
setiba di rumah raka langsung masuk kedalam rumah tanpa mempedulikan stefanie yang sedang kesusahan turun dari mobil
"auwh!"eluh stefanie
karna kakinya tidak sengaja membentur pintu mobil,raka hanya menatapnya sekilas kemudian melanjutkan jalan nya
"inilah nasib ku,di manapun selalu terbuang"gumam stefanie
hati stefanie sangat perih melihat raka juga bersikap acuh terhadapnya
"gue bantu,"ucap morgan
morgan membantu stefanie berjalan masuk ke dalam rumah
"makasih"ucap stefanie karna morgan sudah membantu
"sama sama"sahut morgan lalu dia pergi
di dalam kamarnya stefanie menangis menahan rasa sakit pada kaki dan wajahnya,rasa perih karna diabaikan membuat hati stefanie sangat hancur
"mungkin selamanya aku akan selalu di buang dan nggak dianggap"ucap stefanie di sela tangis nya
sementara itu raka langsung pergi keluar rumah lagi,ia pergi kemarkas nya
"mana orangnya?"tanya raka kepada andre
mereka berhasil menangkap dua orang kaki tangan dandi
sudah sejak kemarin andre mengintrogasi kedua berandal itu tapi tidak satupun yang mau bicara
raka mengeluarkan pisau kecil yang ketajamannya hampir setajam silet,kemudian mendekatkan pisau itu kewajah salah satu dari mereka
"katakan atau pisau kecil ini akan menembus pipi kalian"ujar raka sambil sedikit menekan pisau kewajah salah satu dari mereka
orang itu malah tersenyum remeh,ia tidak yakin raka akan bernai melakukan nya karna yang dia ketahui raka hanyalah seorang pengusaha
raka menggertak gigi nya"rasakan"ucap nya pelan,raka langsung menekan pisau itu sehingga membuat sang empunya wajah berteriak kesakitan
sret,,
raka mengoyak pipi langsung kemulut orang itu
orang itu berteriak histeris saat menyadari mulutnya sudah terkoyak
andre sengaja mengambil kaca dan mengarahkan nya ke wajah orang tadi
"kenapa kalian tidak langsung membunuh kami!!"teriak yang satu nya lagi
"biklah"sahut raka
srett,,
batang leher orang tersebut langsung terpotong,darah memercik di kemeja yang di pakai oleh raka
"berikan kepada tania ku"ucap raka, setelah itu raka langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.raka pulang dengan keadaan tubuh dan pakaian bersih dan wangi
__ADS_1
tania adalah harimau betina peliharaan raka di markas
saat malam raka terlihat mondar mandir di depan meja makan,rasa gengsi dan dendam membuat raka tidak mau mempedulikan stefanie namun jauh di dalam lubuk hati nya yang paling dalam raka tetap tidak bisa mengabaikan istri nya
keesokan harinya stefanie mencoba keluar daei kamar,cacing di perutnya sudah berteriak teriak sejak semalam
duk,,
"aish!"umpat stefanie karna kaki nya yang sakit tidak sengaja mengenai pinggiran pintu
seseorang berlari menaiki tangga"maaf saya telat membawa makanan nya"ucap seorang wanita paruh baya
stefanie terdiam,ia bingung harua mengatakan apa karna ia tidak mengenali wanita itu
"saya jum,tuan raka mengambil saya sebagai pembantu untuk mengurus rumah dan memasak"jelas jum
"oh,,
stefanie manggut manggut,ia baru mengerti sekarang.demi menghindar darinya raka sengaja mempekerjakan orang agar mereka tidak perlu bertemu satu sama lain
stefanie kembali kedalam kamar di bantu oleh jum,tak lama kemudian datang seorang gadis yang usianya hampir sama dengan stefanie.ia membawa buah buahan segar yang hanya sudah di potong potong
"siapa lagi dia?"pikir stefanie
jum mengerti dengan arah tatapan stefanie
"dia sani,dia juga bekerja seperti saya"jelas jum
"oh,,
"tuan mengatakan nona sedang dalam masa penyembuhan pasca kecelakaan beberapa hari yang lalu,nona sangat beruntung mempunyai kakak yang sangat pengertian"ucap jum,ia merasa iri terhadap stefanie
stefanie mengernyitkan dahi mendengar perkataan jum
"kakak?"tanya nya dalam hati,entah kenapa hati stefanie seperti tidak terima raka mengakuinya sebagai adik si depan para orang lain"baiklah mulai sekarang gue adik lo"gumam stefanie
stefanie langsung melahap habis makanan yang di bawa oleh jum
saat siang raka pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang tidak sengaja tertinggal"mana adik saya bik?"tanya raka pada jum
"gue disini!"stefanie menjawab langsung
ternyata jum sedang memijat kaki stefanie
raka diam saja mendengar sahutan stefanie,ia langsung pergi kekamar untuk mengambil berkas
"oh iya bik jum sebelumnya pernah kerja di mana?"tanya stefanie kepada jum
"sebelumnya saya kerja di kota Y,sebagai asisten rumah tangga juga tapi bedanya disana saya juga harus mengasuh anak majikan saya yang baru berusia dua tahun"jelas jum panjang kali lebar
"ohh"stefanie ber oh ria
saat raka turun ke lantai satu tatapan nya dan stefanie tidak sengaja bertemu,sontak saja keduanya langsung membuang muka
"dasar muka datar"gerutu stefanie
__ADS_1
"masih mending muka datar dari pada dada datar"bagas yang menyahut,bagas hanya iseng saja
"heh! gini gini gue masih ori tau nggak!,nggak ada guna nya kalau gede tapi hasil remasan tangan cowok cowok brengsek"seru stefanie tidak mau kalah
deg,,
sani yang baru saja datang di ruang tamu langsung terkejut mendengar perkataan stefanie.bagaimana tidak,payudara miliknya sangat lah besar dan itu adalah murni hasil kerja keras orang orang yang pernah memacarinya
tiba tiba ponsel raka berdering,raka mengernyitkan dahi melihat sang penelfon
"hem"sahut nya
"stefanie nya ada?"tanya maysa dari ujung telfon
raka berjalan menghampiri stefanie lalu menyodorkan ponsel nya
stefanie langsung mengambil ponsel raka
"maysa!!"pekik gadis itu
"wih! gue kira lo udah ko it"ucap maysa
"ya enggak lah,mana mungkin stefanie debora semudah itu mati.nanti banyak yang seneng kalau gue mati dan gue nggak suka itu"stefanie sengaja menggoda sahabat nya itu
"dasar mulut comberan"gerutu maysa
hahaha,,
tawa stefanie pecah karna maysa marah
"balikin hp gue,tulang tulang gue serasa beku karna memakai hp beruang kutub"ucap stefanie pelan,berharap raka tidak mendengarnya
raka mengerutkan dahinya mendengar julukan stefanie untuk nya,spontan saja raka langsung merebut ponsel nya dari tangan stefanie
"kamu datang saja ke alamat xxx,beruang kutub akan pergi bekerja dan dia menginginkan ponselnya"ucap raka lalu melempar tatapan tajam kearah stefanie
raka langsung pergi lalu di ikuti oleh bagas sang asisten
"ck,,
stefanie berdecak kesal
"em,kak sani"stefanie memanggil sani karna sani terus menatap raka hingga pria itu menghilangkan di balik pintu
"ah iya"sahut sani
"roman roman nya ada bau pelakor nih"gumam stefanie
"ambilin buah segar di kulkas"stefanie menyuruh sani mengambilkan buah di lemari pendingin
setelah sani pergi stefanie langsung menanyai jum"bik apa dia satu kampung sama bibik?,seperti apa orangnya"tanya nya,ia harus waspada terhadap sani
"sebenarnya gue nggak masalah kak raka mau dekat sama siapapun,tapi kok rasa nya nyesek ya kalau liat ada orang yang suka sama dia?"sebelum nya stefanie belum pernah pacaran ataupun jatuh cinta kepada seorang
"sani orang yang nggak punya di kampung saya,jadi saya mengajak nya kerja di sini.bibik belum tahu juga sifat aslinya seperti apa"jawab jum jujur,ia mengajak sani hanya karna kasihan
__ADS_1