Stefanie Untuk Raka

Stefanie Untuk Raka
bab 38


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Hingga sore hari mereka berdua belum juga bangun.stefanie dan raka sudah tertidur di sofa karna menunggu mereka bangun


tak lama kemudian ninda terbangun


"dimana gue?!"ninda memperhatikan sekitarnya


Tatapan ninda terfokus kearah seorang laki laki yang tertidur disebelahnya


Deg!


ninda melihat kedalam selimut


"Pe perasaan baju gue tadi bukan ini!"ninda tampak berpikir


detik Kemudian mata ninda membulat dengan sempurna


"aaaa!!!!!!!!!"ninda menjerit sekencang kencang nya hingga membuat,stefanie dan raka terbangun


"siapa yang berani berteriak sepagi ini!?!"teriak morgan kesal,kemudian ia menoleh kesampingnya


"aaaa!!!!"kali ini mereka berdua berteriak serentak


Buk!


ninda tidak sengaja menendang morgan sehingga membuat nya terjatuh kelantai


"auw!"eluh morgan karna pantatnya menatap lantai dengan keras


"lo berani berani nya merawanin gue!"ninda berteriak sambil turun dari atas kasur


*Buk,,buk,,


ninda memukul morgan menggunakan bantal tanpa memberi kesempatan untuk morgan menjelaskan apapun


"stooop!!"teriak stefanie


Deg!


mereka berdua kompak menoleh kearah stefanie


raka menatap mereka sambil bersidekap..


"stef kenapa gue ada disini?"tanya maysq


Stefanie akhirnya menceritakan semua nya kepada ninda


Wajah ninda memerah menahan malu


"maaf!"ninda meminta maaf kepada morgan


"makasih udah nyelamatin gue"ninda berbicara selembut mungkin kepada morgan


morgan justru malah merasa geli karna ninda berbicara lembut kepadanya,biasa nya ninda selalu berbicara dengan nada tinggi


morgan langsung melengos"lain kali jangan datang ketempat seperti itu"ucap nya memperingatkan ninda


"i iya,gue janji"sahut ninda


"bagus!"ucap morgan,kemudian tersenyum samar


morgan bersama raka pergi ketempat biasa mereka mengintrogasi orang..


ketiga teman ninda minum di cafe sudah dibawa ke tempat itu

__ADS_1


"ada wanita juga"tanya raka


"Dua laki laki dan satu perempuan"jawab morgan


ninda sangat baik kepada stefanie,raka juga sudah menganggap ninda serta maysa seperti adik nya sendiri,karna itu raka tidak bisa mentoleransi kejahatan yang dilakukan oleh ketiga orang itu


"siram!!"raka menyuruh anak buah nya menyiram ketiga orang itu menggunakan air agar mereka segera sadar dari pingsan


byur!!!


Satu ember air mendarat ditubuh mereka


"ah apaan nih!?"tanya salah satu dari mereka


Saat mereka bertiga membuka mata mereka melihat morgan dan raka berdiri dihadapan mereka


"berani sekali kalian mau menjebak ninda? sudah sebesar apa nyali kalian"tanya raka


"kalian akan menerima konsekuensi dari perbuatan kalian!"seru morgan


"lalu kalian mau apa?!"wanita berambut pirang itu malah menantang raka dan morgan


"iya,mau apa?!! Kalian tidak akan bisa melakukan sesuatu sama gue! Asal lo tau Gue ini anak anggota *P* di kota ini!!"ucap salah satu pria,dia sangat sombong karna mengira tidak akan ada yang berani menyentuhnya karna orang tua nya seorang pejabat


raka merasa sangat lucu melihat betapa sombong nya anak itu


"morgan!"seru raka,ia sangat membenci orang yang tidak bisa mendidik anaknya dengan benar sehingga membuat rugi orang lain


morgan pergi sebentar kemudian kembali lagi sambil membawa mesin pemotong kayu yang berukuran kecil


Deg!!


Mereka bertiga mulai panik


"a apa yang mau kalian lakukan dengan mesin itu?!"si wanita mulai panik


"lakukan!!"titah raka,kemudian raka langsung melihat kearah lain


morgan mendekati orang yang mengaku sebagai anak pejabat penting


Dengan sekali hentakan kaki kiri nya sudah putus


Jangan ditanya lagi bagaimana riuh nya ditempat itu


Dua orang lainnya menangis memohon ampun namun tidak dihiraukan oleh morgan


"terus kan!!"seru raka,dia menonton adegan itu sambil sesekali menyesap rokok elektrik milik nya


"aku sudah tidak tahan lagi berada disini"ucap raka,kemudian raka langsung pergi keluar dari tempat itu


sejak stefanie hamil raka jadi sedikit takut setiap kali melihat darah


nasib mereka bertiga begitu naas,morgan memotong tubuh mereka menjadi beberapa bagian kemudian memasukkan nya kedalam karung kemudian diberikan kepada buaya peliharaan nya yang berada di samping tempat dia melakukan pembantaian


morgan membersihkan baju nya yang terkena percikan darah


sementara itu ditempat lain...


Rosa marah marah"membunuh seorang anak kecil saja kalian tidak becus!"ucap nya kesal


"bunuh mereka maka kalian akan mendapatkan bayaran kalian! Kalau tidak berhasil saya tidak akan membayar kalian!!"ujar rosa,kemudian dua pergi menaiki mobil mewah milik nya


"lama lama bisa habis kesabaran ku menghadapi wanita itu"gumam salah satu dari mereka


skip..


Raka pulang kemudian langsung mandi,begitu juga dengan morgan,dia mandi dikamar tamu yang lainnya

__ADS_1


"oh iya nin, dari mana lo kenal mereka bertiga?!"tanya stefanie


"kenal pas di cafe itu,baru dua bukan kayanya gue kenal sama mereka"jawab ninda jujur


"lo sih ada ada aja,main nya dicafe remang remang"stefanie mengomeli ninda


"gue pusing banget mikirin nyokap"curhat ninda


"lah kenapa lagi nyokap lo?!"tanya stefanie


"dia selalu aja mentingin bisnisnya,mama bahkan nggak segan segan mau ngejual gue demi melunasi hutang nya"jelas ninda sambil menahan tangis


morgan yang sebelumnya mau masuk kedalam memilih bersembunyi karna ingin tahu kelanjutan dari percakapan antara mereka berdua


stefanie menghela nafas mendengar nya,ternyata nasib ninda tidak jauh berbeda dengan nya"apa nando tau?"tanya nya


ninda menggeleng"nando nggak tau"jawab ninda


"dan jangan pernah lo ngasih tau dia"pintanya


"ekhem!"morgan berdehem sambil masuk kedalam kamar tamu


"kalian dari mana saja sebenarnya?!"tanya stefanie


"kalau gue dari mini market,nggak tau kalai bos"jawab morgan bohong


Stefanie tidak percaya begitu saja dengan mereka


"kalian nangkap ketiga teman maysa lalu kalian bawa kemana mereka?!"stefanie bertanya sambil memperhatikan gerak gerik morgan


"kami sudah melepasnya"jawab morgan "maaf sudah berbohong"dalam hati morgan,tidak mungkin dia memberitahu mereka yang sebenarnya


tatapan morgan mengarah ke ninda


Ninda yang merasa ditatap langsung pura pura batuk


*uhuk,,uhuk


morgan langsung mengalih kan tatapan nya


"sial!"umpatnya dalam hati


Stefanie menahan tawa melihat nya


"lo antar ninda pulang,ingat antar sampai rumah jangan ke cafe lagi!"ucap stefanie


"biklah"sahut morgan


"cepat!"ucap morgan kepada ninda


"iya iya"sahut ninda


"telfon gue kalau kira kira nyokap lo maksa lo lagi"ucap stefanie


ninda menjawab dengan anggukan kepala


lima menit kemudian.


"loh mana mereka?!"tanya raka


"pulang"jawab stefanie


"oh"raka ber oh ria


di Sepanjang jalan morgan mengantar ninda tidak ada yang membuka suara


setiba nya di kediaman ninda ,mereka berdua sama sama dibuat terkejut karna banyak nya kendaraan yang parkir dijalankan rumah itu

__ADS_1


__ADS_2