
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
"ada apa sebenarnya?!"tanya ninda sambil turun dari mobil
morgan ikut turun untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi
"maysa cepat sini nak! "panggil mia,ibunya ninda
"ada apa sebenarnya ma?"tanya ninda
"sekarang kamu harus bertunangan dengan nak vian! "jawab mia,ibu ninda
"itu anak nya"mi menunjuk kearah seorang anak laki laki bertubuh sedikit gembal
ninda tersenyum paksa karna banyak tamu lainnya dirumah"kemarin kemarin mau menjual ku ,sekarang malah mau menyuruh ku kawin sama karung beras,pemikiran mama ku memang sangat diluar nalar"batin ninda
"gan,duduk dulu"maysa menarik morgan agar dia duduk
kemudian ninda mengajak mia masuk kedalam kamar
"apa maksud mama mau ngejodohin mau sama bocah gemuk seperti itu?!! "ninda berteriak di hadapan mia
"ninda!!!"mja mengangkat dan tangan nya kearah ninda
"pokok nya aku nggak mau sama bocah itu! "setelah mengatakan itu ninda langsung keluar dari kamar
di anak tangga ninda bertemu dengan nando"enak ya jadi lo"setelah mengatakan itu ninda langsung pergi menemui morgan
mia berusaha mengejar namun ninda sudah sampai diruang tamu
"sudah ma,sudah berapa kau bilang jangan pernah mengatur hidup ku dan ninda,kami punya rencana sendiri!!"tekan nando
"anak harus menurut kepada orang tua"mia melewati nando begitu saja
vian merasa takut saat berhadapan dengan morgan
"apa bekerjaan kamu?! "ibu nya vian bertanya kepada morgan
saya seorang siswa SMA dan bekerja sampingan sebagai asisten pribadi"jawab morgan jujur, hanya saja dia tidak mengatakan asisten pribadi siapa dan dimana
ninda buru buru duduk disamping bagas lalu menggandeng lengan morgan
perlakuan ninda membuat morgan terkejut
"ninda kamu sudah akan bertunangan dengan anak saya berani berani nya kamu menggandeng orang lain dihadapan calon tunangan kamu!! "ibu nya vian memarahi ninda
"maaf tante, tapi aku sudah nggak"ninda pura pura malu untuk mengatakannya
deg!
orang tua vian langsung berdiri "mia berani berani nya kamu memberikan anak kamu yang sudah tidak perawan lagi kepada keluarga kami!! "teriak mereka
"maaf anak saya gadis baik baik,mana mungkin dia tidak perawan lagi!"jawab mia
yang menjadi biang kerok malah asik menikmati drama dihadapannya
__ADS_1
"apa maksud lo ngomong seperti itu? lo nggak takut reputasi lo hancur apa?!"tanya morgan dengan suara pelan
"gue nggak mau bertunangan apa lagi menikah sama karung beras itu "jawab ninda
"tapi tidak dengan cara menjatuhkan harga diri lo juga ninda aninda"morgan ingin sekali berteriak karna kebodohan ninda yang diatas rata rata
"dia mengatakan nya sendiri!!"ucap bi vian
mia langsung melihat kearah ninda
"maaf ma"ucap ninda dengan raut wajah yang di buat buat
"ka kamu!! "
bruk,
mia jatuh pingsan karna ulah ninda
morganmenepuk jidat nya sendiri karna ulah ninda
Beberapa saat kemudian mia kembali sadar
"anak kurang ajar!! "mia berteriak sekencang mungkin
"kamu!! "mia menunjuk ke arah morgan
deg,,
"saya? "tanya morgan
"kamu harus menikahi anak saya secepatnya?!"ucap mia
mereka berdua saling tatap
"ma! "ninda ingin memprotes tapi mia malah memarahi nya
"tidak usah banyak protes!! "mia berteriak
"ma! aku cuma bohong!!! "teriak ninda
morgan langsung menatap ninda,entah kenapa morgan merasa sedikit kecewa karna ninda tidak melanjutkan kebohongannya
"maaf, aku nggak akan menyeret lo ke dalam masalah gue"ucap ninda
"ada dengan ku? seharusnya aku senang karna pembuat onar ini tidak menyeret ku ke dalam masalahnya"pikir morgan
"bagus deh"jawab morgan,lalu beranjak dari tempat duduknya
"saya pulang dulu! "morgan berpamitan kepada orang tua ninda lalu segera pergi dari sana
ninda menatap punggung morgan yang semakin menjauh
karena pengakuan nya ninda terpaksa bertunangan dengan vian
rasa cemburu membuat morgan sulit mengendalikan amarahnya
"sial!! "di sepanjang jalan morgan terus mengumpat dan menglakson kendaraan lain yang menghalangi laju kendaraannya
__ADS_1
dua hari berlalu, ninda dan maysa datang ke rumah stefanie,mereka belum kembali bersekolah setelah kejadian yang hampir merenggut nyawa para siswa dan siswi beberapa waktu yang lalu
"hay stef!"sapa maysa
"hay juga!! "sahut stefanie
"gimana nin??"tanya stefanie
ninda curhat kepada stefanie dan maysa kalau dirinya terpaksa bertunangan dengan vian
stefanie dan maysa ikut sedih karena hal itu
ninda juga mengatakan orang tuanya akan menikah kan dia dan vian setelah mereka lulus sekolah,sedangkan mereka sekarang sudah kelas tiga
"sekarang kita udah kelas tiga! mana udah ujian semester pertama,gimana nasib percintaan gue stef!!! "ninda menangis memikirkan nasib percintaan nya
"kenapa nasib kita hampir sama semua sih"batin maysa
saat malam tiba ninda menyelinap pergi dari rumahnya
dia pergi ke sebuah club malam
di sana ninda sedang asik minum minuman,dia bahkan tau kalau ada seseorang yang sengaja memasukan sesuatu ke dalam minumannya,meskipun tahu ninda tetap saja meminum nya
"hidup gue udah ancur!!"ninda berteriak sambil terus ber joget ria
di tempat lain, morgan sedang menyiksa orang orang yang dengan sengaja menggelapkan dana perusahaan
morgan menyiksa mereka dengan cara mencambuk seluruh tubuh mereka kemudian melemparnya satu persatu mereka ke kolam buaya
tiba tiba ponsel morgan berdering,morgan cukup terkejut melihat nama si penelfon
"ada apa?!"morgan bertanya dengan raut wajah yang sangat datar
"apakah anda teman pemilik hp ini?!"seorang laki-laki bertanya dari ujung telfon
"iya"jawab morgan,morgan langsung berjalan keluar dari tempat eksekusi
"tolong segera datang ke club malam yang berada di jalan A,teman anda hampir di lecehkan oleh pengunjung lain"ucap penjaga club malam
deg,,
"baiklah saya akan segera ke sana,tolong jaga teman saya! "morgan langsung membersihkan kan tubuh kemudian berganti pakaian lalu buru buru pergi ke club malam
sepuluh menit kemudian akhirnya morgan sampai di tempat itu
"terimakasih sudah menjaga teman saya"ucap mprgan sambil memberikan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu kepada penjaga club malam sebagai tanda terima kasih sudah menjaga ninda
namun penjaga club malam tidak mau menerima uang pemberian morgan"sama sama dek,kamu tidak perlu memberikan saya uang ini"penjaga club malam mengembalikan uang itu ke tangan morgan
"ketika saya melihat adek ini saya langsung teringat dengan putri saya yang meninggal satu bulan yang lalu,bahkan wajah mereka juga sedikit mirip"jelas penjaga club malam sambil sesekali melihat ke wajah ninda
"oh begitu"morgan baru mengerti
"kalau begitu terimakasih ya pak"ucap morgan
"sama sama dek,jangan biarkan gadis kecil itu datang ketempat ini lagi!"sahut penjaga club malam
__ADS_1
morgan membawa ninda pulang ke apartemen nya