Stefanie Untuk Raka

Stefanie Untuk Raka
21


__ADS_3

di rumah sakit..


maysa belum juga sadar dari pingsannya


"kenapa dia belum bangun juga dok?"tanya bagas kepada dokter yang merawat maysa


"em,,


baru saja bagas bertanya kapan maysa akan sadar ternyata dia sudah terbangun


tatapan bagas mengarah ke arah maysa


deg,,


maysa terkejut melihat nya,ingatannya kembali di saat di mana dirinya baru saja keluar dari mobil


"bukannya dia teman suami fanie?, jangan jangan mobil dia yang gue tabrak?"tanya maysa dalam hati


maysa reflek menutup mulutnya lalu menggeleng kepala


dokter kembali memeriksa keadaan maysa dan bertanya bagian mana saja yang terasa sakit


setelah melakukan pemeriksaan dan memberitahu bagas apa saja yang harus di lakukan lalu dokter pergi dari ruangan itu dengan segera


"ada apa dengan gadis ini?,apa otaknya ikut terluka karna benturan tadi?"tanya bagas dalam hati


perlahan pria dingin itu mendekati maysa"ada apa dengan mu?,apa otak kamu ikut terluka?"tanya nya


deg,,


pertanyaan bagas membuat maysa terkejut"kurang ngajar!,bisa bisa nya dia bilang otak gue ikut terluka"geram nya dalam hati


bagas memperhatikan raut wajah gadis di depannya"apa dia sefang marah sekarang?"tanya nya dalam hati


"hey,kenapa tidak menjawab!"tegur bagas


"bukan cuma otak saya yang terluka,tapi dompet saya juga ikut terluka"jawab maysa asal


sontak saja jawaban maysa membuat bagas mengerutukan dahi"saya rasa kamu sudah sembuh"ucapnya,lalu bagas pergi untuk membayar biaya rumah sakit


"ck,nyebelin"gerutu maysa


'auwh!,,


maysa kembali merasakan nyeri di bagian kepalanya,memar di kepalanya membuat kepala maysa sesekali terasa sakit


tak lama kemudian bagas kembali ke ruangan tempat maysa di rawat


"biaya rumah sakit sudah saya bayar,besok kamu sudah boleh pulang"ujar bagas


'hem"maysa hanya menanggapi nya dengan deheman


"sopir saya akan mengantar kamu pulang besok"lanjut bagas


"nggak perlu,saya nggak akan pulang kerumah dalam kondisi terluka kayak gini"tolak maysa

__ADS_1


lagi lagi bagas di buat heran


"lantas kalau tidak pulang kamu mau tidur di mana?"tanya nya


"nge kost"jawab maysa singkat


bagas menggeleng kepala mendengarnya"dasar labil"gerutunya pelan


bukan tanpa alasan maysa tidak mau pulang"bisa bisa gue langsung di nikahin sama mama kalau dia tahu gue kecelakaan"gumam nya


sedari kecil maysa sudah di jodohkan dengan anak rekan bisnis nya,namun setiap kali orang tua nya membahas soal perjodohan maysa selalu mencoba memutuskannya.gadis itu tidak mau di jodoh jodohkan seperti itu


"untuk sementara kamu bisa menginap di apartemen saya"ucap bagas pada akhirnya


"yes!,nggak perlu bayar uang sewa lagi kalau gue tinggal di tempat dia!"seru maysa dalam hati


besoknya bagas membawa maysa ke apartemen miliknya"kamu bisa tinggal di sini semau mu asal,saya juga jarang pulang kesini"jelas nya"oh iya,kamu jangan pernah masuk kedalam kamar itu meskipun pintu nya terbuka.paham?"tanya bagas kepada maysa


maysa langsung mengangguk"lagian nggak penting banget gue masuk masuk kesana"gumamnya


setelah puas memperhatikan seisi ruangan itu maysa langsung bergegas masuk ke dalam kamar yang di tunjukkan oleh bagas


gadis itu kini duduk merenung sambil menatap tembok kamar yang berwarna putih polos


"gimana nasib ku serakang?,mama sama papa benar benar nggak peduli sama perasaan ku.mereka selalu sibuk nyari uang uang dan uang,mereka nggak peduli sama aku sedikit pun"ucap gadis itu pelan


ting,,


sebuah pesan masuk di ponselnya


tiba tiba gadis kecil itu terkekeh sambil menatap layar ponselnya


"teganya kalian berdua memintaku untuk nikah disaat aku belun lulus sekolah!,kalian cuma mementingkan kemajuan perusahaan kalian!.kalian berdua nggak pernah benar benar mempedulikan ku!"maysa berteriak sambil melempar ponselnya kearah pintu kamar


hap,,


dengan cepat bagas menanggap ponsel itu


deg,,


"oh jadi karna ini"bagas tidak sengaja membaca isi pesan yang di kirim oleh orang tua maysa


hiks,,


gadis itu tiba tiba saja terisak


"kenapa menangis?,kamu bisa menolak nya kalau tidka mau"uajr bagas


maysa langsung menatap bagas"mudah kalau cuma ngomong doang,biarpun saya mati mereka nggak akan peduli.mereka akan memanfaatkan apapun yang bisa mereka manfaatin dari diri saya"jawab maysa sambil menahan sesak di dada


bagas terdiam..


"bagai mana bisa ada orang tua seperti itu"bagas malah menatap maysa penuh curiga


"apa?"tanya maysa,ia begitu kesal melihat tatapan bagas yang seolah olah tidak percaya dengan apa yang ia katakan

__ADS_1


tiba tiba ponsel maysa berdering,ternyata mama maysa yang menelfon


"angkat!"bagas menyodorkan ponsel maysa kearahnya


maysa langsung mengambil ponsel itu lalu mengangkatnya,tidak lupa maysa juga mengaktifkan pengeras suara


"maysa cepat pulang nak,mama sama papa sudah ada dirumah sekarang.keluarga calon suami kamu juga ada disini"ucap vena,tidak lupa ia juga memberi isyarat agar maysa tidak mengatakan hal aneh karna saat ini keluarga calon suaminya juga mendengarnya


mata maysa memerah menahan sesak di dada"ma,aku sudah bilang kalau aku masih sekolah.masa depan ku masih panjang dan aku nggak mau menyia nyiakan hidup ku"jelasnya


deg,,


perkataan maysa membuat dua keluarga di seberang sana saling tatap satu sama lain


"maysa ini saya leo,orang tua kamu punya hutang sama keluarga saya.kamu harus menikah dengan saya untuk membayarnya"kali ini calon suami maysa yang bersuara


"jangan paksa anak kamu vena!! carilah cara lain untuk menyelesaikan masalah yang kamu buat sendiri"nenek maysa akhirnya bersuara


"mama jangan ikut campur!"vena membentak ibu kandungnya


bagas yang sedari tadi hanya menjadi pendengar langsung tertantang saat mendengar keributan di seberang telfon


tiba tiba bagas menyentuh luka di lengan maysa


"auwh! sakit tau!"gerutu maysa


bagas malah kembali menyentuh luka maysa


"kak bagas!!"akhirnya maysa berteriak


sudut bibir bagas terangkat"pelankan suara mu nanti terdengar oleh orang di seberang telfon"ucap bagas,ia sengaja melembutkan nada bicaranya


tentu saja maysa di buat tercengang oleh nya


"maysa kamu sedang melakukan apa!!!!!"vena berteriak di ujung telfon


keributan semakin tak terkendali,mereka bahkan tidak memberikan maysa waktu untuk menjelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi


sedangkan sang pembuat masalah duduk manis di sudut kasur sambil menampakkan ekspresi wajahnya yang dingin melebihi dingin nya kutub utara


tut,,


maysa mematikan sambungan telfon


"mau kemana!!"maysa meneriaki bagas


"ada apa lagi?"tanya bagas,tatapan matanya yang seolah seolah tidak terjadi apa apa membuat maysa menggeram kesal


maysa



bagas


__ADS_1


__ADS_2