Stefanie Untuk Raka

Stefanie Untuk Raka
bab 23


__ADS_3

Bagas bergegas pergi mengendarai mobil menuju kediaman maysa


sementara itu maysa sedang sedang berusaha menahan pintu kamarnya,ia mendorong lemari hias dan sofa kearah pintu


"please cepat datang kak"pinta maysa sambil menahan tangis


di sisi lain bagas sudah sampai di rumah maysa,saat ini ia sedang memanjat balkon kamar maysa


"maysa buka"pinta bagas melalui telfon


maysa langsung menoleh kearah jendela"kak bagas"cicit nya


maysa bergegas membuka jendela kamar


bagas membuat tali menggunakan seprai kasur dan beberapa kain"ayo ikut"bagas merangkul pinggang maysa.bagas membawa maysa turun kebawah melalui jendela


akhirnya polisi sampai di sana,sebelum datang bagas sudah terlebih dahulu menghubungi polisi dan meminta mereka datang ke alamat yang di berikan oleh bagas


setelah kejadian itu bagas langsung menikahi maysa lalu membawanya tinggal di apartemen bersama nenek maysa,sementara maman nya maysa ia memilih tinggal di negeri


next time..


saat pulang dari kantor Raka melihat mobil maysa terparkir manis di halaman rumahnya


"mobil siapa ini?? "tanya raka kepada para penjaga


"itu mobil non maysa temannya non stefanie"jelas penjaga


"ohh"raka ber oh ria, kemudian raka melangkah masuk kedalam rumah


karna merasa haus raka menuju dapur untuk mengambil minuman dingin di kulkas


dimeja makan raka berpapasan dengan jum dan sani yang sedang membersihkan dapur dan meja makan


sani sangat terobsesi melihat raka,ia terpaku menatap ketampanan raka saat sedang menenggak minuman dingin dari botol,tatapan mata sani mengikuti jakun raka naik turun


aku akan melakukan apapun buat ngedapatin pak raka,walaupun harus dengan cara kotor aku akan tetap melakukan nya"batin sani sambil senyum senyum menatap raka


raka lagi lagi mengernyitkan dahi melihat tingkah aneh sani


"kamu kenapa senyum senyum menatap saya??"tanya raka setengah berteriak dengan tatapan tajam


stefanie dan maysa terkejut mendengar teriakan raka


mereka berdua langsung turun kebawah


sani langsung memucat karna kepergok menatap majikannya


sedangkan jum langsung membeku melihat sani dimarahi


"ma maafkan saya tuan muda saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi"ucap sani gemetar ketakutan


"ada apa ini?"tanya stefanie sambil ngos ngosan karna berlari

__ADS_1


raka tidak menjawab pertanyaan stefanie


"sekali lagi saya melihat kamu menatap saya seperti tadi,saya tidak akan segan segan untuk memecat kamu tanpa uang pesangon"ancam raka


"i iya tu tuan sa saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi"jawab sani ketakukan


"sana pergi "usir raka


"ba baik tuan"sani langsung melangkah pergi


kemudian raka menatap stefanie dan maysa secara bergantian


detik kemudian raka melangkah pergi kekamarnya tanpa mempedulikan stefanie dan maysa yang menatapnya aneh


"mbk jum kenapa tadi??"tanya stefanie


"


"i itu,sani kepergok sama tuan saat sedang menatap tuan sambil senyum senyum nggak jelas"jelas jum,sebenarnya ia sangat malu mengatakan itu


stefanie menganga mendengar penjelasan jum


"wah sepertinya jiwa pelakor tu babu mulai keluar,gue nggak akan ngebiarin tu babu nyuri star"ucap maysa


"nggak usah seudzon lo may"jawab stefanie


"gue nggak seudzon stef, pokoknya gue akan menunjukkan posisinya dirumah ini,gue nggak rela kalau ada yang mengganggu rumah tangga sahabat gue meskipun itu hanya serangga kecil"ucap maysa


"serah loe"jawab stefanie pasrah karna percuma saja stefanie melarang maysa,karna maysa adalah type cewek yang keras kepala


"mbak jum jangan dengerin ocehan maysa,mungkin lagi abis obat ni bocah"ucap stefanie


jum mengangguk sambil tersenyum kearah stefanie


"nggak apa apa non,walaupan saya yang ada diposisi non maysa saya pasti akan melakukan hal yang sama"jawab jum sopan


"terima kasih atas pengertiannya mbak"ucap stefanie senang


iya sama sama non"jawab jum, jum ikut senang karna stefanie bersikap sopan dengannya meskipun statusnya hanya pembantu dirumah


"em stef gue laper,"ucap maysa


"apa? bukannya lo baru dua jam yang lalu makan burger? "tanya stefanie terkejut


"ya itu dua jam yang lalu,sekarang gue lapar lagi"jawab maysa tanpa malu


"ya sudah nona mau makan apa,biar saya buatkan?? "tawar jum


"nggak perlu kak, biar sibabu genit yang bikinin gue makanan"jawab maysa


"may lo nggak usah ngelakuin hal yang aneh aneh"stefanie memperingati maysa


"lo tenang aja,gue cuma mau main main dikit aja"jawab maysa

__ADS_1


serah lo "lagi lagi stefanie pasrah dengan keras kepala maysa


kalau begitu saya akan memanggilkan sani dulu"ucap jum, setelah itu jum pergi ke belakang


di perjalan jum sempat berpikir apa maksud maysa menyebut sani sebagai pelakor"kenapa non maysa menyebut sani pelakor? apa tuan raka sudah punya calon?"tanya nya


beberapa menit kemudian sani masuk kedalam


"apa yang ada didalam frezer?? "tanya maysa dengan tatapan datar kearah sani


"di difrezer ada cumi,ayam,brokoli kepiting dan dan daging sapi"jawab sani


"baiklah buat kan cumi goreng tepung,kepiting asam manis dan tongseng daging sapi"ucap maysa


stefanie melongo melihat maysa


"lo beneran mau makan semua itu? "tanya stefanie tidak percaya


"lo diem aja"jawab maysa


ta tapi...


"nggak ada tapi tapian, dan rasanya harus enak"potong maysa cepat


sani melangkah gontai kearah frezer sambil menyumpah serapa maysa didalam hati


"bagaimana aku masak semua itu? cumi goreng tepung,kepiting asam manis, tongseng, rasanya makanan itu aja aku nggak tau gimana aku mau membuatnya,mending aku minta bantuan bik jum aja"batin sani


"cepat buatkan,dan jangan meminta bantuan yang lain"teriak maysa saat melihat sani termenung melihat bahan makanan tersebut..


sani mengepalkan tangannya kuat saat mendengar ucapan maysa tadi


"may lo jangan keterlaluan deh"ucap stefanie


"diem aja lo, punya hati jangan terlalu baik"jawab maysa kesal karna menurutnya sahabatnya itu terlalu baik hati


"cepetan buatin!"teriak maysa


di ruangannya raka menggeleng kepala mendengar teriakan maysa


"kenapa? nggak bisa bikin? atau lo emang nggak tau bentuk dan rasa makanan itu?? "hina maysa sambil berkacak pinggang melihat sani tengah mematung


sani hanya diam tanpa berani menjawab


Tap tap tap suara sandal menuruni tangga


raka menatap stefanie karna melihat maysa berkacak pinggang kearah sani


Stefanie mengedikkan bahu tanda tidak tahu


raka berlalu begitu saja tanpa ingin tahu apa yang sedang terjadi


"oke nggak masalah kalau lo nggak bisa,stef lo bisa nggak bikin yang gue bilang tadi?? "tanya maysa

__ADS_1


"bisa"jawab stefanie


"lo ngapain nanya ke gue?? "tanya stefanie penuh curiga


__ADS_2