
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
raka langsung menggendong stefanie dan membawanya pergi ke kamar
siapapun tidak ada yang di perbolehkan mendekati pintu kamar dalam radius lima meter oleh raka,kalau sampai ada yang melanggar maka akan merasakan amarah raka
"sebenarnya stefanie kenapa?"tanya ninda kepada maysa
namun yang di tanya justru malah melamun
bagas sudah membawa gelas berisi air minum kerumah sakit untuk di periksa
tap tap tap
morgan berlari masuk kedalam rumah bersama dengan seorang dokter dan dua perawat,mereka terlihat sangat panik
"sebenarnya stefanie kenapa ya?"tanya andra,ia sangat mengkhawatirkan keadaan stefanie
tak lama kemudian morgan keluar dari kamar
"morgan tunggu!"panggil maysa"gimana keadaan stefanie?"tanya nya
tatapan mprgan tertuju kearah dimas"ternyata kamu adik bos raka? "morgan malah bertanya kepada dimas
"ya"jawab dimas singkat
morgan menggeleng kepala lalu menarik maysa dan mengajak nya pergi kedapur
maysa tidak sempat bertanya lagi kepada morgan,beberapa menit kemudian mereka membawa sebaskom air hangat dan handuk kecil
"yang lain bertambah bingung memikirkan apa yang sebenarnya terjadi
di kamar..
"kak sakit"rengek stefanie
"iya iya,sabar ya"sahut raka,ia sangat bingung harus bagaimana sekarang,melihat stefanie menangis seperti itu membuat raka nyaris kehilangan akal
"denyut nadi nona sangat lemah"ucap dokter
apa!!!
maysa hampir saja menjatuh kan air hangat yang ia bawa,untung saja morgan langsung memegangnya
ponsel raka berdering..
"katakan!"ucap raka
"air minum tadi berisi racun merek xx"jelas bagas di sebrang sana
"apa!!!"raka mengepal tangannya saat mendengar penjelasan bagas
panggilan telfon langsung di matikan
huek!!
busa keluar dari mulut stefanie
raka bergegas pergi kekamar mandi lalu mengambil air sabun dan mencampurkannya dengan air putih lalu memaksa stefanie meminumnya hingga muntah
metode yang di lakukan oleh raka cukup efektif,stefanie memuntahkan racun yang sudah masuk di lambungnya
satu jam berlalu..
tubuh stefanie sudah di pasang beberapa alat medis
raka keluar dari kamar dengan raut wajah merah padam
lama maysa melamun,ia bingung harus memberitahu raka atau tidak perihal yang ia lihat tadi,ia takut sani di bunuh oleh raka karna kesal
bagas mendekati maysa"mikirin apa?"tanya nya
maysa menggeleng
__ADS_1
"kasih tau nggak?"tanya bagas lagi
"tadi di ruang makan sani ngintip di pintu dapur"jelas maysa dengan suara yang sangat pelat
deg,,
bagas mengepal tangan mendengar cerita maysa
"tolong jangan kasih tau kak raka"pinta maysa
"kenapa?"tanya bagas lagi
"a aku takut kak raka membunuhnya"cicit maysa
bagas tersenyum"tidak akan"ucap nya
"tentu saja akan dibunuh,tapi bukan raka yang akan melakukan nya"dalam hati bagas
"benarkah?"tanya maysa
"tentu saja"jawab bagas
"gas!"dimas memanggil bagas
"hem"sahut bagas
"sebenarnya apa hubungan bang raka sama stefanie dan sekarang stefanie sedang sakit apa?"tanya dimas
bagas mengerlingkan matanya mendengar pertanyaan ganda yang di ajukan dimas
bagas mendekatkan bibirnya di telinga dimas"stefanie istri raka"ucapnya
jder,,
bak di sambar petir di siang bolong dimas terkejut bukan main saat mengetahui fakta yang membuat hati nya terasa di sayat sayat kemudian disiram air jeruk
"sekarang kelamatan stefanie dan bayinya sedang terancam karna seseorang menaruh racun di dalam minumannya"lanjut bagas
dimas mengepal tangannya menahan rasa marah,sedih dan kecewa
"se sejak kapan?"tanya dimas lagi
deg,,
lagi lagi dimas di buat hancur"ternyata saat pertama pertemu dengannya dia sudah nikah"dalam hati dimas
bagas mengerutkan dahi melihat dimas malah melamun
"morgan!!"bagas memanggil morgan
morgan menghampiri bagas,tatapan bagas tertujuh kearah dimas"pebinor"rutuknya dalam hati
"ada apa bos?"tanya morgan kepada bagas
bagas membisikkan sesuatu di telinga morgan
raut wajah morgan langsung berubah setelah mendengar apa yang di katakan oleh bagas kepadanya
"baik!"jawab morgan,lalu morgan pergi dengan tergesa gesa
beberapa menit kemudian terdengar suara jeritan jum..
semua orang langsung berhamburan menghampiri sumber teriakan
deg,,
mereka semua mematung melihat tubuh sani sudah tergantung di atas dengan seutas tali menjerat lehernya
maysa mengalihkan tatatpan nya kearah bagas
bagas menjengatkan alis nya"kenapa?"tanya nya
maysa langsung menggeleng kepala
"nggak mungkin bagas deh,kan sejak tadi dia nggak turun ke lantai bawah"pikir maysa
__ADS_1
morgan muncul paling akhir"ada apa ini?"tanya nya
"dia bunuh diri mungkin karna dia takut ketahuan"jawab bagas
sementara itu dimas sedang duduk melamun di anak tangga"kenapa bisa?"air mata nya mengalir tanpa bisa di kontrol lagi
hati dimas begitu sakit setelah mengetahui ternyata stefanie adalah kakak iparnya
beberapa menit kemudian jenazah sani sudah di bawa oleh pihak kepolisian untuk di lakukan pemeriksaan
di ruang tamu...
semua orang berkumpul
"maaf atas kejadian kejadian yang baru saja terjadi"ucap raka
"kami masih penasaran sebenarnya stefanie sakit apa?"tanya andra
raka dan bagas saling melempar tatapan,kemudian salah satu dari mereka menunduk kepala
"stefanie keracunan"jelas raka
"hah!!!
teman teman stefanie sangat terkejut saat mengetahui fakta nya
"ba bagaimana bisa?"tanya andra lagi
"kapan itu terjadi?"tanya ninda
"sani yang ngelakuin,dia ngasih racun kedalam air putih yang di minum stefanie"maysa yang menjelaskan nya
"ohh,syukur deh tu betina udah ko'id!"sahut ninda
"bang aku pulang dulu"dimas langsung berdiri
"secepat itu?"tanya raka
"ada kerjaan mendadak"jawab dimas
"aku akan menjelaskan nya nanti!"ucap raka
"dah!"dimas melambaikan tangan lalu pergi
"ada apa dengan anak itu? Makin hari makin aneh saja tingkahnya"ucap raka
"bukankah kalian berdua sama sama aneh?"tanya bagas
Raka menghela nafas
berminggu minggu kemudian..
rudi sempat mengunjungi raka sambil menjenguk stefanie
"saya pulang dulu"kata rudi sambil menepuk bahu raka
setelah rudi pergi raka langsung pergi kekamarnya
kebetulan juga hari ini teman teman stefanie datang berkunjung,keadaan stefanie juga sudah membaik
lima belas menit kemudian raka keluar dengan setelan baju ala ala presdir
"waw!"seru maysa
"punya orang weh!"cletuk nando
"tau gue!"sahut maysa
Stefanie menggeleng kepala melihat maysa dan nando
"kekantor dulu ya"kata raka kepada stefanie
"ya,hati hati"sahut stefanie
Raka langsung pergi bersama dengan bagas menuju kantor..
__ADS_1
"kalian nginap ditempat gue aja ya"stefanie membujuk teman temannya
"gue sih yes,karna bokap sama nyokap gue lagi pergi keluar kota jadi gue nggak perlu minta izin"ujar nando