
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Setiba nya di kediaman raka ternyata dimas sudah menunggu mereka
"biar aku jalan sendiri"stefanie menolak digendong oleh raka
"biar gue bantuin"maysa membantu stefanie berjalan masuk kedalam rumah
"bang kalian dari mana? Kenapa nggak pulang?! Apa terjadi sesuatu?"dimas mencecar raka dengan banyak pertanyaan
"menjemput kakak ipar mu"jawab raka seperlunya
Perhatian dimas beralih ke stefanie yang berjalan sangat pelan sambil dituntun oleh maysa
"stefa,em maksud ku kakak ipar kenapa? apa dia sakit?"tanya dimas
"perutnya kram"jawab raka jujur
Ingin sekali dimas mrnghampiri stefanie tapi dia tahan
"duduk!"ucap raka karna dimas hanya berdiri
"baiklah"dimas langsung duduk
"katakan ada keperluan apa kamu datang kesini?!"tanya raka tegas
"apa tidak boleh mengunjungi abang sendiri?!"tanya dimas balik
Bukan tidak tahu,raka lebih tahu dari siapapun kalau dimas menyimpan perasaan terhadap stefanie,namun raka tidak bisa apa apa,dia tidak mungkin memarahi dimas karna menyukai stefanie karna seblum nya dimas juga tidak tahu kalau stefanie adalah istri nya
"kak aku pulang dulu!"maysa berpamitan kepada raka
"bagas antar maysa pulang!"raka berteriak menyuruh bagas mengantar maysa pulang
"katakan apa yang sebenarnya kamu ingin kan"tanya raka"asal kan kamu bukan meminta istri ku,karna aku tidak akan memberikan nya"ujar raka sambil tertawa
Sontak saja bertanyaan raka membuat raut wajah dimas berubah dalam sekejap
"apa bang raka sudah tahu kalau aku menyukai stefanie?!"dimas bertanya dalam hati
Raka memperhatikan raut wajah dimas yang terlihat sangat panik"bercanda!"ucap raka kemudian
Dimas akhirnya bisa bernafas dengan lancar lagi
"aku sebenarnya hanya ingin berkunjung,tidak ada maksud lain"dimas menjawab pertanyaan raka
"oh"raka ber oh ria
tak lama kemudian dimas berpamitan kepada raka.setelah kepergian dimas raka berbaring diatas sofa sambil memijit pangkal hidungnya
"oh iya stefanie !"raka baru teringat dengan stefanie,dia bergegas pergi kekamar
dilihat nya stefanie sedang tertidur pulas,raka menyelimuti tubuh stefanie kemudian duduk disisi ranjang,di elus nya perut stefanie yang sudah terlihat membuncit"jangan rewel ya sayang,kasihan mama"ucap raka kepada sang jabang bayi
tatapan raka beralih ke wajah stefanie "kenapa dia harus mencintaimu?"raka bertanya di dalam hati
Sementara itu maysa sedang dalam perjalanan pulang bersama dengan bagas
__ADS_1
"masih sakit?"tanya bagas
maysa mengangguk
"maaf ya"ucap bagas,ia jadi merasa bersalah karna sudah membuat maysa kesakitan
disisi lain..
karna pulang bareng stefanie ninda jadi harus di antar pulang oleh morgan
derrtt!
tiba tiba ponsel ninda bergetar
"hallo!!"ucap ninda
"apa?!! Cafe?"pekik ninda
"oke!"setelah menjawab telfon ninda langsung menoleh kearah morgan
"em,morgan,tolong antarin ke cafe yang ada diujung jalan sana"ninda sedikit memohon
morgan menghela nafas,kemudian mempercepat laju mobil agar segera sampai ke cafe yang dimaksud oleh morgan
beberapa menit kemudian mereka sampai di cafe itu
"ini?!"morgan membulatkan matanya"bukan kah ini cafe remang remang?"morgan terkejut
ninda turun dari mobil lalu mengucapkan terimakasih
"biarkan saja"pikir morgan,morgan memutar mobil lalu pergi
Di pertengahan jalan morgan mulai mengkhawatirkan ninda
Sesampainya disana bagas buru buru turun untuk mencari keberadaan ninda
"kemana lagi tu bocah?"morgan sangat cemas karna tidak kunjung menemui keberadaan ninda
setelah lama mencari akhirnya perhatian bagas terfokus ke salah satu meja
dengan ekspresi datarnya morgan menemui ninda yang sedang asik meminum wine bersama tiga orang temannya,teman minum ninda bukanlah teman teman sekolah nya,melainkan para pria dan wanita yang jauh lebih tua dari nya
"hay!!"ninda menunjukkan senyum manisnya kearah morgan
morgan sangat marah melihat ninda minum minum
amarah morgan semakin menjadi saat melihat salah satu pria menggandeng pundak ninda
Brak!
morgan menggebrak meja cafe
"lo datang kesini untuk apa?! mau merusak masa depan?!!"morgan berteriak karna marah,mata morgan memerah menahan amarah
Para pengunjung di cafe itu dibuat terkejut oleh suara teriakan morgan
"mana manager cafe ini?!"morgan berteriak dengan suara lantang kearah para pengunjung
Sedangkan ninda hanya tertunduk karna dia sudah mabuk kebanyakan minum wine
__ADS_1
"aah morgan lo jangan galak galak gitu dong"ninda merengek kemudian bangun lalu memeluk pinggang morgan
" kami punya taruhan,ini gelas terakhirnya yang belum gue minum!"ninda memegang gelas berisi wine,ninda ingin meminumnya tapi malah direbut oleh morgan
morgan merampas gelas di tangan ninda
*Glek,,Glek
hanya sekali tenggak ninda menghabiskan satu gelas wine tersebut.
Manager cafe buru buru menghadap
"ada yang salah kah?!"dia bertanya kepada morgan
"tandai wajah gadis ini!"morgan mengangkat dagu ninda agar menghadap menager cafe
"lihat baik baik!"morgan menyuruh orang itu memperhatikan wajah ninda
"jangan biarkan dia masuk ke cafe ini lagi"ujar ninda
"ahh shess!!"
morgan menyentuh kepalanya yang terasa semakin berat padahal dirinya baru meminum satu gelas wine,harusnya itu tidak berpengaruh
beberapa orang berpakaian rapi masuk kedalam cafe
mereka bawahan raka yang sebelumnya sudah di perintah oleh bagas untuk datang,sebelum datang ke cafe morgan sudah memberitahu bagas tentang ninda yang pergi ke cafe remang remang.karna khawatir stefanie meminta raka memerintah anak buah nya untuk menyusul mereka
morgan memijat pangkal hidung nya"tangkap mereka!"morgan menunjuk kearah tiga orang yang minum bersama maysa tadi
mereka langsung menangkap ketiga bocah itu
"aahh!"morgan bertambah tidak bisa mengendalikan kesadarannya
"mereka memasukkan sesuatu kedalam wine!"setelah itu morgan langsung tidak sadarkan diri
beberapa menit kemudian...
morgan dan ninda dibawa pulang ke kediaman raka
mereka berdua di baringkan diatas kasur yang sama di kamar tamu
"dia tidak pernah mau cerita apapun masalah yang dia alami"ucap stefanie
"ninda ninda kenapa lo bodoh banget"gerutu stefanie
"trus morgan kenapa bisa pingsan?"stefanie bertanya kepada raka
"dia meminum wine yang seharus nya diminum oleh ninda"jelas raka"ternyata wine itu sudah dicampur obat tidur"lanjut raka
"ninda! ninda! Untung ada morgan kalau nggak,lo bisa jadi gadis bukan perawan tau nggak!"stefanie sangat marah kepada ninda,namun sayang ninda tidak bisa mendengar ocehan stefanie
krucuk!
perut stefanie berteriak meminta makan
"ayo,biar aku buat kan nasi goreng"raka mengajak stefanie kedapur
"tapi mereka!"ucap stefanie
__ADS_1
"biarkan saja,kalau mereka macam macam aku akan menikahkan mereka berdua hari ini juga"kata raka
Mereka berdua meninggalkan morgan dan ninda dikamar