Stefanie Untuk Raka

Stefanie Untuk Raka
bab 43


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


di mobil...


"gas berhenti sebentar"pinta raka


kebiasaan raka meminta berhenti dengan tiba tiba membuat bagas sangat jengkel


bagas meminggirkan mobilnya perlahan kemudian turun lalu membuka pintu untuk raka"turun"ucapnya


"gas,tempat jualan seblaknya jauh di belakang,benarkah kamu menyuruhku berjalan kesana"tanya raka


"benar,silahkan tuan raka yang terhormat turun dari mobil sekarang"sahut bagas


raka langsung menatap bagas dengan tajam"apa kamu sudah bosan bekerja?"tanya raka


buk,,


bagas menutup pintu mobil kemudian kembali kedalam mobil lagi,mau tidak mau ia harus putar balik lagi


di tempat lain...


sepulang dari sekolah ninda di buat bingung kehadiran keluarga vian


"ninda nak vian meminta segera di nikahkan karna katanya dia mau belajar jadi suami yang baik"ujar mia


ninda menatap mereka satu persatu dengan tatapan datar tanpa ekspresi"aku udah muak"ucap ninda pelan lalu peegi masuk ke dalam kamar


kemudian nando datang"sudah lah ma,aku tahu mama bukan orang tua kandung ku dan ninda,tapi please ma jangan paksa ninda lagi,kasihan"nando akhirnya mengeluarkan unek unek yang selama ini ia pendam


deg,,


mia terkejut,biasanya nando sangat penurut tapi sekarang ia justru malah berani membantah secara terang terangan


nando melempar tatapan tajam kearah vian"lo jangan berharap lebih sama adek gue,karna gue nggak akan sudi adek gue nikah sama beban keluarga kayak lo"cibir nando


vian mengepal tangan mendengar ejekan nando


"apa nggak suka? selain merengek apa lagi yang lo bisa?"tanya nando, ejekan demi ejekan terus di lontarkan oleh nando


nando mengalihkan tatapan nya kearah mia"aku akan membawa adikku pergi dari sini,aku akan menghidupkan adikku sendiri"setelah mengatakan itu nando langsung pergi menyusul ninda


tok,, tok,, tok,,


nando mengetuk pintu kamar tapi tidak kunjung di buka oleh ninda


"ninda buka pintunya"pinta nando


di dalam kamar ninda meringkuk sambil menahan sakit di di bagian perutnya


tiba tiba ponsel ninda berdering...


ternyata morgan yang menelfon


ninda meraih ponselnya,lalu mengangkat panggilan telfon


"kak"suara ninda yang terdengar sangat lemah membuat morgan sangat terkejut


"ninda kamu kenapa?"tanya morgan khawatir


"da rah"ucap ninda terbata bata


"darah!!!"pekik morgan

__ADS_1


"a ku hamil,se karang pe"ninda tidak, melanjutkan perkataannya


morgan melebarkan matanya saat mendengar pengakuan ninda


ia langsung bergegas pergi kerumah ninda...


di rumah ninda semua orang di buat heboh karna ninda tidak kunjung menyahut panggilan dari luar kamar.


beberapa menit kemudian dari arah luar rumah morgan langsung berlari masuk kedalam rumah


"morgan?"nando terkejut melihat morgan tiba tiba datang


"mana kamar ninda?"tanya morgan tergesa gesa


"i ini"vian yang menjawab


brak!!


morgan langsung mendobrak pintu kamar ninda


deg,,


morgan terpaku melihat ninda meringkuk di lantai


"ninda!!"pekiknya


morgan langsung memindahkan ninda keatas kasur


ninda membuka mata saat mendengar suara morgan


"kenapa nggak bilang sejak awal?"tanya morgan,daro raut wajahnya terlihat jelas kalau morgan sangat marah namun sebisa mungkin ia berbicara lembut kepada ninda


"aku takut"jawab ninda jujur


perhatian morgan beralih ke arah pergelangan tangan ninda,morgan segera membalut luka di tangan ninda menggunakan sapu tangan miliknya


gadis itu mencoba bunuh diri dengan cara memotong pergelangan tangannya,namun di saat saat terakhir ia malah merasa ragu,itu sebabnya sayatan pisau tidak mengenai urat nadinya


hiks,,


ninda terisak


tring..


ponsel morgan berdering


morgan langsung mengangkat telfon"ada apa?"tanya nya


morgan mengerutkan dahi setelah mendengar ucapan orang di seberang sana


"tidak bisa,biarkan bang wisnu melakukannya,untuk sekarang dan seterusnya aku akan meminta izin sama bos raka untuk tidak melakukan interogasi dulu"jelas morgan


morgan tidak mau melakukan introgasi dan membunuh dulu,karna saat ini ninda sedang hamil


"tapi bang wisnu sedang tidak ada"ucap nya


morgan menghela nafas setelah mendengarnya,lalu menutup panggilan telfon,saat akan beranjak tiba tiba ninda memegang tangan nya


"jangan pergi"dengan raut wajah memelas ninda tidak meminta morgan untuk tidak pergi


morgan kembali duduk lagi


"kenapa nggak bilang sejak awal? kenapa malah memilih bunuh diri?"tanya morgan


"kan bukan lo yang maksa gue,tapi lo terpaksa melakukan nya karna gue"jelas ninda

__ADS_1


morgan menarik nafas lalu membuangnya dengan kasar


"ninda ninda"ucap morgan pelan,lalu menoleh kearah mia"aku akan menikahi ninda"ujarnya


"nggak udah"ninda menolak niat baik morgan


"kamu takut aku tidak bisa membiayai hidup kami dan bayi kita??"tanya morgan dengan suara lantang sehingga terdengar jelas oleh nando dan yang lain


"gaji bagas tidak sebesar gaji ku,aku bersekolah hanya untuk mengawasi stefanie,setelah ini aku tidak perlu bersekolah lagi karna tugas ku sudah selesai"jelas morgan


ninda langsung menatap morgan"ma maksud lo?"tanya nya


"tidak bisa,kamu tidak bksa menikahi ninda"mia menolak nya


"aku akan tetap menikahi nya,ninda saat ini sedang hamil"jelas morgan


"apa!!!!


pekik semua orang..


next time...


"semua terjadi karna salah gue"ucap ninda


kini nando tertunduk lemas di sebelah tempat tidur saudari perempuan nya


"pekerjaan ku penuh resiko,bisa saja suatu saat aku tidak bisa pulang membawa nyawa ku,di saat seperti itu aku berharap kamu dapat menjaga ninda dengan baik"ujar morgan


"au ah!!!"nando langsung pergi meninggal kan morgan dan ninda begitu saja


nando duduk melamun di ruang tamu"mereka berdua membuat kepalaku pusing"gerutu nando


di tempat lain...


"apa kamu sudah menyelidiki tentang tangan kanan yang menjadi tukang eksekusi itu??!"tanya danu kepada anak buahnya


"dia bernama morgan dan dia sangat dekat dengan seorang perempuan"jelas nya


"bagus,habisi wanita itu"titah danu


"baik bos"sahut nya kemudian segera pergi dari sana


next time..


akad di lakukan secara tertutup,hanya menghadirkan raka,stefanie,bagas maysa dan keluarga ninda saja


malam nya, ninda dan morgan, masuk ke dalam kamar..


"mana coba aku lihat"morgan menyibak baju ninda untuk melihat perutnya


kemudian morgan menempelkan telinganya ke perut ninda


"kata stefanie setelah usia kandungan empat bulan baru bisa dengar suara, detak jantung dede bayi nya"jelas ninda


"oh"morgan ber oh ria


"kalau begitu"morgan menunjukkan senyum aneh


"mau ngapain?"ninda mulai khawatir


"ya ngejenguk dede bayinya"morgan melorot cd ninda begitu saja


"eh,,


ninda ingin protes namun ia urungkan karna melihat sorot mata morgan terlihat sayu

__ADS_1


aktivitas malam pun terjadi,meskipun sangat bernafsu tapi morgan sebisa mungkin mengontrol diri agar tidak menyakiti bayinya


__ADS_2