Stefanie Untuk Raka

Stefanie Untuk Raka
bab 20


__ADS_3

raka dan maysa duduk di bangku yang tersedia di dalam ruang rawat vip tempat stefanie di rawat


tak lama kemudian seorang dokter datang


raka mengerutkan dahi melihat gerak gerik dokter itu"dia bukan dokter yang tadi"gumamnya


tepat di saat dokter itu mau mendekati stefanie dokter gendis datang untuk memeriksa keadaan stefanie


"maaf anda dokter dari mana?,Kenapa anda masuk ke kamar pasien saya?"tanya dokter gendis,heran sekaligus curiga tergadap otang yang memakai seragam dokter di depannya


dokter itu langsung mengeluar kan pistol dari balik blezer nya


mata elang milik raka dengan cepat menangkap keberadaan benda yang hampir setiap hari ia sentuh


buk,,


hantaman kaki raka membuat pistol di tangan dokter gadungan itu langsung terpental ke lantai


buk,,buk,,buk,,


raka langsung menghujani nya dengan pukulan dan tendangan,meskipun tubuhnya sedikit kurang sehat kalau hanya menghadapi satu orang saja tentu saja raka masih sanggup


penjahat itu mencoba merangkak mengambil pistol nya yang terjatuh tapi sekali lagi dia gagal,dengan kejamnya raka menginjak tangan penjahat itu kemudian memukul belakang leher nya


maysa menutup mata menggunakan kedua tangan nya


"pingsan"gumam nya.lalu kembali duduk di tempat duduknya


maysa gemetar melihat kekejaman raka tadi


"gu gue nggak boleh bikin masalah sama nih orang"dalam hati maysa sambil memegang tengkuk nya yang meremang.sebisa mungkin maysa tersenyum di depan raka


"air,,,


tiba tiba stefanie bersuara


raka bergegas menghampiri stefanie


mood stefanie kembali rusak saat melihat kehadiran raka di dekatnya


raut wajah raka langsung berubah saat menyadari hal itu


"maaf"raka berbalik hendak pergi namun dengan cepat stefanie mencekal pergelangan tangan nya


deg,,


"mau lari dari tanggung jawab lagi?"tanya stefanie dengan suara lemah


pertanyaan stefanie membuat raka terkejut,ia langsung berbalik menatap stefanie


"apa katamu?"tanya raka dengan raut wajah memerah menahan amarah


stefanie membuang tatapan nya sembari melepas pegangannya pada tangan raka


"maysa ambilin gue air minum"pinta stefanie


"o ok"jawab maysa gugup,ingatannya tentang ke kebrutalan raka saat menghajar penjahat yang ingin menyakiti tadi terus terbayang di benak maysa


dokter gendis memeriksa keadaan stefanie"pasien sudah baikan,sore ini sudah boleh pulang"ujarnya


"baiklah,terimakasih"ucap raka


dokter gendis menggeleng kepala melihat ekspresi wajah raka,raka mengucapkan terimakasih dengan ekspresi wajah nya yang datar


setelah dokter gendis pergi raka kembali memusatkan tatapan nya je arah stefanie"nanti pulang kerumah"ucapnya,masih dengan ekspresi wajah datar

__ADS_1


stefanie tidak menjawabnya


"barusan ada pembunuh yang mencoba membunuh kamu,dia menyamar menjadi dokter'ujar raka


deg,,


stefanie terkejut mendengar perkataan raka


"jangan jangan wanita ular yang mengirim pembunuh itu"dalam hati stefanie


"biarin,pokoknya gue nggak mau pulang kerumah itu lagi"stefanie menolak ajakan raka


tangan raka terkepal kuat saat mendengar mendengar penolakan dari sang istri,sebisa mungkin raka mengontrol emosinya


"mending lo pulang stef,bukan maksud gue buat ngusir lo.lo nggak boleh egois!,sekarang lo sedang hamil gue nggak mau terjadi sesuatu sama lo dan bayi di kandungan lo"sejak tadi maysa berdiri di ambang pintu.maysa memutuskan untuk membantu raka karna ia tahu raka bisa melindungi stefanie


stefanie terkejut mendengar perkataan maysa"oke gue pulang"sahut stefanie dengan nada sedikit marah


maysa memejamkan mata"maaf"ucapnya,setelah itu maysa menyerahkan air minum yang di minta stefanie"gue pulang dulu"maysa langsung pergi meninggalkan rumah sakit


sepeninggal maysa baik stefanie ataupun raka keduanya hanya diam seperti patung


"saya mau pulang sekarang"ucap stefanie


"baiklah"raka langsung membantu stefanie turun


di perjalanan pulang keduanya tidak saling bicara,hanya terdengar suara klakson kendaraan lain dan sesekali terdengar suara musik dari salah satu rumah penduduk yang di lewati


"non!!!"pekik jum


stefanie tersenyum tipis


"akhirnya non pulang juga"seru jum senang


deg,,


"i ini?'tanya jum saat melihat tangan stefanie


"nggak apa apa,cuma bekas jatuh"stefanie berbohong,karna sebenarnya itu bekas sepang infus


"oh"jum ber oh ria


raka menuntun stefanie ke kamar, setelah stefanie berbaring raka ingin pergi dari sana


"mau kemana?"tanya stefanie


pertanyaan stefanie membuat raka menghentikan langkahnya


"kantor"jawab raka singkat


"sini bentar"panggil stefanie


raka mengunci pintu kamar lalu menghampiri stefanie"ada apa?"tanya nya


"duduk"stefanie menepuk kasur di sebelahnya


raka masih mematung,ia ragu harus menuruti stefanie atau tidak


"duduk"stefanie menarik tangan raka,akhirnya raka duduk du samping stefanie


stefanie menatap wajah raka yang terlihat sangat lelah dan kurang tidur,stefanie menggeser tubuhnya ke samping"tiduran"ia menyuruh raka berbaring di samping nya


namun raka masih ragu


"kak!"panggil stefanie

__ADS_1


"baik lah"raka menuruti keinginan stefanie,ia berbaring di sebelah sang istri


perlahan stefanie mendekatkan tangannya kearah wajah raka lalu menyentuh hidung raka dan snag empunya hidung hanya membiarkan nya melakukan itu


hikss,,


tiba tiba stefanie terisak


sontak saja hal itu membuat raka terkejut"kenapa nangis?"raka langsung menghadap kearah stefanie


"kak raka jahat,kenapa kak raka nggak menjemput ku kenapa kak raka diam saja!!"ucap stefanie disela tangis nya


deg,,


"raka langsung memeluk sang istri"maaf"ucapnya


"kali ini aku tidak akan melepaskan mu,kamu harus berada di sisiku untuk selamanya"ucap raka pelan


cup,,


raka mengecup kening stefanie


tangis stefanie terhenti,dengan cepat meraih dagu stefanie


cupp,,


raka mengecup dan ******* bibir yang sudah lama tidak ia sentuh


tubuh keduanya seketika menghangat dan detak jantung keduanya berdetak kencang


tangan raka mulai menyentuh perut stefanie dan mengelusnya pelan


kemudian raka melepaskan ciumannya


stefanie beberapa kali mengerjapkan matanya,ia tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan"kak raka nyium gue"cicit nya dalam hati


sementara itu maysa nengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi"maafin gue stef, gue tahu lo pasti marah sama gue sekarang"ucapnya


tiiin,,


suara klakson dari mobil lainnya


"aaa!!


brak,,


karna tidak fokus maysa jadi menabrak mobil di depannya


duk,,


kepala gadis itu membentur setir mobil dan Mengakibat kepala nya memar, pecahan kaca mengenai tangan maysa


"ahh,untung muka gye nggak kena kaca"ucapnya pelan


maysa mencoba keluar dari dalam mobil nya


pengendara mobil yang ia tabrak langsung menghampirinya


"kamu!"ia terkejut karna dia mengenali maysa


"tolong!"setelah mengatakan itu maysa mulai kehilangan kesadarannya


"eh!!,,


bagas langsung menangkap tubuh maysa,pemilik mobil yang di tabrak oleh maysa tadi adalah bagas

__ADS_1


__ADS_2