
raka dan maysa duduk di bangku yang tersedia di dalam ruang rawat vip tempat stefanie di rawat
tak lama kemudian seorang dokter datang
raka mengerutkan dahi melihat gerak gerik dokter itu"dia bukan dokter yang tadi"gumamnya
tepat di saat dokter itu mau mendekati stefanie dokter gendis datang untuk memeriksa keadaan stefanie
"maaf anda dokter dari mana?,Kenapa anda masuk ke kamar pasien saya?"tanya dokter gendis,heran sekaligus curiga tergadap otang yang memakai seragam dokter di depannya
dokter itu langsung mengeluar kan pistol dari balik blezer nya
mata elang milik raka dengan cepat menangkap keberadaan benda yang hampir setiap hari ia sentuh
buk,,
hantaman kaki raka membuat pistol di tangan dokter gadungan itu langsung terpental ke lantai
buk,,buk,,buk,,
raka langsung menghujani nya dengan pukulan dan tendangan,meskipun tubuhnya sedikit kurang sehat kalau hanya menghadapi satu orang saja tentu saja raka masih sanggup
penjahat itu mencoba merangkak mengambil pistol nya yang terjatuh tapi sekali lagi dia gagal,dengan kejamnya raka menginjak tangan penjahat itu kemudian memukul belakang leher nya
maysa menutup mata menggunakan kedua tangan nya
"pingsan"gumam nya.lalu kembali duduk di tempat duduknya
maysa gemetar melihat kekejaman raka tadi
"gu gue nggak boleh bikin masalah sama nih orang"dalam hati maysa sambil memegang tengkuk nya yang meremang.sebisa mungkin maysa tersenyum di depan raka
"air,,,
tiba tiba stefanie bersuara
raka bergegas menghampiri stefanie
mood stefanie kembali rusak saat melihat kehadiran raka di dekatnya
raut wajah raka langsung berubah saat menyadari hal itu
"maaf"raka berbalik hendak pergi namun dengan cepat stefanie mencekal pergelangan tangan nya
deg,,
"mau lari dari tanggung jawab lagi?"tanya stefanie dengan suara lemah
pertanyaan stefanie membuat raka terkejut,ia langsung berbalik menatap stefanie
"apa katamu?"tanya raka dengan raut wajah memerah menahan amarah
stefanie membuang tatapan nya sembari melepas pegangannya pada tangan raka
"maysa ambilin gue air minum"pinta stefanie
"o ok"jawab maysa gugup,ingatannya tentang ke kebrutalan raka saat menghajar penjahat yang ingin menyakiti tadi terus terbayang di benak maysa
dokter gendis memeriksa keadaan stefanie"pasien sudah baikan,sore ini sudah boleh pulang"ujarnya
"baiklah,terimakasih"ucap raka
dokter gendis menggeleng kepala melihat ekspresi wajah raka,raka mengucapkan terimakasih dengan ekspresi wajah nya yang datar
setelah dokter gendis pergi raka kembali memusatkan tatapan nya je arah stefanie"nanti pulang kerumah"ucapnya,masih dengan ekspresi wajah datar
__ADS_1
stefanie tidak menjawabnya
"barusan ada pembunuh yang mencoba membunuh kamu,dia menyamar menjadi dokter'ujar raka
deg,,
stefanie terkejut mendengar perkataan raka
"jangan jangan wanita ular yang mengirim pembunuh itu"dalam hati stefanie
"biarin,pokoknya gue nggak mau pulang kerumah itu lagi"stefanie menolak ajakan raka
tangan raka terkepal kuat saat mendengar mendengar penolakan dari sang istri,sebisa mungkin raka mengontrol emosinya
"mending lo pulang stef,bukan maksud gue buat ngusir lo.lo nggak boleh egois!,sekarang lo sedang hamil gue nggak mau terjadi sesuatu sama lo dan bayi di kandungan lo"sejak tadi maysa berdiri di ambang pintu.maysa memutuskan untuk membantu raka karna ia tahu raka bisa melindungi stefanie
stefanie terkejut mendengar perkataan maysa"oke gue pulang"sahut stefanie dengan nada sedikit marah
maysa memejamkan mata"maaf"ucapnya,setelah itu maysa menyerahkan air minum yang di minta stefanie"gue pulang dulu"maysa langsung pergi meninggalkan rumah sakit
sepeninggal maysa baik stefanie ataupun raka keduanya hanya diam seperti patung
"saya mau pulang sekarang"ucap stefanie
"baiklah"raka langsung membantu stefanie turun
di perjalanan pulang keduanya tidak saling bicara,hanya terdengar suara klakson kendaraan lain dan sesekali terdengar suara musik dari salah satu rumah penduduk yang di lewati
"non!!!"pekik jum
stefanie tersenyum tipis
"akhirnya non pulang juga"seru jum senang
deg,,
"i ini?'tanya jum saat melihat tangan stefanie
"nggak apa apa,cuma bekas jatuh"stefanie berbohong,karna sebenarnya itu bekas sepang infus
"oh"jum ber oh ria
raka menuntun stefanie ke kamar, setelah stefanie berbaring raka ingin pergi dari sana
"mau kemana?"tanya stefanie
pertanyaan stefanie membuat raka menghentikan langkahnya
"kantor"jawab raka singkat
"sini bentar"panggil stefanie
raka mengunci pintu kamar lalu menghampiri stefanie"ada apa?"tanya nya
"duduk"stefanie menepuk kasur di sebelahnya
raka masih mematung,ia ragu harus menuruti stefanie atau tidak
"duduk"stefanie menarik tangan raka,akhirnya raka duduk du samping stefanie
stefanie menatap wajah raka yang terlihat sangat lelah dan kurang tidur,stefanie menggeser tubuhnya ke samping"tiduran"ia menyuruh raka berbaring di samping nya
namun raka masih ragu
"kak!"panggil stefanie
__ADS_1
"baik lah"raka menuruti keinginan stefanie,ia berbaring di sebelah sang istri
perlahan stefanie mendekatkan tangannya kearah wajah raka lalu menyentuh hidung raka dan snag empunya hidung hanya membiarkan nya melakukan itu
hikss,,
tiba tiba stefanie terisak
sontak saja hal itu membuat raka terkejut"kenapa nangis?"raka langsung menghadap kearah stefanie
"kak raka jahat,kenapa kak raka nggak menjemput ku kenapa kak raka diam saja!!"ucap stefanie disela tangis nya
deg,,
"raka langsung memeluk sang istri"maaf"ucapnya
"kali ini aku tidak akan melepaskan mu,kamu harus berada di sisiku untuk selamanya"ucap raka pelan
cup,,
raka mengecup kening stefanie
tangis stefanie terhenti,dengan cepat meraih dagu stefanie
cupp,,
raka mengecup dan ******* bibir yang sudah lama tidak ia sentuh
tubuh keduanya seketika menghangat dan detak jantung keduanya berdetak kencang
tangan raka mulai menyentuh perut stefanie dan mengelusnya pelan
kemudian raka melepaskan ciumannya
stefanie beberapa kali mengerjapkan matanya,ia tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan"kak raka nyium gue"cicit nya dalam hati
sementara itu maysa nengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi"maafin gue stef, gue tahu lo pasti marah sama gue sekarang"ucapnya
tiiin,,
suara klakson dari mobil lainnya
"aaa!!
brak,,
karna tidak fokus maysa jadi menabrak mobil di depannya
duk,,
kepala gadis itu membentur setir mobil dan Mengakibat kepala nya memar, pecahan kaca mengenai tangan maysa
"ahh,untung muka gye nggak kena kaca"ucapnya pelan
maysa mencoba keluar dari dalam mobil nya
pengendara mobil yang ia tabrak langsung menghampirinya
"kamu!"ia terkejut karna dia mengenali maysa
"tolong!"setelah mengatakan itu maysa mulai kehilangan kesadarannya
"eh!!,,
bagas langsung menangkap tubuh maysa,pemilik mobil yang di tabrak oleh maysa tadi adalah bagas
__ADS_1