
21+🔥🔥
"stefanie!!!!
deg,,
suara bariton milik raka sukses membuat stefanie terjengkit kaget,stefanie langsung melepas tautan tangan nya dan juan.kemudian langsung bangun dari atas pangkuan juan
...****************...
"kak raka"ucap stefanie pelan
tatapan tajam raka membuat stefanie tidak berani menatapnya balik, raka melewati stefanie begitu saja.rupanya tadi raka sedang melakukan pertemuan dengan klien di ruang vip
"habislah!"ucap morgan sambil melewati stefanie
"kak gue pulang dulu"ucap stefanie,kemudian stefanie berlari pulang
juan selalu berharap cintanya suatu saat akan di balas oleh stefanie
"stefanie kamu belum menjawab nya!"juan berteriak memanggil stefanie
panggilan juan tidak di hiraukan oleh stefanie,tatapan tajam yang di tunjukkan oleh raka tadi sudah membuat stefanie kalang kabut.ia takut pria itu benar benar marah
"kenapa stefanie jadi bersikap aneh kayak gini sih?,siapa orang yang memanggil stefanie tadi?"tanya juan dalam hati
sementara itu di mobil raka terus marah marah"beraninya dia berpegangan tangan dengan pria lain!!"geramnya penuh kesal
"sorry,gue nggak bisa bantu lo stef"gumam morgan,morgan merasa ngeri melihat kemarahan raka saat ini.sebelumnya ia belum pernah melihat raka segitu marahnya
"kita kemana sekarang?"tanya bagas kepada raka
"antar saya pulang"jawab raka
bagas langsung memutar mobil menuju rumah,setelah raka turun bagas dan morgan langsung buru buru pergi.mereka tidak mau menyaksikan peperangan yang sebentar lagi akan terjadi
"tuan"jum sangat terkejut melihat raka tiba tiba pulang
"ambilkan air es dan camilan!"teriak raka
jum dan sani bergegas berlari kedapur untuk mengambilkan apa yang diminta oleh majikan mereka
"tuan raka seperti nya sedang kesal,di saat seperti ini kita tidak boleh membuat kesalahan walau sekecil apapun"ujar jum
"iya bik"sahut sani
tap,,tap,, tap,,
stefanie berlari masuk kedalam rumah
deg,,
tatapan tajam raka membuat jantung stefanie serasa berhenti di tempat nya,tengkuk nya seketika langsung merinding
__ADS_1
jum dan sani langsung menghampiri raka"ini tuan"mereka menodorkan apa yang di minta oleh raka
namun tanpa mereka duga raka langsung menghempaskan semua itu ke lantai
deg,,
stefanie kembali di buat terkejut,raka bangun dari tempat duduknya lalu berjalan mendekati stefanie
tubuh gadis kecil itu langsung gemetar,kedua tangan stefanie meremas kedua ujung rok yang ia pakai
"hiks,,
belum juga di apa apakan stefanie sudah menangis saja
"bik apa yang terjadi?"tanya sani sangat pelan
Raka mengangkat tangan nya sehingga membuat stefanie reflek menunduk dan menutup kepalanya menggunakan kedua tangannya
"maaf"cicit stefanie
raka bergeming.ia langsung menarik tangan stefanie lalu menyeretnya ke tangga
stefanie langsung bersimpuh di lantai sehingga membuat raka tidak bisa menariknya lagi.stefanie takut raka akan melakukan yang ia katakan kemarin sore
melihat stefanie tidak menurut raka langsung mengangkat tubuh stefanie keatas bahunya lalu membawanya ke dalam kamar
"nggak!!!"stefanie berteriak sambil mencoba memegang pintu namun usahanya hanya sia sia saja
jum dan sani saling tatap,mereka tidak tahu apa yang sebenarnya
raka mengunci pintu kamar lalu melempar kunci ke sembarang arah,seperti nya stefanie sudah tidak memiliki peluang untuk melarikan diri lagi
bruk,,
stefanie di bating keatas kasur,stefanie berusaha bangun namun langsung di tahan oleh raka
"kak semuanya nggal seperti yang kakak lihat"stefanie mencoba melepaskan tetapi raka tidak mau mendengarnya
deg,,
stefanie semakin ketakutan melihat raka melepas kemeja yang dia kenakan
hiks,,
stefanie menangis saking takutnya
srekk,
dres yang di pakai stefanie langsung terkoyak,raka sengaja merobek dres itu
penutup tubuh stefanie tinggal CD dan BH karna tadi ia tidak memakai tangtop
srekk,,
__ADS_1
lagi lagi raka menunjukkan kekuatan ototnya kepada stefanie CD yang di pakai oleh stefanie langsung sobek
"kak jangan kayak gini aku takut"
stefanie menangis sejadi jadinya
tangan raka mulai meraba puncak sensitif milik stefanie
"stefanie menangis tersedu sedu saat merasakan tangan raka sudah menyentuh miliknya yang berharga
meski merasa kasihan terhadap stefanie tetapi raka harus mendisiplinkan istri kecil nya itu agar setelah ini dia tidak berani berdekatan dengan dengan pria manapun lagi selain suami nya
sentuhan demi sentuhan raka lakukan dengan sedikit kasar
"kak!!!!"
stefanie menjerit sekuat tenaga saat raka memaksa membuka kedua pahanya,bayangan kehilangan sesuatu yang amat dia jaga membuat stefanie mencoba untuk berontak.namun usahanya hanya sia sia saja,tenaga nya sangat lemah dibanding dengan raka
raka membungkam mulut stefanie menggunakan bibirnya,lalu perlahan raka mengarahkan miliknya yang sudah menegang kearah goa kenikmatan milik stefanie
air mata mengalir dari sudut mata gadis yang sebentar lagi akan kehilangan kegadisannya,rasa sakit membuat seluruh tubuh stefanie bergetar hebat
beberapa kali hentakan raka lakukan untuk membuka jalan untuk joni nya, hingga hentakan kesekian kali nya raka baru berhasil menembus dinding pertahanan milik stefanie
tangis stefanie bertambah kencang,sesuatu yang sangat di jaga oleh nya di renggut paksa oleh suami nya sendiri
raka melakukan nya dengan sedikit pelan,meskipun sedang marah besar raka tetap saja tidak tega melakukan nya dengan sangat kasar.oleh karna itu ia membutuhkan waktu cukup lama baru bisa berhasil
hiks,,hiks,,
stefanie masih terisak
tak lama kemudian raka mempercepat ritme hentakan nya karna ia hampir mencapai puncak orgasme
stefanie menjerit kesakitan karna sebenarnya ukuran miliknya dan milik raka tidak lah sesuai,milik raka sangat besar di bandingkan dengan milik pria pria pada umumnya di negara nya
beberapa menit kemudian raka mengerang seiring menyemburnya cairan kenikmatan milik nya ke dalam rahim stefanie
stefanie terhenyak saat raka menekan miliknya kedalam rahim kecil miliknya,tangis stefanie kembali pecah karna raka mengeluarkan sper*a nya di dalam
"gue nggak mau hamil!!!"jerit stefanie dalam hati
raka melepaskan diri dari tubuh stefanie kemudian berbaring di samping gadis itu
"kak raka jahat banget,kenapa kakak ngelakuin itu kenapa?!"teriak stefanie sambil nangis kejer
"lantas apakah kamu akan memberinya kepada orang lain?,sata suami kami jadi sudah hak saya untuk memintanya"raka beranjak dari tempat tidur,memakai pakaian nya lalu langsung keluar dari kamar stefanie
raka masuk kedalam kamarnya lalu pergi ke kamar mandi,dia hidupkan sower lalu mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin
sementara itu stefanie masih menangis sesenggukan sambil menatap bercak merah yang tercetak di seprai
sambil tertatih tatih stefanie pergi menuju kamar mandi
__ADS_1
di dua ruangan yang berbeda keduanya sama sama mengguyur tubuh di bawah sower,bedanya stefanie dalam keadaan menangis sedangkan raka tidak melakukan apapun.ia masih bergelud dengan isi kepala nya