Stefanie Untuk Raka

Stefanie Untuk Raka
bab 26


__ADS_3

Maysa langsung menatap bagas


"apa?"tanya bagas,ia menunjukkan senyumnya yang manis kearah maysa


yang lain nya ikut menatap bagas


bagas langsung menghadap arah lain,rasa sakit di perutnya membuat bagas sedikit gemetar


"kak!"panggil maysa


bagas merubah ekspresi wajahnya lalu berbalik"kenapa?"tanya nya


"kak bagas baik baik aja kan?"tanya maysa,ia curiga bagas menyembunyikan sesuatu


bagas menggeleng kepala


raka mendekat lalu menyentuh perut bagas


"aarrghh!!


bagas menggeram menahan sakit


"darah!!"pekik maysa sambil menutup mulut


"hanya luka kecil"ucap bagas,ia tidak ingin maysa merasa khawatir


"kenapa kak bagas bohong?'tanya maysa,ia sangat kecewa karna bagas menahan luka nya


bagas tidak dapat menyeimbangkan tubuhnya,maysa langsung memegang bagas agar tidak terjatuh


arif menatap tangan maysa yang memegang tubuh bagas,kekhawatiran maysa terhadap bagas membuat arif merasa cemburu


morgan menuntun raka menuju kemobil


"nin tolong bawain mobil kak raka"ucap stefanie


"tidak,saya bisa sendiri"potong raka


"ta tapi"stefanie ingin protes


raka langsung masuk kedalam mobil tanpa menunggu ucapan stefanie


"huh dasar es batu"gerutu stefanie


stefanie ikut masuk kedalam mobil


"trus mayat mayat ini gimana?? kenapa kita nggak lapor polisi aja??"tanya andra


tiba tiba tiga mobil lainnya sampai disana


rendi sandi aldo dan yang lainnya turun dari mobil dan memasukkan mayat mayat itu kedalam mobil para penjahat itu kemudian mereka mendorong mobil itu ketepi jurang lalu meledakkannya sebelum menjatuhkan mobil mobil itu


andra dkk gemetar melihat yang dilakukan oleh anak buah bagas


"beres bos"ucap rendi kepada bagas


bagas mengacungkan jempol kearah raka


kemudian raka langsung mrngendarai kendaraannya pulang kerumah


"kalian sebaiknya pulang"ucap bagas


andra dan yang lainnya langsung pergi mengendarai mobil masing masing,mereka mengawal bagas dan raka pulang


ninda susah payah mencoba menghidupkan mobilnya namun hasilnya nihil


tok tok tok suara ketukan di kaca mobil


ceklek ninda membuka pintu

__ADS_1


"kenapa belum pergi??"tanya morgan ketus


"mo mobil saya nggak bisa hidup"jawab morgan takut takut


"bang rendi periksa mobil ini"ucap morgan


rendi langsung memeriksa mobil ninda


"olinya bocor,mungkin karna tertabrak"ucap rendi


"bawa mobil itu kebengkel"ujar morgan


"siap! "sahut rendi


"cepat ikut gue"ucap morgan kepada ninda


ninda ngeloyor mengikuti morgan menuju mobil


"naik,biar gue antar lo pulang"ucap morgan lagi


ninda merasa takut untuk ikut morgan


"dasar kembaran laknat"gerutu ninda karna nando meninggal kan nya begitu saja


"gue nggak yakin kalau ni orang baik,anak buahnya aja brutal banget"batin ninda


"mau ikut nggak??"tanya morgan, kesal karna ninda terus berdiri diluar mobil


"i iya gue ikut"jawab ninda cepat


ninda langsung masuk kedalam mobil


"lo kira gue sopir?"tanya morgan saat melihat ninda duduk kursi belakang


"cih soal duduk aja dipermasalah"gerutu ninda sambil membuka pintu mobil dan pindah kedepan


stefanie mencari nomor telpon dokter di ponsel raka namun ia tidak menemukannya


stefanie tidak mengetahui hampir semua nomor di ponsel raka adalah nomor telpon dokter


hanya saja tidak dinamai dengan tulisan dokter


"jangan telpon dokter"ucap raka


"kenapa??"tanya stefanie heran


"tidak ada yang boleh tahu "jawab raka


brak pintu terbuka


" morgan!!"seru stefanie


setelah mengantar ninda tadi morgan langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kediaman raka


"selesai"ucap morgan sambil membersihkan sisa darah di punggung raka


"kenapa nggak boleh nelfon dokter??"tanya stefanie tiba tiba


"ini luka tembak,tidak ada yang boleh tau,kalau sampai orang lain tau bisa bisa mereka akan melaporkannya kepolisi"jelas morgan


"ohh"stefanie ber oh ria


"hmm baru tau gue"batin stefanie


"tolong rawat bos"ujar morgan


"terima kasih atas bantuan nya ucap stefanie


"udah jadi tugas gue"sahut sambil berjalan meninggalkan kamar itu

__ADS_1


"dasar,bos sama bawahan sama aja"batin stefanie


"tu nenek lampir nekat amat,hanya demi menguasai seluruh harta keluarga q dia tega mau membunuhku"dada stefanie sesak saat mengingat semua kejadian yang didalangi oleh ibu tirinya


suatu saat aku akan membalas semua perbuatan kamu tante rosa,kamu bahkan membuat mamaku kecelakaan dan meninggal"batin stefanie


saat ini morgan sedang mengobati bagas di ruang tamu,maysa tidak bisa menemani bagas karna hubungan rahasia mereka tidak boleh di ketahui oleh siapapun.maysa belum siap kalau sampai ada yang mengetahuinya


keesokan harinya


Derttt dertt ponsel stefanie bergetar


"hallo"ucal stefanie


"hallo stef, gimana keadaan suami loe?"tanya maysa cemas


"alhamdulillah dia udah nggak papa cuma lemah sedikit karna luka tembak di punggungnya"jawab stefanie jujur


"hufff syukurlah,gue belom sanggup aja melihat sahabat gue jadi janda tapi masih perawan"ucap maysa sambil menahan tawa


"yaela ujung ujungnya ngejek"gerutu stefanie kesal


"ya ya gue nggak ngeledek loe lagi"jawab maysa sambil cekikikan


"em,kalau kak bagaa gimana?"tanya maysa ragu ragu


"kak bagas udah baikan kok,dari semalam morgan terus berjaga kalau saja kak bagas membutuhkan sesuatu"jelas stefanie


maysa baru bisa merasa legah setelah mengetahui keadaan suami rahasianya itu


"oh,ya sudah loe rawat tu suami loe jangan jadi istri durhaka,bye hahahaha"maysa langsung mematikan telponnya karna takut disemprot oleh stefanie


"maysaaaa!!! "geram stefanie kesal


"uhuk uhuk" raka terbatuk batuk


stefanie langsung bergegas mengambil air putih diatas meja dan memberikannya kepada raka


raka langsung meminum air yang disodorkan oleh stefanie


kemudian stefanie mengambil kembali gelas yang ada ditangan raka


"bagimana aku mau pergi menjalankan misi besok,kalau kondisi ku seperti ini"batin raka


derrttt derrtt ponsel raka bergetar


"hallo"ucap raka


"ingat misi kita besok "ucap indra memperingatkan raka


"iya,gue ingat,kalian persiapkan saja apa yang perlu dibawa, gue pasti datang"jawab raka


"yaudah kalau lo ingat, gue matiin dulu ya"ucap indra


hmm"sahut raka kemudian raka mematikan telponnya lebih dulu


"dasar lucnut"gerutu indra disebrang sana


keesokan harinya...


"kak raka jangan kemana mana dulu lukanya belum sembuh, gue mau sekolah dulu"ucap stefanie


cupp


stefanie mengecup pipi raka sekilas kemudian pergi


raka hanya diam sambil menatap kepergian stefanie"maaf"ucapnya pelan


saat dirasa mobil yang dinaiki stefanie sudah keluar dari pekarangan rumah, raka langsung bangun,kemudian pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuh, selanjutnya raka langsung bergegas pergi menuju markas dimana seluruh anggota sudah menunggu kedatangan nya

__ADS_1


__ADS_2