
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
"gue sih yes,karna bokap sama nyokap gue sedang pergi keluar kota jadi gue nggak perlu minta izin"ujar nando
"kalau lo bisa,gue juga pasti bisa karna orang tua lo orang tua gue juga"sambung ninda
"gue nggak perlu minta izin"ujar maysa
"gue harus pulang,kalau nggak,pulang ntar nyokap marah"ujar nayla
"kalian berdua?"tanya stefanie kepada andra dan rafa
"iya deh,gue nginap disini"jawab andra
Stefanie mengalihkan tatapannya kearah rafa
"ya ya gue nginep"jawab rafa
Sore harinya...
"guys gue pulang dulu"ucap nayla
"ya,hati hati ya nay!"sahut stefanie
Nayla sangat berharap andra akan menawarkan diri untuk mengantarkan nya pulang,namun harapannya terlalu tinggi
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam namun raka belum juga pulang dari kantor
Ting tong!
Suara bel rumah berbunyi
"siapa lagi sih?"tanya stefanie
"biar gue yang buka! Rafa bergegas menuju pintu
Tiba tiba rafa mematung
"siapa sih raf?"tanyas tefanie
"woy! Ditanya kok malah diem?!"teriak nando
"raf!"perkataan andra terhenti saat melihat rafa berjalan mundur dan senjata api menempel di keningnya
dikantor..
"ayo pulang!"kata raka kepada bagas
"tapi,dokumennya belu selesai di tanda tangan!"protes bagas
"saya tidak peduli!"raka langsung pergi keluar
bagas langsung menyusul raka keluar
sementara itu stefanie dkk hanya bisa duduk dilantai,mereka tidak berani melakukan apa apa karna di todong pistol
"katakan dimana dokumem nya!?"salah satu dari para penjahat itu bertanya kepada stefanie
"om,gue nggak tau apa apa,lagian kalau gue tau gue nggak bakal ngasih tau lo!"jawab stefanie kesal
"apa kamu bilang!"penjahat itu langsung mencengram rahang stefanie
"lepasin tangan lo bangs*d!"teriak andra
"hehe"penjahat itu malah terkekeh
saat hampir sampai raka mendapatkan notif di ponselnya
Deg!
Raka sangat terkejut melihat apa yang terjadi
untung saja rekaman cctv langsung terhubung ke ponselnya,jadi dia bisa mengetahui apa yang terjadi dirumah
__ADS_1
"berhenti disini gas!"kata raka
"baik!"jawab bagas
Mereka berdua keluar dari mobil
"sebenarnya apa yang terjadi tuan?"tanya bagas
Raka memberikan ponsel nya kepada bagas
Deg!
Bagas terkejut melihat isi rekaman cctv
Mereka berdua berlari kebagian belakang rumah,karna mereka sudah terlatih dengan mudahnya mereka menaiki pagar kurang lebih setinggi tiga meter dan melompat kebawah
bagas mengendap ngendap masuk kedalam rumah,sementara itu raka mencongkel pintu pintu ruang kerjanya
setelah berusaha selama beberapa menit akhirnya raka berhasil membukanya,dengan cepat raka melompat masuk dan mengambil empat senjata api,dua senjata laras panjang dan dua senjata api laras pendek,kemudian dia menyelinap keluar lagi
raka memberikan satu senjata api laras panjang dan satu senjata api laras pendek kepada bagas
"katakan dimana dokumen nya!!"teriak penjahat itu
Raka mengepal tangannya melihat stefanie dibentak seperti itu"berani nya dia membentak istriku"geram nya
Mereka berdua menunggu empat orang penjahat itu lengah
"GO!"raka menggunakan bahasa isyarat
Dor!
Dor
dor!
Raka dan bagas menghujani mereka dmegan peluru namun para penjahat itu bisa mengelak peluru yang ditembak pleh keduanya
"Tiarap!"teriak bagas
Dor!
Salah satu dari penjahat itu terkena tembakan raka dibagian dadanya
Stefanie dkk menelan ludah melihat raka terus membombardir para penjahat itu menggunakan peluru
Para penjahat tidak tinggal diam,mereka terus menembaki raka dan bagas
"ah!"raka memegang perutnya
"bos!"panggil bagas
"fokus bagas fokus!"teriak raka karna bagas sedikit lengah
dari kejauhan terdengar suara sirine mobil polisi
"cabut!"teriak slaah satu penjahat
Mereka bertiga langsung pergi meninggalkan mayat teman mereka begitu saja
"siapa yang manggil polisi?"tanya raka
Tidak ada yang menjawab
stefanie dkk hanya bisa terduduk dibekas sisa selongsong peluru
"i itu tadi suara dering hp gue"ujar nando
bagas menahan tawa mendengarnya
"bangun!"raka mengulurkan tangan nya kearah stefanie
Stefanie langaung meraih tangan raka
bagas menyeret dan membawa mayat penjahat itu pergi
__ADS_1
walaupun mereka tidak diberitahu tapi mereka sudah tahu dengan sendirinya siapa dalang dibalik kejadian itu
lama stefanie memperhatikan mimik wajah raka"sakit?"tanya nya
raka menjawab dengan gelengan kepala
sejak tadi raka terus menutupi perutnya menggunakan jaket
semakin lama wajah raka semakin pucat dan keringat dingin semakin bercucuran
"stef!"maysa menyenggol tangan stefanie
"apa?"tanya stefanie
"tu!"maysa menyuruh stefanie melihat kearah raka
Deg!
Stefanie terkejut melihat wajah raka semakin pucat
"kak raka kenapa?"tanya stefanie
"kok keringetan gini?"tanya stefanie lagi
"tidak apa apa"jawab raka
stefanie langsung menarik jaket yang yang dipakai oleh raka untuk menutupi lukanya
deg!
Stefanie menutup mulutnya melihat itu
"hiks! ke kenapa nggak bilang kalau kamu tertembak?"tanya stefanie,tangisnya langsung pecah
maysa dan yang lainnya sangat terkejut karna raka bisa menahan rasa sakit karna tembakan
"tolong jangan menangis,nanti bagas akan mengeluarkan pelurunya"ujar raka
Raka menarik stefanie kedalam dekapannya
"tolong jangan menangis"pinta raka lagi
"hiks,aku nggak mau jadi janda!"kata stefanie disela tangisnya
Untung saja perkataan stefanie tidak begitu jelas karna dia mengatakannya sambil menangis,tetapi perkataan stefanie terdengar sangat jelas di telinga raka
"tidak akan,itu tidak akan terjadi"sahut raka sambil mengelus puncak kepala stefanie agar stefanie bisa sedikit lebih tenang
"kenapa aku merasa sikapnya terhadap stefanie nggak seperti sikap seorang kakak terhadap adiknya"batin andra
andra sudah sejak lama mencurigai ada yang tidak beres antara stefanie raka
perhatian andra beralih kearah perut stefanie yang terlihat sedikit buncit,meskipun stefanie sudah memakai baju yang longgar namun tetap saja terlihat
saat in usia kandungan stefanie sudah empat bulan,wajar saja jika sudah mulai terlihat
"liat apa lo ndra??"tanya maysa
maysa tahu andra memperhatikan perut stefanie yang sudah terlihat sedikit buncit
tangan raka yang tiba tiba mengelus perut stefanie membuat andra dan yang lainnya terkejut
"eh,kok perut stefanie buncit ya?"tanya ninda dalam hati,selama ini ia tidak begitu memperhatikan perut stefanie
"lah kok perut stefanie besar banget"gumam rafa
"jangan jangan stefanie hamil? tapi siapa yang sudah nyolong star duluan?"nando malah mengalihkan tatapan nya kearah andra dan rafa
"kayaknya nggak mungkin mereka berdua deh"pikir nando
"sudah,jangan nangis lagi"ucap raka, karna stefanie tidak kunjung berhenti menangis akhirnya raka mendekatkan bibirnya ke telinga stefanie
"kasian dede bayi nya lama kamu nangis terus"bisik raka
stefanie langsung berhenti menangis"iya juga"sahutnya,lalu menghapus air mata di pipinya
__ADS_1