ibuku pun berbisik memintaku untuk
berlari menuju mas, namun mas malah mendorongku menjauh dan berlari menuju jin
gila lintah tersebut aku pun melihat dengan mata kepalaku sendiri ibuku
terbunuh dengan semudah itu, aku juga melihat mas memotong jin gila lintah
tersebut dengan api yang keluar dari tangannya sedang membelah jin gila lintah
tersebut namun jin gila lintah tersebut pun malah menjadi dua, saat mas
menyerang salah satu jin gila lintah tersebut aku telah tiada.
“Aku tahu kamu
baru kembali dan kondisimu tidak menentu, dari pada harus menjadi pengajar
bagaimana jika menjadi pemandu, cukup pandu mereka” ucap Skyjin.
“maksud dari
pemandu apa”
“cukup bawa
mereka ke jalan yang sesat bagaimana”
“bayaranku tetap
kan” bisik Putra, Skyjin pun menganggukkan kepalanya.
“tunggu jadi si
laki tua itu Putra” ucap surya yang sedang menatap monitor.
“iya, hebat dia
kan” jawab Skyjin
“bagaimana
menurutmu” tanya lelaki tua yang sedang duduk melayang.
“dia tidak peduli
pada adik, dia jahat”
“sebenarnya bukan
salah dia, karena laki itu sedang di kendalikan emosi”
“tapi si adik
mati”
“dia juga mati
mari kita lanjutkan”
Setelah si adik
tiada jin gila lintah menyerang dari kedua sisi membunuh si laki tersebut,
mereka pun mati secara bergantian.
“bagus kan
endingnya” tanya laki tua yang sedang duduk melayang
“jelek, mati
semua, gak seru”
“ingin seru, maka
ubahlah” ucap Putra memukulkan tongkat ke kepala sania.
^```````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````^
Nama : Si
penghancur Waktu
Umur : 00
Status : zat
murni
^``````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````^
Sania pun dengan
kondisi lelah dan berat dirinya kesulitan menggerakkan tubuhnya saat mas
terhisap darahnya dan tiada, Sania pun berusaha memaksakan tubuhnya dan berdiri
dengan perlahan.
“seharusnya kau
sudah tiada” ucap jin gila lintah tersebut
Perlahan sania
__ADS_1
tersadar bahwa ini adalah kematian dirinya.
Ia pun berjalan
menuju ibunya dan meminta maaf bahwa ia tidak membeli kan baju untuk ibunya,
Sania pun mengingat beberapa hari yang lalu ia berjanji saat dewasa ia akan
membelikan baju baru yang mahal dari hasil jerih payah nya.
Dengan marah
Sania berlari menuju jin gila lintah tersebut, ia pun menggunakan mayanya dan
mengeluarkan gunting raksasa lalu memotong jin gila lintah tersebut, namun
setiap potongan tersebut membuat jin gila lintah tersebut menjadi tambah banyak,
Sania pun kesulitan melawan jumlah jin
gila lintah yang banyak itu ia pun berlari sembari memancing jin gila lintah
tersebut.
“lari pun tak
akan membuatmu selamat” ucap jin gila lintah tersebut.
Sania pun berlari
menuju pesisir pantai terdekat, ia pun memotong gunting raksasa tersebut hingga
menjadi sebuah bilah gunting, ia pun mencelupkan bilah gunting tersebut ke laut
lalu melemparkannya satu persatu ke jin gila lintah tersebut, jin gila lintah
tersebut mati meledak karena air asin yang berada di bilah gunting tersebut,
usai membasmi jin gila lintah tersebut Sania pun merendamkan dirinya ke laut di
malam hari untuk membersihkan cairan menjijikkan akibat ledakan jin gila lintah
tersebut.
Lalu muncullah
portal di bawah dirinya dan menariknya bagaikan pusaran air, ia pun terbangun
di tempat terowongan tersebut.
“mengapa tubuhku
basah” ia pun terkejut melihat kulitnya mengeriput akibat terlalu lama di
genangan air.
“Lisa kenapa kamu
ada disana”
jawab Lisa
Sania pun menaiki
bukit kecil tersebut, saat ia membersihkan tubuhnya ia terkejut melihat peserta
lain.
“selamat menjadi
yang kedua dalam bertahan” ucap Skyjin.
“dari mana itu
suara” tanya Sania
“dari luar
mungkin” jawab Lisa
Lisa pun menjerit
melihat beberapa peserta terkelupas tubuhnya dan mengeluarkan makhluk kecil
seperti lipan dengan jumlah yang banyak pergi keluar melalui terowongan.
“biarkan saja,
itu risiko mayat yang banyak dosanya” ucap Skyjin.
Sania pun hanya
bisa terdiam mendengar suara tersebut.
Sementara itu
Netolstill merangkak keluar dari sungai dengan wujud manusia ia berubah menjadi
serigala berbulu lebat berwarna merah.
Berjalan menuju
narka dalam.
Dari atas atap gubuk
terlihat si penghancur waktu duduk diam melihat, ia pun berdiri melompat ke
depan putaran waktu dan menghilang.
“sepertinya tidak
berjalan mulus” ucap netolsmax dengan tertawa.
“mengapa kamu
__ADS_1
tidak membantuku” bentak netolstill
“sudahlah mari
kita kembali dan menyusun rencana”
Jauh di dalam
naraka lebih tepatnya di naraka tengah bagian belakang tempat makhluk terkeji
dari diri bernaung dalam penjara.
Terlihat sesosok
makhluk keturunan murni dari citra sedang tidur-tiduran sembari menghitung.
“sedang apa kau”
tanya si penghancur waktu
“menghitung kapan
kepunahan ke 3 muncul” ucap sesosok makhluk keturunan murni dari citra.
“apakah dia jauh
lebih hebat darimu” tanya Si penghancur waktu mendekati jeruji sel tempat
sesosok makhluk tersebut.
Makhluk tersebut
pun bangun dari tidurnya mendekati jeruji sel cahaya uap pun menyinari makhluk
tersebut dan memperlihatkan sesosok makhluk tersebut.
“penasaran ya,
dia itu manusia mereka adalah manusia yang sudah hidup bertahan untuk hari yang
akan datang” ucap sesosok makhluk
tersebut sembari tersenyum.
Si penghancur
waktu pun makin penasaran dan bertanya siapa mereka yang di sebutkan oleh
sesosok makhluk tersebut.
“katakan shop!
Kau menyebut mereka berarti dia tidak sendiri”
“memang tapi
kepunahan ke 2 telah muncul lama sebelum kepunahan ke 3 yang akan membawa
kepunahan secara langsung, hahahahah” dengan lantang shophia tertawa dan
kembali ke tempat tidurnya.
“apa yang kamu
nantikan akan terjadi” ucap shophia kembali menghitung.
“begitu ya, akan
kulihat sebentar reaksi dari para manusia” ucap si penghancur waktu menghilang
tertelan oleh gelap.
Jauh di atas
langit tempat para sang bernaung yaitu altarisk sedang panik mendengar pembawa
kepunahan ke 3 kan hadir.
“menurut
bagaimana apa ini bisa di cegah seperti sebelumnya” tanya sang penentu ke sang
takdir.
“apa kita harus
khawatir” ucap sang kematian.
Terlihat turunnya
malaikat menyampaikan kepunahan ke 3 akan terjadi secara bersamaan.
Mendengar ucapan
tersebut para sang pun mulai tenang.
Namun vilan tetap
khawatir mampukah dirinya mempercayai ini semua ke nagisa.
Mengingat
kepunahan ke 3 hadir dengan bersamaan akan mengakibatkan hal yang dahsyat bagi
seluruh alam.
Kembali ke ujian undead Surya merasa kasihan ke dua
peserta yang berhasil harus kedinginan menunggu yang lain ia pun menjemput dan
mengantar ke asrama usai mandi sania bersama lisa makan bersama sembari
menunggu peserta lain.
Bersambung...
__ADS_1