Stefanie Untuk Raka

Stefanie Untuk Raka
bab 33


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


"gue sih yes,karna bokap sama nyokap gue sedang pergi keluar kota jadi gue nggak perlu minta izin"ujar nando


"kalau lo bisa,gue juga pasti bisa karna orang tua lo orang tua gue juga"sambung ninda


"gue nggak perlu minta izin"ujar maysa


"gue harus pulang,kalau nggak,pulang ntar nyokap marah"ujar nayla


"kalian berdua?"tanya stefanie kepada andra dan rafa


"iya deh,gue nginap disini"jawab andra


Stefanie mengalihkan tatapannya kearah rafa


"ya ya gue nginep"jawab rafa


Sore harinya...


"guys gue pulang dulu"ucap nayla


"ya,hati hati ya nay!"sahut stefanie


Nayla sangat berharap andra akan menawarkan diri untuk mengantarkan nya pulang,namun harapannya terlalu tinggi


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam namun raka belum juga pulang dari kantor


Ting tong!


Suara bel rumah berbunyi


"siapa lagi sih?"tanya stefanie


"biar gue yang buka! Rafa bergegas menuju pintu


Tiba tiba rafa mematung


"siapa sih raf?"tanyas tefanie


"woy! Ditanya kok malah diem?!"teriak nando


"raf!"perkataan andra terhenti saat melihat rafa berjalan mundur dan senjata api menempel di keningnya


dikantor..


"ayo pulang!"kata raka kepada bagas


"tapi,dokumennya belu selesai di tanda tangan!"protes bagas


"saya tidak peduli!"raka langsung pergi keluar


bagas langsung menyusul raka keluar


sementara itu stefanie dkk hanya bisa duduk dilantai,mereka tidak berani melakukan apa apa karna di todong pistol


"katakan dimana dokumem nya!?"salah satu dari para penjahat itu bertanya kepada stefanie


"om,gue nggak tau apa apa,lagian kalau gue tau gue nggak bakal ngasih tau lo!"jawab stefanie kesal


"apa kamu bilang!"penjahat itu langsung mencengram rahang stefanie


"lepasin tangan lo bangs*d!"teriak andra


"hehe"penjahat itu malah terkekeh


saat hampir sampai raka mendapatkan notif di ponselnya


Deg!


Raka sangat terkejut melihat apa yang terjadi


untung saja rekaman cctv langsung terhubung ke ponselnya,jadi dia bisa mengetahui apa yang terjadi dirumah

__ADS_1


"berhenti disini gas!"kata raka


"baik!"jawab bagas


Mereka berdua keluar dari mobil


"sebenarnya apa yang terjadi tuan?"tanya bagas


Raka memberikan ponsel nya kepada bagas


Deg!


Bagas terkejut melihat isi rekaman cctv


Mereka berdua berlari kebagian belakang rumah,karna mereka sudah terlatih dengan mudahnya mereka menaiki pagar kurang lebih setinggi tiga meter dan melompat kebawah


bagas mengendap ngendap masuk kedalam rumah,sementara itu raka mencongkel pintu pintu ruang kerjanya


setelah berusaha selama beberapa menit akhirnya raka berhasil membukanya,dengan cepat raka melompat masuk dan mengambil empat senjata api,dua senjata laras panjang dan dua senjata api laras pendek,kemudian dia menyelinap keluar lagi


raka memberikan satu senjata api laras panjang dan satu senjata api laras pendek kepada bagas


"katakan dimana dokumen nya!!"teriak penjahat itu


Raka mengepal tangannya melihat stefanie dibentak seperti itu"berani nya dia membentak istriku"geram nya


Mereka berdua menunggu empat orang penjahat itu lengah


"GO!"raka menggunakan bahasa isyarat


Dor!


Dor


dor!


Raka dan bagas menghujani mereka dmegan peluru namun para penjahat itu bisa mengelak peluru yang ditembak pleh keduanya


"Tiarap!"teriak bagas


Dor!


Salah satu dari penjahat itu terkena tembakan raka dibagian dadanya


Stefanie dkk menelan ludah melihat raka terus membombardir para penjahat itu menggunakan peluru


Para penjahat tidak tinggal diam,mereka terus menembaki raka dan bagas


"ah!"raka memegang perutnya


"bos!"panggil bagas


"fokus bagas fokus!"teriak raka karna bagas sedikit lengah


dari kejauhan terdengar suara sirine mobil polisi


"cabut!"teriak slaah satu penjahat


Mereka bertiga langsung pergi meninggalkan mayat teman mereka begitu saja


"siapa yang manggil polisi?"tanya raka


Tidak ada yang menjawab


stefanie dkk hanya bisa terduduk dibekas sisa selongsong peluru


"i itu tadi suara dering hp gue"ujar nando


bagas menahan tawa mendengarnya


"bangun!"raka mengulurkan tangan nya kearah stefanie


Stefanie langaung meraih tangan raka


bagas menyeret dan membawa mayat penjahat itu pergi

__ADS_1


walaupun mereka tidak diberitahu tapi mereka sudah tahu dengan sendirinya siapa dalang dibalik kejadian itu


lama stefanie memperhatikan mimik wajah raka"sakit?"tanya nya


raka menjawab dengan gelengan kepala


sejak tadi raka terus menutupi perutnya menggunakan jaket


semakin lama wajah raka semakin pucat dan keringat dingin semakin bercucuran


"stef!"maysa menyenggol tangan stefanie


"apa?"tanya stefanie


"tu!"maysa menyuruh stefanie melihat kearah raka


Deg!


Stefanie terkejut melihat wajah raka semakin pucat


"kak raka kenapa?"tanya stefanie


"kok keringetan gini?"tanya stefanie lagi


"tidak apa apa"jawab raka


stefanie langsung menarik jaket yang yang dipakai oleh raka untuk menutupi lukanya


deg!


Stefanie menutup mulutnya melihat itu


"hiks! ke kenapa nggak bilang kalau kamu tertembak?"tanya stefanie,tangisnya langsung pecah


maysa dan yang lainnya sangat terkejut karna raka bisa menahan rasa sakit karna tembakan


"tolong jangan menangis,nanti bagas akan mengeluarkan pelurunya"ujar raka


Raka menarik stefanie kedalam dekapannya


"tolong jangan menangis"pinta raka lagi


"hiks,aku nggak mau jadi janda!"kata stefanie disela tangisnya


Untung saja perkataan stefanie tidak begitu jelas karna dia mengatakannya sambil menangis,tetapi perkataan stefanie terdengar sangat jelas di telinga raka


"tidak akan,itu tidak akan terjadi"sahut raka sambil mengelus puncak kepala stefanie agar stefanie bisa sedikit lebih tenang


"kenapa aku merasa sikapnya terhadap stefanie nggak seperti sikap seorang kakak terhadap adiknya"batin andra


andra sudah sejak lama mencurigai ada yang tidak beres antara stefanie raka


perhatian andra beralih kearah perut stefanie yang terlihat sedikit buncit,meskipun stefanie sudah memakai baju yang longgar namun tetap saja terlihat


saat in usia kandungan stefanie sudah empat bulan,wajar saja jika sudah mulai terlihat


"liat apa lo ndra??"tanya maysa


maysa tahu andra memperhatikan perut stefanie yang sudah terlihat sedikit buncit


tangan raka yang tiba tiba mengelus perut stefanie membuat andra dan yang lainnya terkejut


"eh,kok perut stefanie buncit ya?"tanya ninda dalam hati,selama ini ia tidak begitu memperhatikan perut stefanie


"lah kok perut stefanie besar banget"gumam rafa


"jangan jangan stefanie hamil? tapi siapa yang sudah nyolong star duluan?"nando malah mengalihkan tatapan nya kearah andra dan rafa


"kayaknya nggak mungkin mereka berdua deh"pikir nando


"sudah,jangan nangis lagi"ucap raka, karna stefanie tidak kunjung berhenti menangis akhirnya raka mendekatkan bibirnya ke telinga stefanie


"kasian dede bayi nya lama kamu nangis terus"bisik raka


stefanie langsung berhenti menangis"iya juga"sahutnya,lalu menghapus air mata di pipinya

__ADS_1


__ADS_2