
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...***********...
...****************...
setelah itu baru dimas pergi membuka pintu,dimas menyembulkan kepalanya dipintu,dilihatnya raka sedang bersandar sambil bermain ponsel
"ngapain sih kok lama banget?"tanya raka
"mandi"jawab dimas singkat
raka langsung masuk kedalam apartemen
"apa guna rumah utama kita?"tanya nya sambil mengedarkan pandangan di seisi apartemen
"siapa yang duluan mau tinggal di luar mansion?"tanya dimas balik
raka menghela nafas mendengar nya
"mansion sangat jauh dari kantor dan sekolahan stefanie"jelas nya sambil memeriksa isi kulkas
raut wajah dimas langsung murung saat raka menyebut nama stefanie
"apalagi sekarang dia sedang hamil,usia kandungannya sudah empat bulan,aku jadi sangat mengkhawatirkan keslematannya"raka beralih duduk di sofa,diikuti juga oleh dimas
"rosa menginginkan nyawa stefanie,sementara kita juga sedang dalam keadaan bahaya karna ulah rubah tua itu"lanjut raka
dimas tertegun mendengar apa yang di katakan oleh raka,dimas tahu betul apa maksud raka,ia meminta dimas untuk mengerti dan tidak egois
"aku harus mementingkan balas dendam dari pada permasalahan pribadi yang sudah jelas tidak akan ada akhir yang bahagia"pikir dimas
"aku ngerti kok bang,tenang saja aku akan selalu berada di garda terdepan untuk melindungi kamu dan kakak ipar"sahut dimas
raka merasa sedikit legah setelah mendengar perkataan dimas
di tempat lain...
saat jam istirahat semua orang berkumpul makan di kantin
baik ninda ataupun morgan keduanya hanya diam dan tidak bersuara sedikit pun,keduanya sibuk dengan pikiran mereka masing masing
"gimana kalau gue beneran hamil nanti??!"pertanyaan itu selalu melintas di benak ninda
morgan"kalau sampai ninda hamil aku akan langsung menikahi nya"pikirnya
"morgan ninda,kok kalian malah bengong sih?"tanya maysa
"nggak kok!!,,
jawab keduanya serentak
"agak lain ku tengok"ucap rafa
"tengok tengok apaan sih"gerutu ninda
"suka suka gue lah mau pakai bahasa daerah mana"ucap rafa dengan nada julid
brak,,
tiba tiba seseorang menggebrak meja di depan ninda
__ADS_1
"oh jadi elo ya yang bernama maysa!"teriak siswi bernama dea,dia murid lokal lain
maysa langsung bangun"kalau iya kenapa?!"maysa ikut ikutan berteriak
"dasar cewek murahan lo! gara gara lo arif nolak tunangan sama gue!"ucap dea marah
deg,,
maysa terperangah mendengar ucapan dea"tunangan?"tanya nya
"iya! arif sama gue udah di jodohin dari kecil! tapi gara gara lo! dia malah ngebatalin pertunangan kami!"sahut dea dengan emosi yang meluap luap
"ya lo nggak bisa nyalahin gue juga dong! gue sama arif nggak ada apa apa,kami real cuma temenan"jelas maysa
"udah gila nih perempuan ku tengok"cibir rafa
"tengok lagi"gerutu ninda pelan
"salah makan obat neng?"tanya nando
"lo kira si arif gigi behelan seganteng itu apa sampai sampai teman gue yang cantiknya kayak bidadari jatuh cinta sama tu orang"ejek ninda
stefanie tidak berbicara karna dia menghindari keributan,takut bayi di dalam perutnya kenapa napa
ninda tiba tiba menarik morgan,lalu membuka dasi dan kancing baju bagian atas milik morgan"coba lo lihat gantengan si arif apa dia?"tanya ninda
morgan terfokus kearah wajah ninda, perlakuan ninda barusan bukan hanya mengejutkan morgan tetapi juga mengejutkan teman ninda yang lain
dea terperangah melihat aura morgan langsung berubah dari biasanya,biasanya morgan hanya terlihat sedikit tampan tapi sekarang ketampanan morgan justru bertambah berkali kali lipat
glek,,
ninda menyipitkan mata melihat dea malah menatap morgan penuh nafsu
"apaan lo kok malah nafsu!!"seru ninda,lalu menutupi dada morgan dengan kedua tangannya
morgan tersenyum samar melihat kecemburuan di mata ninda
dea langsung bersikap seolah olah ia tidak melihat apa apa
"siapa juga yang nafsu"sahut dea
"ya elo lah,gue liat barusan lo merhatiin dada sama leher morgan"ucap ninda ketus
pipi dea memerah seketika
"sudahlah,nggak ada yang juga kan"ucap morgan
ninda langsung melayang kan tatapan tajam kearah morgan"jadi lo suka di tatap sama cewek centil itu!?"tanya nya
"bukan begitu"morgan ingin menjelaskan tapi sudah di potong oleh ninda
"yaudah lo ajak aja tu kehotel!"seru ninda,kemudian ninda langsung pergi
hah!!
morgan terbengong..
"salah apa gue!?"tanya nya
morgan segera menyusul ninda"ninda tunggu"morgan memanggil ninda tapi ninda tidak menoleh sama sekali
__ADS_1
"em,,,
maysa menggaruk tengkuk melihat morgan berlari mengejar ninda
"sejak kapan mereka sedekat itu?"tanya nando
"gue juga nggak tahu"sahut stefanie
nando menoleh kearah maysa
"gue juga nggak tau"sahut maysa
"lo tunggu aja ya,gue nggak akan tinggal diam lagi"ucap dea,lalu ia segera pergi dari sana
ck,,
maysa berdecak kesal
ninda masuk ke dalam kelas sambil menghentak hentakkan kali ke lantai
saat morgan masuk ke dalam kelas ternyata ada beberapa siswa dan siswi lainnya,ia hanya bisa duduk di tempat duduknya lalu mengirim pesan ke ponsel ninda
...\=gue nggak ada maksud apa apa sama cewek tadi\=...
pesan sudah di buka oleh ninda namun tidak di balas oleh nya
morgan menghela nafas"aku benar benar nggak ngerti sama yang ada dalam pikiran perempuan"batin morgan
di tempat lain...
"jaga diri baik baik,makan yang teratur"pesan raka kepada dimas
"iya bang,,"sahut dimas
sebenarnya raka sangat mengkhawatirkan keadaan dimas,biasanya ia akan selalu memberikan dan berusaha mendapat apapun yang diminta oleh dimas,tapi untuk kali ini raka tidak bisa memberikannya karna yang di ingin kan oleh dimas adalah stefanie,istri yang sangat di cintainya
setelah raka pergi dimas kembali berfantasi di temani dengan wine
di sepanjang jalan menuju perusahaan raka terus melamun memikirkan keadaan dimas
"hahaha,,
tiba tiba raka tertawa memikirkan semua nya
bagas mengerutkan dahi karna raka tiba tiba tertawa padahal tidak ada yang lucu
Di perusahaan...
raka sibuk membaca dan menandatangani berkas berkas penting yang sudah menumpuk karna raka jarang datang ke perusahaan
"katakan pada departemen keuangan untuk kembali memeriksa dana yang keluar di peruntukkan untuk apa saja,jangan hanya karna hal kecil perusahaan yang sudah susah payah saya bangun ini hancur dalam sekejap"ujar raka
"baik,saya akan menyampaikan pesan pak raka"jawab atika,sekretaris baru di kantor karna sekretaris yang lama sudah di pecat oleh raka padahal dia baru satu bulan bekerja
"satu lagi,pinta pihak keamanan memantau semua karyawan ataupun orang yang keluar masuk ke pusahaan"titah raka
"baik pak,saya akan segera memberitahu mereka"sahut atika
atika segera pergi dari ruangan raka
"hufh,,aku harus segera menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin"batin raka
__ADS_1